Oleh Universitas Cakrawala
•
23 September 2024
Salah satu sifat atau perilaku manusia yang sering menyebabkan masalah merupakan bentuk dari perilaku konsumtif. Secara umum konsumtif berasal dari kata konsumsi yang membahas mengenai kegiatan mengkonsumsi barang serta jasa. Namun, konsumtif mempunyai konotasi negatif karena merujuk pada pembelian yang tidak rasional atau berlebihan. Perilaku ini cenderung dipengaruhi oleh dorongan emosional, tekanan sosial, atau pengaruh iklan yang kuat.
Konsumtif juga dikenal sebagai perilaku yang berlebihan dan tidak terkendali, hal ini juga sering terjadi saat seseorang cenderung untuk membeli barang atau jasa tanpa mempertimbangkan kebutuhan atau kondisi keuangan secara bijak. Fenomena perilaku konsumtif bisa mempengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang dan masyarakat secara keseluruhan. Pembahasan kali ini akan menjelaskan secara rinci mengenai perilaku konsumtif.
Beberapa ciri perilaku konsumtif yang sering dialami namun juga jarang disadari oleh seseorang yaitu diantaranya.
Pembelian impulsi
Pembelian impulsif ini terjadi saat seseorang cenderung membeli tanpa merencanakan atau mempertimbangkan kebutuhan mereka sehari-hari. Sehingga bentuk dari pembelian yang impulsif bisa jelas tanpa adanya perencanaan, atau pemikiran matang dari sebelumnya. Keputusan pembelian dilakukan secara mendadak biasanya dipicu dengan beberapa faktor emosional seperti daya tarik visual, atau tekanan situasional. Contohnya pembelian impulsif yang dipengaruhi oleh emosi seperti kegembiraan, kesedihan, stres, atau rasa lapar. Emosi tersebut dapat memicu keinginan untuk segera memuaskan diri dengan membeli sesuatu.
Mengandalkan kartu kredit guna membeli barang atau jasa tanpa memperhatikan kemampuan untuk bisa melunasi menjadi salah satu ciri perilaku yang konsumtif. Perlu diketahui bahwa penggunaan kartu kredit yang berlebihan bisa menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap keuangan dan kesejahteraan seseorang. Terdapat beberapa efek yang mungkin terjadi akibat kartu kredit yang tidak terkendali yaitu tingginya utang, penggunaan kartu kredit bisa mengakibatkan akumulasi utang yang sangat tinggi. Jika seseorang hanya membayar jumlah minimum setiap bulan, utang tersebut dapat terus bertambah akibat bunga dan biaya lainnya.
Tekanan sosial yang memainkan peran penting guna membentuk gaya hidup konsumtif yang mana individu akan merasa terdorong guna memenuhi standar tertentu yang sudah ditetapkan oleh masyarakat atau kelompok sosialnya. Contohnya seseorang juga perlu untuk membeli barang atau merek tertentu guna bisa mencapai standar sosial atau citra yang mereka inginkan. Faktor dari tekanan sosial ini bisa mempengaruhi perilaku belanja serta keputusan konsumsi dari seseorang. Hal tersebut terjadi karena masyarakat sering kali menilai status sosial seseorang berdasarkan barang-barang yang dimilikinya.
Kurangnya perencanaan keuangan jangka panjang bisa menjadi salah satu ciri konsumtif yaitu seseorang tidak menyisihkan dana untuk kebutuhan mendesak atau masa depan. Seseorang yang konsumtif akan lebih condong untuk menghabiskan uangnya daripada menyisihkan sebagian untuk ditabung atau diinvestasikan. Ini dapat menyulitkan pencapaian tujuan keuangan seperti dana darurat, pendidikan, atau pensiun.
Merencanakan dan mengelola anggaran belanja untuk menghindari pembelian yang tidak perlu sangatlah penting. Karena anggaran belanja dapat membantu mengurangi sifat konsumtif dan meningkatkan manajemen keuangan pribadi.
Guna bisa mengatasi perilaku konsumtif, seseorang harus dapat mengetahui penyebab emosional di balik pembelian impulsif dan mencari alternatif untuk mengatasi emosinya tersebut. Contohnya, saat seseorang sangat bahagia melihat baju bermerek yang diiklankan oleh bintang idolanya, ada keinginan yang kuat untuk membeli dan memilikinya. Bahagia merupakan sifat emosional yang dimiliki seseorang, yang akhirnya mendorong pembelian impulsif, padahal belum tentu seseorang itu membutuhkan baju tersebut.
Membedakan antara keinginan serta kebutuhan yang berfokus terhadap setiap pemenuhan kebutuhan dasar terlebih dahulu adalah cara jitu untuk mengatasi masalah perilaku konsumtif. Karena memprioritaskan kebutuhan adalah langkah penting untuk mengatasi perilaku konsumtif dan membangun pola pengeluaran yang lebih sehat.
Edukasi finansial memiliki peran penting dalam membantu seseorang mengatasi perilaku konsumtif. Beberapa alasan edukasi finansial dapat membantu mengatasi masalah perilaku konsumtif antara lain adalah dapat membantu seseorang memahami dampak negatif dari perilaku konsumtif, termasuk utang berlebihan, stres finansial, dan ketidakstabilan keuangan.
Pembahasan mengenai perilaku konsumtif ini perlu untuk terus diperhatikan karena, jika salah langkah nantinya akan berdampak buruk untuk diri kita sendiri. Pembelajaran mengenai finansial dan cara kamu menghindari kehidupan yang konsumtif bisa kamu dapatkan dengan menjadi mahasiswa Jurusan Keuangan di Cakrawala University. Cakrawala University akan memberikan pembelajaran mulai dari awal sampai kamu bener-bener mahir dan paham dong tentunya!
Yuk sekarang juga, daftarkan diri kamu menjadi bagian (Cakrawala University)!
Baca Juga :
Berita Terkait