Sistem Informasi Adalah: Pengertian, Fungsi dan Contohnya

Oleh Rahmawati

27 February 2025

Article Image

Buat kamu yang penasaran tentang sistem informasi, mungkin ingin tahu sebenarnya apa itu sistem informasi dan untuk apa digunakan. Apakah cuma soal komputer dan teknologi, atau punya peran penting di kehidupan sehari-hari?

 

Supaya nggak salah paham, yuk kita bahas apa itu sistem informasi, fungsi utamanya, komponennya, sampai contoh penerapannya di berbagai bidang!

 

Key Takeaways

 

  • Sistem informasi membantu mengumpulkan, mengatur, dan menggunakan data supaya kegiatan dari berbagai bidang bisa lebih lancar dan efisien.
  • Penerapan sistem informasi bisa ditemui di berbagai bidang, mulai dari bisnis dan e-commerce, pendidikan, perbankan, transportasi, kesehatan, hingga pemerintahan.
  • Sistem informasi bisa dipelajari lebih dalam di Universitas Cakrawala dengan kurikulum berbasis industri, praktik langsung, magang sejak semester pertama, dan dukungan fasilitasi atau akses penyaluran ke lebih dari 1.000 perusahaan mitra.

 

Apa Itu Sistem Informasi?

 

Sistem informasi (SI) adalah cara untuk mengatur dan menggunakan data supaya orang bisa mengambil keputusan dengan lebih mudah.

 

Bayangin aja seperti perpustakaan digital, di mana semua buku (data) tersimpan rapi, bisa dicari dengan cepat, dan dibagikan ke orang yang membutuhkannya.

 

Selain data, sistem informasi juga melibatkan orang, aturan/prosedur, dan teknologi seperti komputer atau aplikasi. Semua bagian ini bekerja sama supaya informasi bisa dipakai untuk membantu sekolah, perusahaan, atau organisasi bekerja lebih efisien.

 

Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli

 

Biar lebih jelas, banyak ahli juga punya definisi masing-masing tentang sistem informasi. Berikut beberapa pengertian sistem informasi menurut para ahli:

 

  • O'Brien (2005): Sistem informasi adalah gabungan orang, komputer, software, jaringan, dan data yang bekerja sama untuk mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi di sebuah organisasi.
  • Alter (1992): Sistem informasi adalah sistem kerja di mana manusia dan/atau mesin memproses sumber daya untuk menghasilkan informasi bagi orang di dalam maupun luar organisasi.
  • Bodnar & Hopwood (1993): Sistem informasi adalah perangkat keras dan perangkat lunak yang membantu mengubah data menjadi informasi yang berguna.
  • Gelinas, Oram, & Wiggins (1990): Sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang terdiri dari komponen komputer dan manual untuk menghimpun, menyimpan, dan mengelola data, lalu menyediakan informasi bagi penggunanya.
  • Hall (2001): Sistem informasi adalah rangkaian prosedur formal untuk mengumpulkan data, memprosesnya menjadi informasi, dan menyebarkannya ke para pemakai.

 

Komponen Utama Sistem Informasi

 

Sistem Informasi Adalah

Sumber: Freepik

 

Sistem informasi terdiri dari beberapa bagian penting yang bekerja sama untuk mengelola data dan menghasilkan informasi yang berguna. Ini dia 5 komponen utama sistem informasi:

 

1. Perangkat Keras (Hardware)

 

Perangkat keras adalah semua alat fisik yang dipakai untuk mengolah, menyimpan, dan menampilkan informasi dalam sistem informasi. Tanpa hardware, komputer dan sistem informasi nggak bisa berjalan.

 

Beberapa contoh perangkat keras yang sering dipakai dalam sistem informasi antara lain:

 

  • Komputer dan laptop: untuk menjalankan program dan mengelola data.
  • Server: menyimpan data dalam jumlah besar dan melayani banyak pengguna sekaligus.
  • Perangkat penyimpananhard disk, SSD, flashdisk, atau cloud storage untuk menyimpan informasi penting.
  • Perangkat input/outputkeyboardmouse, layar, printerscanner—biar data bisa masuk dan keluar dengan mudah.

 

2. Perangkat Lunak (Software)

 

Perangkat lunak adalah program atau aplikasi yang dipakai untuk mengontrol perangkat keras dan memproses data. Bisa dibilang, software ini yang membuat hardware bisa “bekerja” sesuai kebutuhan sistem informasi.

 

Beberapa jenis perangkat lunak yang umum dipakai antara lain:

 

  • System Software: sistem operasi seperti Windows atau Linux, yang menjalankan komputer dan mengatur hardware.
  • Application Software: aplikasi seperti Microsoft Office, Google Sheets, atau software akuntansi untuk mengolah data.

 

3. Data

 

Data adalah fakta mentah atau informasi dasar yang nantinya akan diolah menjadi informasi yang berguna. Tanpa data, software dan hardware nggak ada yang bisa diproses, jadi semuanya berhenti.

 

Beberapa hal penting soal data dalam sistem informasi:

 

  • Data mentah: angka, teks, atau catatan yang belum diolah.
  • Pengolahan datasoftware membantu mengorganisir data supaya mudah diakses dan dipakai.
  • Database / Penyimpanan: data biasanya dikelola menggunakan Database Management System (DBMS) supaya cepat dicari dan bisa dipakai untuk analisis atau pengambilan keputusan.

 

4. Prosedur

 

Prosedur adalah aturan atau langkah-langkah yang harus diikuti supaya sistem informasi bisa berjalan dengan benar. Bisa dibilang, prosedur ini seperti “manual” supaya semua orang tahu cara pakai sistem dengan tepat.

 

Beberapa hal penting tentang prosedur:

 

  • Instruksi operasi: panduan untuk input data, menjalankan software, atau memproses informasi.
  • Standar kerja: langkah-langkah yang konsisten supaya hasil informasi akurat dan bisa diandalkan.
  • Proses kerja sistem: memastikan data dan informasi diproses dengan cara yang benar dari awal sampai akhir.

 

5. Sumber Daya Manusia (People)

 

Orang adalah bagian paling penting dari sistem informasi karena mereka yang mengoperasikan, mengelola, dan memakai informasi. Tanpa orang, hardwaresoftware, dan data nggak ada gunanya.

 

Beberapa contoh peran orang dalam sistem informasi:

 

  • End user: orang yang memakai informasi untuk pekerjaan sehari-hari, misal akuntan, manajer, siswa, atau customer.
  • Operator & programmer: orang yang mengoperasikan komputer, membuat program, atau mengelola software.
  • Analis sistem: orang yang merancang dan memelihara sistem supaya tetap berjalan efektif.
  • Staf administrasi/IS personnel: membantu mengelola data, memastikan prosedur diikuti, dan mendukung manajemen informasi.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Fungsi Utama Sistem Informasi

 

Terus, apa sih sebenarnya fungsi utama sistem informasi? Sistem informasi punya peran penting dalam mengelola data dan membantu orang atau organisasi bekerja lebih efisien. Ini dia beberapa fungsi utama sistem informasi:

 

  • Mengumpulkan data: Sistem informasi mengambil data dari berbagai sumber, seperti input pengguna, sensor, aplikasi, atau database.
  • Mengolah data menjadi informasi: Data mentah diproses supaya berubah jadi informasi yang lebih rapi, jelas, dan siap dipakai.
  • Menyimpan data dengan aman: Informasi disimpan dalam sistem database atau cloud agar tidak mudah hilang dan bisa diakses kapan saja.
  • Menyajikan informasi ke pengguna: Sistem menampilkan hasil data dalam bentuk laporan, tabel, grafik, atau dashboard yang mudah dibaca.
  • Mendukung pengambilan keputusan: Informasi yang akurat membantu manajer, guru, atau pemilik bisnis mengambil keputusan lebih tepat.
  • Meningkatkan efisiensi kerja: Banyak proses bisa dilakukan otomatis sehingga pekerjaan lebih cepat dan minim kesalahan.
  • Membantu koordinasi dan komunikasi: Sistem informasi mempermudah pertukaran data antar bagian atau tim dalam satu organisasi.
  • Menjaga keamanan data: Sistem melindungi informasi penting dengan fitur keamanan seperti loginbackup, dan kontrol akses.

 

Jenis-Jenis Sistem Informasi

 

Sistem Informasi Adalah

Sumber: Pexels

 

Biasanya, sistem informasi yang dibuat memiliki fungsi dan tujuan berbeda, makanya nggak cuma satu macam aja. Ada yang fokus mengelola data, membantu pengambilan keputusan, atau mendukung operasional perusahaan.

 

Berikut beberapa jenis sistem informasi yang paling umum digunakan dalam bisnis, perusahaan, atau organisasi:

 

1. Sistem Informasi Manajemen Keuangan

 

Sistem Informasi Manajemen Keuangan adalah sistem yang dipakai perusahaan untuk mengatur, mencatat, dan memantau semua aktivitas keuangan. Dengan sistem ini, uang masuk dan keluar bisa dipantau dengan rapi dan transparan.

 

Sistem ini biasanya membantu perusahaan dalam hal:

 

  • Pengelolaan aset dan keuangan: mencatat uang perusahaan, aset, dan transaksi harian.
  • Penganggaran (budgeting): membantu menyusun dan mengontrol rencana pengeluaran supaya nggak boros.
  • Investasi: memantau dana yang ditanamkan ke berbagai proyek atau bisnis.
  • Pelaporan pajak dan laporan keuangan: mempermudah pembuatan laporan yang dibutuhkan untuk pajak dan evaluasi bisnis.

 

Singkatnya, sistem ini bikin pengelolaan keuangan perusahaan jadi lebih tertata, akurat, dan mudah diawasi.

 

2. Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia

 

Sistem Informasi Manajemen SDM adalah sistem yang dipakai perusahaan untuk mengelola data karyawan dan aktivitas kepegawaian. Mulai dari masuk kerja sampai pengembangan skill, semuanya bisa dicatat rapi di satu sistem.

 

Sistem ini biasanya membantu dalam:

 

  • Rekrutmen karyawan: menyimpan data pelamar dan proses seleksi.
  • Penggajian (payroll): menghitung gaji, tunjangan, dan potongan secara otomatis.
  • Penilaian kinerja: memantau performa karyawan berdasarkan target kerja.
  • Pelatihan dan pengembangan: mengatur jadwal training supaya skill karyawan terus berkembang.

 

Dengan sistem ini, pengelolaan karyawan jadi lebih teratur, adil, dan efisien.

 

3. Sistem Informasi Manajemen Produksi

 

Sistem Informasi Manajemen Produksi adalah jenissistem yang membantu perusahaan mengatur proses pembuatan produk dari awal sampai siap dijual. Sistem ini penting banget terutama di perusahaan manufaktur atau pabrik.

 

Beberapa fungsi utamanya meliputi:

 

  • Perencanaan produksi: menentukan jumlah barang yang harus diproduksi sesuai kebutuhan pasar.
  • Pemantauan proses produksi: mengawasi jalannya produksi supaya tidak terjadi keterlambatan.
  • Pengendalian kualitas: memastikan produk yang dihasilkan sesuai standar dan layak dijual.
  • Pengaturan kapasitas produksi: mengatur mesin dan tenaga kerja agar produksi berjalan optimal.

 

4. Sistem Informasi Manajemen Persediaan

 

Sistem Informasi Manajemen Persediaan adalah sistem yang dipakai perusahaan untuk mengatur stok barang dan bahan baku. Sistem ini membantu supaya barang tidak sampai kehabisan atau malah menumpuk terlalu banyak.

 

Biasanya sistem ini digunakan untuk:

 

  • Memantau stok barang: melihat jumlah barang yang masih tersedia di gudang.
  • Mengatur keluar-masuk barang: mencatat barang yang masuk dari supplier dan keluar ke pelanggan.
  • Mencegah kekurangan atau penumpukan stok: membantu perusahaan menentukan kapan harus restok.
  • Mengelola gudang: membuat penyimpanan barang lebih rapi dan terkontrol.

 

5. Sistem Informasi Manajemen Pemasaran

 

Sistem Informasi Manajemen Pemasaran adalah sistem yang membantu perusahaan merencanakan dan menjalankan strategi pemasaran. Sistem ini dipakai untuk memahami pasar dan menarik lebih banyak pelanggan.

 

Beberapa fungsi utamanya meliputi:

 

  • Riset pasar: mengumpulkan data tentang kebutuhan dan perilaku konsumen.
  • Pengembangan produk: membantu menentukan produk yang sesuai dengan minat pasar.
  • Promosi dan iklan: mengatur kampanye pemasaran di media sosial, website, atau platform digital.
  • Penetapan harga: membantu menentukan harga yang kompetitif dan sesuai target pasar.

 

6. Sistem Informasi Manajemen Pelanggan

 

Jenis sistem informasi berikutnya adalah Sistem Informasi Manajemen Pelanggan. Sesuai namanya, sistem ini biasa dipakai perusahaan buat mengelola hubungan dengan pelanggan.

 

Tujuannya simpel, biar pelanggan merasa dilayani dengan baik dan nggak gampang pindah ke kompetitor. Nah, umumnya, sistem ini membantu perusahaan untuk:

 

  • Menyimpan data pelanggan: seperti kontak, riwayat pembelian, dan preferensi produk.
  • Melacak interaksi pelanggan: mencatat chat, komplain, atau pertanyaan yang masuk.
  • Meningkatkan loyalitas pelanggan: membantu perusahaan memberi promo atau layanan yang lebih personal.
  • Mengelola layanan pelanggan (customer service): supaya respon lebih cepat dan teratur.

 

Dengan sistem ini, perusahaan bisa lebih paham kebutuhan pelanggan dan membangun hubungan jangka panjang.

 

7. Sistem Informasi Manajemen Logistik

 

Sistem Informasi Manajemen Logistik adalah sistem yang mengatur alur pengiriman barang dari gudang sampai ke tangan konsumen. Sistem ini penting supaya proses distribusi berjalan cepat dan rapi.

 

Fungsi utamanya antara lain:

 

  • Mengelola rantai pasok (supply chain): mengatur alur barang dari produsen, distributor, sampai pelanggan.
  • Mengatur pergudangan: memantau penyimpanan barang di gudang agar lebih tertata.
  • Mengontrol pengiriman barang: melacak status pengiriman secara real-time.
  • Menghemat biaya distribusi: membantu perusahaan memilih jalur pengiriman yang lebih efisien.

 

Hasilnya, proses logistik jadi lebih terstruktur, cepat, dan minim keterlambatan.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Contoh Penerapan Sistem Informasi di Berbagai Bidang

 

Sekarang, sistem informasi nggak cuma dipakai di perusahaan besar, tapi juga sudah masuk ke kehidupan sehari-hari. Mulai dari belanja online sampai layanan perbankan, semuanya pakai sistem informasi supaya prosesnya lebih cepat, rapi, dan efisien.

 

Nah, berikut beberapa contoh penerapan sistem informasi di berbagai bidang yang sering kita temui:

 

1. Bidang Bisnis dan E-Commerce

 

Di dunia bisnis dan belanja online, sistem informasi dipakai supaya semua transaksi, stok barang, dan promosi bisa berjalan lancar tanpa ribet. Dengan bantuan aplikasi dan software, perusahaan bisa tahu apa yang terjadi dengan toko mereka secara real-time.

 

Contohnya:

 

  • Platform belanja online (E-commerce): Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak pakai sistem informasi untuk memproses transaksi, mengatur stok barang, dan menampilkan produk ke pengguna.
  • Mengatur stok barang: Sistem ini bantu toko online supaya tahu produk mana yang habis, laris, atau perlu restok.
  • Mengenal pelanggan (Customer Relationship Management / CRM): Data klik, wishlist, atau riwayat pembelian dipakai untuk rekomendasi produk yang sesuai dan strategi marketing.
  • Promosi digital: Email, notifikasi, atau iklan online bisa diatur otomatis lewat sistem ini supaya pelanggan tetap tertarik dan balik beli lagi.

 

2. Bidang Pendidikan (E-Learning)

 

sistem informasi adalah

Sumber: Freepik

 

Di dunia pendidikan, sistem informasi dipakai supaya belajar dan mengatur data sekolah/kampus bisa lebih mudah, terutama untuk pembelajaran jarak jauh. Sistem ini bikin pengelolaan nilai, jadwal, dan interaksi guru-siswa jadi lebih praktis.

 

Contohnya:

 

  • Platform pembelajaran online: Google Classroom, Zoom, dan Moodle memungkinkan guru dan siswa tetap interaktif meski jarak jauh.
  • Sistem informasi akademik: Data siswa, nilai, dan jadwal pelajaran bisa dikelola secara terpusat dan rapi.
  • Manajemen kelas dan tugas: Guru bisa mengunggah materi, tugas, dan kuis; siswa bisa mengerjakan dan mengumpulkan secara digital.

 

3. Bidang Perbankan dan Keuangan (E-Banking)

 

Sistem informasi di perbankan membantu transaksi dan layanan keuangan jadi lebih cepat dan aman tanpa harus ke bank. Dengan sistem ini, nasabah bisa mengontrol uang mereka kapan saja.

 

Contohnya:

 

  • Mobile/Internet Banking: Nasabah bisa transfer, bayar tagihan, atau cek saldo lewat aplikasi.
  • ATM (Automated Teller Machine): Mesin ini memudahkan penarikan tunai dan transaksi lainnya tanpa antre lama.
  • Dompet digital (E-wallet): OVO, GoPay, dan Dana bikin pembayaran non-tunai lebih praktis, misal belanja online atau di toko offline.
  • Keamanan transaksi: Sistem informasi juga memastikan data dan uang nasabah terlindungi dengan enkripsi dan otentikasi.

 

Dengan sistem ini, perbankan jadi praktis, aman, dan bisa diakses kapan saja tanpa harus ke kantor cabang.

 

4. Bidang Transportasi dan Logistik

 

Di bidang transportasi dan logistik, sistem informasi membantu kendaraan dan barang sampai tujuan dengan cepat dan teratur. Dengan sistem ini, perusahaan bisa memantau armada, jalur perjalanan, dan pengiriman barang secara real-time.

 

Contohnya:

 

  • Aplikasi transportasi online: Gojek dan Grab memanfaatkan sistem informasi untuk layanan ojek, taksi online, serta pengiriman makanan atau paket.
  • Sistem navigasi: Google Maps dan Waze membantu menentukan rute tercepat dan menghindari macet.
  • Fleet Management System: Sistem ini memantau armada kendaraan, melacak pengiriman barang (tracking), dan mengatur rute agar lebih efisien.

 

5. Bidang Kesehatan (Telemedicine)

 

Di bidang kesehatan, sistem informasi memungkinkan konsultasi dan manajemen data pasien dilakukan jarak jauh dan digital. Hal ini bikin layanan kesehatan lebih mudah diakses dan efisien.

 

Contohnya:

 

  • Telemedicine: Aplikasi seperti Halodoc memungkinkan konsultasi dokter secara online tanpa harus ke rumah sakit.
  • Electronic Health Records (EHR): Sistem ini menyimpan riwayat medis pasien secara digital supaya dokter bisa cepat mengetahui kondisi pasien.
  • Layanan obat online: Beberapa platform juga memudahkan pembelian obat sesuai resep dokter tanpa antre di apotek.

 

6. Bidang Manajemen Operasional

 

Supaya kegiatan harian perusahaan nggak berantakan, sistem informasi membantu mengatur produksi, jadwal kerja karyawan, dan stok barang dengan rapi.

 

Misalnya, data dari berbagai divisi—misal produksi, gudang, dan HR—langsung terhubung di satu sistem, jadi manajer bisa pantau semuanya sekaligus tanpa harus cek manual satu per satu.

 

Contohnya:

 

  • Sistem Informasi Manajemen (SIM)Software yang bantu atur operasional harian, jadwal kerja karyawan, dan produksi agar lebih terorganisir.
  • Warehouse Management System (WMS): Sistem ini mengatur stok barang di gudang supaya cepat dicari, terhindar dari penumpukan, dan lebih rapi.
  • Pemantauan produksi: Data dari mesin produksi atau gudang bisa langsung dianalisis untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan.

 

Singkatnya, sistem informasi bikin operasional perusahaan lebih cepat, rapi, dan hemat waktu, karena semua divisi sudah saling “ngobrol” lewat sistem yang sama.

 

7. Bidang Pemerintahan (E-Government)

 

Sekarang urusan administrasi publik juga nggak harus antre lama lagi karena banyak layanan pemerintah yang sudah menggunakan sistem informasi atau berbasis online. Mulai dari bikin KTP sampai bayar pajak, semuanya bisa lebih cepat lewat aplikasi.

 

Contohnya:

 

  • Layanan administrasi kependudukan: Pembuatan KTP, paspor, atau kartu keluarga bisa dimulai lewat aplikasi online seperti M-Paspor atau sistem e-KTP.
  • Sistem pajak online: Membayar pajak bisa dilakukan lewat aplikasi resmi pemerintah tanpa harus datang ke kantor pajak.
  • Layanan publik lainnya: Misal registrasi sekolah, perizinan usaha, dan pengaduan masyarakat yang bisa dilakukan secara daring.

 

Dengan sistem ini, layanan pemerintah jadi cepat, modern, dan memudahkan warga.

 

Frequently Ask Questions (FAQ)

1. Apa bedanya sistem informasi & teknologi informasi?

 

Sistem informasi adalah cara atau sistem untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyebarkan informasi supaya organisasi bisa bekerja lebih efisien.

 

Sementara, Teknologi informasi (IT) adalah alat dan teknologi, seperti komputer, software, dan jaringan, yang digunakan supaya sistem informasi itu berjalan. Jadi, sistem informasi itu konsepnya, IT itu alatnya.

 

2. Apakah semua pekerjaan butuh sistem informasi?

 

Ya, hampir semua pekerjaan sekarang memanfaatkan sistem informasi, karena membantu menyimpan data, menganalisis informasi, dan mengambil keputusan lebih cepat. Tapi tingkat penggunaan bisa berbeda—ada pekerjaan yang pakai sistem sederhana, ada yang pakai sistem canggih tergantung kebutuhan.

 

3. Apakah sistem informasi hanya untuk perusahaan besar?

 

Tidak, sistem informasi bisa digunakan di perusahaan kecil, menengah, atau besar, bahkan di sekolah, rumah sakit, atau organisasi pemerintahan. Intinya, sistem informasi membantu siapa saja supaya pekerjaan lebih terorganisir dan efisien.

 

Tertarik Belajar dan Berkarier di Bidang Sistem Informasi? Kuliah Aja di Universitas Cakrawala!

 

Sistem informasi bukan cuma soal komputer atau teknologi, tapi juga tentang cara mengelola data dan informasi supaya organisasi atau bisnis bisa berjalan lebih efisien. 

 

Kalau kamu tertarik memahami bagaimana teknologi dan data bekerja sama, sekaligus mau siap berkarier di bidang ini, Jurusan Sistem Informasi Universitas Cakrawala bisa jadi tempat mulai langkahmu.

 

banner sistem informasi

 

Di sini, mahasiswa belajar langsung keterampilan praktis dan teori yang relevan, mulai dari pengelolaan data, software, sampai sistem informasi manajemen, supaya siap menghadapi tantangan di dunia profesional.

 

Berikut beberapa keuntungan kuliah di Universitas Cakrawala:

 

  • Fasilitasi Penyaluran Kerja: Kampus terhubung dengan 1000+ perusahaan dan organisasi untuk memperluas peluang karier.
  • Kampus Siap Kerja: Kurikulum dan praktik dirancang supaya lulusan langsung siap bersaing di dunia profesional.
  • Magang Sejak Semester Pertama: Mahasiswa bisa langsung praktik di industri atau instansi terkait.
  • Kurikulum Berbasis Industri: Materi disusun bersama praktisi agar relevan dengan kebutuhan profesional saat ini.
  • Dosen Praktisi: Belajar langsung dari profesional berpengalaman di bidang sistem informasi.

 

Yuk, kenali lebih jauh Universitas Cakrawala sebelum menentukan pilihan. Kamu bisa konsultasi gratis di sini atau langsung daftar sekarang, dan mulai perjalanan kuliah di bidang sistem informasi yang sesuai rencana kariermu!

 

Referensi

1. Components Of Information System [Buka]

2. What are information systems? (Definition and benefits) [Buka]

Link Banner

Share

Berita Terkait

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.