Perkembangan Bahasa Pemrograman dari Generasi ke Generasi

Oleh Cakrawala University

19 September 2024

Article Image

Bahasa pemrograman bisa dikatakan sebagai jantung dari setiap teknologi yang kita gunakan saat ini. Dimulai dari aplikasi di smartphone, hingga sistem operasi komputer, semua dibuat menggunakan berbagai bahasa pemrograman.

 

Pada dasarnya, bahasa pemrograman yaitu serangkaian instruksi yang dapat dimengerti oleh komputer agar mereka bisa melakukan tugas tertentu. Seiring dengan perkembangan, bahasa pemrograman juga mengalami banyak perubahan dan peningkatan, sehingga lebih mudah digunakan dan lebih efektif untuk menciptakan teknologi yang canggih.

 

Jika kita melihat kembali sejarahnya, bahasa pemrograman sudah ada sejak lama, mulai dari bahasa mesin hingga bahasa yang lebih modern seperti Python dan JavaScript. Tiap generasi menghadirkan fitur-fitur baru yang disesuaikan kebutuhan teknologi. Mari kita lihat bagaimana perkembangan bahasa pemrograman dari generasi ke generasi.

Generasi Pertama - Machine Language

Generasi pertama dari bahasa pemrograman yaitu bahasa mesin. Ini adalah bahasa paling dasar yang langsung dipahami oleh komputer tanpa perlu diterjemahkan. Bahasa mesin terdiri dari angka-angka biner (0 dan 1) yang menginstruksikan komputer untuk melakukan tugas tertentu.

 

Meski sangat cepat dieksekusi oleh mesin, bahasa ini sangat sulit dipahami oleh manusia. Menulis program dalam bahasa mesin berarti menulis rangkaian panjang angka-angka yang sulit dimengerti, sehingga sangat memakan waktu. 

 

Karakteristik generasi pertama:

  • Mengaplikasikan sejumlah kode biner berbasis dasar transistor. 
  • Begitu rumit, sulit dihafal, dan lama.
  • Pengembangan dilakukan melalui bilangan desimal dan oktal.

Baca Juga: Mata Kuliah S1 Ilmu Komputer - Universitas Cakrawala

Generasi Kedua – Assembly Language: Assembler

Untuk mempermudah programmer, bahasa assembly diciptakan. Ini adalah bahasa pemrograman generasi kedua yang sedikit lebih "ramah" bagi manusia dibandingkan bahasa mesin. Meskipun masih cukup dekat dengan bahasa mesin, assembly menggunakan kode-kode simbolik yang lebih mudah diingat, seperti MOV untuk memindahkan data, ADD untuk menambah, dan sebagainya.

 

Bahasa assembly membuat proses pemrograman menjadi lebih cepat dibandingkan bahasa mesin, namun tetap memerlukan pemahaman mendalam.

 

Karakteristik generasi kedua:

  • Bahasa mesin yang disempurnakan.
  • Mulai mengaplikasikan unsur berbahasa inggris, meskipun berupa singkatan.
  • Memiliki sifat machine dependent.

Generasi Ketiga – High Level Programming Language

Bahasa pemrograman generasi ketiga yang dikenal sebagai bahasa pemrograman tingkat tinggi membawa revolusi besar dalam dunia pemrograman. Bahasa ini mulai menggunakan sintaks yang menyerupai bahasa manusia sehingga lebih mudah dipahami.

 

Contoh bahasa pemrograman generasi ketiga yaitu C, Fortran, dan Pascal. Bahasa-bahasa ini memungkinkan programmer untuk menulis kode dengan lebih sedikit kesalahan dan lebih efisien. Bahasa generasi ketiga ini juga lebih portabel, artinya kode yang ditulis di satu komputer bisa dijalankan di komputer lain dengan lebih mudah.

Generasi Keempat - 4GL (Fourth-Generation Language)

Pada generasi keempat, bahasa pemrograman mulai fokus pada produktivitas dan pengembangan aplikasi bisnis. Bahasa-bahasa ini dirancang untuk mempermudah pengembangan aplikasi berbasis data. Contohnya adalah SQL (Structured Query Language) yang sangat populer di dunia database. SQL memungkinkan programmer untuk mengelola dan memanipulasi data di database dengan cara yang sederhana.

 

Di generasi ini, programmer dapat lebih fokus pada hasil akhir atau output yang diinginkan tanpa memperhatikan bagaimana komputer akan memproses perintah tersebut. Bahasa generasi keempat dirancang untuk lebih mudah digunakan oleh orang-orang non-teknis, membuatnya lebih dapat diakses oleh bisnis dan organisasi yang membutuhkan aplikasi berbasis data.

Generasi Kelima - Programming Language Based Object Oriented & Web Development

Generasi kelima bahasa pemrograman dikenal dengan fokusnya pada logika dan kecerdasan buatan (AI). Bahasa-bahasa dalam generasi ini, seperti prolog dan LISP, digunakan untuk pengembangan sistem AI dan aplikasi yang memerlukan penalaran logis. Bahasa ini memungkinkan komputer untuk "berpikir" dan membuat keputusan berdasarkan aturan-aturan yang diberikan programmer.

Pengembangan aplikasi berbasis AI menjadi lebih mudah dengan munculnya bahasa generasi kelima. Bahasa-bahasa ini memungkinkan komputer untuk belajar dari data, memproses informasi, dan membuat keputusan yang semakin kompleks.

 

Nah, itulah beberapa perkembangan bahasa pemrograman dari generasi ke generasi yang menunjukan inovasi di bidang teknologi informasi. Di masa depan, bahasa pemrograman akan terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan dunia digital yang semakin terhubung.

 

Jika kamu tertarik berkarir di dunia IT dan mempelajari lebih lanjut tentang bahasa pemrograman, bergabunglah dengan jurusan Sistem dan Teknologi Informasi di Cakrawala University.

 

Cakrawala University memiliki program agar para mahasiswanya dapat menguasai tentang berbagai bahasa pemrograman, mulai dari dasar hingga yang paling modern. Dengan begitu, lulusan-lulusan dari Cakrawala University siap bersaing dan menghadapi tantangan di dunia teknologi informasi.

 

Yuk, segera bergabung dengan Cakrawala University. Informasi pendaftarannya silahkan kunjungi website www.carakawala.ac.id.

 

Baca Juga : 

Register Banner

Share

Berita Terkait

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.