Oleh Universitas Cakrawala
•
05 December 2024
Ada banyak contoh database yang menyimpan semua data digital kita. Teknologi digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari memerlukan sebuah sistem besar untuk menyimpan segala aktivitas yang kita lakukan secara digital, dan sistem tersebut adalah database.
Bagi sebagian orang, database mungkin dipandang sekadar sebagai kumpulan data dan informasi yang perlu dibackup untuk alasan keamanan. Padahal, database memiliki peran yang sangat penting dalam sistem informasi, karena berfungsi sebagai tempat penyimpanan data yang dikelola dengan metode tertentu untuk diproses lebih lanjut.
Database atau basis data adalah sekumpulan data atau informasi yang tersimpan dan terorganisir dengan rapi dalam ruang penyimpanan secara sistematis, sehingga dapat dengan mudah diakses oleh program komputer untuk mengetahui posisi data tersebut. Setelah itu, data tersebut dapat diperiksa, diproses, atau dimodifikasi oleh program komputer sesuai dengan kebutuhan. Sistem kerja database ini menggunakan perangkat lunak yang bertugas untuk menjalankan query database berdasarkan kebutuhan penggunanya. Proses kerja sistem ini dikenal dengan sebutan Database Management System (DBMS).
Memudahkan proses identifikasi
Database menyajikan data sesuai permintaan pengguna dengan cepat, berkat bantuan perangkat lunak Database Management System (DBMS), seperti Microsoft Access.
Mencegah duplikasi data
Database dapat mendeteksi dan memberi peringatan jika terdapat duplikasi data. Duplikasi ini sering terjadi karena banyaknya data yang dimasukkan, dan untuk menghindarinya, sistem Primary Key atau kata kunci dapat diterapkan.
Melakukan penyederhanaan dalam proses penyimpanan
Database mempermudah administrator dalam mengelola berbagai aktivitas terkait data, meskipun jumlahnya sangat besar.
Menjaga kualitas data yang sudah dimasukkan
Perangkat lunak berperan penting untuk memastikan data yang disimpan tetap terjaga keamanannya hingga diperlukan kembali.
Membantu proses penyimpanan data dengan kapasitas besar
Penyimpanan data konvensional membutuhkan ruang besar dan biaya yang tinggi. Dengan database, data dapat disimpan secara digital melalui Cloud database dengan biaya yang lebih terjangkau.
Meningkatkan kinerja aplikasi yang membutuhkan penyimpanan data
Media penyimpanan memiliki batasan kapasitas, dan database dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah penyimpanan ruang dalam aplikasi.
Cek juga:
Operational database, yang juga dikenal sebagai database OLTP (Online Transaction Processing), menyimpan data secara rinci untuk memudahkan pengguna mengaksesnya. Database ini memungkinkan pengguna untuk melihat, memilih, dan mengubah data, yang sangat berguna untuk pengelolaan data yang bersifat dinamis secara real-time. Contoh dari database jenis ini adalah JSON (JavaScript Object Notation), yang menggunakan teks untuk pengiriman data dan umumnya digunakan dalam pertukaran data cepat antara web browser dan web server.
Relational database management system memungkinkan pengguna untuk mengakses dan mencari informasi di berbagai tabel yang berbeda. Dengan kemampuan relasionalnya, query pada jenis database ini dapat mencakup beberapa tabel sekaligus. Contoh dari relational database adalah IBM DB2 dan MySQL. Banyak produk IT, seperti WordPress, Google, Flickr, YouTube, Facebook, Joomla, phpBB, Drupal, dan MODx, menggunakan sistem ini untuk manajemen basis data relasional mereka.
Distributed database memungkinkan distribusi data yang tersebar namun tetap dapat diakses secara bersamaan dan saling terhubung. Database jenis ini biasanya digunakan untuk mempermudah akses data antara lokasi yang berbeda, seperti pada perusahaan atau instansi dengan beberapa cabang. Contoh terkenal dari database ini adalah Microsoft Access (Office), yang menggabungkan Microsoft Jet Database Engine dengan alat pengembang perangkat lunak, memungkinkan pengguna mengimpor atau menghubungkan data dari database lain.
External database menyediakan akses ke bagian eksternal dari sebuah sistem, yang sering digunakan untuk tujuan komersial. Pengguna dapat mengakses database ini secara online untuk menemukan berbagai informasi yang dibutuhkan. Salah satu contoh terkenal dari database jenis ini adalah Oracle, yang sering dipilih oleh perusahaan besar karena kemampuannya menyimpan data berkapasitas besar dengan cara yang terstruktur dan kompleks.
Analytical database menyimpan ringkasan data atau informasi yang paling dibutuhkan oleh berbagai pengguna akhir. Biasanya digunakan untuk menyimpan data bisnis, seperti kinerja penjualan atau performa karyawan, yang penting untuk analisis dan pengambilan keputusan.
Penjelasan di atas merupakan serangkaian pembahasan mengenai database dan manfaatnya, jika kamu ingin belajar lebih jauh mengenai database kamu bisa mendaftarkan diri di jurusan bisnis digital Cakrawala University.
Cakrawala University akan memberikan pembelajaran mulai dari awal sampai kamu bener-bener mahir dan paham dong tentunya! Yuk sekarang juga, daftarkan diri kamu menjadi bagian (Cakrawala University) jurusan sistem informasi!
Baca Juga :
Berita Terkait