Oleh Universitas Cakrawala
•
25 November 2024
Seringkali, kita mendengar istilah laba kotor dan laba bersih. Meskipun keduanya berkaitan dengan keuntungan, namun keduanya memiliki arti yang berbeda. Laba kotor adalah keuntungan awal sebelum dikurangi biaya-biaya operasional lainnya, sedangkan laba bersih adalah keuntungan akhir setelah semua biaya dikurangkan.
Dalam dunia bisnis dan akuntansi, laba kotor (gross profit) adalah salah satu indikator yang paling mendasar namun penting untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Laba kotor memberikan gambaran awal mengenai seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari kegiatan operasional utamanya, sebelum biaya operasional lainnya diperhitungkan.
Artikel ini akan mengupas tuntas tentang apa itu laba kotor, bagaimana cara menghitungnya, dan mengapa angka ini sangat penting bagi kelangsungan sebuah perusahaan.
Laba kotor adalah selisih antara pendapatan yang dihasilkan dari penjualan barang atau jasa dan biaya langsung yang dikeluarkan untuk memproduksi barang atau jasa tersebut. Biaya langsung yang dimaksud dalam konteks laba kotor adalah biaya pokok penjualan (cost of goods sold atau COGS), yang mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya produksi lainnya yang terlibat dalam pembuatan produk atau jasa yang dijual.
Laba kotor berfungsi sebagai alat ukur untuk menilai efisiensi operasional perusahaan dalam mengelola biaya produksi atau penyediaan barang dan jasa yang dijual. Dengan kata lain, laba kotor menunjukkan seberapa besar keuntungan yang didapat perusahaan dari kegiatan penjualannya setelah memperhitungkan biaya langsung yang diperlukan untuk memproduksi barang atau jasa tersebut.
Untuk menghitung laba kotor, rumus yang digunakan sangat sederhana dan terdiri dari dua komponen utama: Pendapatan Penjualan dan Biaya Pokok Penjualan (COGS). Berikut adalah rumus dasar untuk menghitung laba kotor:
Laba Kotor = Pendapatan Penjualan – Biaya Pokok Penjualan (COGS)
Mari kita bahas lebih lanjut mengenai masing-masing komponen ini.
Pendapatan penjualan adalah total uang yang diterima perusahaan dari kegiatan penjualannya. Ini bisa berasal dari penjualan produk atau jasa yang dijual kepada pelanggan. Pendapatan penjualan adalah angka kunci karena mencerminkan hasil usaha perusahaan dalam menarik pembeli dan menghasilkan transaksi.
COGS mencakup semua biaya yang secara langsung terkait dengan produksi barang atau jasa yang dijual. Biaya ini meliputi:
Misalkan sebuah perusahaan, PT PAW, memiliki data keuangan sebagai berikut untuk tahun 2023:
Pendapatan Penjualan: Rp1.000.000.000
Biaya Pokok Penjualan (COGS): Rp600.000.000
Untuk menghitung laba kotor, kita menggunakan rumus:
Laba Kotor = Pendapatan Penjualan – COGS
Laba Kotor = Rp1.000.000.000 – Rp600.000.000
Laba Kotor = Rp400.000.000
Dengan demikian, laba kotor PT PAW untuk tahun 2023 adalah sebesar Rp400.000.000. Artinya, setelah mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk produksi barang atau jasa, perusahaan masih memiliki keuntungan sebesar Rp400 juta dari aktivitas penjualannya.
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besarnya laba kotor perusahaan, antara lain:
Semakin tinggi harga jual produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan, semakin besar kemungkinan laba kotor yang dapat diperoleh. Namun, hal ini juga harus diimbangi dengan daya beli konsumen dan persaingan harga di pasar.
Biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya produksi lainnya mempengaruhi laba kotor. Jika biaya produksi dapat ditekan, laba kotor akan lebih tinggi, meskipun harga jual tetap sama.
Semakin tinggi volume penjualan, semakin besar potensi laba kotor yang dihasilkan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memiliki strategi untuk meningkatkan penjualan tanpa meningkatkan biaya secara berlebihan.
Perusahaan yang berhasil meningkatkan efisiensi operasional, seperti penggunaan teknologi untuk mengurangi pemborosan atau meningkatkan produktivitas, dapat menghasilkan laba kotor yang lebih tinggi.
Memahami laba kotor adalah langkah pertama yang penting bagi setiap pemilik bisnis atau investor dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan. Laba kotor yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan keuntungan yang baik dari kegiatan penjualannya, meskipun biaya operasional lainnya belum dihitung.
Namun, meskipun laba kotor memberikan wawasan penting tentang profitabilitas awal perusahaan, penting juga untuk memperhatikan laba bersih, yang memperhitungkan biaya-biaya lain seperti pemasaran, administrasi, bunga, dan pajak.
Laba kotor adalah indikator yang sangat penting dalam menilai seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari kegiatan penjualannya. Dengan memahami cara menghitung laba kotor dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, perusahaan dapat merencanakan strategi untuk meningkatkan margin keuntungan dan mempertahankan keberlanjutan usaha.
Namun, untuk dapat menganalisis laba kotor serta aspek keuangan lainnya dengan baik, dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni. Jika kamu tertarik untuk mengembangkan kemampuan di bidang keuangan, Cakrawala University menawarkan program studi Keuangan dan Investasi yang akan membekali kamu dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan di dunia keuangan.
Bergabunglah dengan Cakrawala University dan jangan lewatkan kesempatan untuk meraih karir sukses di dunia keuangan. Kunjungi website Cakrawala University atau hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai program unggulan ini!
Baca Juga :
Berita Terkait