Jurusan kewirausahaan dikenal dekat dengan dunia bisnis dan praktik nyata. Tapi buat sebagian calon mahasiswa, jurusan ini masih terasa “menyeramkan” karena dikira penuh matematika.
Padahal, matematika di jurusan kewirausahaan nggak seberat yang dibayangkan. Di artikel ini, kita bahas peran matematika di jurusan kewirausahaan biar kamu bisa menilai jurusan ini dengan lebih realistis!
Key Takeaways
- Jurusan kewirausahaan tidak menuntut matematika berat. Hitungan yang dipelajari bersifat dasar dan aplikatif, fokus pada logika bisnis serta pengambilan keputusan, bukan rumus tingkat lanjut.
- Jurusan ini lebih menekankan mindset bisnis, kreativitas, komunikasi, dan problem solving dibanding kemampuan hitung semata.
- Dengan kurikulum berbasis industri, magang sejak semester awal, dosen praktisi, dan jaringan mitra industri yang luas, Universitas Cakrawala membantu mahasiswa membangun skill dan kesiapan kerja sejak kuliah.
Apakah Jurusan Kewirausahaan Ada Matematika?
Jawabannya ada, tapi bukan matematika rumit seperti di jurusan teknik atau sains.
Di jurusan kewirausahaan, matematika dipakai sebagai alat bantu, bukan sebagai fokus utama pembelajaran.
Mahasiswa kewirausahaan tetap akan bertemu angka, tapi bentuknya hitungan sederhana yang relevan dengan bisnis, seperti menghitung modal, keuntungan, harga jual, atau efisiensi usaha. Jadi, kamu tidak akan berkutat dengan rumus panjang atau soal abstrak yang bikin pusing.
Secara kurikulum, jurusan kewirausahaan memang dirancang untuk membentuk calon pelaku bisnis dan profesional yang paham cara mengelola usaha. Karena itu, matematika yang diajarkan bersifat praktis dan aplikatif.
Kenapa Jurusan Kewirausahaan Tetap Bersinggungan dengan Angka?

Sumber: Freepik
Meski tidak fokus pada matematika rumit, jurusan kewirausahaan tetap bersinggungan dengan angka karena dunia bisnis tidak bisa lepas dari perhitungan. Setiap keputusan usaha, sekecil apa pun, selalu berkaitan dengan data dan angka.
Inilah beberapa alasannya:
- Bisnis selalu berhubungan dengan uang: Setiap usaha pasti melibatkan modal, biaya operasional, dan keuntungan yang perlu dihitung dengan tepat.
- Menentukan untung atau rugi: Angka dipakai untuk melihat apakah bisnis berjalan sehat atau justru merugi.
- Menetapkan harga jual: Perhitungan sederhana diperlukan agar harga tidak terlalu mahal atau terlalu murah.
- Mengatur arus kas (cash flow): Pengusaha perlu tahu uang masuk dan keluar supaya bisnis tetap berjalan lancar.
- Pengambilan keputusan bisnis: Banyak keputusan diambil berdasarkan data dan perhitungan dasar, bukan sekadar feeling.
Cek juga:
Materi Matematika yang Akan Ditemui di Jurusan Kewirausahaan
Di jurusan kewirausahaan, materi matematika disusun agar relevan dengan kebutuhan bisnis, bukan sekadar teori. Hitungannya cenderung sederhana dan langsung dipakai dalam praktik usaha, termasuk:
1. Matematika Dasar Bisnis
Di jurusan kewirausahaan, matematika dasar bisnis adalah fondasi paling awal. Di tahap ini, mahasiswa tidak langsung “disuruh hitung”, tapi diajak memahami alur uang dalam sebuah usaha.
Biasanya materi ini disampaikan lewat studi kasus usaha kecil, misalnya bisnis makanan, clothing, atau jasa. Jadi kamu belajar menghitung laba dan rugi dari kondisi yang realistis, bukan soal abstrak. Tujuannya supaya kamu paham apakah sebuah usaha sebenarnya untung atau cuma terlihat ramai.
Kamu akan belajar:
- Dari mana modal berasal dan ke mana uang itu digunakan
- Cara memisahkan uang pribadi dan uang bisnis
- Menghitung biaya produksi, biaya operasional, dan pendapatan
2. Matematika Keuangan
Kalau matematika dasar membahas alur uang, matematika keuangan membahas cara mengelolanya. Materi ini lebih dalam, tapi tetap praktis dan relevan dengan bisnis.
Materi ini penting karena banyak bisnis gagal bukan karena produknya jelek, tapi karena salah hitung keuangan. Maka, kamu dilatih berpikir logis dan realistis sebelum mengambil keputusan bisnis.
Di sini kamu akan belajar:
- Menentukan harga jual yang masuk akal
- Menghitung margin keuntungan
- Menentukan kapan bisnis mulai balik modal (break even)
- Mengatur arus kas agar usaha tidak kehabisan uang
3. Statistika Dasar
Statistika di jurusan kewirausahaan bukan tentang rumus panjang, tapi tentang membaca data bisnis. Angka dipakai untuk memahami kondisi pasar dan perilaku konsumen.
Biasanya data yang digunakan adalah data sederhana dari simulasi bisnis atau proyek nyata. Tujuannya agar kamu bisa mengambil keputusan berdasarkan data, bukan hanya feeling. Misalnya, menentukan produk mana yang harus dikembangkan atau dihentikan.
Contoh yang dipelajari:
- Membaca data penjualan dari waktu ke waktu
- Melihat tren produk yang paling diminati
- Menganalisis hasil survei kepuasan pelanggan
4. Analisis Biaya dan Harga
Materi ini membahas hubungan antara biaya dan harga jual, yang sangat krusial dalam dunia usaha. Mahasiswa diajak memahami bahwa harga produk tidak bisa ditentukan asal murah atau asal mahal.
Materi ini biasanya disampaikan lewat simulasi usaha, sehingga kamu bisa melihat langsung dampak perubahan biaya terhadap keuntungan. Tujuannya agar kamu tidak salah pasang harga dan bisa menjaga bisnis tetap sehat.
Di bagian ini, kamu akan belajar:
- Membedakan biaya tetap (sewa, gaji, listrik) dan biaya variabel (bahan baku, kemasan)
- Menghitung total biaya produksi secara realistis
- Menentukan harga jual yang tetap menguntungkan tapi masih kompetitif di pasar
5. Analisis Kelayakan Usaha
Sebelum sebuah bisnis dijalankan, perlu dihitung apakah usaha tersebut layak atau tidak. Di sinilah materi ini berperan.
Pendekatannya tetap sederhana dan berbasis logika bisnis. Tujuannya agar mahasiswa terbiasa berpikir matang dan tidak asal membuka usaha tanpa perhitungan.
Mahasiswa akan belajar:
- Menghitung kebutuhan modal awal
- Memperkirakan pendapatan dan keuntungan
- Menilai risiko usaha dari sisi keuangan
- Membandingkan potensi untung dengan risiko kerugian
6. Penggunaan Tools Perhitungan
Di dunia nyata, pengusaha jarang menghitung semuanya secara manual. Karena itu, mahasiswa kewirausahaan dibiasakan menggunakan alat bantu perhitungan.
Fokusnya bukan pada rumus matematika, tapi pada kemampuan membaca data dan mengambil keputusan. Dengan tools ini, mahasiswa jadi lebih siap menghadapi kondisi bisnis yang dinamis.
Di materi ini, kamu akan belajar:
- Mengelola pencatatan keuangan dengan spreadsheet
- Membuat laporan keuangan sederhana
- Membaca hasil perhitungan untuk evaluasi bisnis
Contoh Mata Kuliah Kewirausahaan yang Bersinggungan dengan Matematika
Di jurusan kewirausahaan, matematika biasanya tidak muncul sebagai mata kuliah berdiri sendiri. Sebaliknya, hitungan justru menyatu dalam mata kuliah bisnis, supaya mahasiswa paham konteks penggunaannya di dunia nyata.
Inilah contoh mata kuliah yang bersinggungan dengan matematika:
1. Pengantar Akuntansi
Mata kuliah ini menjadi dasar untuk memahami kondisi keuangan sebuah usaha. Mahasiswa belajar bagaimana mencatat setiap transaksi bisnis, mulai dari modal awal, pembelian bahan, sampai hasil penjualan.
Di sini, mahasiswa diajarkan menyusun laporan laba rugi sederhana dan membaca apakah usaha tersebut untung atau rugi. Perhitungannya fokus pada ketelitian dan pemahaman alur uang, bukan rumus akuntansi yang rumit.
2. Manajemen Keuangan
Di mata kuliah ini, pembahasan mulai masuk ke pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur. Mahasiswa belajar mengatur arus kas, membagi anggaran, serta menghitung biaya operasional agar bisnis tidak kehabisan dana di tengah jalan.
Hitungan yang dipelajari membantu mahasiswa memahami kapan harus menekan biaya dan kapan bisa melakukan ekspansi usaha.
3. Perencanaan Bisnis (Business Plan)
Saat menyusun business plan, mahasiswa tidak hanya dituntut punya ide menarik, tapi juga perhitungan yang masuk akal. Mata kuliah ini mengajarkan cara menghitung kebutuhan modal, proyeksi pendapatan, dan perkiraan keuntungan dalam periode tertentu.
Tujuannya agar rencana bisnis yang dibuat realistis dan bisa dipertanggungjawabkan secara finansial.
4. Analisis Biaya dan Harga
Di mata kuliah ini, mahasiswa belajar membedah biaya usaha secara detail. Mulai dari biaya bahan baku, produksi, distribusi, hingga pemasaran. Setelah itu, mahasiswa diajak menentukan harga jual yang tetap kompetitif tapi menguntungkan.
Hitungan yang digunakan bersifat logis dan aplikatif, sehingga mudah dipahami dan langsung terasa manfaatnya.
5. Statistika Bisnis
Statistika bisnis digunakan untuk membaca data, bukan menghafal rumus. Mahasiswa belajar mengolah data penjualan, hasil survei konsumen, dan tren pasar untuk melihat pola yang terjadi.
Dari data tersebut, mahasiswa dilatih mengambil keputusan, seperti menentukan produk mana yang perlu dikembangkan atau strategi mana yang perlu diperbaiki.
Kalau Lemah Matematika, Apakah Masih Aman Ambil Kewirausahaan?

Sumber: Freepik
Jawabannya: masih aman.
Jurusan kewirausahaan tidak menuntut mahasiswanya jago matematika seperti di jurusan teknik, sains, atau akuntansi murni. Hal yang dinilai bukan kecepatan menghitung, tapi pemahaman logika bisnis.
Kalau kamu lemah di matematika, yang penting adalah:
- Mau belajar hitungan dasar yang relevan dengan bisnis
- Paham alur uang masuk dan keluar
- Bisa membaca hasil perhitungan, meski dibantu alat
Di perkuliahan kewirausahaan, banyak hitungan dilakukan lewat studi kasus, diskusi, dan praktik, bukan ujian soal rumus panjang. Selain itu, penggunaan tools seperti spreadsheet juga sangat membantu, sehingga kamu tidak perlu menghitung semuanya secara manual.
Justru di jurusan ini, sikap dan mindset sering lebih menentukan daripada kemampuan hitung. Selama kamu mau belajar, berpikir logis, dan tidak menghindari angka sepenuhnya, jurusan kewirausahaan tetap jadi pilihan yang realistis dan aman, bahkan untuk yang tidak terlalu kuat di matematika.
Skill yang Tak Kalah Penting di Jurusan Kewirausahaan
Di jurusan kewirausahaan, matematika bukan satu-satunya penentu sukses. Justru ada beberapa skill lain yang perannya jauh lebih besar dan terus diasah selama kuliah.
- Mindset bisnis: Kemampuan melihat peluang dan risiko secara realistis dalam setiap keputusan. Mindset ini membantu kamu berpikir strategis, bukan hanya ikut tren.
- Kreativitas: Kreativitas dibutuhkan untuk menciptakan produk, layanan, atau strategi yang berbeda dari kompetitor. Skill ini membantu bisnis tetap relevan dan menarik di pasar.
- Problem solving: Dalam bisnis, masalah pasti muncul dan harus dihadapi. Kemampuan problem solving membantu kamu menemukan solusi tanpa panik dan asal mengambil keputusan.
- Komunikasi: Komunikasi yang baik penting saat pitching ide, negosiasi, dan bekerja dalam tim. Tanpa komunikasi yang jelas, ide bagus bisa sulit diwujudkan.
- Leadership: Leadership dibutuhkan untuk mengarahkan tim dan membagi tugas secara efektif. Skill ini juga membantu menjaga motivasi dan kinerja tim.
- Manajemen waktu: Pengusaha harus bisa mengatur banyak hal dalam waktu bersamaan. Manajemen waktu yang baik membuat bisnis tetap berjalan rapi dan terkontrol.
- Pengambilan keputusan: Bisnis menuntut keberanian dalam menentukan langkah. Skill ini membantu kamu memilih keputusan terbaik berdasarkan data dan kondisi nyata.
- Adaptasi dan fleksibilitas: Dunia bisnis cepat berubah dan tidak selalu sesuai rencana. Kemampuan beradaptasi membuat kamu tetap bertahan dan berkembang di berbagai situasi.
Cek juga:
- Apakah Jurusan Kewirausahaan Susah?
- Gelar Jurusan Kewirausahaan & Prospeknya
- 10 Cara Menentukan Jurusan Kuliah, Calon Maba Wajib Tahu
FAQ
1. Apakah jurusan kewirausahaan cocok untuk anak IPS?
Sangat cocok. Jurusan kewirausahaan tidak menuntut kemampuan matematika atau sains tingkat tinggi seperti di jurusan eksakta. Latar belakang IPS justru relevan karena banyak materi kewirausahaan berkaitan dengan ekonomi, sosial, komunikasi, dan pemahaman pasar.
Selama kuliah, mahasiswa akan lebih sering menggunakan logika bisnis, analisis sederhana, dan diskusi, bukan hitung-hitungan rumit.
2. Apakah matematika di kewirausahaan lebih sulit dibandingkan akuntansi?
Tidak. Matematika di jurusan kewirausahaan jauh lebih ringan dibandingkan akuntansi. Akuntansi menuntut ketelitian tinggi, standar pencatatan yang ketat, dan perhitungan detail.
Sementara itu, kewirausahaan menggunakan angka secara fleksibel untuk membantu pengambilan keputusan, bukan untuk laporan keuangan yang kompleks.
3. Apakah mahasiswa kewirausahaan akan belajar menghitung pajak?
Ada, tapi hanya dasar. Mahasiswa kewirausahaan biasanya dikenalkan pada konsep pajak usaha, seperti jenis pajak yang umum dan kewajiban pelaku bisnis.
Namun, perhitungannya tidak mendalam seperti di akuntansi atau perpajakan, karena fokusnya adalah pemahaman konteks, bukan teknis hitung pajak secara detail.
4. Apakah mahasiswa jurusan kewirausahaan akan belajar rumus matematika tingkat lanjut?
Tidak. Jurusan kewirausahaan tidak menggunakan rumus matematika tingkat lanjut seperti kalkulus atau statistika kompleks. Rumus yang dipelajari bersifat sederhana dan langsung terkait dengan bisnis, seperti persentase, margin keuntungan, dan perhitungan dasar lainnya.
Fokus utama tetap pada penerapan konsep bisnis, bukan penguasaan matematika murni.
Saatnya Pilih Jurusan yang Dibutuhkan Industri bersama Cakrawala!
Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan jurusan kewirausahaan tidak identik dengan matematika berat. Hitung-hitungan yang dipelajari bersifat dasar dan aplikatif, serta digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Namun, di luar soal jurusan, hal paling penting sebelum kuliah adalah memilih kampus yang benar-benar menyiapkan lulusannya untuk dunia kerja. Universitas Cakrawala hadir dengan berbagai program studi yang dirancang sesuai kebutuhan industri saat ini, termasuk kewirausahaan, dengan pendekatan yang aplikatif dan berorientasi pada skill.
Beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan di Universitas Cakrawala antara lain:
- Program penyaluran kerja dengan dukungan lebih dari 1.000 mitra industri dari berbagai sektor
- Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman dan portofolio bisa dibangun lebih awal
- Kurikulum berbasis industri yang disusun sesuai kebutuhan dunia kerja
- Dosen praktisi berpengalaman, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan
Yuk, mulai tentukan jurusan dan kampus dengan lebih yakin. Konsultasi gratis atau daftar sekarang, dan persiapkan kariermu sejak bangku kuliah!