Jurusan Geografi Lingkungan merupakan jurusan yang fokus mempelajari tentang tata ruang, analisis wilayah, sampai memahami cara mengelola sumber daya alam sekaligus mengurangi dampak lingkungan akibat aktivitas manusia.
Nah, kalau kamu tertarik masuk jurusan ini, di artikel ini kamu bakal tahu apa saja yang dipelajari, keterampilan yang dikembangkan, hingga tips supaya siap menghadapi kuliah di jurusan ini. Yuk, simak selengkapnya!
Key Takeaways
- Jurusan Geografi Lingkungan mempelajari alam, cuaca, aliran air, penggunaan lahan, hingga bagaimana aktivitas manusia memengaruhi lingkungan.
- Lulusan Geografi Lingkungan punya peluang kerja luas, mulai dari di sektor pemerintah, konsultan, riset, konservasi, HSE, hingga pendidikan.
- Studi geografi lingkungan dipelajari lewat Jurusan Teknik Lingkungan dan Rekayasa Berkelanjutan di Universitas Cakrawala dengan dukungan kurikulum berbasis industri, dosen praktisi, magang sejak semester pertama, dan penyaluran kerja.
Apa Itu Jurusan Geografi Lingkungan?
Jurusan Geografi Lingkungan adalah program studi yang menggabungkan ilmu alam (seperti hidrologi dan meteorologi) dengan ilmu sosial (seperti ekonomi dan sosiologi) untuk memahami interaksi antara manusia dan lingkungannya.
Di jurusan ini, mahasiswa belajar menganalisis bentang alam, perubahan iklim, pengelolaan sumber daya, serta perencanaan dan penataan ruang. Semua ilmu tersebut bertujuan untuk mencari solusi yang berkelanjutan bagi berbagai masalah lingkungan yang terjadi di sekitar.
Apa yang Dipelajari di Jurusan Geografi Lingkungan?
Selama kuliah di Jurusan Geografi Lingkungan, kamu akan mempelajari berbagai isu yang berkaitan dengan kondisi wilayah dan lingkungan, mulai dari proses alam seperti iklim dan aliran air, hingga aktivitas manusia seperti penggunaan lahan dan pembangunan wilayah.
Nah, supaya punya gambaran yang lebih jelas, ini dia materi perkuliahan yang bisa dipelajari lebih mendalam di Jurusan Geografi Lingkungan:
Mata Kuliah Jurusan Geografi Lingkungan
- Geomorfologi: Mempelajari bentuk permukaan bumi dan proses alam yang membentuknya, seperti erosi, longsor, dan pergerakan tanah.
- Hidrologi: Membahas siklus air, aliran sungai, hingga ketersediaan dan kualitas sumber daya air.
- Meteorologi dan Klimatologi: Mengkaji pola cuaca dan iklim serta pengaruhnya terhadap lingkungan dan aktivitas manusia.
- Geografi Penduduk (Demografi): Mempelajari dinamika jumlah penduduk, persebaran, dan dampaknya terhadap lingkungan.
- Geografi Lingkungan dan Ekologi: Membahas hubungan antara manusia, ekosistem, dan perubahan lingkungan secara menyeluruh.
- Kartografi: Mengajarkan teknik membaca dan membuat peta sebagai dasar analisis wilayah.
- Sistem Informasi Geografis (SIG): Mempelajari pengolahan dan analisis data spasial untuk memetakan kondisi wilayah dan lingkungan.
- Penginderaan Jauh: Menggunakan citra satelit untuk memantau perubahan lingkungan, penggunaan lahan, dan kondisi alam.
Konsentrasi Jurusan Geografi Lingkungan
- Geografi Fisik dan Kebencanaan: Mempelajari proses alam seperti geomorfologi, hidrologi, perubahan iklim, serta upaya mitigasi dan penanganan bencana.
- Geografi Manusia dan Kependudukan: Fokus pada demografi, pola permukiman, dan interaksi sosial manusia dengan lingkungan sekitarnya.
- Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh: Mengkaji pemetaan digital, analisis spasial, dan penggunaan data satelit untuk analisis wilayah dan lingkungan.
- Geografi Kewilayahan dan Pembangunan: Mempelajari tata ruang, perencanaan wilayah, dan pembangunan berkelanjutan berbasis kondisi lingkungan.
- Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan: Membahas kebijakan pengelolaan sumber daya alam, AMDAL, serta pengelolaan wilayah pesisir dan daerah aliran sungai (DAS).
- Perencanaan Wilayah Berbasis Lingkungan: Fokus pada penyusunan tata ruang kota atau desa dengan mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan.
- Kualitas dan Audit Lingkungan: Mempelajari penilaian dampak pembangunan terhadap kualitas tanah, air, dan udara melalui kajian lingkungan.
Di Universitas Cakrawala, beberapa materi yang dipelajari di Geografi Lingkungan, seperti pengelolaan sumber daya, SIG, hingga analisis lingkungan, juga diajarkan di Jurusan Teknik Lingkungan dan Rekayasa Berkelanjutan.
Program studi ini punya kurikulum berbasis proyek dan dosen praktisi, dengan fokus pada rekayasa pengelolaan lingkungan dan energi terbarukan. Jadi, jurusan ini cocok kalau kamu ingin belajar lingkungan secara teknis sekaligus siap diterapkan di dunia kerja.
Cek juga:
Jurusan Geografi Lingkungan Cocok untuk Siapa?

Sumber: Freepik
Jurusan Geografi Lingkungan cocok untuk kamu yang peduli lingkungan dan tertarik mempelajari wilayah serta aktivitas manusia. Jurusan ini juga sesuai bagi yang suka analisis peta, tata ruang, mitigasi bencana, dan konservasi alam.
Berikut gambaran singkatnya:
- Pecinta Alam & Lingkungan: Memiliki kepedulian tinggi terhadap isu iklim, pencemaran, dan pelestarian alam.
- Analitis & Observatif: Suka menganalisis data, membuat peta, dan memahami hubungan kompleks antara manusia dan lingkungan.
- Suka Lapangan & Data: Tidak keberatan melakukan survei di lapangan dan mahir menggunakan teknologi geospasial seperti SIG dan Penginderaan Jauh.
- Berorientasi Solusi & Perencanaan: Tertarik mencari solusi untuk masalah ekologis dan merancang strategi pembangunan berkelanjutan.
- Punya Jiwa Sosial: Tertarik pada kebijakan publik, pemberdayaan masyarakat, atau aktivitas konservasi dan lingkungan.
Keterampilan yang Dikembangkan di Jurusan Geografi Lingkungan
Mahasiswa Jurusan Geografi Lingkungan tidak hanya mempelajari teori, tapi juga mengembangkan keterampilan yang bisa diterapkan dalam pemetaan wilayah, pengelolaan sumber daya, dan mitigasi bencana.
Berikut keterampilan yang akan kamu kuasai:
Keterampilan Teknis (Hard Skills)
- Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS): Kemampuan menggunakan perangkat lunak pemetaan digital untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memvisualisasikan data wilayah dan lingkungan.
- Penginderaan Jauh (Remote Sensing): Keterampilan membaca citra satelit dan foto udara untuk memantau tutupan lahan, perubahan lingkungan, dan fenomena alam.
- Kerja Lapangan dan Observasi: Mahir mengumpulkan data langsung dari lapangan, seperti sampel tanah, air, dan pengukuran iklim, untuk analisis wilayah.
- Analisis Data Spasial dan Kuantitatif: Menginterpretasikan data, membuat grafik dan tabel, serta menggunakan statistik sederhana untuk memahami fenomena geografis.
- Kartografi: Membuat peta digital maupun konvensional yang akurat dan mudah dipahami, untuk mendukung perencanaan tata ruang atau laporan penelitian.
Keterampilan Non-Teknis (Soft Skills)
- Pemikiran Spasial (Spatial Thinking): Kemampuan memahami pola dan hubungan antar fenomena di permukaan bumi.
- Pemecahan Masalah: Menentukan solusi praktis untuk masalah lingkungan, perencanaan wilayah, atau mitigasi bencana.
- Komunikasi: Menyampaikan hasil analisis melalui laporan, presentasi, atau peta dengan cara yang jelas dan mudah dipahami berbagai pihak.
- Kepedulian Lingkungan: Memiliki empati terhadap kondisi lingkungan dan menjunjung etika pengelolaan sumber daya alam.
Gelar Lulusan Geografi Lingkungan
Lulusan Jurusan Geografi Lingkungan di Indonesia umumnya meraih gelar Sarjana Geografi (S.Geo.) atau Sarjana Sains (S.Si.), tergantung kebijakan universitas dan fokus program studi.
Gelar S.Si. biasanya menekankan analisis sains alam, sedangkan S.Geo. lebih fokus pada kompetensi geografi terapan dan geospasial.
Gelar ini menandakan kemampuan lulusan dalam menganalisis fenomena di permukaan bumi, mengelola lingkungan, serta menggunakan teknologi pemetaan seperti Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mendukung penelitian dan perencanaan wilayah.
Cek juga:
- 15 Universitas dengan Jurusan Teknik Lingkungan, PTN & PTS
- 10 Universitas Jurusan Teknik Lingkungan di Jakarta
Prospek Kerja Lulusan Geografi Lingkungan

Sumber: Canva
Lulusan Jurusan Geografi Lingkungan memiliki peluang kerja yang luas lho, mulai dari sektor pemerintahan, konsultan, riset, hingga pendidikan. Prospek ini makin berkembang seiring meningkatnya perhatian pada keberlanjutan, mitigasi bencana, dan pengelolaan sumber daya alam.
Berikut beberapa contoh prospek kerja yang bisa ditempuh lulusan Geografi Lingkungan:
- Konsultan Lingkungan: Menyusun studi AMDAL dan strategi keberlanjutan untuk proyek pembangunan, bisa bekerja di konsultan tata ruang atau perusahaan energi seperti Pertamina.
- Spesialis SIG & Penginderaan Jauh: Mengolah data satelit dan pemetaan digital untuk memantau perubahan lahan, bekerja di Badan Informasi Geospasial, BMKG, atau startup teknologi geospasial.
- Project Officer / Surveyor: Mengelola proyek rehabilitasi lahan, pengolahan limbah, atau konservasi, misalnya di Rekosistem atau Zero Waste Indonesia.
- Peneliti Lingkungan: Meneliti isu perubahan iklim, ekosistem, dan keberlanjutan di lembaga penelitian, LSM nasional maupun internasional.
- HSE (Health, Safety, & Environment) Specialist: Memastikan operasional perusahaan memenuhi standar keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan, contohnya di PLN atau perusahaan pertambangan.
- Ahli Konservasi & Pengelolaan Sumber Daya Alam: Melindungi ekosistem, keanekaragaman hayati, dan kawasan lindung di pemerintah (Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan/KLHK) atau lembaga swasta.
- Tenaga Pendidik / Akademisi: Menjadi guru geografi atau melanjutkan studi S2 dan S3 untuk menjadi dosen di perguruan tinggi, mengajarkan geografi, SIG, dan analisis lingkungan.
- Analis Perubahan Iklim & Data Lingkungan: Mengubah data mentah menjadi strategi adaptasi dan pengelolaan wilayah, bekerja di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bappenas, atau konsultan lingkungan.
Di Universitas Cakrawala, peluang kerja lulusan bidang lingkungan makin nyata karena mahasiswa bisa ikut program magang sejak semester pertama. Selain itu, kampus ini punya 1.000+ perusahaan mitra, yang membantu lulusan cepat dapat kerja.
Dengan pengalaman lapangan dan jaringan luas dari kampus, mahasiswa nggak cuma belajar teori, tapi juga siap langsung terjun ke dunia kerja. Jadi, peluang karier yang luas tadi bisa lebih mudah diraih setelah lulus dari Universitas Cakrawala.
Daftar Universitas Terbaik dengan Jurusan Geografi Lingkungan di Indonesia
Jika kamu tertarik kuliah di Jurusan Geografi Lingkungan, penting juga tahu universitas mana saja yang menawarkan program ini dengan kualitas terbaik. Beberapa kampus bisa memiliki fokus unggulan di bidang geospasial, konservasi, atau perencanaan wilayah.
Berikut daftar universitas terbaik di Indonesia yang memiliki Jurusan Geografi Lingkungan:
- Universitas Cakrawala
- Universitas Gadjah Mada (UGM)
- Universitas Indonesia (UI)
- Universitas Negeri Semarang (UNNES)
- Universitas Diponegoro (UNDIP)
- IPB University
- Universitas Lampung (Unila)
- Universitas Padjadjaran (UNPAD)
Bagaimana Cara Mempersiapkan Diri Agar Sukses Selama Kuliah di Jurusan Geografi Lingkungan?
Supaya sukses selama kuliah di Jurusan Geografi Lingkungan, ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan sejak awal. Persiapan ini akan membantumu lebih mudah memahami materi perkuliahan dan siap menghadapi proyek lapangan maupun analisis data geospasial.
Berikut beberapa langkah dan tips penting agar kamu siap dan sukses menempuh kuliah di jurusan ini:
- Pahami Konsep Dasar: Pelajari peta, iklim, ekologi, dan konsep geografi lainnya supaya lebih mudah menangkap materi kuliah.
- Kuasai Teknologi Geospasial: Latih penggunaan software seperti SIG (Sistem Informasi Geografis), Remote Sensing, dan analisis data spasial.
- Asah Kemampuan Analisis & Pemecahan Masalah: Latih berpikir kritis dengan membaca berita lingkungan atau memecahkan masalah geografis sederhana.
- Belajar Survei & Pemetaan Dasar: Coba latihan membuat peta, grafik, atau tabel untuk memvisualisasikan data wilayah.
- Tingkatkan Minat & Rasa Penasaran: Ikuti kegiatan lingkungan, tonton dokumenter, atau baca buku terkait ekologi dan konservasi.
- Kembangkan Soft Skill: Latih komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, dan empati untuk kerja proyek lapangan.
- Cari Pengalaman Lapangan: Ikut magang, sukarelawan, atau kegiatan penelitian supaya lebih siap menghadapi praktikum.
- Manajemen Waktu: Biasakan atur jadwal belajar dan kegiatan supaya kuliah dan proyek lapangan tetap lancar.
- Kenali Prospek Karier: Pahami pilihan karier lulusan Geografi Lingkungan, mulai dari konservasi, mitigasi bencana, hingga perencanaan kota.
- Bangun Jaringan: Kenali dosen, senior, atau praktisi untuk dapat wawasan dan peluang pengalaman nyata.
FAQ
1. Apa Bedanya Jurusan Geografi Lingkungan dengan Geografi Murni?
Geografi Lingkungan fokus mempelajari interaksi manusia dan alam. Kamu bakal belajar bagaimana aktivitas manusia, seperti pembangunan atau pertanian, memengaruhi sungai, hutan, dan kota, serta cara mengelolanya supaya lebih ramah lingkungan.
Sedangkan Geografi Murni fokus pada alam itu sendiri. Misalnya mempelajari gunung, sungai, iklim, dan proses alam lainnya tanpa banyak menekankan pengaruh aktivitas manusia.
2. Apa Bedanya Jurusan Geografi Lingkungan dengan Ilmu Lingkungan?
Geografi Lingkungan mempelajari hubungan antara manusia dan alam di suatu wilayah. Kamu akan belajar bagaimana pembangunan, pemukiman, atau penggunaan lahan memengaruhi sungai, hutan, dan kota, serta cara mengelolanya secara berkelanjutan.
Sementara Ilmu Lingkungan fokus pada alam dan ekosistem itu sendiri. Misalnya, kamu akan belajar tentang kualitas air, udara, tanah, dan bagaimana menjaga hutan atau laut tetap sehat, tanpa terlalu menekankan aspek sosial manusia.
3. Apakah Jurusan Geografi Lingkungan Cocok untuk Saya yang Suka Kegiatan Outdoor?
Cocok banget! Apalagi, banyak materi kuliah di Jurusan Geografi Lingkungan yang melibatkan survei lapangan, pemetaan, dan observasi lingkungan secara langsung.
4. Apakah Jurusan IPS Bisa Masuk Geografi Lingkungan?
Bisa banget! Jurusan Geografi Lingkungan termasuk rumpun IPS, jadi bekal dari pelajaran seperti Geografi, Sosiologi, dan Ekonomi sangat membantu.
Meski begitu, beberapa universitas ada juga yang menawarkan program Geografi Lingkungan berbasis IPA, jadi sebaiknya cek syarat masuk masing-masing kampus sebelum daftar.
5. Apakah Jurusan Geografi Lingkungan Banyak Praktikum Lapangan?
Iya, praktikum lapangan jadi bagian penting, termasuk survei, pengambilan data, pemetaan, dan observasi kondisi lingkungan di sekitar.
Tertarik Kuliah dan Berkarier di Bidang Geografi Lingkungan? Persiapkan di Universitas Cakrawala!
Itulah pembahasan lengkap tentang jurusan Geografi Lingkungan, mulai dari apa yang dipelajari, keterampilan yang dikembangkan, prospek kerja, hingga universitas terbaik. Semua info ini bisa jadi panduan buat kamu sebelum memilih jurusan kuliah.
Kalau kamu ingin mendalami Geografi Lingkungan dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja, Program Studi Teknik Lingkungan dan Rekayasa Berkelanjutan di Universitas Cakrawala bisa jadi pilihan menarik!

Di sini, studi terkait geografi lingkungan dipelajari secara praktis dengan kurikulum berbasis proyek dan dibimbing dosen praktisi, sehingga siap diterapkan langsung di industri dan lapangan.
Berikut beberapa keunggulan Universitas Cakrawala:
- Fasilitasi Penyaluran Kerja: Kampus terhubung dengan 1.000+ perusahaan mitra, termasuk di sektor lingkungan, energi, dan pengelolaan wilayah untuk memperluas peluang karier.
- Kampus Siap Kerja: Kurikulum praktis dan proyek lapangan dirancang supaya lulusan langsung siap bersaing di dunia profesional.
- Magang Sejak Semester Pertama: Mahasiswa bisa langsung praktik di industri lingkungan atau proyek pengelolaan sumber daya alam.
- Kurikulum Berbasis Industri: Materi disusun bersama praktisi lingkungan agar sesuai kebutuhan dunia kerja terkini.
- Dosen Praktisi: Belajar langsung dari profesional berpengalaman di bidang pengelolaan lingkungan dan energi terbarukan.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, tanya-tanya gratis di sini atau langsung daftar untuk tahu lebih banyak tentang jurusan Teknik Lingkungan di Universitas Cakrawala. Siapkan dirimu jadi profesional lingkungan yang siap terjun ke dunia kerja sekarang!