Jurusan Manajemen termasuk salah satu jurusan dengan peminat tinggi di Indonesia. Hampir di setiap kampus, jurusan ini selalu jadi pilihan banyak calon mahasiswa. Tapi, seberapa ramainya jurusan Manajemen sebenarnya?
Lewat artikel ini, kita bakal bahas fakta dan datanya secara sederhana. Yuk, lanjut baca biar kamu nggak cuma ikut-ikutan saat milih jurusan.
Key Takeaways
- Jurusan Manajemen memang punya peminat tinggi, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, karena ilmunya fleksibel dan relevan di banyak bidang kerja. Tapi tingginya peminat juga berarti persaingan yang perlu disiapkan sejak awal.
- Manajemen bukan jurusan yang “sulit” secara akademik, tapi menuntut kemampuan berpikir strategis, kerja tim, dan kesiapan praktik.
- Di Universitas Cakrawala, Jurusan Manajemen dirancang dengan pendekatan siap kerja, melalui kurikulum berbasis industri, masa studi 3 tahun kuliah dan 1 tahun kerja praktik, serta program penyaluran kerja dengan jaringan mitra industri yang luas.
Apakah Jurusan Manajemen Banyak Peminatnya?
Jawabannya: iya, jurusan Manajemen termasuk jurusan dengan peminat paling banyak di Indonesia. Hampir setiap tahun, jurusan ini selalu masuk daftar pilihan teratas calon mahasiswa, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Di jalur seleksi nasional seperti SNBT, Manajemen konsisten jadi salah satu jurusan dengan jumlah pendaftar tinggi. Bukan cuma di kampus besar, di banyak universitas daerah pun peminat jurusan ini tetap ramai.
Hal ini menunjukkan kalau Manajemen bukan jurusan “musiman”, tapi memang diminati secara stabil dari tahun ke tahun.
Kenapa Jurusan Manajemen Banyak Diminati?

Sumber: Freepik
Inilah beberapa alasan utama kenapa jurusan Manajemen selalu ramai peminat:
1. Prospek Kerjanya Luas di Banyak Industri
Alasan paling besar: lulusan Manajemen bisa masuk ke banyak jenis perusahaan dan sektor. Hampir semua organisasi butuh orang yang paham cara mengelola tim, strategi, keuangan dasar, dan operasional bisnis.
Makanya, anak Manajemen nggak “terkunci” ke satu profesi saja. Setelah lulus, kamu bisa melamar ke posisi seperti:
- Business Development / Sales (ngurus strategi penjualan dan kerja sama)
- Marketing (branding, campaign, riset pasar)
- Human Resources (HR) (rekrutmen, training, pengembangan karyawan)
- Operations (alur kerja, target, efisiensi)
- Management Trainee (jalur akselerasi karier di perusahaan besar)
- Entrepreneur (bangun bisnis sendiri)
2. Ilmunya Fleksibel dan Kepakai di Dunia Nyata
Manajemen itu inti ilmunya adalah cara mengatur sumber daya supaya tujuan tercapai. Sumber daya yang dimaksud bisa macam-macam: orang, uang, waktu, sistem kerja, sampai strategi.
Hal yang bikin jurusan ini terasa relevan adalah karena materinya dekat dengan kehidupan sehari-hari:
- Gimana menyusun rencana dan target (planning)
- Cara membagi tugas dan bikin sistem kerja (organizing)
- Cara memimpin tim dan komunikasi (leading)
- Cara ngecek hasil dan memperbaiki (controlling)
Konsep-konsep ini bukan cuma teori kuliah. Kalau kamu pernah ikut OSIS, panitia event sekolah, jualan kecil-kecilan, atau jadi admin organisasi, sebenarnya kamu udah menyentuh praktik manajemen. Tinggal diperdalam dan dibuat lebih “rapi” secara ilmu.
Cek juga:
- 20 Universitas Jurusan Manajemen Akreditasi A Terbaru
- Jurusan Manajemen Belajar Apa Saja? Ini Daftarnya!
- Apakah Jurusan Manajemen Susah? Cek Faktanya!
3. Banyak Pilihan Peminatan
Di banyak kampus, jurusan Manajemen biasanya punya beberapa peminatan yang cukup jelas. Ini bikin mahasiswa bisa “nempel” ke minatnya sendiri, misalnya:
- Manajemen Pemasaran (Marketing Management): fokus ke pasar, konsumen, strategi promosi, branding
- Manajemen Keuangan (Financial Management): fokus ke pengelolaan uang perusahaan, analisis biaya, investasi
- Manajemen SDM (Human Resource Management): fokus ke karyawan, budaya kerja, rekrutmen, training
- Manajemen Operasional (Operations Management): fokus ke proses kerja, kualitas, efisiensi, supply chain
4. Cocok untuk Banyak Latar Belakang (IPA, IPS, SMK)
Manajemen termasuk jurusan yang paling “ramah” untuk lintas jurusan. Anak IPS biasanya merasa nyambung karena ada ekonomi dasar dan materi bisnis.
Anak IPA pun banyak yang masuk Manajemen karena skill logika dan analisisnya kepakai untuk strategi, data, dan pemecahan masalah. Anak SMK juga sering cocok, apalagi yang punya basic bisnis, administrasi, pemasaran, atau akuntansi.
Intinya, kamu nggak harus punya “bakat tertentu yang super spesifik” untuk bisa survive di Manajemen. Hal yang lebih penting justru bisa komunikasi, mau belajar kerja tim, teliti, dan terbuka sama hal-hal baru.
5. Bisa Jadi “Jembatan” ke Dunia Bisnis dan Wirausaha
Banyak orang masuk Manajemen karena pengin punya bekal buat bisnis. Wajar, karena di jurusan ini kamu belajar hal-hal yang memang fundamental untuk menjalankan usaha, seperti:
- cara membaca kebutuhan pasar (market research),
- menyusun strategi harga (pricing),
- promosi dan penjualan (promotion & sales),
- mengatur arus kas (cash flow),
- sampai dasar bikin rencana bisnis (business plan).
Kalau kamu punya mimpi punya usaha sendiri, Manajemen bukan jaminan langsung sukses. Tapi bisa jadi bekal yang jelas supaya kamu ngerti cara bisnis berjalan secara sistematis, bukan sekadar coba-coba.
Data dan Fakta Peminat Jurusan Manajemen di Indonesia
Berikut ini rangkuman data nyata tentang peminat jurusan Manajemen di berbagai jalur seleksi pendidikan tinggi di Indonesia:
Jumlah Peminat di Banyak Kampus
Berdasarkan statistik Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), program studi Manajemen tercatat memiliki total peminat lebih dari 100.000 siswa di puluhan kampus negeri pada satu periode seleksi, dengan total daya tampung relatif jauh lebih kecil (~8.800 mahasiswa), menunjukkan tingginya minat dan kompetisi untuk jurusan ini di PTN.
Contoh Data Peminat di Beberapa Universitas
Data jumlah pendaftar jurusan Manajemen di jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau nasional lain:
- Di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), jurusan Manajemen menjadi salah satu yang paling banyak diminati dengan sekitar 2.227 pendaftar di SNBP 2024, padahal daya tampungnya sangat terbatas (misalnya ~25 orang), yang menunjukkan tingkat persaingan sangat tinggi.
- Di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Program S1 Manajemen juga menempati peringkat pertama sebagai prodi dengan pendaftar paling banyak pada jalur SNBP 2024.
- Di Universitas Jambi, jurusan Manajemen juga menjadi peminat terbanyak dengan sekitar 1.344 pendaftar dibanding program lain pada jalur seleksi prestasi pada tahun tertentu.
- Pada beberapa kampus lain seperti Udayana University, jurusan Manajemen juga tergolong tinggi jumlah peminatnya (sekitar 1.422 pendaftar pada jalur SNBP 2025).
Tren Popularitas Jurusan Manajemen
Menurut data yang terdokumentasi, jurusan Manajemen termasuk salah satu jurusan paling banyak diambil mahasiswa di Indonesia, dengan lebih dari 900 ribu mahasiswa aktif di jenjang S1 Manajemen di seluruh perguruan tinggi tanah air, jauh lebih banyak dibandingkan jurusan lain pada bidang sosial.
Selain itu, data dari berbagai sumber juga menunjukkan Manajemen termasuk pilihan favorit di banyak universitas, baik di kelompok Seleksi Nasional Berdasarkan Tes maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi.
Apakah Banyak Peminat Artinya Jurusan Manajemen Sulit?
Secara umum, banyaknya peminat tidak otomatis membuat jurusan Manajemen sulit dipelajari, tapi memang berdampak pada ketatnya persaingan masuk, terutama di jalur seleksi nasional seperti SNBT dan SNBP. Pendaftarnya bisa ribuan, sementara daya tampung terbatas.
Namun, dari sisi proses kuliah, jurusan Manajemen tergolong masih realistis untuk dijalani. Tantangannya bukan pada rumus yang rumit, melainkan pada:
- pemahaman konsep bisnis,
- analisis studi kasus,
- kerja tim,
- serta kemampuan komunikasi dan pengambilan keputusan.
Artinya, jurusan ini lebih menuntut cara berpikir praktis dan kesiapan terjun ke dunia kerja, bukan sekadar nilai akademik.
Pendekatan ini juga terlihat di jurusan Manajemen Universitas Cakrawala. Di sini, jurusan Manajemen dirancang agar kuat secara praktik karena kurikulumnya disusun mengikuti kebutuhan industri. Mahasiswa belajar manajemen keuangan, pemasaran (termasuk digital), sumber daya manusia, hingga strategi bisnis dengan pendekatan aplikatif dan berbasis kasus nyata.
Di tahap ini, mahasiswa tidak hanya menguji ilmunya, tapi juga membangun portofolio kerja. Selain itu, ada program penyaluran kerja yang menghubungkan mahasiswa dengan 1.000+ perusahaan mitra, sehingga proses transisi dari kuliah ke dunia kerja tidak dimulai dari nol.
Dengan sistem seperti ini, jurusan Manajemen tidak dibuat “sulit” secara akademik, tapi menantang secara relevan. Fokusnya bukan sekadar lulus, melainkan siap menghadapi dunia kerja setelah kuliah selesai.
Perbandingan Jurusan Manajemen dengan Jurusan Sejenis
Jurusan Manajemen sering dianggap mirip dengan beberapa jurusan lain di rumpun sosial dan bisnis. Padahal, fokus dan karakter tiap jurusan cukup berbeda. Inilah gambaran perbandingannya:
Manajemen vs Akuntansi
Perbedaan utama ada di fokus ilmunya. Manajemen lebih menekankan pada perencanaan, pengelolaan, dan pengambilan keputusan bisnis secara menyeluruh. Mahasiswanya belajar strategi, pemasaran, SDM, dan keuangan dari sisi manajerial.
Sementara itu, Akuntansi lebih fokus ke pencatatan, pelaporan, dan analisis keuangan secara detail. Jurusan ini cocok untuk yang teliti, nyaman dengan angka, dan tertarik pada laporan keuangan, audit, atau perpajakan.
Kalau kamu ingin peran yang lebih strategis dan fleksibel, Manajemen biasanya terasa lebih luas. Jika kamu ingin fokus ke angka dan keuangan teknis, Akuntansi lebih tepat.
Manajemen vs Administrasi Bisnis
Sekilas terlihat mirip, tapi pendekatannya berbeda. Jurusan Manajemen cenderung fokus pada strategi bisnis dan pengambilan keputusan jangka menengah hingga panjang, termasuk analisis pasar dan pengelolaan sumber daya.
Administrasi Bisnis lebih menitikberatkan pada proses operasional dan administrasi perusahaan, seperti tata kelola, prosedur kerja, dan sistem perkantoran. Jurusan ini cocok untuk yang tertarik pada kelancaran operasional harian perusahaan. Manajemen lebih strategis, Administrasi Bisnis lebih teknis dan administratif.
Manajemen vs Ilmu Ekonomi
Ilmu Ekonomi lebih banyak membahas teori ekonomi, kebijakan, dan analisis makro maupun mikro. Mahasiswanya sering berhadapan dengan model, teori, dan analisis data ekonomi dalam skala luas, seperti pasar nasional atau global.
Manajemen justru fokus pada penerapan ilmu ekonomi di level organisasi atau perusahaan. Pembahasannya lebih praktis, seperti bagaimana perusahaan menentukan harga, mengelola tim, atau menyusun strategi bisnis.
Kalau kamu tertarik ke analisis kebijakan atau riset ekonomi, Ilmu Ekonomi lebih cocok. Kalau ingin langsung ke dunia bisnis dan perusahaan, Manajemen biasanya lebih relevan.
Cek juga:
Apakah Jurusan Manajemen Cocok untuk Semua Orang?

Sumber: Freepik
Jurusan Manajemen memang fleksibel, tapi bukan berarti cocok untuk semua orang tanpa pengecualian. Ada karakter dan minat tertentu yang biasanya lebih mudah berkembang di jurusan ini.
Jurusan Manajemen cocok untuk kamu jika:
- Tertarik dengan dunia bisnis, organisasi, dan cara kerja perusahaan
- Suka berpikir strategis dan memecahkan masalah
- Nyaman bekerja dalam tim dan sering terlibat diskusi atau presentasi
- Punya minat yang masih fleksibel dan ingin banyak pilihan karier setelah lulus
- Latar belakang IPA, IPS, atau SMK dan ingin jurusan yang relatif adaptif
Jurusan Manajemen mungkin kurang cocok jika:
- Lebih suka kerja individual tanpa banyak diskusi atau kerja kelompok
- Tidak tertarik sama dunia bisnis, perusahaan, atau organisasi
- Menginginkan jurusan yang sangat teknis dan spesifik sejak awal kuliah
- Kurang nyaman dengan tugas berbasis studi kasus, presentasi, dan proyek tim
FAQ
1. Apakah jurusan Manajemen banyak hitungannya?
Tergantung fokus kampus dan peminatan yang kamu ambil, tapi secara umum: ada hitungan, namun bukan tipe hitungan “rumus berat” seperti Teknik atau Matematika.
Hal yang biasanya kamu temui di jurusan Manajemen:
- Manajemen Keuangan: belajar membaca laporan keuangan, menghitung biaya, margin, break-even point (BEP), analisis sederhana investasi, dan pengelolaan arus kas (cash flow).
- Statistika/Metode Kuantitatif: dipakai untuk mengolah data survei, riset pasar, atau analisis bisnis dasar.
- Ekonomi Mikro/Makro (dasar): konsep permintaan-penawaran, inflasi, dan hal-hal yang membantu memahami konteks bisnis.
Hitungannya lebih ke logika bisnis dan analisis, bukan hafalan rumus panjang. Dan biasanya ada bantuan tools (misalnya spreadsheet) untuk mempermudah. Jadi, kalau kamu “nggak suka matematika banget”, Manajemen masih cukup aman, asalkan kamu mau belajar konsepnya pelan-pelan.
2. Apakah jurusan Manajemen harus jago ngomong?
Nggak harus jago dari awal. Tapi memang, jurusan Manajemen akan sering melatih kemampuan komunikasi karena banyak tugas yang bentuknya diskusi dan presentasi.
Kenapa komunikasi penting di Manajemen?
- Banyak mata kuliah pakai studi kasus, jadi kamu perlu menyampaikan pendapat dan alasanmu.
- Tugas kelompok biasanya butuh koordinasi, pembagian peran, dan negosiasi.
- Presentasi itu bukan sekadar “ngomong di depan”, tapi latihan menyusun ide dan menjelaskannya dengan runtut.
3. Apakah jurusan Manajemen masih relevan di masa depan?
Masih, dan justru bisa makin relevan, dengan catatan kamu mengikuti arah perubahan dunia kerja. Karena pada dasarnya, setiap organisasi butuh orang yang bisa mengelola strategi, tim, proses kerja, dan target.
Kenapa Manajemen tetap dibutuhkan?
- Bisnis terus berkembang, dari UMKM sampai korporasi, semuanya butuh manajemen.
- Banyak pekerjaan masa depan butuh kombinasi business sense + skill digital.
- Perusahaan sekarang makin berbasis data, jadi peran manajemen yang bisa membaca data dan mengambil keputusan makin dicari.
Jangan Asal Pilih Jurusan Manajemen, Pahami Arah Kariernya!
Jurusan Manajemen memang punya peminat tinggi, tapi pada akhirnya yang paling menentukan bukan seberapa populernya jurusan itu, melainkan seberapa siap kamu setelah lulus.

Di Universitas Cakrawala, Jurusan Manajemen dirancang dengan pendekatan siap kerja, bukan sekadar akademik. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep manajemen, tapi juga praktik nyata yang relevan dengan kebutuhan perusahaan saat ini.
Fokus pembelajarannya mencakup manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia, pemasaran (termasuk digital), strategi bisnis, serta pengambilan keputusan berbasis data dan teknologi. Proses belajar juga didukung sistem digital dan tools yang umum dipakai di dunia kerja, sehingga mahasiswa terbiasa dengan standar industri sejak masih kuliah.
Kenapa pilih Jurusan Manajemen Universitas Cakrawala?
- Program penyaluran kerja dengan dukungan lebih dari 1.000 mitra industri dari berbagai sektor
- Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman dan portofolio bisa dibangun lebih awal
- Kurikulum berbasis industri yang disusun sesuai kebutuhan dunia kerja
- Dosen praktisi berpengalaman, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan
Kalau kamu tertarik masuk jurusan Manajemen yang tidak hanya ramai peminat, tapi juga fokus ke kesiapan kerja setelah lulus, kampus ini bisa jadi pilihan yang layak kamu pertimbangkan. Yuk, cari tahu lebih lanjut atau langsung daftar di sini!