Ingin berkarier di dunia hukum dan menegakkan keadilan? Menjadi jaksa bisa jadi pilihan yang tepat. Profesi ini tidak hanya dihormati, tapi juga memiliki peluang kerja luas dan penghasilan menarik.
Artikel ini akan membimbing kamu memahami jurusan yang harus diambil, tahapan pendidikan, skill penting, prospek karier, dan perkiraan pendapatan. Dengan ini, kamu bisa mulai merencanakan langkah pertama menjadi jaksa profesional.
Ayo baca artikel ini sampai akhir, agar kamu punya gambaran jelas tentang persiapan dari kuliah hingga praktik profesional di kejaksaan!
Apa Itu Profesi Jaksa?
Jaksa adalah aparat penegak hukum yang menuntut perkara pidana di pengadilan, memastikan semua proses hukum berjalan adil, sah secara hukum, dan melindungi kepentingan publik secara menyeluruh.
Selain menuntut, jaksa memberi nasihat hukum kepada pemerintah, menangani kasus administrasi, mengawasi pelaksanaan putusan pengadilan, dan ikut menyusun kebijakan hukum yang relevan dengan masyarakat.
Fokus jaksa berbeda dari pengacara atau hakim karena tugas utama mereka adalah menuntut dan menegakkan hukum, mengawasi jalannya persidangan, memeriksa bukti, dan memastikan keadilan ditegakkan dalam setiap kasus.
Harus Kuliah Jurusan Apa agar Jadi Jaksa?
Untuk menjadi jaksa, jalur utama adalah menempuh S1 Hukum. Semua jurusan SMA, baik IPS maupun IPA, bisa masuk S1 Hukum asalkan memenuhi persyaratan universitas.
S1 Hukum memberikan dasar pengetahuan hukum yang lengkap, mulai dari hukum pidana, perdata, hingga hukum administrasi negara. Lama studi S1 biasanya 4 tahun.
Selain akademik, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan analisis, komunikasi, dan berpikir kritis. Skill ini penting untuk menghadapi kasus nyata saat praktik jaksa nantinya.
Bagaimana Tahapan untuk Menjadi Jaksa?
Langkah pertama menjadi jaksa adalah menempuh S1 Hukum selama sekitar 4 tahun. Mahasiswa mempelajari hukum pidana, perdata, administrasi, hukum acara, dan etika profesi. Praktik simulasi persidangan juga dilatih agar siap menghadapi kasus nyata.
Setelah S1, calon jaksa mengikuti program profesi atau pelatihan khusus jaksa. Materinya meliputi teknik penuntutan, praktik persidangan, manajemen kasus, dan etika profesional, memastikan keterampilan siap pakai.
Tahap terakhir adalah seleksi resmi kejaksaan, termasuk tes kompetensi, psikotes, wawancara, dan magang. Total waktu dari S1 hingga siap praktik profesional biasanya 5 - 6 tahun, tergantung jalur pendidikan dan durasi magang.
Belajar Apa Saja di Jurusan Hukum?
Selama S1 Hukum, mahasiswa belajar dasar-dasar hukum seperti hukum pidana, perdata, hukum acara pidana, hukum administrasi, dan etika profesi. Materi ini penting untuk memahami prosedur penuntutan dan dokumen hukum.
Selain itu, mahasiswa juga berlatih analisis kasus, teknik penelitian hukum, dan pembuatan laporan hukum. Praktik simulasi pengadilan menjadi bagian penting untuk melatih kemampuan menuntut.
Dengan kombinasi teori dan praktik, mahasiswa siap menghadapi tantangan dunia hukum dan membangun dasar yang kuat untuk karier sebagai jaksa.
Ini dia beberapa mata kuliah utamanya:
- Hukum Pidana – Membahas aturan hukum pidana dan penerapannya dalam proses penuntutan.
- Hukum Perdata – Memberikan pemahaman tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab warga.
- Hukum Acara Pidana – Mempelajari prosedur persidangan dan penanganan kasus pidana.
- Etika Profesi Hukum – Mengajarkan prinsip profesionalisme dan kode etik aparat hukum.
- Analisis Kasus & Litigasi – Melatih kemampuan menilai bukti, merancang strategi penuntutan, dan praktik simulasi persidangan.
Baca Juga: Jurusan Hukum Belajar Apa Saja? Ini Daftar Mata Kuliahnya
Apa Skill yang Harus Dimiliki Jaksa?
Menjadi jaksa bukan hanya soal pengetahuan hukum. Kemampuan berpikir analitis, komunikasi yang efektif, dan etika profesional adalah keterampilan penting yang harus dimiliki untuk menjalankan tugas menuntut secara tepat dan adil.
Beberapa skill penting yang perlu kamu latih antara lain:
- Kemampuan Analisis – Menilai fakta dan bukti dengan tepat untuk menyusun tuntutan hukum.
- Komunikasi Efektif – Menyampaikan argumen dan penjelasan hukum dengan jelas di pengadilan.
- Etika Profesional – Memastikan keputusan dan tindakan selalu sesuai kode etik dan hukum.
- Manajemen Kasus – Mengelola banyak perkara secara efisien tanpa kehilangan detail penting.
- Ketekunan & Ketelitian – Memeriksa dokumen dan fakta secara mendalam untuk mencegah kesalahan.
Bagaimana Prospek Karier Jaksa?

Sumber: Freepik
Seorang jaksa bisa bekerja di institusi kejaksaan yang ada di seluruh Indonesia. Berikut rincian yang perlu kamu tahu:
- Kejaksaan Negeri (Kejari) – Bertugas di tingkat kabupaten atau kota. Menangani kasus pidana lokal, pelaksanaan putusan pengadilan, dan penuntutan di pengadilan.
- Kejaksaan Tinggi (Kejati) – Bertugas di tingkat provinsi. Membawahi beberapa Kejari, menangani perkara lebih besar atau lintas kabupaten/kota, serta koordinasi dengan instansi lain.
- Kejaksaan Agung (Kejagung) – Tingkat pusat di Jakarta. Menangani kasus nasional atau lintas provinsi, kebijakan hukum nasional, dan supervisi seluruh kejaksaan di Indonesia.
- Unit Khusus atau Spesialisasi – Beberapa jaksa bekerja di bidang khusus seperti anti-korupsi, intelijen, atau pidana khusus di Kejagung atau Kejati.
- Penugasan Luar – Jaksa kadang ditugaskan di lembaga negara lain, seperti KPK, lembaga internasional, atau pendidikan hukum.
Ada pun prospek karier lanjutan untuk profesi jaksa antara lain:
- Jaksa Senior/Kepala Seksi – Memimpin tim penuntutan dan menangani kasus besar di kejaksaan.
- Spesialisasi Khusus – Contohnya jaksa pidana khusus, jaksa anti-korupsi, atau jaksa intelijen.
- Jaksa Tinggi/Jabatan Administratif – Posisi strategis di kejaksaan tinggi atau pusat.
- Pendidikan & Pelatihan Hukum – Menjadi instruktur atau mentor bagi calon jaksa baru.
- Konsultan Hukum/Penasehat Pemerintah – Memberikan rekomendasi hukum di proyek pemerintah atau sektor swasta.
Apa Perbedaan Jaksa dengan Profesi Hukum Lain?
Jaksa memiliki peran khusus dalam sistem hukum yang berbeda dari profesi hukum lain. Untuk lebih jelasnya, berikut perbandingan fokus tugas, peran utama, dan contoh kegiatan antara jaksa, pengacara, hakim, dan notaris:
Berapa Pendapatan Jaksa?
Gaji seorang jaksa di Indonesia ditetapkan berdasarkan golongan, lama masa kerja, dan jabatan yang dijabat. Untuk gaji pokok, jaksa yang berstatus PNS menerima sekitar Rp1.560.800 - Rp5.901.200 per bulan, menyesuaikan golongan dan tingkatannya.
Selain gaji pokok, jaksa juga memperoleh berbagai tunjangan hingga belasan dan puluhan ruta rupiah, seperti tunjangan kinerja, tunjangan risiko, dan tunjangan jabatan, yang jumlahnya berbeda-beda tergantung kelas jabatannya.
Dengan tambahan tunjangan ini, total penghasilan jaksa bisa jauh lebih tinggi dibanding gaji pokok semata.
FAQ
1. Apakah pengalaman magang wajib untuk menjadi jaksa?
Magang menjadi bagian penting dari program profesi jaksa. Mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik di pengadilan atau kejaksaan sehingga lebih siap menghadapi kasus nyata.
Magang juga membantu calon jaksa memahami prosedur hukum, mengasah kemampuan analisis kasus, dan membangun jaringan profesional yang berguna di dunia kerja.
2. Apakah jaksa bisa pindah ke profesi hukum lain?
Jaksa yang sudah memiliki pengalaman hukum bisa beralih ke pengacara, konsultan hukum, atau posisi manajemen hukum di perusahaan swasta.
Pengalaman menuntut kasus dan menangani administrasi hukum memberi keunggulan kompetitif, terutama untuk posisi yang membutuhkan pengetahuan hukum pidana atau litigasi.
3. Apakah jaksa bisa bekerja di luar negeri?
Ya, jaksa dengan pengalaman dan sertifikasi hukum tertentu bisa bekerja di lembaga internasional atau proyek hukum lintas negara.
Peluang ini biasanya membutuhkan kemampuan bahasa asing, pemahaman hukum internasional, dan pengalaman menangani kasus kompleks yang relevan dengan standar global.
Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Orang yang Cocok Masuk Jurusan Hukum
Asah Potensi Maksimalmu di Cakrawala University!
Setelah mengetahui tahapan pendidikan, skill, prospek karier, dan perbedaan profesi hukum, kini saatnya memikirkan langkah selanjutnya untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.
Di Cakrawala University, kurikulum berbasis industri membuatmu belajar langsung dengan pendekatan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dosen di sini adalah dosen praktisi yang berpengalaman, siap membimbing dan membagikan insight nyata agar setiap materi mudah dipahami dan langsung bisa diterapkan.
Program 1 Tahun Fokus, yakni 3 tahun belajar di kelas dan 1 tahun magang intensif, akan memberikan pengalaman praktis yang membuatmu siap menghadapi tantangan profesional.
Ditambah lagi, melalui Program Penyaluran Kerja, mahasiswa akan dibantu mendapatkan kesempatan magang dan pengalaman kerja nyata sesuai bidang yang diminati.
Dengan dukungan 840+ mitra industri, pengalaman belajarmu tidak hanya di kelas, tapi juga di lapangan, sehingga akan mendukung peluang kariermu terbuka lebih luas.
Jangan tunggu lagi, wujudkan potensi terbaikmu dan daftar sekarang atau konsultasi gratis di sini untuk menentukan program terbaik bagimu.
Referensi
- Rincian Gaji dan Tunjangan Jaksa dari Golongan Tinggi Hingga Terendah [Buka]