Kamu pengen kuliah di jurusan yang berhubungan sama lingkungan, tapi bingung pilih antara Ilmu Lingkungan atau Teknik Lingkungan? Wajar banget, karena sekilas keduanya memang terlihat mirip, tapi fokus pembelajaran dan arah kariernya beda banget, lho.
Nah, lewat artikel ini, kamu bakal tahu perbandingan Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan, mulai dari sisi fokus studi, skill yang dibutuhkan, prospek kerja, sampai gaji lulusannya. Yuk, baca artikel ini biar kamu bisa menentukan pilihan jurusan lebih tepat!
Key Takeaways
- Perbedaan Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan terletak pada fokusnya, di mana Ilmu Lingkungan mempelajari hubungan manusia dengan alam, sedangkan Teknik Lingkungan fokus pada penerapan teknik untuk menyelesaikan masalah lingkungan.
- Tidak ada jurusan yang lebih baik antara Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan, semuanya tergantung minat, gaya belajar, dan jenis karier yang ingin kamu jalani.
- Universitas Cakrawala mendukung mahasiswa melalui Jurusan Teknik Lingkungan dan Rekayasa Berkelanjutan dengan kurikulum berbasis industri, dosen praktisi, magang sejak semester pertama, dan penyaluran kerja ke banyak perusahaan.
Perbandingan Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan
Berdasarkan definisinya, Ilmu Lingkungan adalah bidang studi yang membahas hubungan antara manusia dan lingkungan alam. Di jurusan ini, pembelajaran fokus pada ekosistem, dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan, serta cara menjaga dan melestarikan alam.
Sedangkan Teknik Lingkungan adalah bidang yang berfokus pada penerapan ilmu teknik untuk mengatasi masalah lingkungan secara langsung. Mahasiswa akan mempelajari cara mengelola air limbah, sampah, dan pencemaran agar lingkungan tetap bersih dan aman.
Nah, supaya makin mudah dipahami, yuk langsung saja cek tabel perbandingan inti Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan di bawah ini:
Cek juga:
- 13 Universitas dengan Jurusan Ilmu Lingkungan, PTN & PTS!
- 15 Universitas dengan Jurusan Teknik Lingkungan, PTN & PTS
Perbandingan Fokus Studi Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan
Untuk memahami perbedaan Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan lebih dalam, salah satu cara terbaik adalah melihat fokus studinya. Apalagi, walaupun keduanya berkaitan erat dengan isu lingkungan, mata kuliah yang biasa dipelajari di kampus cukup berbeda, lho.
Nah, ini dia perbandingan mata kuliah Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan yang akan membantu kamu tahu bidang belajar masing-masing jurusan:
Mata Kuliah Ilmu Lingkungan
- Ekologi Dasar & Manusia: Mempelajari hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya serta peran manusia dalam menjaga ekosistem.
- Kimia & Biologi Lingkungan: Fokus pada proses kimiawi, mikroorganisme, dan dampak polutan terhadap lingkungan.
- Hidrologi & Klimatologi: Memahami siklus air dan sistem iklim untuk menjaga keseimbangan alam.
- Pencemaran Lingkungan: Belajar tentang polusi air, tanah, dan udara serta strategi pengendaliannya.
- Manajemen Sumber Daya Alam (SDA): Strategi penggunaan dan konservasi sumber daya alam secara berkelanjutan.
- Hukum & Kebijakan Lingkungan: Mempelajari peraturan dan kebijakan terkait perlindungan lingkungan.
- Sistem Informasi Geografis (SIG): Menggunakan teknologi pemetaan untuk memantau kondisi lingkungan secara digital.
Mata Kuliah Teknik Lingkungan
- Pengolahan Air & Limbah: Belajar merancang sistem untuk membersihkan air dan mengelola limbah, termasuk menggunakan teknologi filter dan instalasi pengolahan.
- Pengendalian Pencemaran Udara: Memahami cara mengurangi polusi udara dengan alat pemantau kualitas udara dan sistem ventilasi.
- Manajemen Sampah & Limbah Berbahaya: Teknik mengelola sampah dan limbah B3 agar tidak mencemari lingkungan.
- Hidrologi & Mekanika Fluida: Mempelajari aliran air dan prinsip fisika untuk mendesain sistem drainase dan pengolahan air.
- Kesehatan & Keselamatan Lingkungan: Menjaga standar kesehatan dan keamanan lingkungan bagi masyarakat.
- Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS): Menggunakan perangkat digital untuk pemetaan dan pemantauan kondisi lingkungan.
- Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL): Teknik menilai dampak proyek terhadap lingkungan sebelum diterapkan.
Perbandingan Skill yang Dibutuhkan Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan

Sumber: Freepik
Selain fokus studi, perbedaan Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan juga terlihat dari skill yang dibutuhkan untuk mendukung karier di bidang ini. Berikut ini perbandingan skill utama Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan:
Skill Ilmu Lingkungan
- Analisis Data Lingkungan: Mengolah data kualitas air, udara, dan tanah menggunakan software statistik sederhana, seperti Microsoft Excel, SPSS, atau R.
- Sistem Informasi Geografis (GIS): Memetakan dan menganalisis data lokasi menggunakan tools seperti ArcGIS atau QGIS.
- Teknik Laboratorium & Lapangan: Mengambil sampel dan menguji parameter lingkungan seperti pH, DO, dan BOD.
- Pengolahan Pencemaran: Mengetahui cara menangani limbah cair, padat, dan emisi gas.
- Pemahaman Regulasi & Standar: Mengetahui aturan lingkungan seperti AMDAL, ISO 14001, dan PROPER.
- Pemecahan Masalah & Berpikir Kritis: Menemukan solusi kreatif untuk isu lingkungan.
- Komunikasi & Presentasi: Menjelaskan hasil temuan lingkungan dengan cara yang mudah dipahami, misalnya ke guru, teman, atau masyarakat lokal.
- Kolaborasi & Kerja Tim: Bekerja sama dengan insinyur, teknisi, atau pihak lain untuk menyelesaikan proyek lingkungan.
- Manajemen Proyek: Mengatur waktu, sumber daya, dan langkah-langkah proyek lingkungan agar semua berjalan lancar dan tepat sasaran.
Skill Teknik Lingkungan
- Analisis Lingkungan: Memahami proses kimia, fisika, dan biologi untuk mengelola kualitas air, udara, tanah, dan limbah.
- Pengolahan & Rekayasa: Mendesain sistem pengolahan air bersih, IPAL, pengelolaan sampah, dan drainase.
- Pengendalian Pencemaran: Mengontrol polusi udara, tanah, dan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
- Perangkat Lunak & Pemodelan: Menggunakan AutoCAD, ArcGIS, MATLAB, dan software pemodelan lingkungan lainnya.
- Regulasi & Kebijakan: Memahami hukum lingkungan dan kebijakan keberlanjutan seperti SDGs dan Net Zero Emission.
- Manajemen Proyek: Mengatur proyek lingkungan dari awal hingga akhir, termasuk anggaran dan sumber daya.
- Kerja Tim & Kepemimpinan: Bekerja sama lintas disiplin dan memimpin tim proyek multidisiplin.
- Berpikir Kritis & Sistematis: Menyeimbangkan tujuan teknis, lingkungan, dan ekonomi dalam proyek.
- Sustainability Mindset: Memiliki kepedulian mendalam terhadap keberlanjutan lingkungan sebagai dasar kerja.
Cek juga:
- 13 Universitas Swasta yang Ada Jurusan Teknik Lingkungan
- 10 Universitas Jurusan Teknik Lingkungan di Jakarta
Perbandingan Prospek Kerja Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan
Lulusan Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan punya jalur karier yang berbeda, tergantung fokus dan keahlian yang dipelajari selama kuliah, tapi tetap menjanjikan. Ini dia prospek kerja utama dari masing-masing jurusan yang bisa jadi gambaran pilihan karier kamu ke depan:
Prospek Kerja Ilmu Lingkungan
- Konsultan Lingkungan: Memberikan solusi berkelanjutan untuk perusahaan, misalnya di PT PLN, PT Freeport, atau perusahaan pertambangan lain yang butuh analisis dampak lingkungan.
- Spesialis HSE (Health, Safety, Environment): Memastikan standar keselamatan dan pengelolaan limbah di area industri seperti pabrik kimia, PT Pupuk Indonesia, atau sektor pertambangan.
- Analis Dampak Lingkungan (AMDAL): Mengkaji dampak proyek terhadap lingkungan, contohnya pembangunan jalan tol, gedung, atau kawasan industri.
- Spesialis Energi Terbarukan: Mengembangkan energi bersih seperti tenaga surya dan angin di perusahaan energi seperti Pertamina Geothermal, Elnusa, atau perusahaan startup energi hijau.
- Ilmuwan Data Lingkungan (Environmental Data Scientist): Menganalisis data lingkungan menggunakan software statistik untuk membuat rekomendasi solusi, bisa bekerja di lembaga riset atau startup lingkungan.
- ESG Specialist (Ahli Lingkungan, Sosial, & Tata Kelola): Mengelola program keberlanjutan perusahaan, contohnya di startup atau perusahaan multinasional seperti Unilever, Danone, atau Astra.
- Climate Change & Disaster Risk Analyst: Menilai risiko perubahan iklim untuk pemerintah, lembaga asuransi, atau perusahaan energi dan pertambangan.
- Aktivis Lingkungan/NGO: Mengadvokasi isu lingkungan di organisasi seperti WWF, Greenpeace, atau Walhi.
Prospek Kerja Teknik Lingkungan
- HSE (Health, Safety, and Environment) Officer: Mengelola sistem keselamatan kerja dan memastikan operasional industri memenuhi regulasi lingkungan, misalnya di PT Indofood, PT Freeport, atau perusahaan manufaktur besar.
- Insinyur Pengolahan Limbah: Merancang dan mengelola instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau sistem drainase industri, bisa di perusahaan EPC atau sektor manufaktur.
- Auditor dan Konsultan Lingkungan: Menyusun dokumen AMDAL dan mengevaluasi kepatuhan lingkungan, bekerja di konsultan lingkungan atau perusahaan EPC seperti PT PP, Wijaya Karya, atau konsultan swasta.
- Petugas Konservasi Lingkungan: Fokus pada pemulihan kualitas lingkungan dan perlindungan sumber daya alam, misalnya di Taman Nasional, BKSDA, atau WWF Indonesia.
- Energi Terbarukan: Posisi engineer atau project officer di proyek biogas, tenaga surya, dan dekarbonisasi di perusahaan energi seperti Pertamina Geothermal atau startup energi hijau.
- Land Surveyor: Memastikan pemanfaatan lahan untuk pembangunan tetap menjaga keseimbangan ekosistem, misalnya di perusahaan konstruksi besar seperti PT Waskita Karya, PT PP, atau swasta lainnya.
- Startup Lingkungan: Posisi project officer atau surveyor di perusahaan rintisan pengelolaan sampah digital, seperti Waste4Change, Ecoton, atau startup sejenis.
- Peneliti & Pemerintah: CPNS atau peneliti di Kementerian LHK, Dinas Lingkungan Hidup, atau lembaga riset seperti BRIN.
Perbandingan Gaji Lulusan Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan
Secara umum, lulusan Teknik Lingkungan cenderung punya potensi gaji awal sedikit lebih tinggi dibanding lulusan Ilmu Lingkungan karena fokusnya yang lebih teknis. Meski begitu, gaji keduanya tetap bervariasi tergantung industri, pengalaman, dan lokasi kerja.
Sebagai gambaran, lulusan Ilmu Lingkungan di posisi Environmental Scientist atau Research Assistant bisa mendapatkan gaji sekitar Rp 4.500.000 hingga Rp 7.500.000 per bulan.
Sementara itu, lulusan Teknik Lingkungan yang bekerja sebagai Junior Environmental Engineer bisa memperoleh gaji sekitar Rp 9.250.000 hingga Rp 12.250.000 per bulan.
Dengan kata lain, baik Ilmu Lingkungan maupun Teknik Lingkungan sebenarnya menawarkan peluang karier yang menjanjikan, tapi jalur pekerjaan dan fokus keahlian akan mempengaruhi angka gaji awal yang didapat.
Lantas Mana yang Lebih Baik, Ilmu Lingkungan atau Teknik Lingkungan?
Sebenarnya, tidak ada jurusan yang “lebih baik” secara mutlak antara Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan. Pilihan terbaik tergantung minat dan gaya belajar kamu.
Kalau kamu suka sains murni dan penelitian lapangan, Ilmu Lingkungan bisa jadi pilihan. Sementara itu, jika kamu menyukai matematika dan fisika, senang merancang alat atau sistem untuk menyelesaikan masalah lingkungan, Teknik Lingkungan mungkin lebih cocok.
Di Universitas Cakrawala sendiri, kamu nggak perlu bingung memilih, karena Ilmu Lingkungan jadi fondasi utama yang dipelajari di Program Studi Teknik Lingkungan dan Rekayasa Berkelanjutan.
Proses belajarnya pun didukung kurikulum berbasis industri dan diajarkan oleh langsung dosen praktisi. Menariknya, mahasiswa juga bisa mengikuti magang sejak semester pertama dan mendapatkan penyaluran kerja ke 1000+ perusahaan yang memudahkan kariermu di bidang lingkungan.

Cek juga:
FAQ
1. Apakah Ilmu Lingkungan Termasuk Jurusan STEM?
Ya, Ilmu Lingkungan termasuk jurusan STEM karena mempelajari Science (Sains), Technology (Teknologi), Engineering (Teknik), dan Mathematics (Matematika) untuk memahami dan mengatasi masalah lingkungan. Fokusnya pada analisis ekosistem, polusi, dan konservasi alam dengan tetap berbasis sains.
2. Apakah Teknik Lingkungan Lebih Sulit Daripada Ilmu Lingkungan?
Tidak selalu lebih sulit, tapi berbeda fokus. Teknik Lingkungan lebih banyak menggunakan matematika, fisika, dan keterampilan teknik untuk merancang solusi praktis, sementara Ilmu Lingkungan lebih fokus pada pemahaman teori dan analisis alam.
3. Apakah Saya Bisa Menjadi Ilmuwan Lingkungan dengan Gelar Studi Lingkungan?
Bisa banget! Lulusan Ilmu Lingkungan atau Teknik Lingkungan bisa menjadi ilmuwan lingkungan, melakukan penelitian, dan menganalisis data untuk solusi keberlanjutan. Yang penting adalah pengalaman riset dan pemahaman mendalam tentang isu lingkungan.
4. Apakah Ada Banyak Matematika dalam Teknik Lingkungan?
Iya, teknik lingkungan menggunakan matematika dan fisika untuk menghitung, merancang, dan memodelkan sistem pengolahan air, limbah, dan pencemaran. Tapi semua diajarkan secara bertahap, jadi tetap bisa dipahami anak SMA yang mau belajar serius.
Tertarik Kuliah dan Berkarier di Bidang Lingkungan? Persiapkan di Kampus Siap Kerja Universitas Cakrawala!
Jadi, itulah penjelasan lengkap soal perbandingan Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan. Sekarang kamu pasti sudah kebayang kan soal fokus studi, skill yang dibutuhkan, prospek kerja, sampai gaji awal dari masing-masing jurusan.
Kalau kamu tertarik mendalami bidang lingkungan dan ingin berkarier sebagai profesional yang siap menghadapi tantangan nyata, kuliah di Program Studi S1 Teknik Lingkungan Universitas Cakrawala bisa jadi langkah tepat.
Di sini, pembelajaran disusun supaya mahasiswa memahami teori sekaligus praktik nyata, sehingga siap menghadapi dunia kerja sesungguhnya.
Ini dia beberapa hal yang membuat kuliah di Universitas Cakrawala berbeda dari kampus lain:
- Fasilitasi Penyaluran Kerja: Terhubung dengan lebih dari 1000 perusahaan mitra, termasuk di sektor lingkungan untuk memperluas peluang karier.
- Kampus Siap Kerja: Kurikulum dan praktik langsung dirancang agar lulusan siap bersaing di dunia profesional.
- Magang Sejak Semester Pertama: Mahasiswa bisa langsung terlibat praktik di lapangan, laboratorium, atau proyek lingkungan, sehingga pengalaman kerja terbentuk sejak dini.
- Kurikulum Berbasis Industri: Materi disusun bersama praktisi lingkungan agar sesuai kebutuhan dunia kerja terkini.
- Dosen Praktisi: Belajar langsung dari profesional yang berpengalaman di bidang Teknik Lingkungan dan Rekayasa Berkelanjutan.
Menarik banget, kan? Tunggu apalagi? Yuk, langsung daftar atau tanya-tanya gratis di sini untuk tahu program dan fasilitas yang bisa kamu dapatkan di Universitas Cakrawala!