Apakah Jurusan Kehutanan Banyak Peminatnya? Cek Datanya!

Umum
Tayang 20 January 2026
Diperbarui 20 January 2026
Waktu Baca 8 minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Hasna Latifatunnisa

Jurusan Kehutanan sering dianggap bukan jurusan favorit. Banyak yang mengira peminatnya sedikit dan jarang dilirik calon mahasiswa. Tapi sebenarnya, apakah jurusan Kehutanan benar-benar sepi peminat, atau cuma kelihatan begitu saja?

Di artikel ini, kita bakal bahas kondisi sebenarnya, dari jumlah peminat sampai peluang yang sering luput dibicarakan!

 

Key Takeaways

 

  • Jurusan Kehutanan tidak seramai jurusan populer, tapi peminatnya stabil. Meski sering dianggap sepi, jurusan Kehutanan tetap diminati setiap tahun dan justru punya tingkat persaingan yang relatif lebih longgar.
  • Prospek kerja kehutanan tidak sempit dan makin berkembang. Lulusan kehutanan dibutuhkan di banyak sektor, mulai dari pemerintahan, industri, konsultan lingkungan, hingga bidang sustainability dan ESG.
  • Melalui pendekatan kampus siap kerja di Universitas Cakrawala, mahasiswa dapat menyiapkan diri untuk karier yang relevan dengan kebutuhan industri dan tantangan lingkungan masa depan.

 

Apakah Jurusan Kehutanan Banyak Peminatnya?

Jawabannya, jurusan Kehutanan tidak bisa dibilang jurusan dengan peminat sangat tinggi, tapi juga bukan jurusan yang benar-benar sepi.

Jumlah pendaftarnya cenderung stabil dan berada di tengah. Tidak seramai jurusan favorit seperti kedokteran atau teknik informatika, tapi tetap diminati setiap tahun.

Di banyak perguruan tinggi, jurusan Kehutanan biasanya memiliki rasio pendaftar lebih rendah dibanding jurusan populer, sehingga tingkat persaingannya relatif lebih longgar. Hal ini membuat peluang lolos masuk jurusan Kehutanan sering kali lebih besar, terutama di kampus negeri dengan daya tampung terbatas.

Meski begitu, jurusan Kehutanan tetap punya peminat yang konsisten karena bidang ini berkaitan langsung dengan pengelolaan sumber daya alam, konservasi, dan kebijakan lingkungan.

 

Kenapa Jurusan Kehutanan Dianggap Sepi Peminat?

 

Apakah Jurusan Kehutanan Banyak Peminatnya

Sumber: Freepik

 

Inilah beberapa alasan kenapa jurusan Kehutanan sering dianggap sepi peminat:

 

  • Kurang dikenal di tingkat SMA: Jurusan Kehutanan jarang diperkenalkan secara detail di sekolah, sehingga banyak siswa tidak punya gambaran jelas soal isinya.
  • Citra kerja yang identik dengan hutan dan lapangan: Banyak yang mengira lulusan kehutanan hanya bekerja jauh dari kota dan harus selalu turun ke hutan.
  • Minimnya informasi prospek karier: Peluang kerja di sektor pemerintahan, industri, dan sustainability jarang dibahas secara terbuka.
  • Tidak masuk daftar jurusan “favorit”: Jurusan Kehutanan kalah populer dibanding jurusan dengan exposure tinggi seperti teknik atau kesehatan.
  • Dianggap kurang relevan dengan dunia kerja modern: Padahal, isu kehutanan justru berkaitan langsung dengan lingkungan, iklim, dan keberlanjutan.

 

Faktor yang Memengaruhi Jumlah Peminat Jurusan Kehutanan

Jumlah peminat jurusan Kehutanan tidak muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang ikut memengaruhi naik-turunnya minat calon mahasiswa.

 

  • Isu lingkungan dan perubahan iklim: Meningkatnya perhatian terhadap krisis iklim dan kerusakan hutan membuat jurusan Kehutanan mulai dilirik kembali.
  • Kebijakan pemerintah dan kebutuhan nasional: Pengelolaan hutan, konservasi, dan rehabilitasi lahan menjadi agenda penting negara, sehingga kebutuhan SDM kehutanan tetap ada.
  • Keterkaitan dengan sektor industri dan keberlanjutan: Banyak perusahaan kini membutuhkan tenaga ahli yang paham kehutanan untuk urusan lingkungan, sustainability, dan ESG.
  • Arah pembangunan global: Organisasi internasional seperti Food and Agriculture Organization mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan, yang berdampak pada kebutuhan tenaga profesional di bidang ini.
  • Akses informasi tentang jurusan dan karier: Semakin banyak informasi yang tersedia, semakin besar pula peluang jurusan Kehutanan dikenal dan diminati.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Tren Peningkatan Jurusan Kehutanan

Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap jurusan kehutanan mulai menunjukkan peningkatan, meski belum meledak seperti jurusan populer lain. Perubahan ini dipengaruhi oleh beberapa tren besar yang sedang berjalan:

 

  • Isu perubahan iklim dan krisis lingkungan makin mendapat perhatian: Hutan dipandang sebagai elemen penting dalam pengendalian emisi dan menjaga keberlanjutan ekosistem, sehingga peran ilmu kehutanan ikut meningkat.
  • Kebutuhan tenaga ahli kehutanan semakin berkembang: Lulusan kehutanan kini tidak hanya bekerja di pengelolaan hutan konvensional, tapi juga di konservasi, rehabilitasi lahan, perencanaan tata ruang, hingga sustainability di sektor industri.
  • Dorongan global terhadap pembangunan berkelanjutan: Agenda yang didorong oleh lembaga internasional seperti United Nations membuat isu kehutanan semakin relevan dengan masa depan ekonomi dan lingkungan.

 

Data Peminat Jurusan Kehutanan di Indonesia

Menurut data statistik seleksi PTN, jurusan kehutanan dari sekitar 40 kampus di Indonesia mencatat lebih dari 10.760 pendaftar, dengan total daya tampung sekitar 2.504 mahasiswa baru. Ini menunjukkan jurusan ini tidak termasuk paling ramai, tapi tetap memiliki peminat yang stabil setiap tahun.

Di Fakultas Kehutanan UGM pada tahun akademik 2025/2026, total pendaftar mencapai sekitar 2.512 calon mahasiswa untuk berbagai jalur seleksi. Jumlah ini menunjukkan tren peningkatan dibanding tahun sebelumnya, terutama lewat jalur mandiri yang naik signifikan.

Rata-rata tingkat persaingan di UGM menunjukkan jumlah peminat jurusan kehutanan cenderung lebih rendah dibanding jurusan populer lain. Misalnya, rasio pendaftar terhadap daya tampung di Fakultas Kehutanan UGM lebih longgar dibanding jurusan sains terapan atau kedokteran.

 

Apakah Sedikit Peminat Berarti Prospek Kerja Kecil?

Jawabannya, tidak selalu. Jumlah peminat yang tidak terlalu besar bukan berarti prospek kerja jurusan kehutanan sempit. Justru dalam banyak kasus, kondisi ini menunjukkan jumlah lulusan tidak berlebihan dibanding kebutuhan tenaga ahli di lapangan.

Selain itu, peran lulusan kehutanan saat ini juga tidak terbatas pada hutan secara fisik. Banyak lulusan bekerja di:

 

  • Perencanaan dan pengelolaan lingkungan
  • Perusahaan berbasis sumber daya alam
  • Proyek konservasi dan rehabilitasi lahan
  • Bidang sustainability dan ESG di korporasi

 

Peluang Karier Lulusan Jurusan Kehutanan

 

Apakah Jurusan Kehutanan Banyak Peminatnya

Sumber: Freepik

 

Lulusan jurusan kehutanan punya peluang karier yang cukup luas, terutama di sektor yang berkaitan dengan lingkungan, sumber daya alam, dan keberlanjutan. Seiring berkembangnya isu iklim dan sustainability, peran lulusan kehutanan juga ikut bergeser dan meluas.

Beberapa peluang karier yang umum untuk lulusan kehutanan antara lain:

 

  • Sektor pemerintahan dan kebijakan publik: Lulusan kehutanan banyak dibutuhkan di instansi yang mengelola hutan, lingkungan, dan sumber daya alam, baik di tingkat pusat maupun daerah.
  • Industri berbasis sumber daya alam: Perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, energi, dan pertambangan membutuhkan tenaga ahli untuk pengelolaan lahan, kepatuhan lingkungan, dan perencanaan berkelanjutan.
  • Bidang konservasi dan rehabilitasi lingkungan: Lulusan kehutanan dapat terlibat dalam proyek konservasi hutan, restorasi ekosistem, dan rehabilitasi lahan kritis, baik melalui lembaga nasional maupun internasional.
  • Sustainability dan ESG di perusahaan: Banyak korporasi kini membuka posisi yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan, di mana latar belakang kehutanan menjadi nilai tambah.
  • Lembaga riset, NGO, dan organisasi internasional: Isu kehutanan juga menjadi perhatian lembaga global seperti Food and Agriculture Organization, sehingga peluang kerja tidak hanya terbatas di dalam negeri.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Contoh Profesi Lulusan Jurusan Kehutanan

Supaya lebih kebayang, berikut beberapa profesi yang bisa kamu jalani setelah lulus dari jurusan kehutanan, lengkap dengan contoh tempat kerjanya.

 

  • Rimbawan / Forest Officer: Kalau tertarik mengelola kawasan hutan secara langsung, kamu bisa berkarier sebagai rimbawan. Peran ini banyak dibutuhkan di perusahaan pengelola hutan seperti Perum Perhutani.
  • Analis Lingkungan: Profesi ini cocok buat kamu yang tertarik mengkaji dampak lingkungan dari aktivitas industri atau pembangunan. Analis lingkungan dibutuhkan di perusahaan sertifikasi dan audit lingkungan, misalnya di PT TUV Rheinland Indonesia.
  • Konsultan Lingkungan dan Kehutanan: Kalau suka kerja berbasis proyek dan analisis, kamu bisa terjun sebagai konsultan lingkungan. Peran ini umum ditemukan di perusahaan konsultan seperti PT Hatfield Indonesia.
  • Staf Sustainability / ESG: Lulusan kehutanan juga banyak dibutuhkan di divisi sustainability perusahaan besar. Misalnya, kamu bisa bekerja di perusahaan multinasional seperti Unilever Indonesia yang aktif menjalankan program keberlanjutan.
  • Pengelola Konservasi dan Rehabilitasi Lahan: Kalau kamu tertarik pada isu konservasi dan pelestarian alam, jalur ini bisa jadi pilihan. Organisasi lingkungan seperti WWF Indonesia sering membuka peran di bidang ini.
  • Peneliti Kehutanan: Buat yang tertarik di dunia riset, lulusan kehutanan juga bisa berkarier sebagai peneliti. Di Indonesia, riset kehutanan banyak dilakukan di lembaga seperti BRIN.
  • Staf Pemerintahan Bidang Kehutanan: Jalur pemerintahan juga terbuka lebar. Kamu bisa berkontribusi di instansi yang mengurusi kebijakan dan pengelolaan hutan, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

 

FAQ 

1. Apakah jurusan kehutanan hanya untuk anak IPA?

Sebagian besar jurusan kehutanan memang lebih ditujukan untuk siswa IPA karena ada materi dasar seperti biologi, ekologi, dan lingkungan alam. Latar belakang IPA biasanya membantu di awal perkuliahan.

Namun, itu bukan berarti anak IPS otomatis tertutup. Di beberapa kampus, siswa IPS tetap bisa mendaftar dengan syarat tertentu, seperti mengikuti matrikulasi atau penyesuaian materi dasar. Kuncinya ada di kesiapan belajar, bukan semata jurusan SMA.

 

2. Apakah kuliah kehutanan harus sering ke hutan?

Kuliah kehutanan tidak berarti setiap hari ke hutan. Kegiatan lapangan memang ada, tapi porsinya terjadwal dan bertahap, biasanya dalam bentuk praktikum, observasi, atau kerja lapangan di semester tertentu.

Selebihnya, perkuliahan tetap berlangsung di kelas, laboratorium, dan diskusi. Jadi, tidak perlu membayangkan kuliah kehutanan itu full hidup di hutan.

 

3. Apakah jurusan kehutanan identik dengan kerja kasar?

Ini salah satu anggapan yang paling sering keliru. Lulusan kehutanan tidak selalu bekerja secara fisik di lapangan. Banyak peran kehutanan justru bersifat:

 

  • Analisis data lingkungan
  • Perencanaan pengelolaan hutan
  • Penyusunan kebijakan
  • Pengawasan dan evaluasi

 

Kerja lapangan memang ada, tapi bukan satu-satunya bentuk pekerjaan lulusan kehutanan.

 

4. Apakah lulusan kehutanan susah dapat kerja?

Tidak bisa digeneralisasi susah. Jurusan kehutanan termasuk bidang spesifik, sehingga jumlah lulusannya tidak berlebihan dibanding kebutuhan.

Peluang kerja terbuka di sektor pemerintahan, industri berbasis sumber daya alam, konsultan lingkungan, NGO, hingga bidang sustainability perusahaan. Lulusan yang aktif magang dan membangun pengalaman biasanya lebih cepat terserap.

 

5. Apakah jurusan kehutanan cocok untuk yang peduli isu lingkungan?

Sangat cocok. Jurusan kehutanan membahas isu lingkungan secara langsung dan aplikatif, mulai dari konservasi hutan, perubahan iklim, keanekaragaman hayati, hingga pengelolaan sumber daya alam.

Kalau kamu tertarik pada isu lingkungan tapi ingin masuk ke jalur yang teknis dan berdampak nyata, kehutanan adalah salah satu pilihan yang relevan.

 

6. Apakah gaji lulusan kehutanan kecil?

Besaran gaji lulusan kehutanan sangat tergantung sektor dan posisi kerja. Di sektor pemerintahan, gaji mengikuti standar ASN. Di industri, konsultan, atau bidang sustainability, penghasilannya bisa cukup kompetitif, apalagi jika sudah punya pengalaman dan keahlian spesifik.

Artinya, kehutanan bukan jurusan dengan “gaji otomatis kecil”, tapi seperti banyak bidang lain, nilai lulusan ditentukan oleh skill dan jalur karier yang dipilih.

 

Jangan Salah Pilih Jalur Kuliah untuk Masa Depanmu!

Meski sering dianggap sepi, jurusan kehutanan justru punya posisi strategis di tengah isu lingkungan, perubahan iklim, dan kebutuhan industri yang makin menuntut keberlanjutan.

Karena itu, memilih jurusan saja tidak cukup. Kampus tempat kamu kuliah juga berperan besar dalam membentuk kesiapan kerja dan arah karier setelah lulus. Kalau kamu ingin kuliah bukan sekadar mengejar gelar, tapi juga ingin siap bersaing di dunia kerja, memilih kampus dengan pendekatan yang relevan jadi kunci.

Di sinilah Universitas Cakrawala hadir dengan konsep kampus siap kerja, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan industri dan dunia profesional saat ini, termasuk bidang lingkungan, sustainability, dan sektor-sektor yang terus berkembang.

Kenapa pilih Universitas Cakrawala?

 

  • Program penyaluran kerja dengan dukungan lebih dari 1.000 mitra industri dari berbagai sektor
  • Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman dan portofolio bisa dibangun lebih awal
  • Kurikulum berbasis industri yang disusun sesuai kebutuhan dunia kerja
  • Dosen praktisi berpengalaman, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan

 

Tunggu apa lagi? Yuk, tanya-tanya dulu atau daftar langsung di Universitas Cakrawala!

Banner Picture

Kategori:

Umum

Cakrawala

Share

Penulis

Hasna Latifatunnisa

Hasna adalah Content Writer dengan lebih dari 4 tahun menulis konten SEO di bidang bisnis, keuangan, teknologi, dan karier. Terampil dalam merancang strategi SEO yang meningkatkan peringkat pencarian dan keterlibatan audiens, penulis ini juga ahli dalam riset kata kunci dan audit konten, memastikan informasi yang disajikan akurat dan relevan untuk pembaca.

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.