Kamu peduli sama alam dan pengen kuliah di bidang yang bisa bantu jaga lingkungan? Banyak banget, lho, daftar jurusan kuliah tentang lingkungan hidup yang bisa kamu pilih setelah lulus SMA/SMK!
Tapi, biar kamu nggak bingung milih, yuk kenalan satu-satu sama jurusan yang berhubungan dengan lingkungan dan cari tahu peluang kerjanya di artikel ini. Siapa tahu, salah satunya jadi jurusan impianmu!
Key Takeaways
- Ada banyak jurusan yang berhubungan dengan lingkungan, seperti Teknik Lingkungan, Ilmu Lingkungan, Kehutanan, Geografi, Biologi, Pertanian, sampai Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan. Semua punya peran penting dalam menjaga alam dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
- Untuk berkarier di bidang lingkungan, kamu butuh skill analisis, riset, dan problem solving, serta pemahaman isu keberlanjutan. Kemampuan ini penting buat menghadapi tantangan seperti perubahan lingkungan dan krisis sumber daya alam.
- Di Universitas Cakrawala, tersedia Jurusan Teknik Lingkungan dan Rekayasa Berkelanjutan yang dirancang berbasis industri, dengan dosen praktisi, program magang, sampai penyaluran kerja agar mahasiswa siap kerja di bidang lingkungan sejak awal.
12 Jurusan yang Berhubungan dengan Lingkungan
Lingkungan hidup nggak cuma soal hutan dan udara bersih, tapi juga tentang cara manusia menjaga keseimbangan alam. Karena itu, ada banyak jurusan kuliah yang fokus mempelajari hubungan manusia dengan lingkungan dari berbagai sisi.
Ada yang menyoroti aspek teknis, ada juga yang lebih ke pengelolaan dan kesehatan lingkungan. Nah, biar kamu makin paham dan bisa pilih jurusan yang paling pas, berikut 12 jurusan yang berhubungan dengan lingkungan:
1. Teknik Lingkungan
Jurusan Teknik Lingkungan berfokus pada penerapan ilmu teknologi dan rekayasa untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, seperti pengelolaan limbah, polusi air dan udara, sanitasi, serta konservasi sumber daya air.
Di Universitas Cakrawala, Jurusan Teknik Lingkungan dan Rekayasa Berkelanjutan menggabungkan ilmu sains dan teknik untuk menciptakan teknologi inovatif demi pembangunan berkelanjutan. Mahasiswanya bisa memilih konsentrasi yang diminati seperti:
- Rekayasa Pengelolaan Lingkungan
- Energi dan Teknologi Berkelanjutan
- Rekayasa Hijau dan Ekonomi Sirkular
- Sistem dan Kebijakan Keberlanjutan
Nggak cuma teori, di sini kamu juga bakal dilatih skill seperti penyusunan AMDAL, audit lingkungan, dan pelaporan ESG (Environmental, Social, and Governance). Kamu juga akan ikut project pengembangan energi terbarukan buat persiapan kerja di bidang lingkungan.
Menariknya, ada kesempatan magang sejak semester pertama dan penyaluran kerja ke 1000+ perusahaan mitra lho, mulai dari sektor industri & energi, sektor korporat & keberlanjutan (sustainability), sektor konsultasi & pemerintahan/NGO.
Dapatkan beasiswa potongan UKT 70%!
Makanya, setelah lulus prospek kerjanya luas banget. Kamu bisa saja kerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), PDAM, PLN, atau konsultan lingkungan. Beberapa profesi yang bisa kamu tekuni antara lain:
- Environmental Consultant
- ESG Specialist
- Insinyur Pengelolaan Limbah
- GreenTech Entrepreneur
- Analis Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Staf Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
2. Ilmu Lingkungan
Jurusan Ilmu Lingkungan membahas hubungan antara manusia, alam, dan makhluk hidup lain secara menyeluruh. Di sini, kamu akan belajar memahami dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan dan gimana cara mengatasinya secara ilmiah.
Bidang ini termasuk multidisiplin karena memadukan ilmu biologi, fisika, kimia lingkungan, sampai ilmu sosial. Beberapa mata kuliah yang dipelajari antara lain Ekologi Lingkungan, Geosains, dan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).
Skill yang dibutuhkan di jurusan ini adalah kemampuan berpikir kritis, riset, dan analisis data lingkungan. Gelar akademik untuk lulusan Ilmu Lingkungan biasanya adalah S.Ling (Sarjana Lingkungan).
Dari gelar tersebut, lulusannya punya prospek kerja di lembaga penelitian atau perusahaan yang bergerak di bidang keberlanjutan. Contohnya seperti BRIN, Dinas Lingkungan Hidup, Greenpeace Indonesia, atau WALHI. Beberapa profesi yang bisa kamu tekuni antara lain:
- Peneliti Lingkungan
- Spesialis Keberlanjutan (Sustainability Specialist)
- Environmental Analyst
- Konsultan Lingkungan
- Staf Edukasi dan Kebijakan Lingkungan
3. Kesehatan Lingkungan

Sumber: Freepik
Next, ada Jurusan Kesehatan Lingkungan yang berfokus pada upaya menjaga kesehatan manusia melalui lingkungan yang bersih dan aman. Kamu akan belajar bagaimana kondisi air, udara, dan tanah bisa memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
Mahasiswanya mempelajari mata kuliah seperti Toksikologi Lingkungan dan Manajemen Limbah Medis yang sering dikaitkan dengan isu kesehatan publik. Nah, skill penting yang dibutuhkan di sini antara lain ketelitian, observasi, dan pemahaman dasar sains kesehatan.
Lulusan Kesehatan Lingkungan bisa bekerja di berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintah sampai swasta, seperti Dinas Kesehatan, BPOM, KLHK, Pertamina, sampai Astra Agro Lestari. Beberapa profesi yang bisa dijalani antara lain:
- Sanitarian
- Pengawas Kualitas Lingkungan
- Petugas K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
- Auditor Lingkungan
- Konsultan Kesehatan Lingkungan
4. Kehutanan
Selanjutnya, ada Jurusan Kehutanan yang fokusnya pada pengelolaan hutan dan pelestarian ekosistem di dalamnya. Di sini, kamu bakal belajar cara menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam lewat pendekatan ilmiah dan praktis.
Mata kuliahnya seru banget karena banyak praktikum di lapangan, seperti Ekologi Hutan, Konservasi Satwa Liar, dan Teknologi Hasil Hutan. Jadi, cocok buat kamu yang suka eksplor langsung ke alam terbuka.
Lulusan Kehutanan banyak dicari di lembaga pemerintah maupun perusahaan swasta, seperti Perum Perhutani, Perkebunan Nusantara Group, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JAR). Beberapa profesi yang bisa kamu tekuni antara lain:
- Ahli Konservasi Hutan
- Penyuluh Kehutanan
- Forest Planner
- Konsultan Lingkungan
- Peneliti Ekosistem Hutan
5. Geografi
Jurusan Geografi mempelajari hubungan antara manusia dan alam, termasuk bagaimana aktivitas manusia mempengaruhi lingkungan dan sebaliknya. Bidang ini nggak cuma belajar tentang peta, tapi juga tentang sistem bumi dan perubahan lingkungan global.
Mahasiswa Geografi belajar mata kuliah seperti Geomorfologi, Sistem Informasi Geografis (SIG), dan Penginderaan Jauh yang sering dipakai untuk menganalisis wilayah tertentu. Skill yang dibutuhkan di sini antara lain analisis spasial, observasi lapangan, dan pemikiran kritis.
Lulusannya bisa bekerja di berbagai sektor ilho, mulai dari riset sampai industri pemetaan dan perencanaan wilayah.
Beberapa instansi dan perusahaan yang banyak merekrut lulusan Geografi yaitu Badan Informasi Geospasial (BIG), Kementerian ATR/BPN, Sinarmas Agribusiness and Food, hingga PT Kala Prana Konsultan. Profesi yang bisa dijalani antara lain:
- Analis Pemetaan dan Tata Ruang
- Spesialis SIG (GIS Specialist)
- Surveyor Lingkungan
- Ahli Perencanaan Wilayah
- Konsultan Geospasial
6. Geologi
Jurusan Geologi mempelajari struktur, komposisi, dan sejarah Bumi untuk memahami bagaimana planet kita terbentuk dan berubah. Bidang ini juga berperan penting dalam pengelolaan sumber daya alam serta upaya mitigasi bencana.
Mahasiswa Geologi belajar mata kuliah menarik, mulai dari Geofisika, Petrologi, sampai Geologi Lingkungan yang membahas dampak aktivitas manusia terhadap bumi. Skill penting di jurusan ini antara lain kemampuan analisis spasial, observasi lapangan, dan interpretasi data geoteknik.
Biasanya, lulusan Geologi banyak dibutuhkan di sektor energi, pertambangan, dan konservasi lingkungan, seperti PT Freeport Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk, PT Pertamina, PT Mitra Mineral Megatama, hingga Kementerian ESDM. Beberapa profesi yang bisa kamu jalani yaitu:
- Geologist
- Konsultan Lingkungan
- Surveyor Geoteknik
- Ahli Mitigasi Bencana
- Peneliti Geosains
7. Oseanografi
Berikutnya, ada Jurusan Oseanografi yang mempelajari laut dari berbagai aspek — mulai dari fisika, kimia, biologi, hingga geologi laut. Tujuannya adalah memahami dinamika lautan dan perannya dalam menjaga keseimbangan lingkungan global.
Kamu akan menemukan mata kuliah wajib seperti Dinamika Laut, Meteorologi Laut, dan Ekologi Lautan yang sering digunakan dalam penelitian perubahan iklim dan polusi laut.
Jurusan ini cocok banget buat kamu yang tertarik dengan eksplorasi laut dan isu keberlanjutan ekosistem pesisir.
Lulusan Oseanografi dibutuhkan di bidang lingkungan, perikanan, riset kelautan, hingga industri energi. Beberapa lembaga dan perusahaan yang banyak menampungnya antara lain BRIN, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), LIPI, serta perusahaan energi seperti Pertamina dan Chevron. Beberapa profesi yang bisa dijalani yaitu:
- Ahli Oseanografi
- Peneliti Kelautan
- Marine Data Analyst
- Spesialis Konservasi Laut
- Konsultan Lingkungan Pesisir
8. Pertanian
Jurusan Pertanian fokus pada cara mengelola sumber daya alam agar bisa menghasilkan bahan pangan dan produk pertanian secara berkelanjutan. Bidang ini berhubungan erat dengan lingkungan karena kondisi tanah, air, dan iklim sangat memengaruhi hasil pertanian.
Di beberapa kampus, Jurusan Pertanian sendiri sebenarnya sangat beragam lho, mencakup beberapa bidang utama seperti Agronomi, Agroteknologi, Agribisnis, Ilmu Tanah, dan Proteksi Tanaman, yang semuanya masih berhubungan dengan isu lingkungan.
Lulusan Pertanian juga dibutuhkan di banyak sektor, mulai dari perusahaan agribisnis, perkebunan, hingga lembaga penelitian. Beberapa contohnya seperti PT Pupuk Indonesia, Astra Agro Lestari, Wilmar Group, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Beberapa profesi yang bisa kamu jalani yaitu:
- Agronom
- Peneliti Pertanian
- Konsultan Lingkungan Pertanian
- Analis Kualitas Tanah dan Air
- Penyuluh Pertanian Lapangan
9. Biologi
Salah satu program studi S1 bertema lingkungan yang paling dikenal adalah Jurusan Biologi. Di sini, kamu akan belajar tentang makhluk hidup, mulai dari sel hingga ekosistem, serta bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungannya.
Mata kuliah seperti Ekologi, Bioteknologi, dan Mikrobiologi Lingkungan jadi dasar penting untuk memahami keseimbangan alam dan dampak aktivitas manusia terhadapnya. Skill yang dibutuhkan antara lain ketelitian, kemampuan riset, serta logika ilmiah yang kuat untuk menganalisis data biologis.
Jangan salah, lulusan Biologi juga punya peluang kerja luas, baik di lembaga riset, industri pangan, maupun organisasi konservasi. Contohnya di LIPI, KLHK, Bio Farma, atau WWF Indonesia. Beberapa profesi yang bisa ditekuni yaitu:
- Ahli Ekologi
- Peneliti Bioteknologi
- Spesialis Konservasi Alam
- Konsultan Lingkungan
- Quality Control Analyst
Cek juga:
- 15 Universitas dengan Jurusan Teknik Lingkungan, PTN & PTS
- 13 Universitas Swasta yang Ada Jurusan Teknik Lingkungan di Indonesia
- 10 Universitas Teknik Lingkungan di Jakarta
10. Manajemen Sumberdaya Lahan
Nah, kalau jurusan yang satu ini fokus pada cara mengelola lahan agar tetap produktif tanpa merusak lingkungan. Di sini, kamu belajar menyeimbangkan kebutuhan manusia dengan kelestarian alam lewat pendekatan ilmiah dan berkelanjutan.
Mata kuliah seperti Konservasi Tanah dan Air, Perencanaan Tata Guna Lahan, serta Analisis Daya Dukung Lingkungan bakal kamu temui di jurusan ini. Skill penting yang dibutuhkan yaitu kemampuan analisis spasial, riset lingkungan, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Lulusan jurusan ini dibutuhkan di sektor pertanian, kehutanan, hingga perusahaan konsultan lingkungan. Beberapa contohnya seperti Kementerian ATR/BPN, PT Perkebunan Nusantara, dan WRI Indonesia. Profesi yang bisa dijalani antara lain:
- Konsultan Pengelolaan Lahan
- Perencana Tata Guna Lahan
- Analis Konservasi Tanah dan Air
- Peneliti Lingkungan
- Pegawai Dinas Pertanian dan Lingkungan
11. Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Buat yang tertarik kuliah di jurusan bertema lingkungan tapi juga ada sisi IPS-nya, Jurusan Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan bisa jadi salah satu pilihannya.
Jurusan ini unik karena menggabungkan ilmu ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Jadi, kamu akan belajar bagaimana sumber daya alam bisa dimanfaatkan secara efisien tanpa mengorbankan keseimbangan ekosistem.
Beberapa mata kuliah yang dipelajari antara lain Ekonomi Lingkungan, Valuasi Ekonomi Sumber Daya Alam, dan Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan. Skill penting yang diasah biasanya analisis data, pemikiran kritis, dan kemampuan memahami isu sosial-ekonomi yang berdampak pada lingkungan.
Lulusan Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan banyak dicari di lembaga riset, instansi pemerintah, dan perusahaan berkelanjutan seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bappenas, hingga Unilever. Profesi yang bisa kamu tekuni misalnya:
- Analis Kebijakan Lingkungan
- Ekonom Lingkungan
- Konsultan ESG
- Peneliti Pembangunan Berkelanjutan
- Project Officer di Lembaga Internasional
12. Rekayasa Infrastruktur Lingkungan
Terakhir, ada Jurusan Rekayasa Infrastruktur Lingkungan yang berfokus pada perancangan dan pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan. Di sini, kamu belajar gimana cara menciptakan sistem air bersih, pengelolaan limbah, hingga sanitasi yang efisien dan berkelanjutan.
Mata kuliah seperti Teknik Pengolahan Air dan Limbah, Perancangan Sistem Drainase, serta Teknologi Persampahan jadi bagian penting dari jurusan ini. Skill yang dibutuhkan antara lain problem solving, analisis teknis, dan pemahaman tentang sistem lingkungan perkotaan.
Prospek kerjanya juga luas banget! Lulusan jurusan ini bisa berkarier di sektor publik maupun swasta seperti Kementerian PUPR, KLHK, PDAM, atau perusahaan konsultan teknik seperti WSP dan AECOM. Beberapa profesi yang bisa dijalani antara lain:
- Engineer Infrastruktur Lingkungan
- Konsultan Pengelolaan Air dan Limbah
- Ahli Sanitasi
- Perencana Sistem Drainase
- Project Engineer Pembangunan Berkelanjutan
Cek juga:
- Rekomendasi Beasiswa Kelas Karyawan di Indonesia
- 7 Universitas Kelas Karyawan di Jakarta Pusat yang Fleksibel
FAQ
1. Apa Perbedaan Jurusan Teknik Lingkungan dan Ilmu Lingkungan?
Perbedaan utama ada di fokus pembelajarannya. Teknik Lingkungan lebih ke arah solusi teknis dan rekayasa, seperti pengolahan air, pengelolaan limbah, dan sanitasi. Sementara itu, Ilmu Lingkungan lebih menekankan pada analisis, kebijakan, dan manajemen lingkungan secara menyeluruh, termasuk dampak sosial dan ekologinya.
2. Jurusan Kehutanan vs Teknik Lingkungan, Mana yang Lebih Banyak Peluang Kerja di BUMN?
Keduanya sama-sama punya peluang besar di BUMN, tapi dengan fokus yang berbeda. Lulusan Kehutanan umumnya banyak terserap di sektor konservasi dan pengelolaan hutan, seperti di Perhutani atau Inhutani.
Sedangkan lulusan Teknik Lingkungan sering dibutuhkan di BUMN yang bergerak di infrastruktur, energi, atau air bersih, seperti PUPR, PLN, dan PDAM.
3. Jurusan Geografi vs Geologi, Mana yang Lebih Fokus ke Lingkungan?
Kalau dilihat dari fokusnya, Geografi lebih dekat dengan studi lingkungan karena membahas interaksi antara manusia dan alam, termasuk tata ruang dan mitigasi bencana. Sedangkan Geologi lebih berfokus pada struktur dan proses pembentukan bumi — seperti batuan, mineral, dan eksplorasi sumber daya alam.
4. Apakah Studi Lingkungan Merupakan Karier yang Bagus?
Iya, bidang studi lingkungan termasuk karier yang menjanjikan, apalagi di era yang semakin sadar terhadap isu keberlanjutan. Banyak sektor yang membutuhkan tenaga ahli lingkungan, mulai dari pemerintahan, industri, sampai lembaga internasional. Selain prospeknya luas, karier ini juga punya nilai sosial tinggi karena berkontribusi langsung pada pelestarian bumi.
Cek juga:
Saatnya Kuliah di Jurusan Impianmu, Hanya di Kampus Siap Kerja Cakrawala University!
Itu dia pembahasan lengkap tentang berbagai jurusan yang berhubungan dengan lingkungan dan prospek kariernya. Dari sini, kamu jadi tahu kalau bidang lingkungan itu bukan cuma soal alam, tapi juga soal masa depan dan keberlanjutan hidup manusia.
Kalau kamu ingin berkontribusi nyata untuk bumi sambil membangun karier yang menjanjikan, kuliah di Program Studi S1 Teknik Lingkungan dan Rekayasa Berkelanjutan Universitas Cakrawala bisa jadi langkah terbaik untuk memulainya!
Jurusan ini dirancang khusus untuk mencetak lulusan yang siap kerja di bidang lingkungan, dengan kombinasi teori, praktik, dan pengalaman industri yang relevan dengan tantangan global saat ini.
Kenapa harus Universitas Cakrawala?
- Fasilitasi Penyaluran Kerja: Terhubung dengan lebih dari 1000 perusahaan mitra, termasuk industri ramah lingkungan dan lembaga riset keberlanjutan.
- Kampus Siap Kerja: Kurikulum difokuskan agar lulusan siap bersaing di bidang pengelolaan limbah, energi bersih, hingga rekayasa lingkungan perkotaan.
- Magang Sejak Semester Pertama: Bangun pengalaman dan jaringan profesional di dunia industri lingkungan sejak awal kuliah.
- Kurikulum Berbasis Industri: Materi selalu diperbarui sesuai tren global dan kebutuhan perusahaan berbasis sustainability.
- Dosen Praktisi Berpengalaman: Belajar langsung dari ahli yang aktif di proyek lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, wujudkan karier impianmu di bidang lingkungan dengan kuliah di Universitas Cakrawala! Daftar sekarang atau konsultasi gratis di sini untuk tahu info dan fasilitas lengkapnya!