Kenali 13 Jenis Artificial Intelligence (AI) dan Contohnya

Umum
•
Tayang 29 September 2026
•
Diperbarui 29 September 2026
•
Waktu Baca 8 Minutes
•

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Dita Feby Indriani

Chatbot, rekomendasi TikTok, face recognition, sampai mobil tanpa pengemudi sama-sama menggunakan Artificial Intelligence.

Tapi, apakah semuanya termasuk jenis AI yang sama? Ternyata nggak, loh.

Artificial Intelligence punya beberapa jenis dengan kemampuan dan cara kerja yang berbeda-beda. Yuk, cari tahu jenis-jenisnya!

 

Key Takeaways

 

  • Artificial Intelligence bisa dibedakan berdasarkan kemampuan, fungsi, dan teknologi yang digunakan, mulai dari Artificial Narrow Intelligence (ANI), Reactive Machines, hingga teknologi seperti Machine Learning dan Natural Language Processing.
  • Sebagian besar AI yang digunakan saat ini masih termasuk Artificial Narrow Intelligence (ANI), sedangkan AGI, ASI, Theory of Mind AI, dan Self-Aware AI masih berada pada tahap konsep atau pengembangan.
  • Program Studi Artificial Intelligence Cakrawala University menawarkan pembelajaran berbasis praktik, magang sejak semester pertama, dosen praktisi, serta penyaluran kerja 1.000+ mitra perusahaan untuk pastikan skill kamu sesuai kebutuhan industri.

 

Jenis Artificial Intelligence Berdasarkan Kemampuannya

Kalau dilihat dari tingkat kemampuannya, Artificial Intelligence biasanya dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Artificial Narrow Intelligence (ANI), Artificial General Intelligence (AGI), dan Artificial Superintelligence (ASI). 

Biar lebih kebayang, yuk bahas satu per satu!

 

1. Artificial Narrow Intelligence

Artificial Narrow Intelligence (ANI) adalah jenis AI yang dirancang untuk mengerjakan tugas tertentu secara spesifik. Makanya, jenis ini juga sering disebut Weak AI atau Narrow AI.

Contohnya bisa kamu temukan pada chatbot, sistem rekomendasi Netflix atau YouTube, face recognition, atau Google Maps.

Sistem seperti ini biasanya memanfaatkan teknologi seperti machine learning, deep learning, Natural Language Processing (NLP), atau computer vision. 

Jadi, sebagian besar teknologi AI yang kita gunakan sekarang masih termasuk kategori Artificial Narrow Intelligence karena kemampuannya tetap berfokus pada tugas atau ruang lingkup tertentu.

 

2. Artificial General Intelligence

Kalau ANI hanya ahli pada tugas tertentu, AGI dibayangkan punya kemampuan untuk belajar, memahami, dan menyelesaikan berbagai jenis masalah seperti manusia.

AGI nantinya diharapkan bisa menggunakan pengetahuan dari satu bidang untuk menyelesaikan masalah di bidang lain, melakukan reasoning, belajar dari pengalaman, dan beradaptasi dengan situasi baru.

Namun, AGI masih menjadi tujuan penelitian dan pengembangan AI. Teknologi AI yang ada saat ini, termasuk chatbot dan model bahasa modern, belum secara umum dianggap sebagai AGI.

 

3. Artificial Superintelligence

Jenis berikutnya adalah Artificial Superintelligence (ASI), yaitu konsep AI yang memiliki kemampuan intelektual melebihi manusia dalam hampir semua bidang.

Secara teori, ASI bisa lebih unggul dalam hal problem solving, pengambilan keputusan, kreativitas, penelitian ilmiah, hingga perencanaan strategis.

Kalau ANI sudah banyak kita gunakan dan AGI masih dikembangkan, Artificial Superintelligence masih bersifat hipotetis.

Artinya, teknologi ini belum benar-benar ada dan masih banyak dibahas dalam penelitian maupun diskusi tentang masa depan Artificial Intelligence. 

 


 

Cek juga:

 

 


 

Jenis Artificial Intelligence Berdasarkan Fungsinya

Dalam klasifikasi ini, ada empat jenis AI, yaitu Reactive Machines, Limited Memory AI, Theory of Mind AI, dan Self-Aware AI.

Nah, makin ke bawah, kemampuan AI yang dibayangkan juga makin kompleks. 

 

4. Reactive Machines

Reactive Machines adalah jenis AI yang paling sederhana karena hanya bisa merespons kondisi yang sedang terjadi saat itu.

Salah satu contoh yang sering digunakan adalah IBM Deep Blue, komputer yang pernah mengalahkan juara dunia catur Garry Kasparov.

Deep Blue bisa menganalisis posisi bidak dan menentukan langkah terbaik, tetapi tidak "mengingat" pertandingan sebelumnya seperti manusia.

 

5. Limited Memory AI

Kalau Reactive Machines tidak menggunakan pengalaman sebelumnya, Limited Memory AI sudah bisa memanfaatkan data masa lalu dalam jangka tertentu untuk membantu mengambil keputusan.

Contohnya bisa ditemukan pada kendaraan otonom atau self-driving car.

Sistemnya dapat membaca kecepatan kendaraan lain, posisi objek, marka jalan, hingga kondisi lalu lintas untuk menentukan kapan harus memperlambat kendaraan atau berpindah jalur. 

 

6. Theory of Mind AI

Selanjutnya ada Theory of Mind AI, yaitu konsep AI yang diharapkan bisa memahami emosi, niat, keyakinan, dan cara berpikir manusia.

Kalau AI biasa bisa membaca apa yang kamu ketik, Theory of Mind AI secara teori ingin memahami lebih jauh, misalnya kenapa kamu mengatakan sesuatu, bagaimana perasaanmu, dan respons seperti apa yang paling sesuai dengan kondisi tersebut.

Tapi, jenis AI ini masih berada dalam tahap penelitian dan pengembangan. 

 

7. Self-Aware AI

Level berikutnya adalah Self-Aware AI, yaitu konsep Artificial Intelligence yang memiliki kesadaran terhadap dirinya sendiri.

Artinya, AI nggak cuma paham lingkungan atau manusia, tetapi secara teori juga menyadari keberadaan, kondisi, pikiran, dan tindakannya sendiri.

Sampai saat ini, Self-Aware AI masih bersifat hipotetis dan belum ada teknologi AI yang terbukti memiliki kesadaran diri seperti manusia.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Jenis Artificial Intelligence Berdasarkan Teknologi yang Digunakan

Nah, bagian ini penting karena istilah seperti Machine Learning, Deep Learning, NLP, Computer Vision, sampai Robotics sering banget disebut sebagai AI.

Padahal, sebenarnya istilah-istilah tersebut lebih tepat dipahami sebagai teknologi atau pendekatan yang digunakan untuk membangun sistem Artificial Intelligence.

 

8. Machine Learning

Machine Learning adalah teknologi yang memungkinkan komputer belajar dari data dan menemukan pola tanpa harus diprogram satu per satu untuk setiap kondisi.

Misalnya, kalau sistem diberi ribuan data transaksi, Machine Learning bisa belajar mengenali pola transaksi normal dan transaksi yang mencurigakan.

Contoh sederhananya bisa kamu lihat saat YouTube atau Spotify merekomendasikan konten berdasarkan riwayat aktivitasmu.

Sistemnya belajar dari pola perilaku pengguna, lalu memperkirakan konten apa yang kemungkinan kamu suka.

 

9. Deep Learning

Deep Learning adalah bagian dari Machine Learning yang menggunakan neural network dengan banyak lapisan untuk memproses data yang lebih kompleks.

Kalau Machine Learning bisa bekerja dengan berbagai jenis algoritma, Deep Learning lebih banyak mengandalkan Artificial Neural Network yang terinspirasi dari cara jaringan saraf pada otak manusia memproses informasi.

Teknologi ini biasanya digunakan untuk tugas yang membutuhkan pemrosesan data dalam jumlah besar, seperti pengenalan wajah, speech recognition, atau image recognition.

 

10. Natural Language Processing (NLP)

Natural Language Processing atau NLP adalah teknologi AI yang membantu komputer memahami, mengolah, dan menghasilkan bahasa manusia.

Nah, karena manusia berkomunikasi dengan bahasa yang kompleks, AI perlu teknologi khusus supaya bisa paham konteks, arti kalimat, bahkan maksud dari sebuah percakapan.

NLP digunakan dalam banyak aplikasi, seperti chatbot, translation tools, sentiment analysis, voice assistant, search engine, dan Large Language Model atau LLM.

 

11. Computer Vision

Kalau NLP membantu AI memahami bahasa, Computer Vision membantu AI memahami gambar dan video.

Teknologi ini memungkinkan komputer mengenali objek, wajah, tulisan, gerakan, sampai kondisi tertentu dari data visual.

Contohnya bisa kamu temukan pada face recognition di smartphone, CCTV pintar, medical imaging, quality control di pabrik, hingga kendaraan otonom.

Misalnya, kamera pada mobil tanpa pengemudi harus bisa membedakan mana pejalan kaki, kendaraan lain, lampu lalu lintas, dan marka jalan.

 

12. Expert System dan Rule-Based AI

Expert System adalah sistem AI yang dirancang untuk meniru cara seorang ahli mengambil keputusan dalam bidang tertentu.

Biasanya, sistem ini menggunakan kumpulan pengetahuan dan aturan berbentuk logika if-then.

Contohnya sederhananya, kalau kondisi A dan B terpenuhi, maka sistem akan memberikan keputusan C.

Karena itu, teknologi ini juga sering berkaitan dengan Rule-Based AI, yaitu AI yang bekerja berdasarkan aturan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Expert System pernah banyak digunakan untuk diagnosis, konsultasi teknis, pengambilan keputusan bisnis, hingga troubleshooting.

 

13. Robotics dan Autonomous Systems

Robotics dan Autonomous Systems menggabungkan Artificial Intelligence dengan perangkat fisik supaya mesin bisa merasakan lingkungan, mengambil keputusan, lalu melakukan tindakan secara otomatis.

Nah, kalau AI biasanya bekerja di software, robotics membawa kemampuan tersebut ke dunia nyata.

Contohnya bisa kamu lihat pada robot industri, robot gudang, drone, robot pelayanan, hingga kendaraan otonom.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Apakah Generative AI Termasuk Jenis AI?

Ya, Generative AI termasuk Artificial Intelligence.

Tapi, Generative AI bukan klasifikasi AI berdasarkan tingkat kemampuan seperti Artificial Narrow Intelligence (ANI), Artificial General Intelligence (AGI), atau Artificial Superintelligence (ASI).

Generative AI lebih tepat disebut sebagai jenis atau pendekatan AI yang punya kemampuan untuk membuat konten baru berdasarkan pola yang dipelajari dari data.

Konten yang dihasilkan juga nggak cuma teks, loh. Generative AI bisa digunakan untuk membuat gambar, audio, video, musik, kode program, sampai desain.

Contohnya bisa kamu temukan pada chatbot berbasis Large Language Model (LLM), AI image generator, AI video generator, sampai tools yang membantu programmer membuat kode.

 

FAQ

1. Apakah ChatGPT termasuk jenis Artificial Intelligence?

Ya. ChatGPT merupakan bentuk Generative AI berbasis Large Language Model atau LLM. Dari sisi tingkat kemampuan, sistem seperti ini masih termasuk Artificial Narrow Intelligence, bukan AGI. 

2. Jenis AI apa yang paling banyak digunakan saat ini?

Sebagian besar AI yang digunakan saat ini termasuk Artificial Narrow Intelligence (ANI), seperti chatbot, sistem rekomendasi, face recognition, hingga berbagai Generative AI. 

3. Apa perbedaan Machine Learning dan Artificial Intelligence? 

Artificial Intelligence adalah konsep yang lebih luas untuk membuat mesin mampu melakukan tugas yang membutuhkan kecerdasan, sedangkan Machine Learning adalah salah satu teknologi yang membantu AI belajar dari data dan mengenali pola. 

 

Tertarik Belajar AI Lebih Dalam? Mulai Bersama Cakrawala University!

Kalau kamu tertarik dengan Artificial Intelligence dan mendalami bagaimana teknologi AI dikembangkan, kamu bisa mempertimbangkan Program Studi Artificial Intelligence Cakrawala University. 

Di Cakrawala University, kamu nggak cuma belajar teori, tapi juga dipersiapkan untuk membangun skill yang relevan dengan kebutuhan industri.

Kenapa Program Studi Artificial Intelligence Cakrawala University bisa jadi pilihan? 

 

  • Belajar AI Secara Lebih Mendalam: Pelajari berbagai bidang seperti machine learning, data, algoritma, programming, hingga pengembangan solusi berbasis Artificial Intelligence.
  • Pembelajaran Berbasis Praktik: Nggak hanya memahami konsep, kamu juga bisa mengembangkan kemampuan melalui project dan penerapan teknologi pada permasalahan nyata.
  • Magang Sejak Semester Pertama: Mulai mengenal dunia profesional lebih awal dan membangun pengalaman kerja sejak masa kuliah.
  • Dosen Praktisi Profesional: Belajar dari tenaga pengajar yang memiliki pengalaman dan pemahaman langsung terhadap kebutuhan industri.
  • Didukung 1.000+ Mitra Perusahaan: Membuka lebih banyak kesempatan untuk memperluas pengalaman, networking, dan persiapan karier setelah lulus.

 

Kalau kamu ingin jadi bagian dari perkembangan teknologi AI dan membangun skill yang dibutuhkan di masa depan, sekarang saatnya mulai mempersiapkannya.

Yuk, kenali lebih lanjut Program Studi Artificial Intelligence Cakrawala University atau konsultasi terlebih dahulu di sini!

Banner Picture

Kategori:

Umum

Cakrawala

Share

Penulis

Dita Feby Indriani

Dita adalah SEO Content Writer yang berfokus pada topik pendidikan dan karier. Selama lebih dari 3 tahun, ia menulis berbagai artikel yang membantu siswa dan calon mahasiswa memahami pilihan jurusan, jalur masuk kuliah, serta prospek karier. Dalam setiap tulisannya, Dita mengutamakan riset yang akurat dan penyajian informasi yang jelas agar mudah dipahami pembaca.

Artikel Lainnya
Logo Cakrawala Black

Cakrawala University – Sudirman Campus

The Landmark Center, Jl. Jenderal Sudirman No.Kav 1 Lantai 9, RT.3/RW.3, Setia Budi, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12910

Cakrawala University – Kemang Campus

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.