Di dunia kerja, khususnya di industri konstruksi, manufaktur, dan migas (minyak dan gas), posisi HSE Officer penting banget. Mereka yang bertugas memastikan tempat kerja aman, sehat, dan sesuai aturan K3 dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Kalau kamu suka hal-hal yang berhubungan dengan industri, suka kerja lapangan, dan ingin punya karier yang berdampak besar buat banyak orang, profesi ini bisa banget jadi pilihan.
Yuk, kita kupas bareng apa itu HSE Officer, tugas, dan gimana cara jadi profesional di bidang ini!
Key Takeaways
- Profesi HSE Officer berperan penting dalam menjaga keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan. Tugasnya mencakup penerapan standar K3, pengawasan risiko, serta memastikan seluruh aktivitas industri berjalan aman dan berkelanjutan.
- Karier di bidang HSE memiliki prospek yang luas dan stabil. Banyak sektor seperti migas, manufaktur, dan konstruksi membutuhkan tenaga ahli keselamatan dan lingkungan dengan kompetensi teknis yang kuat.
- Universitas Cakrawala menyiapkan calon HSE Officer masa depan melalui kurikulum berbasis industri dan pengalaman magang sejak semester pertama. Dengan pembelajaran berbasis teknologi dan bimbingan dari dosen praktisi, mahasiswa dibekali keterampilan yang relevan agar siap kerja di dunia industri.
Apa Itu Profesi HSE Officer?
HSE Officer adalah singkatan dari Health, Safety, and Environment Officer, yaitu orang yang bertanggung jawab memastikan semua kegiatan kerja berjalan aman, sehat, dan ramah lingkungan.
Dengan kata lain, mereka ini “penjaga keselamatan” di tempat kerja.
Profesi ini penting di berbagai industri seperti konstruksi, pertambangan, pabrik manufaktur, sampai perusahaan minyak dan gas (migas). Mereka memastikan seluruh karyawan mematuhi aturan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Selain menjaga keamanan, HSE Officer juga punya peran strategis dalam membantu perusahaan:
- Mencegah kecelakaan
- Melindungi lingkungan
- Menciptakan budaya kerja yang lebih peduli terhadap keselamatan
Tugas dan Tanggung Jawab HSE Officer

Sumber: Freepik
Seorang HSE Officer memastikan kegiatan operasional perusahaan berjalan sesuai standar K3 dan aturan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Berikut tanggung jawab utama yang biasa dijalankan:
- Menerapkan sistem K3 di lingkungan kerja: Melakukan penerapan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) agar setiap proses produksi berjalan aman dan efisien.
- Melakukan inspeksi dan audit rutin: Mengecek kondisi area kerja, peralatan, dan alat pelindung diri (APD) untuk memastikan semuanya sesuai standar keselamatan.
- Memberikan pelatihan keselamatan kepada karyawan: Mengajarkan prosedur kerja aman dan cara bertindak ketika terjadi keadaan darurat.
- Menyusun laporan serta rekomendasi perbaikan: Jika ditemukan potensi bahaya, HSE Officer wajib membuat laporan resmi dan memberikan solusi kepada pihak manajemen.
- Mengawasi kepatuhan terhadap aturan lingkungan: Termasuk memastikan pengelolaan limbah sesuai dengan standar ISO 14001:2015 Environmental Management System.
Jenjang Karier Seorang HSE Officer
Karier di bidang HSE memiliki jenjang yang cukup jelas. Setiap tahap memberikan tanggung jawab dan ruang pengembangan berbeda.
Profesi ini juga banyak dibutuhkan di berbagai sektor industri seperti konstruksi, manufaktur, dan migas (minyak dan gas bumi).
Berikut urutan karier yang umum ditempuh:
- HSE Staff / Junior Officer: Posisi awal bagi lulusan baru. Tugasnya membantu pelaksanaan program keselamatan dan memantau aktivitas harian di lapangan.
- HSE Officer / Senior Officer: Bertanggung jawab merancang program K3, melakukan inspeksi, serta mengawasi penerapan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di perusahaan.
- HSE Supervisor: Mengkoordinasikan tim HSE, melakukan evaluasi, dan melaporkan hasil audit kepada manajemen.
- HSE Manager: Mengambil keputusan strategis, menyusun kebijakan keselamatan, serta berkoordinasi dengan pihak eksternal seperti Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia atau lembaga sertifikasi ISO 45001:2018.
- HSE Director / Head of Safety: Posisi tertinggi yang bertanggung jawab menentukan arah kebijakan keselamatan perusahaan dan memastikan seluruh standar global diterapkan dengan baik.
Prospek Karier HSE Officer di Indonesia
Seiring meningkatnya kesadaran perusahaan terhadap K3 serta regulasi lingkungan, permintaan tenaga HSE terus bertambah setiap tahunnya.
Inilah beberapa sektor industri yang membutuhkan HSE Officer:
1. Industri Manufaktur
Industri ini punya risiko kerja tinggi karena melibatkan mesin, bahan kimia, dan proses produksi massal. Peran HSE Officer adalah memastikan prosedur keselamatan dipatuhi, melakukan inspeksi area kerja, dan menangani pelatihan K3 untuk karyawan.
Kamu bisa melamar di perusahaan seperti PT Unilever Indonesia Tbk, Astra Honda Motor, atau Indofood Sukses Makmur Tbk yang punya pabrik besar dan sistem K3 ketat.
2. Energi dan Migas
Bidang ini dikenal punya risiko tinggi, jadi peran HSE Officer benar-benar krusial. Kamu akan mengawasi penerapan SMK3, memastikan semua prosedur tanggap darurat berjalan lancar, dan mengontrol standar keselamatan di lapangan.
Beberapa perusahaan besar yang sering membuka posisi ini adalah Pertamina, Chevron Pacific Indonesia, Medco Energi, dan PLN Indonesia Power.
3. Konstruksi dan Infrastruktur
Kerja di proyek pembangunan? Tantangannya besar, tapi juga seru. Kamu akan bertugas memastikan semua pekerja lapangan menggunakan APD dan mengikuti standar keselamatan kerja.
Kamu bisa coba daftar di perusahaan seperti Wijaya Karya (WIKA), Adhi Karya (ADHI), PT PP (Persero), atau Hutama Karya (HK) yang sering menangani proyek nasional.
4. Pertambangan dan Mineral
Industri tambang termasuk sektor yang paling membutuhkan pengawasan HSE karena bekerja di area berisiko tinggi. Di sini, kamu akan memantau keselamatan pekerja, mengontrol area eksplorasi, dan memastikan kegiatan tambang tidak merusak lingkungan sekitar.
Kamu bisa berkarier di perusahaan seperti Freeport Indonesia, Vale Indonesia, Adaro Energy Tbk, atau Antam.
5. Transportasi dan Logistik
Sektor ini juga butuh ahli HSE untuk menjaga keamanan gudang, armada, dan proses distribusi. Kamu bakal memastikan standar keselamatan diterapkan, baik di darat, laut, maupun udara.
Kamu bisa melamar di perusahaan, seperti JNE Express, Garuda Indonesia, atau DHL Supply Chain Indonesia.
6. Pemerintahan dan Konsultan
Kalau kamu tertarik di bidang kebijakan dan audit lingkungan, ada banyak peluang di lembaga pemerintah atau konsultan profesional. Kamu bisa terlibat dalam proyek evaluasi keselamatan kerja atau penyusunan regulasi lingkungan.
Beberapa tempat yang bisa kamu pertimbangkan yaitu Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), atau konsultan seperti Suhanda Environmental Consulting.
Gaji Rata-Rata HSE Officer di Indonesia
Besaran gaji seorang HSE Officer di Indonesia cukup bervariasi, tergantung sektor industri, pengalaman kerja, dan tingkat tanggung jawab. Profesi ini umumnya menawarkan penghasilan yang stabil karena perannya sangat penting dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan operasional perusahaan.
Berdasarkan data dari beberapa portal karier nasional, berikut kisaran pendapatan yang umum ditemukan:
- Level Pemula (0–2 tahun pengalaman): Biasanya menempati posisi Junior HSE Officer dengan gaji antara Rp5 juta hingga Rp8 juta per bulan, tergantung wilayah dan jenis perusahaan.
- Level Menengah (3–5 tahun pengalaman): Pada tahap ini, tanggung jawab semakin besar, termasuk melakukan audit keselamatan dan membimbing staf junior. Gaji berkisar Rp9 juta sampai Rp15 juta per bulan.
- Level Senior (lebih dari 5 tahun pengalaman): HSE Officer berpengalaman yang menangani proyek berskala besar atau memimpin tim keselamatan bisa memperoleh penghasilan hingga Rp20 juta per bulan, terutama di industri migas (minyak dan gas bumi) dan pertambangan.
Selain gaji pokok, banyak perusahaan memberikan tunjangan kesehatan, pelatihan sertifikasi, serta bonus tahunan sebagai bentuk apresiasi atas tanggung jawab besar yang diemban.
Cek juga:
- 15 Universitas dengan Jurusan Teknik Lingkungan, PTN & PTS
- 13 Universitas Swasta yang Ada Jurusan Teknik Lingkungan di Indonesia
- 10 Universitas Teknik Lingkungan di Jakarta
Cara Menjadi HSE Officer untuk Pemula
Bagi kamu yang tertarik berkarier di bidang keselamatan dan lingkungan, inilah langkah-langkah yang bisa kamu persiapkan:
1. Kuliah di Jurusan yang Relevan
Untuk bisa bekerja sebagai HSE Officer, rata-rata perusahaan mensyaratkan minimal pendidikan S1. Hal ini karena pekerjaan di bidang keselamatan dan lingkungan memerlukan pengetahuan teknis yang cukup luas.
Oleh sebab itu, jurusan yang kamu pilih jadi langkah penting dalam mempersiapkan karier di bidang ini. Salah satu pilihan terbaiknya adalah jurusan Teknik Lingkungan & Rekayasa Berkelanjutan di Universitas Cakrawala.
Dapatkan beasiswa potongan UKT 70%!
Di program studi ini, mahasiswa mempelajari berbagai mata kuliah yang langsung berkaitan dengan pekerjaan di bidang keselamatan dan pengelolaan lingkungan, antara lain:
- Pengelolaan Limbah Padat dan B3: Mempelajari cara mengolah limbah padat serta bahan berbahaya dan beracun agar tidak mencemari lingkungan kerja maupun masyarakat.
- Pengelolaan Air dan Limbah Cair: Menjelaskan proses pengolahan air bersih dan pembuangan limbah cair sesuai standar lingkungan.
- Pengelolaan Udara dan Emisi: Membahas pengendalian polusi udara dan cara meminimalkan emisi dari kegiatan industri.
- Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL): Melatih kemampuan menilai potensi dampak suatu proyek terhadap lingkungan dan langkah mitigasinya.
- Etika Profesi & Hukum Lingkungan: Membahas tanggung jawab profesional serta aturan hukum yang berlaku dalam praktik keselamatan dan lingkungan.
- Manajemen Risiko dan Resiliensi Iklim: Fokus pada identifikasi risiko bencana dan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim di sektor industri.
- Kebijakan dan Tata Kelola Lingkungan: Mengulas peran pemerintah, lembaga internasional, dan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pembelajaran di Universitas Cakrawala juga berbasis teknologi. Proses belajar mengintegrasikan sistem digital melalui Learning Management System (LMS) yang dapat diakses kapan pun, serta penggunaan perangkat lunak profesional seperti AutoCAD Civil 3D, MATLAB, dan EPANET untuk mendukung analisis dan perancangan sistem lingkungan.
Selain teori, mahasiswa juga mendapat kesempatan magang di berbagai sektor, mulai dari:
- Industri dan energi,
- Korporat dan keberlanjutan (sustainability),
- Konsultasi lingkungan,
- Hingga lembaga pemerintahan atau organisasi non-profit (NGO).
2. Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi K3
Setelah lulus, langkah berikutnya adalah mengikuti pelatihan atau sertifikasi resmi seperti Ahli K3 Umum yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) atau pelatihan internal yang diselenggarakan oleh perusahaan.
Sertifikat ini menunjukkan kompetensi dan meningkatkan peluang diterima di perusahaan besar.
3. Bangun Pengalaman Kerja dari Awal
Pengalaman praktis menjadi nilai tambah penting. Banyak perusahaan membuka posisi magang atau entry-level untuk lulusan baru.
Kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk memahami kondisi lapangan dan memperluas jaringan profesional di industri.
Cek juga:
4. Asah Kemampuan Komunikasi dan Manajemen
Selain kemampuan teknis, HSE Officer juga perlu memiliki kecakapan berkomunikasi dan mengelola tim.
Dalam pekerjaan sehari-hari, mereka berinteraksi dengan berbagai divisi dan perlu mampu menjelaskan kebijakan keselamatan secara efektif.
5. Terus Ikuti Perkembangan Dunia Industri
Bidang keselamatan dan lingkungan selalu berkembang. Teknologi baru, regulasi pemerintah, hingga standar global terus berubah.
Mengikuti seminar, workshop, atau komunitas profesional di bidang HSE bisa membantu kamu tetap relevan dengan kebutuhan industri.
Skill yang Harus Dimiliki HSE Officer

Sumber: Freepik
Agar bisa menjalankan tugas dengan efektif, seorang HSE Officer perlu menguasai hard skill yang berkaitan dengan keselamatan kerja, serta soft skill untuk berinteraksi dan memimpin tim:
Hard Skill
Kemampuan teknis menjadi dasar dalam pekerjaan HSE. Beberapa hal yang wajib dikuasai antara lain:
- Pengetahuan tentang peraturan keselamatan dan lingkungan: Memahami aturan K3 yang diterapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, serta kebijakan lingkungan hidup yang berlaku di industri.
- Analisis risiko dan identifikasi bahaya: Mampu menilai potensi kecelakaan di area kerja dan merancang langkah pencegahan yang tepat.
- Audit dan inspeksi tempat kerja: Melakukan pemeriksaan rutin terhadap fasilitas, peralatan, dan penggunaan APD untuk memastikan keamanan pekerja.
- Pengelolaan dokumen dan pelaporan: Menyusun laporan hasil inspeksi, dokumentasi kegiatan keselamatan, dan rekomendasi perbaikan bagi manajemen.
- Pemahaman terhadap sistem manajemen keselamatan: Mengenal standar nasional seperti SMK3 serta penerapan prinsip keselamatan dari lembaga internasional.
Soft Skill
Selain kemampuan teknis, HSE Officer juga dituntut memiliki karakter dan keterampilan interpersonal yang baik, seperti:
- Komunikasi yang jelas dan persuasif: Diperlukan untuk menjelaskan prosedur keselamatan kepada karyawan dari berbagai latar belakang.
- Kepemimpinan dan pengambilan keputusan: Dalam situasi darurat, HSE Officer harus mampu memimpin dan menentukan langkah cepat yang tepat.
- Ketelitian dan disiplin: Pekerjaan ini membutuhkan perhatian pada detail serta konsistensi dalam menerapkan aturan.
- Empati dan kesadaran sosial: Sikap peduli terhadap keselamatan rekan kerja menjadi kunci menciptakan budaya kerja yang sehat dan aman.
Cek juga:
- Rekomendasi Beasiswa Kelas Karyawan di Indonesia
- 7 Universitas Kelas Karyawan di Jakarta Pusat yang Fleksibel
FAQ
1. Apa perbedaan HSE Officer dan Safety Officer?
Keduanya sama-sama bekerja di bidang keselamatan kerja, tapi cakupannya berbeda.
- Safety Officer berfokus pada keselamatan karyawan dan pencegahan kecelakaan di tempat kerja.
- HSE Officer memiliki tanggung jawab lebih luas, mencakup kesehatan pekerja serta pengelolaan lingkungan.
Dengan kata lain, Safety Officer adalah bagian dari peran HSE yang lebih menyeluruh.
2. Apa peran HSE Officer di industri migas?
Di sektor minyak dan gas bumi (migas), risiko kerja sangat tinggi. Karena itu, HSE Officer berperan memastikan seluruh kegiatan produksi berjalan aman dan sesuai standar seperti SMK3 serta regulasi dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Mereka melakukan:
- Inspeksi area kerja
- Memantau penggunaan alat pelindung diri
- Menangani potensi kebocoran bahan berbahaya
- Memastikan prosedur tanggap darurat berjalan dengan baik
3. Apa bedanya HSE, OHS, dan EHS?
Ketiga istilah ini sering digunakan dalam konteks keselamatan kerja dan lingkungan, tetapi perbedaannya hanya pada urutan atau istilah yang digunakan di berbagai negara atau organisasi.
- HSE (Health, Safety, Environment): istilah yang umum dipakai di Eropa dan Asia.
- OHS (Occupational Health and Safety): lebih banyak digunakan di Australia dan beberapa negara berbahasa Inggris.
- EHS (Environment, Health, and Safety): populer di Amerika Serikat.
Secara konsep, semuanya memiliki tujuan yang sama: menjaga keselamatan pekerja, kesehatan di tempat kerja, dan keberlanjutan lingkungan.
Wujudkan Cita-Cita Jadi HSE Officer Profesional di Universitas Cakrawala!
Jika kamu tertarik dengan dunia industri, peduli pada isu lingkungan, dan ingin memiliki pekerjaan yang bermanfaat bagi banyak orang, profesi HSE Officer bisa menjadi pilihan tepat.
Melalui jurusan Teknik Lingkungan & Rekayasa Berkelanjutan di Universitas Cakrawala, kamu akan mempelajari berbagai hal tentang pengelolaan risiko, teknologi ramah lingkungan, dan standar keselamatan industri.
Universitas Cakrawala dikenal sebagai kampus yang menyiapkan mahasiswanya untuk langsung terjun ke dunia kerja. Berikut beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan:
- Program Penyaluran Kerja: terhubung dengan lebih dari 1.000 mitra industri di berbagai bidang.
- Magang Sejak Semester Pertama: pengalaman langsung di lapangan untuk memahami tantangan industri sejak dini.
- Kurikulum Berbasis Industri: materi kuliah disusun bersama praktisi agar selalu relevan dengan kebutuhan perusahaan.
- Dosen Praktisi: belajar langsung dari profesional berpengalaman yang aktif di dunia industri.
Yuk, mulai langkah pertamamu menuju masa depan yang aman dan berkelanjutan bersama Universitas Cakrawala! Kamu bisa tanya-tanya lebih dulu atau langsung daftar sekarang, dan wujudkan impianmu menjadi bagian dari generasi profesional siap kerja!