Apakah Bisnis Digital Ada Coding? Ini Faktanya!

School of Economics and Business
Tayang 07 January 2026
Diperbarui 07 January 2026
Waktu Baca 8 minutes

Sudah Direview Oleh Dwi Winarno, S.E., M.B.A., CIFM

Ditulis oleh

Hasna Latifatunnisa

Banyak yang tertarik masuk jurusan Bisnis Digital, tapi langsung mundur begitu dengar kata coding.Padahal, kenyataannya nggak seseram itu.

Nah, biar kamu nggak salah paham dan keburu takut duluan, yuk simak penjelasan lengkap soal apakah Bisnis Digital ada coding, seberapa sulit, dan apa saja yang sebenarnya dipelajari!

 

Key Takeaways

 

  • Bisnis Digital memang ada coding, tapi bukan fokus utama. Coding di jurusan Bisnis Digital hanya sebatas dasar dan fungsional untuk memahami teknologi bisnis, bukan untuk mencetak programmer.
  • Tidak jago coding bukan penghalang masuk Bisnis Digital. Materi dipelajari dari nol dan lebih menekankan pada strategi bisnis, pemasaran digital, serta analisis, sehingga tetap cocok untuk siswa non-IT.
  • Di Universitas Cakrawala, Bisnis Digital dirancang siap kerja tanpa tuntutan jago coding sejak awal. Mahasiswa dibekali kurikulum berbasis industri, magang sejak semester pertama, dan akses ke lebih dari 1.000 mitra industri.

 

Apakah Bisnis Digital Ada Coding?

Jawabannya: iya, ada coding, tapi bukan coding berat seperti jurusan IT murni.

Di Bisnis Digital, coding dipelajari sebagai alat pendukung, bukan sebagai keahlian utama yang harus kamu kuasai sampai level expert.

Artinya, kamu tidak dituntut jadi programmer. Coding di sini lebih difungsikan untuk:

 

  • Memahami cara kerja teknologi digital
  • Mengerti alur sistem bisnis berbasis online
  • Bisa “nyambung” saat kerja bareng tim teknis

 

Fokus utama Bisnis Digital tetap ada di strategi bisnis, pemasaran digital, dan pengambilan keputusan berbasis data. Coding hanya jadi bekal tambahan supaya kamu nggak buta teknologi di dunia kerja digital.

 

Seberapa Sulit Coding di Jurusan Bisnis Digital?

 

Apakah Bisnis Digital Ada Coding

Sumber: Freepik

 

Kalau kamu benar-benar pemula dan belum pernah coding sama sekali, kabar baiknya: coding di jurusan Bisnis Digital tergolong ramah untuk pemula. Materinya biasanya dimulai dari nol, jadi tidak mengharuskan kamu sudah punya background IT atau IPA.

Tingkat kesulitannya jauh berbeda dibanding jurusan seperti Teknik Informatika atau Sistem Informasi, yang memang fokus ke pemrograman, logika algoritma, dan pengembangan sistem. Di Bisnis Digital, coding hanya dikenalkan sebatas pemahaman konsep dan praktik dasar.

Hal penting lainnya, kamu juga tidak dituntut jago matematika. Coding di Bisnis Digital lebih ke:

 

  • Memahami alur kerja website atau aplikasi
  • Mengenal struktur sistem digital
  • Tahu fungsi teknologi dalam mendukung bisnis

 


 

Cek juga: 

 

 


 

Jenis Coding yang Biasanya Dipelajari di Bisnis Digital

Di jurusan Bisnis Digital, coding dipelajari sebagai pendukung pemahaman teknologi, bukan sebagai keahlian utama. Karena itu, jenis coding yang diajarkan cenderung praktis dan langsung berkaitan dengan aktivitas bisnis digital.

Berikut beberapa di antaranya:

 

1. HTML & CSS Dasar

HTML dan CSS biasanya jadi materi awal untuk mengenal website. Lewat dua hal ini, mahasiswa belajar bagaimana sebuah halaman web tersusun dan ditampilkan ke user.

Di Bisnis Digital, pembahasannya tidak sampai ke level kompleks. Fokusnya adalah supaya mahasiswa mengerti konsep dasar website dan tidak asing dengan istilah teknis yang sering dipakai di dunia kerja.

Secara umum, HTML dan CSS dipakai untuk:

 

  • Memahami struktur halaman website (teks, gambar, tombol)
  • Mengatur tampilan visual agar rapi dan mudah dibaca
  • Melakukan penyesuaian sederhana pada konten digital

 

2. CMS dan Website Builder

Setelah mengenal dasar website, mahasiswa biasanya dikenalkan dengan Content Management System seperti WordPress. Di tahap ini, coding mulai diminimalkan dan digantikan oleh tools yang lebih praktis.

Pendekatannya lebih ke pemanfaatan teknologi, bukan ke teknis pemrogramannya. Coding hanya muncul sebagai pelengkap, bukan fokus utama.

Lewat CMS, mahasiswa belajar:

 

  • Membuat dan mengelola website bisnis tanpa coding berat
  • Menyusun landing page untuk promosi
  • Mengatur konten dan tampilan website sesuai kebutuhan bisnis

 

3. Pemahaman Sistem Digital

Selain website, mahasiswa Bisnis Digital juga diajak memahami alur kerja sistem digital secara menyeluruh. Di bagian ini, coding lebih berperan sebagai logika berpikir, bukan sebagai praktik teknis yang mendalam.

Hal yang dipelajari biasanya meliputi:

 

  • Bagaimana sistem e-commerce bekerja
  • Alur transaksi digital dari konsumen sampai pembayaran
  • Hubungan antara website, data, dan tools digital lainnya

 

Contoh Mata Kuliah Bisnis Digital yang Berkaitan dengan Teknologi

Berikut beberapa mata kuliah di jurusan Bisnis Digital yang berkaitan langsung dengan teknologi. Meski ada unsur teknologinya, fokus utamanya tetap pada penerapan untuk kebutuhan bisnis, bukan teknis pemrograman mendalam:

 

  • Pengantar Sistem Informasi Bisnis: Membahas bagaimana sistem informasi digunakan untuk mendukung operasional dan pengambilan keputusan bisnis. Mahasiswa belajar memahami alur data, fungsi sistem, dan peran teknologi dalam organisasi.
  • E-Commerce dan Platform Digital: Fokus pada model bisnis e-commerce, pengelolaan toko online, serta pemanfaatan platform digital untuk penjualan. Di sini, teknologi dipelajari dari sisi strategi dan pengelolaan, bukan pembuatan sistemnya.
  • Digital Marketing Technology: Mempelajari tools dan teknologi yang digunakan dalam pemasaran digital, seperti website, media sosial, dan platform iklan. Coding hanya dikenalkan secara ringan untuk memahami cara kerja media digital.
  • Data dan Analytics untuk Bisnis: Membahas cara mengolah dan membaca data konsumen untuk mendukung strategi bisnis. Fokusnya pada analisis dan interpretasi data, bukan pembuatan sistem analitik.
  • UI/UX untuk Kebutuhan Bisnis: Mempelajari dasar desain antarmuka dan pengalaman pengguna. Mahasiswa dilatih memahami bagaimana tampilan dan alur aplikasi atau website memengaruhi keputusan konsumen.

 

Kalau Tidak Jago Coding, Apakah Bisa Masuk Bisnis Digital?

Jawabannya bisa banget. Masuk jurusan Bisnis Digital tidak mensyaratkan kemampuan coding sejak awal. Kamu juga tidak harus sudah pernah belajar pemrograman waktu SMA.

Secara umum, jurusan Bisnis Digital terbuka untuk berbagai latar belakang, mulai dari:

 

  • Siswa SMA jurusan IPS
  • Siswa IPA yang tidak tertarik IT
  • Lulusan SMK non-RPL
  • Gap year yang belum pernah ngoding sama sekali

 

Kalaupun ada materi yang berkaitan dengan coding, semuanya dimulai dari dasar dan disesuaikan dengan konteks bisnis. Mahasiswa tidak akan langsung dihadapkan pada pembuatan program atau aplikasi yang rumit dan teknis.

Hal yang lebih diperhatikan justru:

 

  • minat pada dunia bisnis dan digital,
  • kemauan untuk belajar teknologi,
  • serta kemampuan berpikir logis dan adaptif.

 

Selama kamu mau belajar dan terbuka dengan hal baru, keterbatasan kemampuan coding bukan penghalang untuk kuliah di jurusan Bisnis Digital.

Pendekatan ini juga diterapkan di jurusan Bisnis Digital di Universitas Cakrawala. Saat mendaftar, tidak ada ketentuan harus bisa coding terlebih dahulu karena semua akan dipelajari lagi dari nol secara bertahap.

Program studi Bisnis Digital dirancang untuk meningkatkan kompetensi di bidang bisnis digital dengan menekankan penguasaan keterampilan dalam perencanaan, pengembangan, manajemen, analisis, hingga evaluasi bisnis. Kurikulumnya disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan industri dan berkomitmen menghadirkan solusi yang relevan dan aplikatif.

Di Universitas Cakrawala, mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek penting dalam Bisnis Digital, seperti:

 

  • Manajemen dan Kepemimpinan
  • Akuntansi dan Ekonomi Bisnis
  • Pemasaran dan Pemasaran Digital
  • Perilaku Konsumen
  • Startup dan Inovasi Produk
  • E-Bisnis, E-Commerce, dan Fintech
  • Bisnis Internasional
  • Pengembangan Komunitas Digital

 

Pendekatan ini membuat Bisnis Digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi digunakan untuk mengembangkan bisnis secara nyata.

Menariknya, Bisnis Digital bisa dipelajari oleh semua jurusan karena materinya praktis dan mudah dipahami, bahkan tanpa latar belakang teknologi. Ditambah lagi, peluang kerja remote cukup terbuka, serta adanya program penyaluran kerja ke lebih dari 1.000 mitra industri yang membantu memperluas peluang karier setelah lulus.

 

banner bisdig

 


 

Cek juga:

 

 


 

Skill yang Lebih Diprioritaskan Dibanding Coding

 

Apakah Bisnis Digital Ada Coding

Sumber: Freepik

 

Di jurusan Bisnis Digital, kemampuan coding bukan penilaian utama. Ada beberapa skill lain yang justru lebih penting dan lebih sering dipakai di dunia kerja.

 

  • Pemahaman bisnis dan strategi: Mahasiswa dilatih memahami cara kerja bisnis, mulai dari perencanaan, pengembangan, hingga pengambilan keputusan berbasis tujuan bisnis.
  • Digital marketing: Skill seperti pengelolaan media sosial, konten digital, SEO, dan iklan online jauh lebih relevan dibandingkan coding mendalam.
  • Analisis data dan perilaku konsumen: Mampu membaca data, memahami tren pasar, dan mengenali kebutuhan konsumen menjadi nilai tambah besar di dunia bisnis digital.
  • Problem solving dan critical thinking: Bisnis digital menuntut kemampuan menganalisis masalah dan mencari solusi yang tepat dengan memanfaatkan teknologi.
  • Komunikasi dan kolaborasi tim: Lulusan Bisnis Digital sering bekerja lintas divisi, termasuk dengan tim teknis, sehingga kemampuan komunikasi sangat dibutuhkan.
  • Adaptasi terhadap teknologi baru: Bukan soal bisa coding atau tidak, tapi seberapa cepat kamu bisa belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

 

Prospek Kerja Lulusan Bisnis Digital Tanpa Coding Mendalam

Lulusan Bisnis Digital banyak dibutuhkan di posisi strategis yang tidak menuntut kemampuan coding tingkat lanjut. Beberapa contohnya:

 

  • Digital Marketer: Bertanggung jawab menyusun dan menjalankan strategi pemasaran online melalui website, media sosial, dan iklan digital. Posisi ini banyak dibutuhkan di perusahaan seperti Tokopedia yang mengandalkan pemasaran digital untuk menjangkau pengguna.
  • Business Development: Berfokus pada pengembangan peluang bisnis, riset pasar, dan kerja sama strategis. Peran ini umum ditemui di perusahaan transportasi dan layanan digital seperti Gojek.
  • Product atau Project Coordinator: Menjadi penghubung antara tim bisnis dan tim teknis agar produk sesuai kebutuhan pengguna. Posisi ini banyak dijumpai di perusahaan teknologi dan startup seperti Traveloka.
  • Brand & Social Media Strategist: Mengelola citra brand dan strategi komunikasi di media sosial. Perusahaan FMCG dan brand besar seperti Unilever Indonesia sangat mengandalkan peran ini untuk membangun kedekatan dengan konsumen.
  • E-Commerce Specialist: Mengelola toko online, strategi penjualan, dan promosi di marketplace. Posisi ini banyak dibutuhkan oleh perusahaan ritel digital seperti Shopee Indonesia.
  • Startup Enthusiast / Entrepreneur: Banyak lulusan Bisnis Digital memilih membangun bisnis sendiri atau bergabung dengan ekosistem startup, seperti yang berkembang di perusahaan fintech dan digital services semacam Xendit.

 


 

Cek juga:

 

 


 

FAQ 

1. Apakah Bisnis Digital sama dengan Teknik Informatika?

Tidak sama.

 

  • Bisnis Digital berfokus pada strategi, pengelolaan, dan pengembangan bisnis berbasis teknologi.
  • Sementara itu, Teknik Informatika lebih menekankan pada pemrograman, algoritma, dan pengembangan sistem atau aplikasi.

 

Coding di Bisnis Digital bersifat dasar dan fungsional, bukan teknis mendalam.

 

2. Apakah mahasiswa Bisnis Digital harus membuat aplikasi atau software?

Tidak. Mahasiswa Bisnis Digital tidak dituntut untuk membuat aplikasi atau software dari nol.

Pembelajaran teknologi lebih diarahkan pada pemahaman cara kerja sistem digital, penggunaan platform, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung keputusan bisnis.

 

3. Kalau tidak suka coding, apakah Bisnis Digital tetap cocok?

Tetap cocok. Karena coding bukan fokus utama, mahasiswa yang tidak menyukai coding masih bisa berkembang dengan baik di Bisnis Digital.

Selama tertarik pada bisnis, pemasaran digital, dan strategi berbasis teknologi, jurusan ini tetap relevan dan realistis untuk dijalani.

 

Mulai Karier Bisnis Digital Tanpa Takut Coding di Universitas Cakrawala!

Coding di Bisnis Digital dipelajari sebatas dasar dan fungsional, tujuannya supaya kamu paham teknologi yang dipakai dalam bisnis, bukan untuk mencetak programmer.

Kalau kamu ingin memulai karier di dunia bisnis digital tanpa harus jago coding sejak awal, Jurusan Bisnis Digital di Universitas Cakrawala bisa jadi pilihan yang tepat. Program studinya dirancang agar mahasiswa mendapatkan berbagai keuntungan berikut:

 

  • Program penyaluran kerja ke 1.000+ mitra industri, membuka peluang karier bahkan sebelum lulus
  • Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman kerja bisa dibangun lebih awal
  • Kurikulum berbasis industri, disusun agar selalu relevan dengan kebutuhan dunia bisnis digital
  • Dosen praktisi berpengalaman, yang membagikan insight langsung dari dunia kerja nyata

 

Yuk, mulai langkahmu di dunia bisnis digital sekarang. Cari tahu lebih lanjut, konsultasi gratis, atau langsung daftar, dan jadi bagian dari generasi muda yang siap bersaing di era ekonomi digital Indonesia!

Banner Picture

Kategori:

School of Economics and Business

Cakrawala

Share

Penulis

Hasna Latifatunnisa

Hasna adalah Content Writer dengan lebih dari 4 tahun menulis konten SEO di bidang bisnis, keuangan, teknologi, dan karier. Terampil dalam merancang strategi SEO yang meningkatkan peringkat pencarian dan keterlibatan audiens, penulis ini juga ahli dalam riset kata kunci dan audit konten, memastikan informasi yang disajikan akurat dan relevan untuk pembaca.

Reviewer Expert

Dwi Winarno, S.E., M.B.A., CIFM

Dwi Winarno, S.E., M.B.A., CIFM adalah Kepala Program Studi Finance di Universitas Cakrawala, dengan pengalaman sebagai praktisi penasihat investasi di pasar modal sejak tahun 2017. Beliau menyelesaikan gelar Magister Manajemen (MBA) di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan saat ini sedang menempuh studi doktoral (Ph.D.) di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan fokus pada bidang finance. Dwi Winarno juga telah meraih berbagai prestasi di dunia pasar modal, di antaranya sebagai juara Indosat Stock Trading Competition 2017 dan CIMB ASEAN Stock Challenge 2016.

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.