Apa Saja Perbedaan Hukum Bisnis dan Hukum Dagang? Ini Jawabannya!

School of Law
Tayang 11 August 2026
Diperbarui 12 August 2026
Waktu Baca 7 minutes

Sudah Direview Oleh Ilham R. Wicaksono, S.H., M.H.

Ditulis oleh

Dita Feby Indriani

Kalau kamu lagi cari jurusan atau mulai tertarik dengan dunia hukum, istilah hukum bisnis dan hukum dagang mungkin bikin sedikit bingung.

Apakah keduanya sama? Atau sebenarnya beda bidang?

Keduanya memang berhubungan, tapi punya ruang lingkup dan fokus yang berbeda.

Yuk, kita bahas gimana perbedaannya dengan contoh kasus di industri! 

 

Key Takeaways

 

  • Hukum bisnis memiliki cakupan yang lebih luas, mulai dari perusahaan, kontrak, investasi, ketenagakerjaan, HKI, hingga bisnis digital.
  • Hukum dagang lebih berfokus pada aktivitas perdagangan dan transaksi komersial, seperti jual beli, pengangkutan, asuransi, dan hubungan dagang.
  • Buat kamu yang tertarik dengan perpaduan dunia hukum dan bisnis, program hukum di Cakrawala University menawarkan berbagai konsentrasi yang bisa dipilih sesuai minat dan tujuan kariermu.

 

Apa Perbedaan Hukum Bisnis dan Hukum Dagang?

 

Kalau dilihat sekilas, hukum bisnis dan hukum dagang memang terdengar mirip. Keduanya sama-sama membahas aturan dalam kegiatan usaha.

Hukum dagang lebih banyak berkaitan dengan aktivitas perdagangan, seperti jual beli, pengangkutan barang, asuransi, dan hubungan antar pelaku usaha.

Sedangkan, hukum bisnis nggak cuma membahas soal transaksi jual beli.

Cakupannya jauh lebih luas, mulai dari pendirian dan pengelolaan perusahaan, investasi, keuangan, ketenagakerjaan, perpajakan, sampai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Secara ringkas, perbedaannya bisa kamu cek di tabel berikut.

 

Bandingkan bidang hukum

Hukum Bisnis vs Hukum Dagang

Bandingkan cakupan ruang lingkup, fokus utama, sumber hukum, dan karakteristik keduanya.

Aspek Hukum Bisnis Hukum Dagang
Cakupan ruang lingkup Lebih luas, membahas berbagai aktivitas dalam menjalankan bisnis. Lebih spesifik pada kegiatan perdagangan.
Fokus utama Perusahaan, investasi, keuangan, tenaga kerja, pajak, HKI, dan aktivitas bisnis lainnya. Jual beli, pengangkutan, asuransi, dan transaksi perdagangan.
Sumber hukum utama Regulasi modern, UU sektoral (UU PT, UU Ketenagakerjaan, UU HAKI, UU Pajak). Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) dan Buku III KUHPerdata.
Karakteristik Lebih luas dan terus berkembang mengikuti dunia bisnis modern. Lebih tradisional dan erat dengan aktivitas perdagangan.

 

Nah, setelah tahu gambaran besarnya, sekarang kita bahas perbedaannya satu per satu supaya makin kebayang. 

1. Cakupan Ruang Lingkup

 

Kalau dilihat dari ruang lingkupnya, hukum bisnis punya cakupan yang lebih luas dibanding hukum dagang.

Hukum dagang lebih fokus pada kegiatan perdagangan, sedangkan hukum bisnis membahas hampir semua aktivitas yang berkaitan dengan jalannya sebuah bisnis.

Hukum dagang biasanya mencakup:

 

  • Jual beli barang atau jasa
  • Pengangkutan barang
  • Asuransi
  • Hubungan dagang antar pelaku usaha

 

Sementara hukum bisnis bisa mencakup:

 

  • Pendirian dan pengelolaan perusahaan
  • Investasi dan keuangan
  • Ketenagakerjaan
  • Perpajakan
  • Persaingan usaha
  • Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

 

2. Fokus Utama

 

Perbedaan berikutnya ada pada hal yang paling banyak dibahas.

Hukum dagang lebih fokus pada proses perdagangan dan transaksi, sedangkan hukum bisnis lebih fokus pada bagaimana sebuah bisnis berjalan secara keseluruhan.

Contohnya, hukum dagang banyak membahas:

 

  • Bagaimana transaksi jual beli dilakukan
  • Hak dan kewajiban penjual serta pembeli
  • Proses pengiriman barang
  • Risiko dalam transaksi perdagangan

 

Sementara hukum bisnis juga membahas hal-hal seperti:

 

  • Bagaimana perusahaan didirikan
  • Bagaimana perusahaan membuat kontrak
  • Bagaimana bisnis menerima investasi
  • Bagaimana perusahaan mengelola karyawan
  • Bagaimana merek atau produk bisnis dilindungi secara hukum

 


 

Cek juga:

 

 


 

3. Sumber Hukum Utama

 

Hukum dagang sangat erat dengan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) dan KUHPerdata.

Tapi, aturan perdagangan saat ini juga sudah berkembang dan tersebar dalam berbagai regulasi lainnya.

Beda dengan cakupan hukum bisnis yang lebih luas, sumber hukumnya juga lebih banyak. Misalnya aturan tentang:

 

  • Perseroan Terbatas (PT)
  • Investasi
  • Ketenagakerjaan
  • Perpajakan
  • Perlindungan konsumen
  • Persaingan usaha
  • Kekayaan intelektual

 

4. Karakteristik

 

Kalau dilihat dari karakteristiknya, hukum dagang lebih bersifat tradisional karena sejak awal berkembang untuk mengatur aktivitas perdagangan antara pelaku usaha.

Pembahasannya banyak berkaitan dengan:

 

  • Jual beli
  • Pengangkutan
  • Asuransi
  • Transaksi komersial

 

Sementara itu, hukum bisnis lebih dinamis dan terus berkembang mengikuti perubahan dunia usaha.

Misalnya, sekarang bisnis nggak cuma berbentuk toko atau perusahaan konvensional, tapi juga ada:

 

  • Startup
  • Fintech
  • E-commerce
  • Bisnis digital
  • Investasi venture capital

 

Praktiknya, hukum bisnis juga terus berkembang mengikuti perubahan dunia usaha.

Munculnya startup, fintech, investasi digital, dan berbagai aktivitas berbasis teknologi bikin persoalan hukum yang dihadapi perusahaan makin beragam.

Makanya, beberapa program studi hukum mulai menawarkan pembelajaran yang lebih spesifik.

Di S1 Ilmu Hukum Bisnis Cakrawala University, kamu bisa memilih beberapa konsentrasi berikut:

 

  • Cyber Law: Cocok buat kamu yang tertarik dengan dunia teknologi, keamanan data, kejahatan siber, dan berbagai persoalan hukum di ruang digital.
  • Startup & VC Law: Kalau kamu tertarik dengan dunia startup, investasi, bisnis, serta proses legal di balik pendanaan dan pengembangan perusahaan.
  • Fintech Law: Belajar tentang keuangan digital, seperti e-wallet, fintech, investasi online, hingga regulasi layanan keuangan berbasis teknologi.

 

Peluang magang dan kariernya juga luas. Kamu bisa punya pengalaman di law firm, startup, venture capital, perbankan dan fintech, hingga lembaga pemerintahan dan regulator.

 

jurusan ilmu hukum

 

Contoh Kasus Hukum Bisnis

 

Contoh Kasus Hukum Bisnis

Sumber: Magnific

 

Biar lebih gampang dipahami, bayangin ada sebuah startup makanan yang baru berkembang.

Awalnya bisnis ini cuma dijalankan oleh dua orang founder, lalu mereka mulai menerima investasi, merekrut karyawan, dan mendaftarkan merek produknya.

Nah, dari satu bisnis saja sudah muncul beberapa persoalan hukum, seperti:

 

  • Pendirian perusahaan: founder perlu menentukan bentuk badan usaha dan pembagian kepemilikan perusahaan.
  • Investasi: saat ada investor masuk, perlu ada perjanjian yang mengatur jumlah investasi, kepemilikan saham, hingga hak investor.
  • Ketenagakerjaan: ketika mulai merekrut karyawan, perusahaan perlu mengatur kontrak kerja, gaji, dan hak pekerja.
  • Kekayaan intelektual: nama brand, logo, atau produk perlu dilindungi agar tidak mudah digunakan pihak lain.
  • Kontrak bisnis: saat bekerja sama dengan supplier atau partner, perlu ada perjanjian yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Contoh Kasus Hukum Dagang

 

Sekarang bayangin ada perusahaan distributor minuman yang membeli 5.000 botol produk dari sebuah produsen untuk dijual kembali ke supermarket dan minimarket.

Dalam transaksi ini, ada beberapa hal yang masuk ke hukum dagang, seperti:

 

  • Perjanjian jual beli: mengatur jumlah barang, harga, cara pembayaran, dan waktu penyerahan.
  • Pengangkutan barang: mengatur siapa yang bertanggung jawab selama proses pengiriman.
  • Risiko kerusakan: menentukan siapa yang menanggung kerugian kalau barang rusak atau hilang di perjalanan.
  • Pembayaran: mengatur kewajiban pembeli dan konsekuensi jika pembayaran terlambat.
  • Asuransi: bisa digunakan untuk melindungi barang selama proses pengiriman.

 

Apa yang ingin kamu cari tahu selanjutnya?

Pilih tujuanmu agar kami bisa mengarahkanmu ke informasi yang paling relevan.

FAQ

1. Apakah hukum dagang masih berlaku di Indonesia?

 

Ya, hukum dagang masih berlaku di Indonesia. Aturannya tidak hanya berasal dari KUHD, tetapi juga KUHPerdata dan berbagai regulasi perdagangan lainnya.

2. Kalau mau jadi corporate lawyer, pilih hukum bisnis atau hukum dagang?

 

Hukum bisnis lebih relevan karena corporate lawyer banyak menangani perusahaan, kontrak, investasi, transaksi bisnis, dan kepatuhan hukum.

3. Apakah lulusan hukum bisnis hanya bisa jadi pengacara?

 

Tidak. Lulusannya juga bisa berkarier sebagai legal officer, in-house counsel, compliance officer, contract specialist, atau legal consultant.

 

Wujudkan Impian Jadi Sarjana Hukum Siap Kerja!

Jurusan Ilmu Hukum di Cakrawala University hadir dengan pendekatan yang berbeda dari fakultas hukum swasta lainnya.

Kamu tidak hanya belajar teori hukum seperti hukum perdata, hukum pidana, dan hukum internasional, tapi juga dibekali dengan mata kuliah relevan seperti hukum bisnis digital dan hukum teknologi.

Kenapa memilih jurusan Ilmu Hukum Cakrawala University?

 

  • Program Penyaluran Kerja: mahasiswa bisa meraih kesuksesan karier dengan fasilitas persiapan dan akses ke lebih dari 1000 perusahaan mitra. Dengan begitu, peluang karier terbuka lebar.
  • Magang Sejak Semester Pertama: kesempatan membangun pengalaman kerja nyata dan jaringan profesional sejak awal kuliah.
  • Kurikulum Berbasis Industri: materi selalu diperbarui mengikuti perkembangan hukum dan kebutuhan industri modern.
  • Dosen Praktisi: belajar dari tenaga pengajar yang sudah bertahun-tahun berkecimpung di dunia hukum.

 

Jadi, kalau kamu ingin kuliah hukum dengan bekal nyata untuk masa depan, Cakrawala University adalah jawabannya.

Yuk, mulai langkah pertama menuju karier cemerlangmu. Konsultasi gratis atau langsung daftar sekarang di kampus siap kerja ini!

Banner Picture

Kategori:

School of Law

Cakrawala

Share

Penulis

Dita Feby Indriani

Dita adalah SEO Content Writer yang berfokus pada topik pendidikan dan karier. Selama lebih dari 3 tahun, ia menulis berbagai artikel yang membantu siswa dan calon mahasiswa memahami pilihan jurusan, jalur masuk kuliah, serta prospek karier. Dalam setiap tulisannya, Dita mengutamakan riset yang akurat dan penyajian informasi yang jelas agar mudah dipahami pembaca.

Reviewer Expert

Ilham R. Wicaksono, S.H., M.H.

Ilham Rahmadi Wicaksono, S.H., M.H. adalah Kaprodi Hukum Cakrawala University serta lulusan Sarjana dan Magister Hukum Universitas Indonesia. Ia berpengalaman dalam bidang industrial relations, contract and legal document review, employment law, regulatory compliance, serta dispute resolution di berbagai sektor industri. Pengalaman tersebut mendukung pengembangan pembelajaran Hukum Bisnis yang relevan dengan kebutuhan perusahaan dan dunia kerja.

Artikel Lainnya
Logo Cakrawala Black

Cakrawala University – Sudirman Campus

The Landmark Center, Jl. Jenderal Sudirman No.Kav 1 Lantai 9, RT.3/RW.3, Setia Budi, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12910

Cakrawala University – Kemang Campus

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.