Kalau kamu lagi cari jurusan atau mulai tertarik dengan dunia hukum, istilah hukum bisnis dan hukum dagang mungkin bikin sedikit bingung.
Apakah keduanya sama? Atau sebenarnya beda bidang?
Keduanya memang berhubungan, tapi punya ruang lingkup dan fokus yang berbeda.
Yuk, kita bahas gimana perbedaannya dengan contoh kasus di industri!
Key Takeaways
- Hukum bisnis memiliki cakupan yang lebih luas, mulai dari perusahaan, kontrak, investasi, ketenagakerjaan, HKI, hingga bisnis digital.
- Hukum dagang lebih berfokus pada aktivitas perdagangan dan transaksi komersial, seperti jual beli, pengangkutan, asuransi, dan hubungan dagang.
- Buat kamu yang tertarik dengan perpaduan dunia hukum dan bisnis, program hukum di Cakrawala University menawarkan berbagai konsentrasi yang bisa dipilih sesuai minat dan tujuan kariermu.
Apa Perbedaan Hukum Bisnis dan Hukum Dagang?
Kalau dilihat sekilas, hukum bisnis dan hukum dagang memang terdengar mirip. Keduanya sama-sama membahas aturan dalam kegiatan usaha.
Hukum dagang lebih banyak berkaitan dengan aktivitas perdagangan, seperti jual beli, pengangkutan barang, asuransi, dan hubungan antar pelaku usaha.
Sedangkan, hukum bisnis nggak cuma membahas soal transaksi jual beli.
Cakupannya jauh lebih luas, mulai dari pendirian dan pengelolaan perusahaan, investasi, keuangan, ketenagakerjaan, perpajakan, sampai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Secara ringkas, perbedaannya bisa kamu cek di tabel berikut.
Nah, setelah tahu gambaran besarnya, sekarang kita bahas perbedaannya satu per satu supaya makin kebayang.
1. Cakupan Ruang Lingkup
Kalau dilihat dari ruang lingkupnya, hukum bisnis punya cakupan yang lebih luas dibanding hukum dagang.
Hukum dagang lebih fokus pada kegiatan perdagangan, sedangkan hukum bisnis membahas hampir semua aktivitas yang berkaitan dengan jalannya sebuah bisnis.
Hukum dagang biasanya mencakup:
- Jual beli barang atau jasa
- Pengangkutan barang
- Asuransi
- Hubungan dagang antar pelaku usaha
Sementara hukum bisnis bisa mencakup:
- Pendirian dan pengelolaan perusahaan
- Investasi dan keuangan
- Ketenagakerjaan
- Perpajakan
- Persaingan usaha
- Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
2. Fokus Utama
Perbedaan berikutnya ada pada hal yang paling banyak dibahas.
Hukum dagang lebih fokus pada proses perdagangan dan transaksi, sedangkan hukum bisnis lebih fokus pada bagaimana sebuah bisnis berjalan secara keseluruhan.
Contohnya, hukum dagang banyak membahas:
- Bagaimana transaksi jual beli dilakukan
- Hak dan kewajiban penjual serta pembeli
- Proses pengiriman barang
- Risiko dalam transaksi perdagangan
Sementara hukum bisnis juga membahas hal-hal seperti:
- Bagaimana perusahaan didirikan
- Bagaimana perusahaan membuat kontrak
- Bagaimana bisnis menerima investasi
- Bagaimana perusahaan mengelola karyawan
- Bagaimana merek atau produk bisnis dilindungi secara hukum
Cek juga:
- Jurusan Hukum Bisnis Kerja Apa? Simak Gaji Lulusannya!
- 13 Universitas Jurusan Hukum Bisnis di Indonesia
3. Sumber Hukum Utama
Hukum dagang sangat erat dengan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) dan KUHPerdata.
Tapi, aturan perdagangan saat ini juga sudah berkembang dan tersebar dalam berbagai regulasi lainnya.
Beda dengan cakupan hukum bisnis yang lebih luas, sumber hukumnya juga lebih banyak. Misalnya aturan tentang:
- Perseroan Terbatas (PT)
- Investasi
- Ketenagakerjaan
- Perpajakan
- Perlindungan konsumen
- Persaingan usaha
- Kekayaan intelektual
4. Karakteristik
Kalau dilihat dari karakteristiknya, hukum dagang lebih bersifat tradisional karena sejak awal berkembang untuk mengatur aktivitas perdagangan antara pelaku usaha.
Pembahasannya banyak berkaitan dengan:
- Jual beli
- Pengangkutan
- Asuransi
- Transaksi komersial
Sementara itu, hukum bisnis lebih dinamis dan terus berkembang mengikuti perubahan dunia usaha.
Misalnya, sekarang bisnis nggak cuma berbentuk toko atau perusahaan konvensional, tapi juga ada:
- Startup
- Fintech
- E-commerce
- Bisnis digital
- Investasi venture capital
Praktiknya, hukum bisnis juga terus berkembang mengikuti perubahan dunia usaha.
Munculnya startup, fintech, investasi digital, dan berbagai aktivitas berbasis teknologi bikin persoalan hukum yang dihadapi perusahaan makin beragam.
Makanya, beberapa program studi hukum mulai menawarkan pembelajaran yang lebih spesifik.
Di S1 Ilmu Hukum Bisnis Cakrawala University, kamu bisa memilih beberapa konsentrasi berikut:
- Cyber Law: Cocok buat kamu yang tertarik dengan dunia teknologi, keamanan data, kejahatan siber, dan berbagai persoalan hukum di ruang digital.
- Startup & VC Law: Kalau kamu tertarik dengan dunia startup, investasi, bisnis, serta proses legal di balik pendanaan dan pengembangan perusahaan.
- Fintech Law: Belajar tentang keuangan digital, seperti e-wallet, fintech, investasi online, hingga regulasi layanan keuangan berbasis teknologi.
Peluang magang dan kariernya juga luas. Kamu bisa punya pengalaman di law firm, startup, venture capital, perbankan dan fintech, hingga lembaga pemerintahan dan regulator.

Contoh Kasus Hukum Bisnis

Sumber: Magnific
Biar lebih gampang dipahami, bayangin ada sebuah startup makanan yang baru berkembang.
Awalnya bisnis ini cuma dijalankan oleh dua orang founder, lalu mereka mulai menerima investasi, merekrut karyawan, dan mendaftarkan merek produknya.
Nah, dari satu bisnis saja sudah muncul beberapa persoalan hukum, seperti:
- Pendirian perusahaan: founder perlu menentukan bentuk badan usaha dan pembagian kepemilikan perusahaan.
- Investasi: saat ada investor masuk, perlu ada perjanjian yang mengatur jumlah investasi, kepemilikan saham, hingga hak investor.
- Ketenagakerjaan: ketika mulai merekrut karyawan, perusahaan perlu mengatur kontrak kerja, gaji, dan hak pekerja.
- Kekayaan intelektual: nama brand, logo, atau produk perlu dilindungi agar tidak mudah digunakan pihak lain.
- Kontrak bisnis: saat bekerja sama dengan supplier atau partner, perlu ada perjanjian yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak.
Cek juga:
- Jurusan Kuliah Wajib Kalau Kamu Mau Jadi Jaksa
- 12 Fakultas Hukum Swasta Terbaik di Indonesia!
- S1 Jurusan Ilmu Hukum
Contoh Kasus Hukum Dagang
Sekarang bayangin ada perusahaan distributor minuman yang membeli 5.000 botol produk dari sebuah produsen untuk dijual kembali ke supermarket dan minimarket.
Dalam transaksi ini, ada beberapa hal yang masuk ke hukum dagang, seperti:
- Perjanjian jual beli: mengatur jumlah barang, harga, cara pembayaran, dan waktu penyerahan.
- Pengangkutan barang: mengatur siapa yang bertanggung jawab selama proses pengiriman.
- Risiko kerusakan: menentukan siapa yang menanggung kerugian kalau barang rusak atau hilang di perjalanan.
- Pembayaran: mengatur kewajiban pembeli dan konsekuensi jika pembayaran terlambat.
- Asuransi: bisa digunakan untuk melindungi barang selama proses pengiriman.
FAQ
1. Apakah hukum dagang masih berlaku di Indonesia?
Ya, hukum dagang masih berlaku di Indonesia. Aturannya tidak hanya berasal dari KUHD, tetapi juga KUHPerdata dan berbagai regulasi perdagangan lainnya.
2. Kalau mau jadi corporate lawyer, pilih hukum bisnis atau hukum dagang?
Hukum bisnis lebih relevan karena corporate lawyer banyak menangani perusahaan, kontrak, investasi, transaksi bisnis, dan kepatuhan hukum.
3. Apakah lulusan hukum bisnis hanya bisa jadi pengacara?
Tidak. Lulusannya juga bisa berkarier sebagai legal officer, in-house counsel, compliance officer, contract specialist, atau legal consultant.
Wujudkan Impian Jadi Sarjana Hukum Siap Kerja!
Jurusan Ilmu Hukum di Cakrawala University hadir dengan pendekatan yang berbeda dari fakultas hukum swasta lainnya.
Kamu tidak hanya belajar teori hukum seperti hukum perdata, hukum pidana, dan hukum internasional, tapi juga dibekali dengan mata kuliah relevan seperti hukum bisnis digital dan hukum teknologi.
Kenapa memilih jurusan Ilmu Hukum Cakrawala University?
- Program Penyaluran Kerja: mahasiswa bisa meraih kesuksesan karier dengan fasilitas persiapan dan akses ke lebih dari 1000 perusahaan mitra. Dengan begitu, peluang karier terbuka lebar.
- Magang Sejak Semester Pertama: kesempatan membangun pengalaman kerja nyata dan jaringan profesional sejak awal kuliah.
- Kurikulum Berbasis Industri: materi selalu diperbarui mengikuti perkembangan hukum dan kebutuhan industri modern.
- Dosen Praktisi: belajar dari tenaga pengajar yang sudah bertahun-tahun berkecimpung di dunia hukum.
Jadi, kalau kamu ingin kuliah hukum dengan bekal nyata untuk masa depan, Cakrawala University adalah jawabannya.
Yuk, mulai langkah pertama menuju karier cemerlangmu. Konsultasi gratis atau langsung daftar sekarang di kampus siap kerja ini!