Kalau kamu tertarik masuk jurusan Pertanian, memahami mata pelajaran pendukung yang tepat bisa jadi langkah awal untuk lebih siap menghadapi dunia perkuliahan.
Lalu, apa saja mata pelajaran atau mapel pendukung jurusan Pertanian yang perlu kamu kuasai?
Yuk, cari tahu mapel yang relevan dan alasan kenapa pelajaran tersebut penting dikuasai dalam artikel ini!
Key Takeaways
- Mapel pendukung utama jurusan Pertanian adalah Biologi. Tapi, ada beberapa mata pelajaran tambahan lainnya yang sebaiknya dikuasai, seperti Kimia, Matematika, Geografi, dan Fisika.
- Jurusan Pertanian cocok buat kamu yang tertarik dengan tanaman, lingkungan, dan teknologi pertanian.
- Kuliah di Cakrawala University bisa bantu kamu mempersiapkan skill dengan lebih matang lewat pembelajaran berbasis industri, pengerjaan proyek nyata, hingga kesempatan magang sejak semester awal di perusahaan ternama.
Apa Mapel Pendukung Jurusan Pertanian?

Sumber: Magnific
Mapel pendukung utama jurusan Pertanian pada SNBP dalam Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013 adalah Biologi.
Tapi, ada beberapa mapel lain yang sebaiknya kamu kuasai supaya lebih gampang mengikuti materi saat kuliah nanti, seperti Kimia, Matematika, Geografi, dan Fisika.
Lalu, apa hubungan mapel-mapel tersebut dengan jurusan Pertanian? Berikut penjelasannya!
1. Biologi
Biologi jadi mapel pendukung utama jurusan Pertanian.
Kenapa Biologi penting untuk jurusan Pertanian?
Soalnya, pas kuliah nanti kamu bakal banyak mempelajari tanaman, hewan, mikroorganisme, dan lingkungan yang berkaitan langsung dengan kegiatan pertanian.
Makanya, dasar Biologi bakal membantumu memahami berbagai proses kehidupan yang terjadi pada tanaman maupun hewan.
Biologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari makhluk hidup, mulai dari struktur, fungsi, pertumbuhan, perkembangan, hingga interaksinya dengan lingkungan.
Beberapa bidang atau mata kuliah yang berkaitan dengan Biologi di jurusan Pertanian, antara lain:
- Botani: Mempelajari berbagai jenis tumbuhan, struktur, klasifikasi, dan karakteristiknya.
- Zoologi: Membahas berbagai jenis hewan serta karakteristik dan perannya dalam ekosistem pertanian.
- Mikrobiologi: Mempelajari mikroorganisme yang berperan dalam tanah, tanaman, pupuk hayati, hingga proses pertanian.
- Ekologi: Mempelajari hubungan antara tanaman, hewan, mikroorganisme, dan lingkungan dalam suatu ekosistem.
- Fisiologi: Membahas berbagai proses kehidupan tanaman, seperti fotosintesis, respirasi, pertumbuhan, dan penyerapan air.
- Genetika: Mempelajari pewarisan sifat dan variasi genetik yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan tanaman.
2. Kimia
Nggak cuma mata pelajaran pendukung utama aja, di jurusan Pertanian juga ada materi tambahan yang sebaiknya kamu kuasai, seperti halnya Kimia.
Kimia sendiri adalah ilmu yang mempelajari sifat, struktur, komposisi, dan perubahan suatu zat melalui berbagai reaksi kimia.
Di jurusan Pertanian, Kimia berkaitan dengan tanah, air, pupuk, unsur hara, nutrisi tanaman dan hewan, hingga hasil pertanian.
Nah, kalau memahami konsep Kimia, kamu bakal lebih mudah mempelajari bagaimana unsur hara diserap tanaman hingga bagaimana kualitas hasil pertanian dapat dianalisis.
Berikut beberapa mata kuliah di jurusan Pertanian yang berkaitan dengan Kimia:
- Kimia Tanah: Mempelajari sifat kimia tanah, unsur hara, tingkat keasaman tanah, serta berbagai reaksi kimia di dalam tanah.
- Nutrisi Tanaman dan Hewan: Membahas berbagai zat dan unsur yang dibutuhkan tanaman maupun hewan untuk tumbuh dan berkembang.
- Analisis Produk Pertanian: Mempelajari cara menganalisis kandungan dan kualitas produk pertanian, seperti kadar air, protein, lemak, dan komponen lainnya.
- Biokimia: Mempelajari proses kimia yang terjadi di dalam organisme, termasuk metabolisme dan pembentukan berbagai senyawa penting.
Cek Juga:
- 10 Jurusan yang Berhubungan dengan Pertanian & Prospeknya
- Mau Masuk Jurusan Pertanian? Cek Cocok untuk Anak IPA atau IPS?
- Jurusan Ilmu Lingkungan: Info Kuliah Hingga Prospek Kerja
3. Matematika
Matematika juga jadi mapel pendukung tambahan di jurusan Pertanian, lo.
Kalau kuliah di jurusan Pertanian, Matematika bisa dipakai untuk menghitung luas lahan, kebutuhan pupuk, kebutuhan air, hasil produksi, hingga mengolah data penelitian.
Nah, Matematika sendiri adalah ilmu yang berkaitan dengan angka, pola, pengukuran, perhitungan, dan pemecahan masalah.
Di bawah ini sejumlah mata kuliah yang berkaitan dengan Matematika di jurusan Pertanian:
- Statistika: Mempelajari cara mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data penelitian pertanian.
- Kalkulus: Membahas konsep limit, turunan, integral, dan penerapannya dalam berbagai perhitungan.
- Geometri: Berkaitan dengan bentuk, ukuran, luas, volume, dan pengukuran yang dapat diterapkan dalam analisis lahan dan berbagai kebutuhan pertanian.
4. Geografi
Geografi jadi mata pelajaran pendukung jurusan Pertanian di rumpun Soshum (Sosial Humaniora).
Geografi adalah ilmu yang mempelajari karakteristik wilayah, lingkungan, iklim, kondisi permukaan bumi, serta hubungan manusia dengan lingkungannya.
Pengetahuan Geografi bakal membantumu memahami kondisi lahan, iklim, tata guna lahan, topografi, dan karakteristik wilayah yang berkaitan dengan kegiatan pertanian.
Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah menganalisis kondisi suatu wilayah dan menentukan pengelolaan lahan yang sesuai.
Apa saja bidang atau mata kuliah yang berhubungan dengan Geografi di jurusan Pertanian?
- Klimatologi: Mempelajari kondisi dan perubahan iklim serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.
- Tata Guna Lahan: Membahas pemanfaatan lahan sesuai dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan wilayah.
- Sistem Informasi Geografis (SIG): Mempelajari pemanfaatan data dan peta digital untuk menganalisis kondisi, persebaran, dan penggunaan lahan pertanian.
- Hidrologi: Mempelajari air, siklusnya, serta ketersediaan dan pergerakannya yang berkaitan dengan kebutuhan pertanian.
5. Fisika
Terakhir, ada Fisika yang juga jadi mapel pendukung tambahan jurusan Pertanian, terutama karena pertanian modern banyak memanfaatkan alat, mesin, dan teknologi.
Fisika adalah ilmu yang mempelajari materi, energi, gerak, gaya, serta berbagai fenomena alam.
Konsep Fisika bisa diterapkan pada irigasi, mekanisasi pertanian, pengelolaan air, energi, hingga penggunaan berbagai alat dan teknologi pertanian.
Mata kuliah yang berkaitan dengan Fisika di jurusan Pertanian, antara lain:
- Mekanika: Mempelajari gerak, gaya, dan energi yang dapat diterapkan pada alat serta mesin pertanian.
- Termodinamika: Membahas hubungan antara panas, energi, dan perubahan sistem yang dapat diterapkan dalam berbagai proses pertanian.
- Hidrologi: Mempelajari pergerakan dan ketersediaan air yang penting untuk irigasi serta pengelolaan lahan.
- Mekanisasi Pertanian: Membahas penggunaan mesin dan peralatan untuk membantu berbagai kegiatan pertanian.
Apa Saja Skill yang Dibutuhkan di Jurusan Pertanian?
Kuliah di jurusan Pertanian nggak cuma butuh pemahaman tentang tanaman dan lingkungan saja.
Kamu juga perlu menguasai berbagai hard skill yang berkaitan dengan ilmu pertanian, sekaligus soft skill untuk mendukung kegiatan praktikum, penelitian, dan pekerjaan nantinya:
Hard Skill
- Budidaya tanaman: Memahami proses penanaman, perawatan, hingga pemanenan tanaman.
- Analisis tanah: Mampu memahami kondisi tanah, unsur hara, tingkat kesuburan, dan kebutuhan pemupukan.
- Pengelolaan lahan: Memahami cara mengelola dan memanfaatkan lahan sesuai karakteristiknya.
- Analisis data: Mampu mengolah dan membaca data hasil penelitian atau kegiatan pertanian.
- Penggunaan teknologi pertanian: Memahami penggunaan alat, mesin, maupun teknologi digital yang mendukung kegiatan pertanian.
- Penelitian: Mampu melakukan pengamatan, percobaan, pengumpulan data, hingga menyusun hasil penelitian.
Soft Skill
- Berpikir kritis: Mampu menganalisis masalah dan mencari solusi berdasarkan data dan kondisi di lapangan.
- Problem solving: Terampil menemukan solusi ketika menghadapi kendala dalam kegiatan pertanian.
- Komunikasi: Mampu menyampaikan hasil pengamatan, penelitian, atau ide dengan jelas.
- Kerja sama tim: Mampu bekerja bersama tim saat melakukan praktikum, penelitian, maupun proyek pertanian.
- Ketelitian: Dibutuhkan saat melakukan pengamatan, pengukuran, pencatatan, dan analisis data.
- Manajemen waktu: Membantu mengatur berbagai kegiatan, mulai dari praktikum hingga penelitian.
Cek Juga:
- 10 Jurusan yang Berhubungan dengan Tanaman & Prospeknya
- Apakah Jurusan Pertanian Susah Cari Kerja? Ini Faktanya!
- 13 Rekomendasi Universitas dengan Jurusan Ilmu Lingkungan
Apa Saja Tips Mempersiapkan Diri Kuliah di Jurusan Pertanian?
Gimana, sudah memantapkan diri untuk kuliah di jurusan Pertanian?
Kalau iya, ada sejumlah tips yang bisa kamu terapkan supaya nantinya bisa mengikuti perkuliahan dengan lebih lancar:
- Perkuat dasar Biologi: Pahami materi tentang tumbuhan, ekosistem, genetika, dan mikroorganisme sebagai bekal mengikuti materi perkuliahan.
- Pelajari Kimia dasar: Kenali konsep unsur, senyawa, reaksi kimia, dan pH yang nantinya berkaitan dengan tanah serta nutrisi tanaman.
- Biasakan membaca dan mengolah data: Kemampuan ini bakal membantu saat mengerjakan praktikum, penelitian, dan tugas kuliah.
- Mulai kenali teknologi pertanian: Cari tahu tentang teknologi, seperti sistem irigasi, mekanisasi, pertanian modern, dan teknologi digital di bidang pertanian.
- Latih kemampuan observasi: Biasakan mengamati lingkungan dan mencatat hal-hal yang kamu temukan karena pengamatan jadi bagian penting dalam kegiatan pertanian.
- Ikut kegiatan atau proyek sederhana: Kamu bisa mencoba berkebun, membuat hidroponik, atau mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan pertanian.
- Kembangkan soft skill: Kemampuan komunikasi, kerja sama tim, berpikir kritis, dan problem solving juga bakal banyak digunakan selama kuliah.
FAQ
1. Apakah jurusan Pertanian sulit?
Jurusan Pertanian bisa terasa menantang karena kamu bakal mempelajari berbagai bidang, mulai dari Biologi, Kimia, tanah, tanaman, hingga teknologi pertanian.
Tapi, kalau kamu tertarik dengan dunia pertanian dan terbiasa belajar teori sekaligus praktik, materi kuliahnya bisa lebih mudah diikuti.
2. Berapa gaji S1 Pertanian?
Gaji lulusan S1 Pertanian umumnya berada di kisaran Rp4 juta–Rp10 juta per bulan untuk posisi awal, tergantung pengalaman, bidang pekerjaan, lokasi, dan perusahaan.
Seiring bertambahnya pengalaman dan tanggung jawab, penghasilan juga bisa meningkat.
3. Apa prospek karier jurusan Pertanian?
Prospek karier lulusan Pertanian cukup beragam.
Kamu bisa berkarier sebagai Agronom, Konsultan Pertanian, Peneliti, Staf Perkebunan, Quality Control (QC), dan Penyuluh Pertanian.
Kamu juga bisa berkarier sebagai Wirausaha di bidang Agribisnis. Pilihannya bisa disesuaikan dengan minat dan bidang yang mau ditekuni.
Kuliah Nggak Cuma Belajar, Saatnya Bangun Portofolio Nyata di Cakrawala University!
Itulah beberapa mata pelajaran atau mapel pendukung jurusan Pertanian yang sebaiknya kamu pahami.
Mengetahui mapel yang relevan emang penting, tapi jangan lupa untuk terus mengasah skill-mu, ya.
Pasalnya, kemampuan yang kamu punya juga bakal jadi bekal penting saat masuk dunia kerja nanti.
Nah, kalau mau kuliah di kampus yang bisa mempersiapkan skill-mu lebih matang lewat pembelajaran berbasis proyek nyata, Cakrawala University jawabannya!
Di Cakrawala University, kamu bisa mendapatkan banyak fasilitas untuk mendukung karier sejak masih kuliah:
- Program penyaluran kerja: Terhubung dengan 1.000+ perusahaan mitra.
- Magang sejak semester awal: Kamu bisa mengasah kemampuan sejak awal dan mempersiapkan portofolio agar lebih maksimal.
- Skema 3 tahun kuliah + 1 tahun praktik: Lebih siap terjun ke dunia profesional setelah lulus lewat kurikulum berbasis industri.
- Sistem pembelajaran e-learning: Terintegrasi langsung dengan konten dan materi, serta didukung oleh teknologi modern.
- Dosen praktisi profesional: Belajar langsung dari tenaga pengajar yang ahli di bidangnya.
Siap kuliah sambil membangun bekal untuk dunia kerja? Yuk, gabung dengan Cakrawala University. Daftar sekarang dan konsultasikan rencana studimu bersama tim admisi kami!