10 Jurusan yang Berhubungan dengan Pertanian & Prospeknya

School of Engineering
Tayang 19 August 2026
Diperbarui 19 August 2026
Waktu Baca 8 minutes

Sudah Direview Oleh Charis R. Permady, S.T., M.engSc.

Ditulis oleh

Dita Feby Indriani

Kalau kamu tertarik dengan dunia pertanian, pilihan jurusannya ternyata nggak cuma Agroteknologi atau Agribisnis.

Ada banyak jurusan yang masih berhubungan erat dengan pertanian, mulai dari tanaman, tanah, pangan, teknologi, sampai lingkungan.

Masing-masing punya fokus belajar dan prospek kerja yang berbeda, jadi penting buat tahu mana yang paling sesuai dengan minatmu.

Yuk, kenali pilihan jurusan yang berhubungan dengan pertanian sebelum menentukan kuliah! 

 

Key Takeaways

 

  • Jurusan yang berhubungan dengan pertanian cukup luas. Pilihannya mencakup Agroteknologi, Agribisnis, Teknik Lingkungan, Ilmu Tanah, dan Bioteknologi. 
  • Pilih jurusan sesuai minat dan karier. Bedakan dulu apakah kamu lebih tertarik pada budidaya, bisnis, teknologi, pangan, atau lingkungan.
  • Kalau tertarik isu lingkungan modern, Teknik Lingkungan & Rekayasa Berkelanjutan Cakrawala University menawarkan kurikulum berbasis industri, dosen prakisi, dan kesempatan magang sejak awal semester. 

 

Apa Saja Jurusan yang Berhubungan dengan Pertanian?

 

Apa Saja Jurusan yang Berhubungan dengan Pertanian

Sumber: Magnific

 

Jurusan yang berhubungan dengan pertanian mencakup banyak bidang, mulai dari budidaya tanaman, bisnis, teknologi, pangan, hingga lingkungan.

Berikut beberapa pilihan jurusan yang bisa kamu pertimbangkan sesuai minat dan rencana kariermu.

 

1. Agroteknologi

Pernah kepikiran kenapa hasil panen di satu lahan bisa bagus, sementara di tempat lain justru gampang kena hama atau pertumbuhannya kurang maksimal?

Hal-hal seperti ini banyak dibahas di Agroteknologi.

Kamu akan belajar tentang tanaman, kondisi tanah, benih, pupuk, sampai cara mengendalikan hama dan penyakit supaya proses budidaya bisa berjalan lebih efektif.

Ilmunya juga dekat dengan kebutuhan perusahaan di sektor pertanian, seperti perusahaan benih, pupuk, perkebunan, hingga agritech.

Mata kuliah yang sesuai:

 

  • Dasar-dasar agronomi
  • Fisiologi tumbuhan
  • Kesuburan tanah dan pemupukan
  • Teknologi benih
  • Pemuliaan tanaman
  • Penyakit tumbuhan
  • Teknologi budidaya tanaman

 

Setelah lulus, kamu bisa berkarier sebagai agronomist, staf perkebunan, peneliti pertanian, penyuluh pertanian, hingga tenaga teknis di perusahaan benih atau pupuk.

Peluangnya bisa ditemukan di perusahaan yang bergerak di industri pertanian seperti Pupuk Indonesia, East-West Seed Indonesia, Bayer, atau perusahaan perkebunan.

 

2. Agribisnis

Hasil pertanian nggak langsung sampai ke konsumen setelah dipanen.

Ada proses pembelian, pengolahan, distribusi, pemasaran, sampai penentuan harga yang membuat sebuah komoditas punya nilai ekonomi.

Nah, bagian bisnis dari dunia pertanian inilah yang banyak dipelajari di Agribisnis.

Jadi, jurusan ini cocok kalau kamu tertarik dengan sektor pertanian, tetapi lebih enjoy membahas bisnis, manajemen, dan rantai pasok daripada fokus pada cara menanam.

Mata kuliah yang sesuai:

 

  • Pengantar ilmu pertanian
  • Ekonomi pertanian
  • Pemasaran agribisnis
  • Manajemen rantai pasok
  • Ekonomi produksi pertanian
  • Perdagangan komoditas pertanian
  • Studi kelayakan bisnis

 

Pilihan karier lulusan Agribisnis cukup beragam karena hampir semua produk pertanian membutuhkan orang yang mengerti sisi bisnisnya.

Peluang kerjanya bisa ada di perusahaan seperti Wilmar, Japfa, Charoen Pokphand, perusahaan FMCG, perusahaan komoditas, hingga startup agritech.

 

3. Agronomi

Kalau perhatianmu lebih tertuju pada bagaimana tanaman tumbuh dan bagaimana hasil produksinya bisa ditingkatkan, Agronomi bisa jadi jurusan yang menarik.

Bidang ini mempelajari tanaman secara lebih mendalam, mulai dari pertumbuhan, kondisi lingkungan, benih, sampai pengembangan varietas yang punya karakter tertentu.

Karena itu, Agronomi punya peran penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman pangan, hortikultura, maupun perkebunan.

Mata kuliah yang sesuai:

 

  • Fisiologi tanaman
  • Ekologi tanaman
  • Genetika tanaman
  • Teknologi benih
  • Produksi tanaman
  • Budidaya tanaman hortikultura

 

Lulusan Agronomi bisa bekerja sebagai agronomist, crop specialist, seed specialist, plant breeder, plantation officer, hingga peneliti tanaman.

Karier tersebut bisa ditemukan di perusahaan benih seperti East-West Seed Indonesia, perusahaan perkebunan, perusahaan pertanian, ataupun lembaga riset.

 


 

Cek juga:

 

 


 

4. Teknik Lingkungan

Pertanian bukan cuma soal menghasilkan panen, tapi juga gimana tanah, air, dan lingkungan tetap terjaga selama proses produksi berlangsung.

Di sinilah Teknik Lingkungan punya kaitan yang cukup dekat dengan sektor pertanian.

Kamu akan banyak belajar tentang pengelolaan air, pencemaran tanah, limbah, sampai sistem yang bisa membuat kegiatan industri lebih berkelanjutan.

Mata kuliah yang sesuai:

 

  • Kimia lingkungan
  • Mikrobiologi lingkungan
  • Pengolahan air limbah
  • Pengelolaan limbah padat
  • Pencemaran tanah
  • Sistem manajemen lingkungan

 

Selama kuliah di Jurusan Teknik Lingkungan & Rekayasa Berkelanjutan Cakrawala University, kamu bakal dibekali skill-set yang dibutuhkan untuk sukses di karier Teknik Lingkungan, seperti:

 

  • Problem-solving dan analisis lingkungan
  • Penggunaan tools atau software lingkungan (AutoCAD, MATLAB, EPANET)
  • AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan audit lingkungan
  • Pelaporan ESG (Environmental, Social, and Governance)
  • Pemodelan dan simulasi sistem lingkungan

 

Kurikulumnya berbasis industri, jadi mahasiswa nggak cuma belajar teori, tapi juga langsung praktik lewat proyek bahkan riset terapan.

Dosen-dosennya juga berasal dari praktisi dengan latar belakang profesional di bidang lingkungan, energi, dan sustainability.

Selain itu, ada juga peluang magang sejak semester pertama. Kamu bisa magang di di berbagai sektor, seperti sektor industri & energi, korporat & keberlanjutan (sustainability), serta konsultasi & pemerintahan/NGO.

Kampus juga aktif membantu penyaluran kerja melalui 1000+ mitra industri. Jadi, setelah lulus, kesempatan buat langsung kerja di bidang lingkungan terbuka luas!

 

Banner Teknik Lingkungan

 

5. Ilmu Tanah

Tanaman yang bagus nggak cuma bergantung pada bibit. Kondisi tanah juga punya pengaruh besar terhadap pertumbuhan dan hasil panen.

Karena itu, Ilmu Tanah menjadi salah satu jurusan yang erat banget dengan pertanian.

Kamu akan belajar karakteristik tanah, unsur hara, kesuburan, penggunaan lahan, sampai cara menjaga kualitas tanah supaya tetap produktif dalam jangka panjang.

Mata kuliah yang dipelajari:

 

  • Kimia tanah
  • Fisika tanah
  • Biologi tanah
  • Pupuk dan pemupukan
  • Konservasi tanah dan air
  • Survei dan evaluasi lahan

 

Prospek kerja lulusan Ilmu Tanah bisa mengarah ke posisi seperti land surveyor, land management specialist, konsultan pertanian, analis tanah, hingga staf riset dan pengembangan.

Keahlian ini dibutuhkan di perusahaan perkebunan, perusahaan pupuk seperti Pupuk Indonesia, konsultan lingkungan, atau laboratorium pertanian.

 

6. Teknologi Pertanian

Kalau kamu suka pertanian tapi juga tertarik sama mesin, teknologi, dan cara bikin proses kerja jadi lebih efisien, Teknologi Pertanian menarik untuk dipertimbangkan.

Jurusan ini melihat pertanian dari sisi teknologi, mulai dari penggunaan mesin untuk proses produksi, sistem irigasi, penanganan hasil panen, sampai penerapan sensor dan otomasi.

Jadi, pertanian yang dipelajari nggak cuma cara kerja manual di lahan, tapi juga bagaimana teknologi bisa membantu prosesnya jadi lebih cepat dan presisi.

Mata kuliah yang dipelajari:

 

  • Mekanika teknik
  • Teknik irigasi dan drainase
  • Instrumentasi dan kontrol
  • Energi dan elektrifikasi pertanian
  • Teknik pengolahan hasil pertanian
  • Sistem informasi pertanian

 

Lulusan Teknologi Pertanian bisa bekerja sebagai agricultural engineer, automation specialist, production engineer, technical specialist, hingga staf pengembangan teknologi pertanian.

Peluangnya bisa ditemukan di perusahaan alat dan mesin pertanian seperti Yanmar dan Kubota, perusahaan perkebunan, atau industri pengolahan hasil pertanian.

 


 

Cek juga:

 

 


 

7. Teknologi Hasil Pertanian

Panen sebenarnya bukan akhir dari proses pertanian.

Setelah dipanen, hasil seperti buah, sayuran, biji-bijian, atau komoditas lainnya masih perlu diolah, disimpan, dijaga kualitasnya, sampai dikembangkan menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi.

Nah, proses setelah panen inilah yang menjadi salah satu fokus utama Teknologi Hasil Pertanian.

Mata kuliah yang dipelajari:

 

  • Kimia hasil pertanian
  • Teknologi pengolahan hasil pertanian
  • Analisis pangan
  • Pengendalian mutu
  • Keamanan pangan
  • Teknologi pengemasan
  • Pengembangan produk

 

Pilihan kariernya cukup luas, terutama di industri pengolahan pangan dan hasil pertanian.

Kamu bisa bekerja sebagai quality control, quality assurance, R&D specialist, product development specialist, production staff, atau food safety specialist.

Perusahaan seperti Indofood, Mayora, Garudafood, maupun berbagai perusahaan FMCG dan industri pengolahan pangan bisa menjadi gambaran tempat kerja yang cocok.

 

8. Teknologi Pangan

Bahan makanan yang kita konsumsi setiap hari banyak yang awalnya berasal dari hasil pertanian, mulai dari gandum, kedelai, jagung, buah, sampai sayuran.

Teknologi Pangan berperan dalam mengolah bahan-bahan tersebut menjadi produk pangan yang aman, berkualitas, tahan lebih lama, dan punya nilai jual.

Jadi, jurusan ini masih punya hubungan erat dengan pertanian, hanya saja fokusnya lebih banyak dimulai setelah bahan baku dipanen dan masuk ke proses pengolahan.

Mata kuliah yang dipelajari:

 

  • Kimia pangan
  • Mikrobiologi pangan
  • Biokimia pangan
  • Teknologi pengolahan pangan
  • Analisis pangan
  • Keamanan pangan

 

Nantinya, kamu bisa bekerja sebagai food technologist, quality control, quality assurance, R&D specialist, product development specialist, atau food safety specialist.

Perusahaan seperti Indofood, Nestlé, Mayora, Garudafood, dan Wings Food bisa menjadi gambaran industri tempat keahlian ini digunakan.

 

9. Bioteknologi

Kalau pertanian biasanya identik dengan tanaman dan lahan, Bioteknologi melihatnya sampai ke level yang lebih kecil seperti sel, mikroorganisme, DNA, dan genetika.

Ilmu ini bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan varietas tanaman yang lebih unggul, memperbanyak tanaman lewat kultur jaringan, sampai mencari solusi biologis untuk meningkatkan hasil pertanian.

Makanya, Bioteknologi cukup dekat dengan pertanian modern yang makin mengandalkan riset dan teknologi.

Mata kuliah yang dipelajari:

 

  • Biologi molekuler
  • Mikrobiologi
  • Kultur jaringan
  • Rekayasa genetika
  • Bioteknologi tanaman
  • Teknik analisis DNA

 

Lulusan Bioteknologi bisa menjadi biotechnologist, research assistant, laboratory analyst, plant breeder, seed development specialist, atau staf R&D.

Kamu bisa menemukan bidang kerja seperti ini di perusahaan benih, perusahaan bioteknologi, laboratorium, industri pangan, hingga lembaga penelitian seperti BRIN.

 


 

Cek juga:

 

 


 

10. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian

Teknologi pertanian sebagus apa pun nggak akan banyak membantu kalau informasi dan cara penggunaannya nggak sampai ke orang yang membutuhkan.

Karena itu, sektor pertanian juga membutuhkan orang yang bisa menjembatani pengetahuan, teknologi, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat petani.

Hal inilah yang banyak dipelajari di Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, jadi fokusnya bukan cuma soal tanaman, tetapi juga manusia yang menjalankan kegiatan pertanian.

Mata kuliah yang dipelajari:

 

  • Komunikasi pertanian
  • Komunikasi pembangunan
  • Sosiologi pedesaan
  • Psikologi sosial
  • Pemberdayaan masyarakat
  • Metode penyuluhan

 

Setelah lulus, kamu bisa berkarier sebagai penyuluh pertanian, community development officer, program officer, CSR specialist, fasilitator masyarakat, atau communication specialist di sektor pertanian.

Peluang kerjanya bisa ditemukan di Kementerian Pertanian, dinas pertanian daerah, perusahaan agribisnis, NGO, hingga perusahaan perkebunan yang menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

 

FAQ

1. Apakah jurusan pertanian harus jago Biologi?

Tergantung jurusannya. Agroteknologi, Agronomi, Bioteknologi, dan Ilmu Tanah cukup banyak bersinggungan dengan Biologi. Kalau kamu kurang tertarik dengan Biologi tetapi tetap ingin masuk ke industri pertanian, jurusan seperti Agribisnis atau Teknologi Pertanian bisa jadi pilihan yang lebih sesuai karena fokus belajarnya berbeda.

2. Apakah lulusan jurusan pertanian cuma bisa bekerja sebagai petani?

Nggak. Pilihan kariernya jauh lebih luas, mulai dari agronomist, quality control, R&D specialist, sustainability specialist, business development, supply chain specialist, hingga peneliti. Kamu juga bisa bekerja di perusahaan pangan, perkebunan, pupuk, benih, FMCG, agritech, lembaga penelitian, maupun instansi pemerintah.

3. Apakah masuk jurusan pertanian harus dari jurusan IPA? 

Nggak selalu. Ketentuannya tergantung kampus dan jalur masuk yang kamu pilih. Beberapa jurusan memang banyak menggunakan dasar Biologi, Kimia, atau Matematika selama kuliah, tapi bukan berarti kamu otomatis nggak bisa masuk kalau latar belakang sekolahmu berbeda.

 

Tertarik dengan Isu Lingkungan? Mulai dari Jurusan yang Tepat

Kalau dari berbagai jurusan yang berhubungan dengan pertanian kamu justru lebih tertarik pada pengelolaan lingkungan, air, limbah, dan sustainability, Teknik Lingkungan bisa jadi jalur yang menarik untuk dipertimbangkan.

Di Jurusan Teknik Lingkungan & Rekayasa Berkelanjutan Cakrawala University, kamu akan mempelajari bagaimana teknologi dan pendekatan rekayasa digunakan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan secara lebih berkelanjutan.

Untuk membantu kamu lebih siap masuk dunia kerja, Cakrawala University juga punya berbagai program pendukung, seperti:

 

  • Magang sejak semester pertama: Mulai membangun pengalaman profesional sejak awal kuliah.
  • Program penyaluran kerja: Membuka akses ke lebih dari 1.000 perusahaan mitra dari berbagai industri.
  • Kurikulum berbasis industri: Materi kuliah disusun agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
  • Dosen praktisi: Belajar dari pengajar yang punya pengalaman langsung di industri.
  • Project-based learning: Mengasah skill melalui proyek nyata sekaligus membangun portofolio.

 

Kalau bidang ini sesuai dengan minatmu, kamu bisa mulai cari tahu lebih lanjut tentang Jurusan Teknik Lingkungan & Rekayasa Berkelanjutan Cakrawala University dan konsultasikan pilihan kuliahmu dengan tim Admission.

Banner Picture

Kategori:

School of Engineering

Cakrawala

Share

Penulis

Dita Feby Indriani

Dita adalah SEO Content Writer yang berfokus pada topik pendidikan dan karier. Selama lebih dari 3 tahun, ia menulis berbagai artikel yang membantu siswa dan calon mahasiswa memahami pilihan jurusan, jalur masuk kuliah, serta prospek karier. Dalam setiap tulisannya, Dita mengutamakan riset yang akurat dan penyajian informasi yang jelas agar mudah dipahami pembaca.

Reviewer Expert

Charis R. Permady, S.T., M.engSc.

Charis Revoansyah Permady, S.T., M.engSc. adalah Ketua Program Studi Teknik Elektro Cakrawala University dan lulusan Master of Engineering Science dari UNSW Sydney. Ia berpengalaman dalam bidang network design, power and telecommunication infrastructure, serta IP network integration melalui perannya di Huawei Indonesia dan PT Datacomm Diangraha. Pengalaman industrinya mendukung pembelajaran Teknik Elektro yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Artikel Lainnya
Logo Cakrawala Black

Cakrawala University – Sudirman Campus

The Landmark Center, Jl. Jenderal Sudirman No.Kav 1 Lantai 9, RT.3/RW.3, Setia Budi, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12910

Cakrawala University – Kemang Campus

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.