Kuliah di jurusan Fisika nggak berarti setelah lulus kamu hanya bisa bekerja sebagai Guru atau Peneliti.
Berbekal kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan pengolahan data, lulusan Fisika bisa masuk ke berbagai bidang pekerjaan.
Lalu, jurusan Fisika bisa kerja apa saja? Yuk, cari tahu di sini!
Key Takeaways
- Lulusan jurusan Fisika punya peluang karier yang luas, mulai dari Fisikawan, Peneliti, Data Scientist, Engineer, hingga tenaga pendidik.
- Setiap profesi punya tugas dan tantangan yang berbeda. Pilih yang paling sesuai dengan minat, skill, dan rencana kariermu.
- Cakrawala University hadir sebagai kampus siap kerja yang membantumu mengasah skill lewat kurikulum berbasis industri, proyek nyata, dan kesempatan magang sejak semester awal. Kamu juga bisa mendapatkan kesempatan mengikuti program penyaluran kerja dengan dukungan 1.000+ perusahaan mitra.
Jurusan Fisika Kerja Apa?

Sumber: Magnific
Fisika adalah jurusan yang mempelajari berbagai fenomena alam dan cara kerjanya berdasarkan konsep materi, energi, gaya, gerak, gelombang, listrik, hingga magnet.
Kalau kuliah di jurusan Fisika, setelah lulus nanti kamu bisa berkarier di berbagai bidang, baik itu pendidikan, teknologi, penelitian, industri, dan masih banyak lagi.
Nah, berikut prospek karier jurusan Fisika:
1. Fisikawan
Sebagai Fisikawan, tanggung jawab utamamu adalah melakukan penelitian untuk memahami berbagai fenomena Fisika, mulai dari materi, energi, sampai interaksi antarobjek.
Beberapa mata kuliah seperti Mekanika, Elektromagnetika, Termodinamika, Fisika Modern, Fisika Kuantum, dan Metode Eksperimen bakal membantumu memahami konsep Fisika.
Kemampuan menggunakan peralatan laboratorium dan melakukan eksperimen juga bakal jadi bekal penting.
Kisaran gaji Fisikawan Rp5 juta–Rp12 juta per bulan, tergantung pengalaman, bidang pekerjaan, dan tempat kerja.
Ada banyak bidang Fisikawan yang bisa kamu pilih sesuai minat dan keahlian, mulai dari semikonduktor, dirgantara dan pertahanan, ilmu material, konsultasi manajemen, hingga fisika medis.
Tugas utama Fisikawan:
- Melakukan penelitian terkait berbagai fenomena Fisika.
- Merancang dan melakukan eksperimen.
- Mengumpulkan serta menganalisis data penelitian.
- Mengembangkan dan menguji teori atau model Fisika.
- Menyusun laporan dan mempresentasikan hasil penelitian.
2. Peneliti
Kalau kamu suka mencari tahu hal baru dan penasaran dengan bagaimana suatu fenomena bisa terjadi, Peneliti bisa jadi salah satu pilihan karier setelah lulus dari jurusan Fisika.
Selama kuliah, kamu bakal mempelajari berbagai mata kuliah, seperti Metode Eksperimen, Fisika Modern, Mekanika, Elektromagnetika, hingga Fisika Material.
Mata kuliah tersebut nggak cuma membantumu memahami konsep Fisika, tapi juga melatih untuk berpikir kritis, menganalisis data, dan mencari solusi dari suatu permasalahan.
Kisaran gaji Peneliti Rp5 juta–Rp12 juta per bulan.
Tugas utama Peneliti:
- Menentukan topik dan tujuan penelitian.
- Menyusun metode penelitian dan eksperimen.
- Mengumpulkan serta menganalisis data.
- Mengolah dan menginterpretasikan hasil penelitian.
- Menyusun laporan dan mempresentasikan hasil penelitian.
3. Data Scientist
Lulusan Fisika juga punya peluang karier sebagai Data Scientist, lo.
Selama kuliah, kamu nggak cuma belajar konsep Fisika, tapi juga terbiasa berhadapan dengan angka, perhitungan, dan berbagai data.
Kemampuan matematika, statistika, pemodelan, dan komputasi yang kamu dapat selama kuliah bisa jadi bekal untuk menganalisis data dalam jumlah besar.
Kalau jadi Data Scientist, kamu bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp8 juta–Rp20 juta per bulan, tergantung pengalaman, lokasi, industri, dan perusahaan.
Tugas utama Data Scientist:
- Mengumpulkan dan menyiapkan data untuk dianalisis.
- Menganalisis data untuk menemukan pola dan tren.
- Membuat serta mengembangkan model prediktif.
- Menggunakan machine learning untuk mengolah data.
- Menyampaikan hasil analisis dan insight untuk membantu pengambilan keputusan.
Nggak cuma jurusan Fisika, kalau mau jadi Data Scientist, kamu juga bisa kuliah di jurusan Data Science Cakrawala University!
Di jurusan Data Science, kamu bakal belajar dengan kurikulum berbasis industri yang materinya selalu disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Selama kuliah, kamu bakal dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mengumpulkan, mengelola, mengolah, hingga mengarsipkan data.
Selain lewat teori, ilmu tersebut juga bisa langsung kamu aplikasikan lewat praktik langsung, seperti studi kasus atau proyek nyata. Seru banget, kan?
Cek Juga:
- Data Scientist Jurusan Apa? Ini Pilihan yang Paling Relevan!
- Data Scientist: Tugas, Gaji, dan Bedanya dengan Data Analyst
4. Quality Control (QC)
Kamu punya sifat teliti dan suka memastikan sesuatu sesuai standar? Quality Control (QC) bisa jadi salah satu pilihan karier untuk lulusan Fisika!
Selama kuliah, kamu bakal terbiasa melakukan pengukuran, praktikum, dan pengujian.
Kebiasaan tersebut bisa jadi bekal saat bekerja sebagai QC karena kamu perlu memastikan hasil pengukuran atau pengujian suatu produk sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.
Penghasilan QC sekitar Rp4 juta–Rp8 juta per bulan atau bahkan lebih.
Tugas utama QC:
- Memeriksa kualitas bahan, produk, atau proses produksi.
- Melakukan pengukuran dan pengujian sesuai prosedur.
- Membandingkan hasil pengujian dengan standar yang ditetapkan.
- Mencatat dan mengevaluasi hasil pemeriksaan.
- Menemukan serta melaporkan produk atau proses yang nggak sesuai standar.
5. Instrument Engineer
Prospek kerja jurusan Fisika selanjutnya adalah Instrument Engineer.
Instrument Engineer berperan dalam memastikan berbagai sensor, alat ukur, dan control system dapat bekerja dengan baik.
Bekal materi di jurusan Fisika tentang sensor, elektronika, pengukuran, dan sistem instrumentasi bisa membantumu memahami cara kerja perangkat tersebut.
Besaran gaji Instrument Engineer Rp6 juta–Rp12 juta per bulan.
Tugas utama Instrument Engineer:
- Merancang atau menentukan sistem instrumentasi yang dibutuhkan.
- Mengatur dan memantau sensor serta alat ukur.
- Memastikan control system berjalan sesuai kebutuhan.
- Melakukan troubleshooting ketika instrumen mengalami gangguan.
- Melakukan pemeliharaan dan kalibrasi instrumen.
Kalau mau berkarier di bidang ini, kamu juga bisa kuliah di jurusan Electrical Engineering Cakrawala University, lo.
Selama kuliah, kamu bakal dibekali berbagai materi yang relevan dengan kebutuhan industri, mulai dari sistem tenaga listrik, embedded system, Internet of Things (IoT), hingga sensor.
Bekal tersebut bisa membantumu memahami teknologi yang banyak digunakan dalam bidang instrumentasi dan otomatisasi.
Kamu nggak perlu nunggu semester akhir untuk mulai membangun portofolio. Soalnya, ada kesempatan magang sejak semester awal.
Nggak cuma itu, ada juga program penyaluran kerja yang didukung 1.000+ perusahaan mitra.
Dengan begitu, kamu punya kesempatan untuk mengembangkan karier di berbagai perusahaan, seperti Geely Auto Indonesia, Darya-Varia, hingga PT PP!
6. Engineer
Kamu yang lulus dari jurusan Fisika juga punya peluang karier sebagai Engineer di berbagai bidang industri, khususnya teknologi.
Kalau kuliah di jurusan Fisika, kamu bakal terbiasa memahami cara kerja suatu sistem, melakukan pengukuran, eksperimen, hingga menganalisis permasalahan teknis.
Mata kuliah Matematika, Fisika Terapan, Pemodelan, dan Metode Eksperimen bisa membantumu merancang, menguji, dan mengembangkan solusi untuk berbagai kebutuhan.
Kisaran gaji Engineer sekitar Rp6 juta–Rp15 juta per bulan.
Tugas utama Engineer:
- Menganalisis permasalahan teknis.
- Merancang atau mengembangkan solusi teknis.
- Melakukan pengujian terhadap sistem atau produk.
- Mengevaluasi hasil pengujian.
- Membuat laporan dan dokumentasi teknis.
Cek Juga:
- Suka Fisika dan Kimia? Ini 15 Jurusan yang Bisa Kamu Pilih!
- Kerja di LIPI ambil jurusan apa? Ini Pilihannya!
7. Radiation Protection Officer
Tertarik dengan bidang radiasi, keselamatan kerja, dan teknologi yang membutuhkan pengawasan ketat?
Kalau iya, profesi Radiation Protection Officer bisa jadi salah satu pilihan karier untuk lulusan Fisika.
Radiation Protection Officer punya peran penting dalam memastikan penggunaan sumber radiasi tetap aman dan sesuai prosedur, baik di fasilitas kesehatan, lembaga penelitian, maupun industri.
Bekal ilmu Fisika tentang radiasi, pengukuran, dan keselamatan bisa membantumu memahami cara mengukur serta memantau paparan radiasi di lingkungan kerja.
Untuk penghasilannya, Rp6 juta–Rp15 juta per bulan.
Tugas utama Radiation Protection Officer:
- Memantau tingkat paparan radiasi di area kerja.
- Memastikan prosedur keselamatan radiasi diterapkan.
- Memeriksa kondisi peralatan yang berkaitan dengan radiasi.
- Mencatat dan membuat laporan hasil pemantauan.
- Memberikan edukasi tentang keselamatan radiasi kepada pekerja.
8. Medical Physicist
Dalam pekerjaannya, Medical Physicist berperan untuk memastikan teknologi dan prosedur yang menggunakan radiasi dapat digunakan dengan tepat, aman, dan sesuai standar.
Lulusan Fisika punya bekal yang relevan karena selama kuliah kamu mempelajari Radiasi, Elektromagnetika, Pengukuran, hingga Fisika Modern.
Kisaran gaji Medical Physicist Rp6 juta–Rp15 juta per bulan.
Tugas utama Medical Physicist:
- Memastikan peralatan medis berbasis radiasi bekerja sesuai standar.
- Melakukan pengukuran dan pengujian pada peralatan medis.
- Membantu memastikan dosis radiasi yang digunakan sesuai kebutuhan.
- Melakukan evaluasi terhadap kualitas dan keamanan teknologi medis.
- Mendukung tenaga medis dalam penggunaan teknologi untuk diagnosis atau terapi.
9. Guru Fisika
Kalau kamu suka bidang Fisika dan senang membagikan ilmu, Guru Fisika jadi profesi yang pas banget buat dipilih!
Lulusan Fisika punya bekal untuk mengajarkan berbagai konsep Fisika.
Soalnya, kamu sudah terbiasa memahami fenomena alam, rumus, perhitungan, hingga hubungan sebab-akibat di balik suatu konsep.
Kisaran gaji Guru Fisika Rp3 juta–Rp8 juta per bulan, tergantung sekolah, lokasi, pengalaman, dan status kepegawaian.
Tugas utama Guru Fisika:
- Menyusun materi dan rencana pembelajaran.
- Menjelaskan konsep Fisika kepada siswa.
- Membimbing siswa dalam mengerjakan latihan dan tugas.
- Membuat serta menilai ujian atau tugas.
- Mengevaluasi perkembangan belajar siswa.
10. Dosen
Kalau berkarier jadi Dosen, kamu nggak cuma bertugas mengajar mahasiswa, tapi juga bisa terlibat dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Lulusan Fisika bisa mengajar berbagai mata kuliah yang sesuai dengan bidang keahliannya.
Di bangku perkuliahan, kamu sudah terbiasa mempelajari konsep fisika, melakukan eksperimen, mengolah data, hingga menyusun hasil penelitian.
Materi tersebut sangat dibutuhkan untuk berkarier sebagai Dosen.
Untuk menjadi Dosen, kamu perlu memenuhi kualifikasi pendidikan dan persyaratan yang berlaku.
Gaji Dosen sekitar Rp5 juta–Rp12 juta per bulan, tergantung perguruan tinggi, jabatan akademik, pengalaman, dan tunjangan yang diterima.
Tugas utama Dosen:
- Mengajar dan membimbing mahasiswa.
- Menyiapkan materi perkuliahan.
- Melakukan penelitian di bidang keahlian.
- Membimbing tugas akhir atau penelitian mahasiswa.
- Melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
FAQ
1. Apa keterampilan lulusan Fisika yang dicari industri?
Beberapa keterampilan atau skill yang banyak dibutuhkan industri dari lulusan Fisika adalah kemampuan analisis, pemecahan masalah, matematika, pengolahan data, hingga pemodelan.
Nggak cuma itu, kemampuan menggunakan teknologi dan software tertentu juga penting untuk mendukung pekerjaan di berbagai bidang industri.
2. Lulusan S1 Fisika gelarnya apa?
Lulusan S1 Fisika umumnya mendapatkan gelar S.Si. (Sarjana Sains).
Gelar ini diperoleh setelah menyelesaikan seluruh ketentuan akademik pada program studi Fisika.
3. Apakah jurusan Fisika sulit?
Jurusan Fisika emang membutuhkan kemampuan matematika, logika, dan analisis karena kamu bakal mempelajari banyak konsep dan perhitungan.
Tapi, kalau kamu memahami konsepnya secara bertahap, rutin latihan soal, dan aktif mengikuti praktikum, materi Fisika bisa dipelajari dengan lebih mudah.
Siapkan Masa Depanmu Bersama Cakrawala University!
Sekarang, kamu mungkin sudah punya gambaran tentang jurusan Fisika bisa kerja jadi apa.
Ternyata, peluang karier lulusannya cukup luas dan bisa masuk ke berbagai bidang industri.
Paling penting, terus asah skill dan pengalamanmu selama kuliah supaya makin siap menghadapi dunia kerja.
Kalau kamu mencari kampus yang bisa membantu mengembangkan skill lewat perpaduan teori dan praktik, Cakrawala University tempatnya!
Lewat skema Career-Ready Program, kamu bisa mendapatkan pembelajaran yang dirancang untuk membekali skill sesuai kebutuhan industri.
Nggak cuma belajar di kelas, kamu juga bisa mendapatkan berbagai fasilitas pendukung karier:
- Program penyaluran kerja, didukung lebih dari 1.000 mitra perusahaan.
- Magang sejak semester pertama, membangun portofolio lebih awal.
- Sistem pembelajaran E-Learning, terintegrasi langsung dengan konten dan materi, serta didukung oleh teknologi modern.
- Siap terjun langsung ke industri, dengan sistem 3 tahun kuliah + 1 tahun praktik.
- Kurikulum berbasis industri, pengetahuannya dirancang agar selalu up to date dengan kebutuhan industri.
- Dosen praktisi profesional, kesempatan belajar langsung dengan tenaga pengajar yang punya pengalaman bertahun-tahun di industri.
Menarik banget, kan? Jangan sampai melewatkan kesempatan ini, ya. Yuk, konsultasikan rencana studimu bersama Cakrawala University!