Profesi ESG Staff lagi naik daun karena semakin banyak perusahaan yang peduli pada isu lingkungan dan keberlanjutan.
Di era sekarang, perusahaan besar, terutama di sektor keuangan, energi, dan manufaktur, nggak cuma fokus pada keuntungan, tapi juga pada dampak sosial dan lingkungan yang mereka hasilkan. Nah, di sinilah peran ESG Staff dibutuhkan.
Yuk, kita bahas bareng apa itu Staf ESG, tugasnya, dan gimana cara memulai karier di bidang ini!
Key Takeaways
- ESG Staff berperan dalam memastikan perusahaan menjalankan bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Mereka terlibat langsung dalam pengumpulan data, pelaporan keberlanjutan, serta memastikan kebijakan perusahaan sesuai standar tertentu.
- Karier di bidang ESG memiliki prospek besar di Indonesia dan dunia. Seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu keberlanjutan dan tuntutan investor global, kebutuhan akan profesional ESG terus meningkat di berbagai sektor industri seperti keuangan, energi, dan manufaktur.
- Universitas Cakrawala menyiapkan calon profesional ESG melalui program studi Teknik Lingkungan & Rekayasa Berkelanjutan. Dengan kurikulum berbasis industri, pengalaman magang sejak semester pertama, dan jaringan mitra kerja yang luas, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi tenaga siap kerja di bidang keberlanjutan.
Apa Itu Staf ESG?
Staf ESG (Environmental, Social, and Governance Staff) adalah profesional yang membantu perusahaan menjalankan kegiatan bisnis secara berkelanjutan. Mereka memastikan perusahaan tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan.
ESG sendiri terdiri dari tiga pilar utama:
- Environmental (Lingkungan): mengatur bagaimana perusahaan mengelola limbah, energi, dan emisi karbon.
- Social (Sosial): fokus pada kesejahteraan karyawan, komunitas, serta tanggung jawab sosial perusahaan.
- Governance (Tata Kelola): berkaitan dengan transparansi, etika bisnis, dan pengambilan keputusan yang adil.
Seorang staf ESG biasanya bekerja sama dengan berbagai divisi seperti keuangan, operasional, dan hubungan masyarakat untuk memastikan kegiatan perusahaan sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Mereka juga berperan dalam membuat laporan sesuai standar internasional seperti:
- Global Reporting Initiative (GRI)
- Sustainability Accounting Standards Board (SASB)
- Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD)
Tugas dan Tanggung Jawab Staf ESG

Sumber: Freepik
Pekerjaan seorang ESG Staff berfokus pada bagaimana perusahaan bisa tumbuh tanpa merusak lingkungan dan tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat. Posisi ini memadukan analisis data, komunikasi, dan pemahaman terhadap kebijakan bisnis modern.
Berikut beberapa tanggung jawab utama yang biasa dijalankan staf ESG:
- Mengumpulkan dan menganalisis data keberlanjutan perusahaan: Staf ESG memantau berbagai indikator seperti penggunaan energi, pengelolaan limbah, sampai kesejahteraan karyawan. Data ini dipakai untuk menilai kinerja keberlanjutan perusahaan.
- Menyusun laporan keberlanjutan: Mereka bertanggung jawab membuat laporan sesuai standar seperti GRI Standards atau SASB agar hasil kerja perusahaan bisa diukur dan dilaporkan secara transparan kepada publik dan investor.
- Memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan regulasi nasional: Termasuk aturan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang penerapan Keuangan Berkelanjutan, serta kebijakan dari KLHK.
- Bekerja sama lintas divisi: Staf ESG berkoordinasi dengan tim keuangan, SDM, komunikasi, dan operasional untuk memastikan seluruh kegiatan perusahaan selaras dengan prinsip keberlanjutan.
- Mendukung pelaksanaan program sosial dan lingkungan: Misalnya membantu proyek penghijauan, pengurangan emisi, pengelolaan limbah, atau kegiatan tanggung jawab sosial bagi masyarakat sekitar.
- Mengembangkan strategi ESG bersama manajemen: Terlibat dalam pengambilan keputusan strategis, seperti memilih pemasok yang ramah lingkungan atau merancang inisiatif dekarbonisasi perusahaan.
- Berinteraksi dengan investor dan lembaga eksternal: Menyampaikan laporan kinerja ESG kepada lembaga audit, investor, atau organisasi seperti United Nations Global Compact (UNGC) yang mendukung praktik bisnis berkelanjutan.
Gaji Rata-Rata Staf ESG di Indonesia
Karier di bidang ESG tergolong baru di Indonesia, tapi perkembangannya cepat. Seiring banyaknya perusahaan yang menerapkan prinsip keberlanjutan dan pelaporan non-keuangan, permintaan terhadap tenaga ESG Staff pun terus meningkat.
Berikut perkiraan gaji staf ESG di Indonesia berdasarkan pengalaman dan industri:
- Level Pemula (0–2 tahun pengalaman): Umumnya bekerja sebagai ESG Analyst atau Junior Sustainability Staff dengan gaji sekitar Rp6 juta hingga Rp9 juta per bulan, tergantung sektor dan lokasi kerja.
- Level Menengah (3–5 tahun pengalaman): Biasanya sudah menangani proyek pelaporan ESG, audit sosial, atau manajemen data keberlanjutan. Kisaran gaji berada di Rp10 juta sampai Rp16 juta per bulan.
- Level Senior (lebih dari 5 tahun pengalaman): Menduduki posisi seperti ESG Officer atau Sustainability Manager yang memimpin tim lintas departemen. Pendapatan bisa mencapai Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan, terutama di perusahaan multinasional atau sektor keuangan yang sudah menerapkan sustainable finance.
Selain gaji pokok, banyak profesional ESG juga mendapatkan tunjangan proyek, pelatihan sertifikasi internasional, serta bonus berbasis kinerja.
Cek juga:
- 15 Universitas dengan Jurusan Teknik Lingkungan, PTN & PTS
- 13 Universitas Swasta yang Ada Jurusan Teknik Lingkungan di Indonesia
- 10 Universitas Teknik Lingkungan di Jakarta
Kualifikasi Pendidikan untuk Posisi Staf ESG
Untuk bisa bekerja sebagai Staf ESG (Environmental, Social, and Governance Staff), umumnya perusahaan mensyaratkan minimal pendidikan S1. Hal ini karena profesi ini membutuhkan pemahaman lintas bidang, mulai dari lingkungan, manajemen, sampai kebijakan publik.
Salah satu jurusan kuliah yang paling relevan untuk meniti karier di bidang ini adalah Teknik Lingkungan & Rekayasa Berkelanjutan di Universitas Cakrawala. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan teknis, pemikiran analitis, dan wawasan industri hijau yang sangat dibutuhkan oleh tenaga profesional di bidang ESG.
Di jurusan ini, kamu akan mempelajari berbagai mata kuliah penting seperti:
- Audit dan Manajemen Lingkungan: memahami cara mengevaluasi performa lingkungan perusahaan dan menerapkan sistem pengelolaan yang efisien.
- Energi Terbarukan dan Manajemen Karbon: mempelajari teknologi energi bersih dan strategi pengurangan emisi karbon di sektor industri.
- Teknologi Bersih dan Produksi Hijau: membahas cara menciptakan proses produksi efisien dan minim limbah.
- Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL): menilai dampak lingkungan dari proyek industri agar tetap sesuai dengan kebijakan keberlanjutan.
- Manajemen Risiko dan Resiliensi Iklim: memahami mitigasi risiko terhadap perubahan iklim serta strategi adaptasi jangka panjang.
- Kebijakan dan Tata Kelola Lingkungan: mengenal hubungan antara regulasi pemerintah, kebijakan perusahaan, dan prinsip keberlanjutan global.
- Ekonomi Sirkular dan Daur Ulang: belajar tentang penggunaan kembali sumber daya untuk mengurangi sampah industri.
- Analisis Keberlanjutan Berbasis Data: menggunakan data dan teknologi digital untuk mengukur dampak lingkungan dan sosial perusahaan.
Selain teori, kamu juga akan terjun langsung ke industri. Mahasiswa memiliki kesempatan magang di berbagai sektor seperti:
- Sektor industri & energi,
- Sektor korporat & keberlanjutan (sustainability),
- Sektor konsultasi, pemerintahan, dan NGO.
Di Universitas Cakrawala, tersedia pula Program Penyaluran Kerja yang menghubungkan mahasiswa dengan lebih dari 1.000 perusahaan mitra di berbagai bidang. Lulusan bisa meniti karier sebagai ESG Specialist, Environmental Consultant, Insinyur Pengelolaan Limbah, atau bahkan GreenTech Entrepreneur yang fokus pada inovasi ramah lingkungan.
Terkendala biaya? tenang, di Universitas Cakrawala ada beasiswa.
Konsultasi sekarang dan dapatkan beasiswa potongan UKT 70%!
Sertifikasi Profesional untuk Ahli ESG

Sumber: Freepik
Selain pendidikan formal, seorang Staf ESG juga perlu memiliki sertifikasi profesional untuk meningkatkan kredibilitas dan peluang karier. Sertifikasi ini menjadi bukti kamu memahami prinsip keberlanjutan global, pelaporan tanggung jawab sosial, dan tata kelola bisnis yang etis.
Beberapa sertifikasi yang umum diakui dalam bidang ESG antara lain:
- GRI Certified Sustainability Professional: Dikeluarkan oleh Global Reporting Initiative (GRI), sertifikasi ini berfokus pada pelaporan keberlanjutan dan standar internasional untuk mengukur dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.
- CFA Institute Certificate in ESG Investing: Program ini ditawarkan oleh CFA Institute dan sangat dihargai di dunia keuangan. Sertifikasi ini menilai kemampuan memahami integrasi faktor ESG dalam keputusan investasi dan analisis risiko jangka panjang.
- SASB Fundamentals of Sustainability Accounting (FSA): Sertifikasi dari Sustainability Accounting Standards Board (SASB) ini cocok untuk profesional yang ingin mempelajari cara mengaitkan data keberlanjutan dengan kinerja keuangan perusahaan.
- ISO 26000: Social Responsibility: Standar internasional dari International Organization for Standardization (ISO) yang berfokus pada tanggung jawab sosial dan praktik bisnis etis di organisasi dan perusahaan.
- IFC Performance Standards Training: Dikembangkan oleh International Finance Corporation (IFC), sertifikasi ini membantu profesional memahami prinsip keberlanjutan dan mitigasi risiko sosial-lingkungan dalam proyek investasi besar.
FAQ
1. Bagaimana cara menjadi staf ESG?
Untuk menjadi seorang Staf ESG (Environmental, Social, and Governance), kamu perlu menyiapkan kombinasi antara pendidikan, pengalaman, dan kemampuan analitis yang kuat, termasuk:
- Pendidikan relevan: Umumnya perusahaan mensyaratkan minimal S1 dari jurusan seperti Teknik Lingkungan & Rekayasa Berkelanjutan, Manajemen, atau Ekonomi.
- Magang di bidang keberlanjutan: Ikuti magang di divisi Sustainability, CSR, atau Keuangan Berkelanjutan untuk memahami praktik ESG di dunia kerja.
- Ambil sertifikasi profesional: Beberapa sertifikasi yang bisa diambil antara lain GRI Certified Sustainability Professional, CFA Certificate in ESG Investing, ISO 26000: Social Responsibility
- Bangun karier di sektor relevan: Peluang terbuka di industri energi, perbankan, manufaktur, dan konsultan keberlanjutan di tingkat nasional maupun global.
2. Apa perbedaan staf ESG dan staf CSR?
Banyak orang mengira ESG (Environmental, Social, and Governance) sama dengan CSR (Corporate Social Responsibility), padahal keduanya berbeda.
- CSR (Corporate Social Responsibility) biasanya berfokus pada kegiatan sosial dan filantropi, seperti donasi, program pengabdian masyarakat, atau kegiatan lingkungan yang bersifat sukarela.
- ESG punya cakupan yang lebih luas dan terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan. Staf ESG juga memantau dampak lingkungan, kepatuhan terhadap tata kelola perusahaan, sampai pelaporan keberlanjutan yang digunakan oleh investor dan regulator.
Dengan kata lain, CSR lebih bersifat kegiatan eksternal untuk membangun citra positif, sedangkan ESG adalah pendekatan strategis yang memengaruhi cara perusahaan beroperasi secara menyeluruh.
3. Apa bedanya ESG Staff dan Sustainability Manager?
Perbedaan utamanya ada pada tingkat tanggung jawab dan ruang lingkup pekerjaan.
- ESG Staff berada di level operasional. Mereka mengumpulkan data, membuat laporan, dan memastikan seluruh indikator keberlanjutan perusahaan sesuai dengan pedoman seperti GRI atau SASB.
- Sustainability Manager berada di level manajerial. Mereka bertugas merancang strategi, mengatur prioritas proyek, serta berkomunikasi langsung dengan pimpinan perusahaan dan pemangku kepentingan untuk memastikan target keberlanjutan tercapai.
Dengan kata lain, ESG Staff adalah pelaksana dan pengumpul data di lapangan, sementara Sustainability Manager adalah perencana dan pengambil keputusan di tingkat strategis.
Saatnya Bangun Karier di Dunia Keberlanjutan bersama Universitas Cakrawala!
Kalau kamu tertarik dengan isu lingkungan, etika bisnis, dan ingin berkontribusi langsung dalam menciptakan perubahan positif, karier sebagai Staf ESG bisa jadi pilihan yang tepat. Profesi ini nggak hanya menjanjikan dari segi karier, tapi juga punya dampak besar bagi masyarakat dan bumi.
Mulailah langkah pertamamu lewat jurusan Teknik Lingkungan & Rekayasa Berkelanjutan di Universitas Cakrawala.
Cek juga:
Berikut keunggulan yang bisa kamu dapatkan:
- Program Penyaluran Kerja: peluang karier luas di berbagai industri keberlanjutan.
- Magang Sejak Semester Pertama: pengalaman kerja nyata sejak awal kuliah.
- Kurikulum Berbasis Industri: pembelajaran yang selalu relevan dengan perkembangan dunia profesional.
- Dosen Praktisi: belajar langsung dari para profesional yang aktif di bidang lingkungan dan keberlanjutan.
Yuk, mulai langkah pertamamu menuju karier yang berdampak positif bagi bumi dan masa depan! Tanya-tanya dulu atau langsung daftar sekarang, dan wujudkan impianmu menjadi ESG Staff profesional!