Kalau kamu tertarik masuk jurusan hukum, mungkin yang langsung kepikiran bukan cuma soal sidang atau jadi pengacara. Banyak juga yang penasaran, apakah lulusan hukum bisa masuk perusahaan besar seperti BUMN?
BUMN sering dianggap punya karier yang stabil dan jenjang yang jelas. Nah, sebenarnya peluang lulusan hukum di BUMN itu seperti apa? Kita kupas satu per satu!
Key Takeaways
- Lulusan hukum punya peluang nyata kerja di BUMN. Banyak perusahaan BUMN membutuhkan tenaga di divisi legal, compliance, manajemen risiko, hingga corporate secretary.
- Masuk BUMN butuh persiapan yang matang. Kamu perlu menguasai legal drafting, hukum bisnis, regulasi, serta membangun pengalaman magang dan kemampuan komunikasi sejak kuliah.
- Program Studi Hukum di Cakrawala University menawarkan konsentrasi seperti Hukum Perdata dan Bisnis serta Hukum Tata Negara & Administrasi Negara yang relevan untuk berkarier di BUMN.
Apakah Jurusan Hukum Bisa Kerja di BUMN?
Jawabannya: bisa.
Hampir semua perusahaan BUMN memiliki divisi legal atau bagian yang menangani aspek hukum perusahaan. Dalam operasionalnya, BUMN terlibat dalam banyak kontrak kerja sama, pengadaan proyek, regulasi pemerintah, hingga tata kelola perusahaan. Semua itu membutuhkan tenaga ahli hukum.
Lulusan Ilmu Hukum dibutuhkan untuk memastikan perusahaan:
- Mematuhi peraturan dan perundang-undangan
- Menyusun dan mereview kontrak kerja sama
- Mengelola risiko hukum
- Menangani sengketa atau permasalahan hukum
- Menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG)
Posisi yang Bisa Diisi Lulusan Hukum di BUMN
Di BUMN, lulusan Ilmu Hukum biasanya masuk ke divisi legal, compliance, atau tata kelola perusahaan. Berikut beberapa posisi yang paling umum:
1. Compliance Officer
Kalau Legal Officer fokus ke kontrak dan dokumen, Compliance Officer lebih fokus ke satu hal: memastikan perusahaan nggak melanggar aturan. Di BUMN, posisi ini penting banget karena perusahaan diawasi publik dan harus menjaga reputasi serta transparansi.
Compliance Officer biasanya bekerja memastikan semua kebijakan internal, proyek, hingga kerja sama bisnis sudah sesuai dengan peraturan pemerintah dan standar yang berlaku. Jadi, bukan cuma tahu hukum, tapi juga paham regulasi sektor industri tempat BUMN itu bergerak.
Untuk level awal, kisaran gaji biasanya berada di rentang Rp6 juta – Rp9 juta per bulan, tergantung sektor dan kebijakan perusahaan.
Beberapa tugas yang umum dikerjakan:
- Memastikan kegiatan perusahaan sesuai regulasi terbaru
- Mengidentifikasi potensi pelanggaran atau risiko hukum
- Menyusun laporan kepatuhan untuk manajemen
- Mengawal implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG)
- Berkoordinasi dengan auditor internal maupun eksternal
2. Industrial Relations Staff
Posisi ini fokus pada hubungan antara perusahaan dan karyawan. Di BUMN yang punya ribuan pegawai, urusan ketenagakerjaan itu kompleks. Mulai dari perjanjian kerja, perselisihan, sampai hubungan dengan serikat pekerja, semuanya butuh pemahaman hukum.
Industrial Relations Staff biasanya jadi jembatan antara manajemen dan karyawan dalam hal hukum ketenagakerjaan. Jadi bukan cuma paham undang-undang, tapi juga harus bisa komunikasi dengan baik.
Untuk level awal, kisaran gajinya biasanya sekitar Rp5 juta – Rp8 juta per bulan, tergantung sektor dan lokasi.
Tugas yang umum dilakukan:
- Menyusun dan me-review perjanjian kerja
- Menangani perselisihan hubungan industrial
- Berkoordinasi dengan serikat pekerja
- Memberikan pendampingan hukum dalam kasus ketenagakerjaan
- Memastikan kebijakan SDM sesuai regulasi ketenagakerjaan
3. Risk Management Officer
Risk Management Officer bertugas mengidentifikasi dan menganalisis risiko yang bisa berdampak pada perusahaan, termasuk risiko hukum. Di BUMN, setiap proyek besar pasti punya risiko, baik dari sisi kontrak, regulasi, maupun potensi sengketa.
Posisi ini cocok untuk lulusan hukum yang suka analisis dan berpikir strategis, karena tugasnya bukan menyelesaikan masalah, tapi mencegah masalah sebelum terjadi.
Untuk fresh graduate, kisaran gajinya biasanya berada di angka Rp6 juta – Rp9 juta per bulan.
Beberapa tugasnya meliputi:
- Mengidentifikasi risiko hukum dalam proyek atau kerja sama
- Menganalisis potensi dampak hukum terhadap perusahaan
- Menyusun rekomendasi mitigasi risiko
- Berkoordinasi dengan divisi legal dan manajemen
- Membuat laporan risiko untuk evaluasi manajemen
Cek juga:
- 20 Universitas dengan Jurusan Hukum Akreditasi A di Indonesia
- 18 Prospek Kerja Hukum beserta Gajinya, Menjanjikan!
- Apakah Jurusan Hukum Sulit Dapat Kerja? Temukan Jawabannya!
4. Procurement Legal
Procurement Legal fokus pada aspek hukum dalam proses pengadaan barang dan jasa. Di BUMN, proses tender dan pengadaan nilainya bisa sangat besar, jadi harus benar-benar sesuai aturan supaya tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.
Posisi ini memastikan setiap proses pengadaan transparan, adil, dan sesuai regulasi pemerintah.
Untuk level awal, kisaran gaji biasanya berada di rentang Rp6 juta – Rp9 juta per bulan, tergantung sektor dan kompleksitas proyek.
Tugas yang umum dilakukan:
- Mereview dokumen tender dan kontrak pengadaan
- Memastikan proses pengadaan sesuai regulasi
- Mengawal aspek hukum dalam negosiasi vendor
- Memberikan opini hukum terkait kerja sama pengadaan
- Mengidentifikasi potensi risiko hukum dalam proyek
5. Corporate Secretary Staff
Corporate Secretary Staff biasanya bekerja dekat dengan manajemen dan direksi. Posisi ini berhubungan dengan tata kelola perusahaan, komunikasi dengan regulator, serta kepatuhan terhadap aturan pasar modal (untuk BUMN yang sudah go public).
Perannya cukup strategis karena menyangkut reputasi dan transparansi perusahaan. Untuk fresh graduate, kisaran gaji biasanya sekitar Rp6 juta – Rp10 juta per bulan, tergantung perusahaan.
Beberapa tanggung jawabnya antara lain:
- Mengelola dokumen dan administrasi korporasi
- Menyusun laporan untuk regulator
- Mengatur rapat direksi dan komisaris
- Mengawal penerapan Good Corporate Governance (GCG)
- Menjadi penghubung antara perusahaan dan pemangku kepentingan
6. Legal Litigation Officer
Posisi ini fokus menangani sengketa atau perkara hukum yang melibatkan perusahaan. Jika BUMN menghadapi gugatan atau perselisihan hukum, tim ini yang akan turun tangan.
Cocok untuk lulusan hukum yang tertarik pada proses persidangan dan penyelesaian sengketa. Untuk level awal, kisaran gaji biasanya berada di angka Rp6 juta – Rp9 juta per bulan, tergantung sektor dan tingkat tanggung jawab.
Tugas yang biasa dilakukan:
- Menangani proses litigasi perusahaan
- Menyusun dokumen gugatan atau jawaban hukum
- Berkoordinasi dengan kuasa hukum eksternal
- Mewakili perusahaan dalam proses hukum tertentu
- Memberikan analisis risiko sengketa kepada manajemen
Perusahaan BUMN yang Sering Merekrut Lulusan Hukum
Setiap sektor BUMN punya kebutuhan divisi legal dan compliance masing-masing. Berikut beberapa sektor yang cukup sering membuka peluang untuk lulusan Ilmu Hukum:
1. Sektor Energi
Perusahaan energi biasanya punya banyak kontrak proyek, kerja sama investasi, hingga regulasi yang ketat. Karena itu, kebutuhan tenaga hukum cukup besar. Divisi legal di sektor ini biasanya menangani kontrak energi, regulasi pertambangan, hingga kepatuhan lingkungan.
Beberapa BUMN di sektor ini antara lain:
- PT Pertamina (Persero)
- PT PLN (Persero)
- PT Bukit Asam Tbk
2. Sektor Perbankan dan Keuangan
BUMN perbankan sangat membutuhkan lulusan hukum untuk mengurus kepatuhan terhadap regulasi OJK, BI, serta perjanjian kredit dan pembiayaan. Posisi legal di sektor ini biasanya berkaitan dengan hukum perbankan, kredit, dan kepatuhan finansial.
Contohnya:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
3. Sektor Telekomunikasi
Industri telekomunikasi juga sangat regulatif, terutama terkait perizinan frekuensi, perlindungan data, dan kontrak kerja sama teknologi. Divisi legal biasanya menangani perjanjian kerja sama bisnis, perlindungan data, dan regulasi industri digital.
Contoh BUMN di sektor ini yaitu PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
4. Sektor Transportasi dan Infrastruktur
Sektor ini banyak berkaitan dengan proyek besar, pengadaan, serta kerja sama operasional jangka panjang.
Divisi hukum di sektor ini biasanya menangani kontrak proyek, pengadaan, dan kerja sama strategis.
Beberapa perusahaannya:
- PT Kereta Api Indonesia (Persero)
- PT Angkasa Pura I
- PT Angkasa Pura II
5. Sektor Konstruksi
BUMN konstruksi memiliki banyak proyek pemerintah dan swasta dengan nilai besar, sehingga membutuhkan dukungan hukum yang kuat. Di sektor ini, tim legal banyak menangani kontrak proyek, sengketa konstruksi, dan manajemen risiko hukum.
Contohnya:
- PT Hutama Karya (Persero)
- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Skill yang Harus Dipersiapkan
Kalau ingin masuk BUMN, lulusan Ilmu Hukum tidak cukup hanya paham teori. Perusahaan besar mencari kandidat yang punya kombinasi hard skill dan soft skill yang kuat.
Berikut skill yang sebaiknya mulai kamu siapkan sejak kuliah:
Hard Skill (Kemampuan Teknis)
Hard skill adalah kemampuan teknis yang bisa dipelajari dan dilatih secara akademik.
- Legal drafting (penyusunan kontrak dan perjanjian): Mampu menyusun, mereview, dan menganalisis kontrak kerja sama secara detail.
- Pemahaman hukum bisnis dan korporasi: Mengerti aspek hukum perusahaan, investasi, merger, akuisisi, dan tata kelola perusahaan.
- Hukum ketenagakerjaan: Penting untuk posisi industrial relations atau divisi HR legal.
- Hukum pengadaan barang dan jasa: Relevan untuk BUMN sektor konstruksi, energi, dan infrastruktur.
- Pemahaman regulasi dan compliance: Mampu membaca dan menafsirkan regulasi terbaru yang berdampak pada operasional perusahaan.
- Legal research dan analisis kasus: Terbiasa mencari dasar hukum, menganalisis peraturan, dan menyusun opini hukum.
- Bahasa Inggris hukum (Legal English): Banyak kontrak dan kerja sama internasional menggunakan bahasa Inggris.
Soft Skill (Kemampuan Non-Teknis)
Selain kemampuan teknis, BUMN juga mempertimbangkan soft skill karena kamu akan bekerja dalam tim dan berinteraksi dengan banyak pihak.
- Kemampuan komunikasi yang jelas dan sistematis: Penting saat menjelaskan opini hukum ke divisi non-hukum.
- Kemampuan negosiasi: Berguna saat membahas kontrak atau kerja sama.
- Berpikir kritis dan analitis: Mampu melihat potensi risiko sebelum masalah muncul.
- Ketelitian dan detail-oriented: Salah sedikit dalam kontrak bisa berdampak besar.
- Manajemen waktu dan tanggung jawab: Proyek di BUMN sering berjalan paralel dan butuh koordinasi cepat.
- Integritas dan etika profesional: Ini krusial karena bekerja di perusahaan milik negara yang diawasi publik.
Semua kemampuan ini sebenarnya bisa mulai dilatih sejak masa kuliah, asalkan kurikulumnya memang dirancang untuk kebutuhan dunia kerja.
Di jurusan Hukum Cakrawala University, mahasiswa dibekali kemampuan berpikir kritis, analisis regulasi, hingga praktik drafting kontrak yang relevan dengan kebutuhan industri dan perusahaan besar.
Dengan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan regulasi dan teknologi, mahasiswa tidak hanya memahami teori hukum, tetapi juga siap menghadapi kompleksitas dunia kerja, termasuk di lingkungan BUMN.
Jurusan ini menawarkan lima konsentrasi utama yang relevan dengan kebutuhan industri:
- Hukum Siber dan Teknologi: membahas data, kecerdasan buatan, dan Internet of Things dalam praktik hukum modern.
- Hukum Pidana: fokus pada investigasi dan penegakan hukum.
- Hukum Perdata dan Bisnis: menekankan drafting kontrak dan hukum bisnis.
- Hukum Tata Negara & Administrasi Negara: memperdalam regulasi dan birokrasi.
- Hukum Internasional & Lingkungan: membahas isu global seperti perdagangan internasional dan keberlanjutan.
Cara Mendaftar Kerja di BUMN untuk Lulusan Hukum
Secara umum, ada dua jalur utama rekrutmen:
Melalui Rekrutmen Bersama BUMN (RBB)
Sebagian besar BUMN membuka lowongan melalui program resmi bernama Rekrutmen Bersama BUMN. Program ini biasanya dibuka setahun sekali dan dilakukan secara serentak untuk banyak perusahaan BUMN.
Semua proses dilakukan secara online di tahap awal, jadi penting untuk teliti saat mengunggah dokumen.
Tahapannya umumnya meliputi:
- Registrasi akun dan unggah dokumen
- Seleksi administrasi
- Tes kemampuan dasar dan tes AKHLAK (nilai inti BUMN)
- Tes kompetensi bidang
- Wawancara
- Medical check-up
Melalui Website Resmi Perusahaan BUMN
Selain RBB, beberapa BUMN juga membuka rekrutmen mandiri melalui website resmi masing-masing perusahaan. Biasanya jalur ini untuk posisi spesifik atau kebutuhan mendesak.
Contohnya:
- PT Pertamina (Persero)
- PT PLN (Persero)
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Karena persaingannya tinggi, pastikan CV kamu jelas, rapi, dan menunjukkan pengalaman relevan seperti magang, organisasi, atau lomba moot court. Saat mendaftar, biasanya kamu perlu menyiapkan:
- CV terbaru
- Ijazah dan transkrip nilai
- KTP
- Sertifikat pendukung (jika ada)
- Surat pengalaman kerja (jika ada)
Cek juga:
- Legal Staff Adalah: Tugas, Kualifikasi, dan Gaji Terbaru
- Kerja di BUMN Harus Lulusan Apa? Cek 14 Jurusannya!
FAQ
1. Apakah lulusan hukum tanpa pengalaman kerja bisa masuk BUMN?
Bisa. Banyak BUMN membuka jalur fresh graduate melalui program seperti Rekrutmen Bersama BUMN. Namun, meskipun tidak wajib punya pengalaman kerja penuh waktu, pengalaman magang, organisasi, lomba moot court, atau proyek riset hukum akan menjadi nilai tambah saat seleksi.
2. Apakah harus punya sertifikat PKPA untuk kerja di BUMN?
Tidak wajib. PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat) biasanya diperlukan jika ingin menjadi advokat dan beracara di pengadilan. Untuk bekerja di divisi legal BUMN, yang lebih dibutuhkan adalah kemampuan legal drafting, analisis kontrak, pemahaman hukum bisnis, dan regulasi korporasi. Jadi tanpa PKPA pun kamu tetap bisa berkarier di BUMN.
3. Apakah IPK berpengaruh saat mendaftar BUMN?
Ya, IPK cukup berpengaruh di tahap seleksi administrasi. Banyak BUMN menetapkan batas minimal IPK tertentu untuk bisa lanjut ke tahap tes berikutnya. Selain itu, IPK juga menjadi indikator konsistensi akademik. Meskipun bukan satu-satunya penentu kelulusan, IPK yang baik bisa meningkatkan peluang lolos tahap awal.
4. Apakah bisa daftar BUMN sebelum lulus kuliah?
Umumnya tidak untuk posisi karyawan tetap. Saat proses verifikasi administrasi, pelamar biasanya harus sudah lulus dan memiliki ijazah atau surat keterangan lulus resmi. Namun, mahasiswa aktif tetap bisa mengikuti program magang di BUMN untuk menambah pengalaman dan memperkuat CV sebelum mendaftar sebagai karyawan tetap.
Ambil Kesempatanmu dan Siapkan Diri Bersaing di BUMN!
Perusahaan BUMN juga membutuhkan peran hukum untuk memastikan setiap keputusan bisnis, kontrak, hingga kebijakan perusahaan berjalan sesuai aturan. Namun, peluang tersebut tidak datang otomatis. Kamu tetap perlu menyiapkan skill yang relevan, memahami hukum bisnis dan regulasi, serta membangun pengalaman sejak masa kuliah.
Kalau kamu ingin kuliah hukum dengan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan regulasi dan kebutuhan industri, Program Studi Hukum di Cakrawala University bisa menjadi pilihan yang tepat.

Kenapa memilih Cakrawala University?
- Program penyaluran kerja dengan dukungan lebih dari 1.000 mitra industri dari berbagai sektor
- Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman dan portofolio bisa dibangun lebih awal
- Kurikulum berbasis industri yang disusun sesuai kebutuhan dunia kerja
- Dosen praktisi berpengalaman, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan
Jangan tunggu nanti. Daftar sekarang atau konsultasi gratis tentang Program Studi Hukum di Cakrawala University dan siapkan dirimu untuk berkarier di BUMN!