14 Profesi di Bidang Hukum, Banyak Dibutuhkan Dunia Kerja!

School of Law
Tayang 26 January 2026
Diperbarui 26 January 2026
Waktu Baca 8 minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Hasna Latifatunnisa

Bidang hukum memang sering kelihatan serius, tapi sebenarnya dunia kerjanya cukup luas dan nggak melulu soal sidang. Profesi di bidang hukum bisa kamu temui di perusahaan, dunia bisnis, sampai lembaga publik, dengan peran yang beda-beda.

Jadi, kalau kamu penasaran anak hukum itu bisa kerja apa saja selain pengacara, jawabannya bakal di kupas tuntas di artikel ini!

 

Key Takeaways

 

  • Profesi di bidang hukum tidak terbatas pada pengadilan. Selain pengacara, ada banyak pilihan profesi hukum lain seperti legal officer, compliance officer, notaris, hingga konsultan hukum yang bekerja di perusahaan dan lembaga publik.
  • Bidang hukum dibutuhkan di hampir semua sektor. Dunia bisnis, pemerintahan, dan organisasi publik membutuhkan peran hukum untuk mengelola aturan, kontrak, dan risiko agar aktivitas berjalan aman dan sesuai regulasi.
  • Dengan pembelajaran praktik, pengalaman industri, dan program penyaluran kerja seperti yang diterapkan di Universitas Cakrawala, mahasiswa Ilmu Hukum lebih siap masuk ke berbagai profesi di bidang hukum.

 

Profesi di Bidang Hukum di Lingkungan Pengadilan & Penegakan Hukum

Bagian ini berisi profesi hukum yang paling sering dikaitkan dengan dunia persidangan dan penegakan hukum, termasuk:

 

1. Pengacara / Advokat

Pengacara atau advokat adalah profesi hukum yang mendampingi dan mewakili klien dalam menghadapi masalah hukum. Kliennya bisa perorangan, perusahaan, atau organisasi. Tidak semua pengacara selalu tampil di persidangan, karena banyak juga yang fokus pada konsultasi dan penyusunan dokumen hukum.

Dalam praktiknya, pekerjaan pengacara cukup beragam, antara lain:

 

  • Memberikan nasihat dan pendapat hukum kepada klien
  • Mewakili klien dalam proses persidangan
  • Menyusun dan meninjau dokumen hukum
  • Menganalisis kasus dan strategi hukum
  • Berkomunikasi dengan klien dan pihak terkait

 

2. Jaksa

Jaksa berperan sebagai penuntut umum dalam sistem peradilan pidana. Profesi ini bekerja mewakili negara untuk menangani perkara pidana dan memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.

Tugas jaksa tidak hanya soal menuntut di pengadilan, tetapi juga meliputi:

 

  • Menangani penuntutan perkara pidana
  • Menyusun surat dakwaan
  • Mengkaji berkas perkara dari penyidik
  • Mengikuti proses persidangan
  • Melaksanakan putusan pengadilan

 

3. Hakim

Hakim adalah pihak yang memimpin persidangan dan mengambil keputusan hukum. Profesi ini dituntut untuk bersikap netral, adil, dan objektif dalam menilai setiap perkara.

Dalam menjalankan tugasnya, hakim bertanggung jawab untuk:

 

  • Memimpin jalannya persidangan
  • Mempelajari dan menganalisis perkara
  • Menilai bukti dan keterangan saksi
  • Menjatuhkan putusan hukum
  • Menjaga keadilan dan kepastian hukum

 

4. Panitera Pengadilan

Panitera menangani aspek administrasi dan teknis di pengadilan. Peran ini penting agar proses persidangan berjalan tertib dan terdokumentasi dengan baik.

Secara umum, tugas panitera meliputi:

 

  • Mengelola administrasi perkara pengadilan
  • Mencatat jalannya persidangan
  • Menyiapkan dokumen dan arsip perkara
  • Membantu hakim selama persidangan
  • Memastikan kelengkapan administrasi hukum

 


 

Cek juga:

 

 


 

Profesi di Bidang Hukum di Perusahaan & Dunia Bisnis

 

Profesi di Bidang Hukum

Sumber: Freepik

 

Di dunia bisnis, hukum berperan sebagai “pengaman” agar aktivitas perusahaan berjalan lancar dan sesuai aturan. Banyak lulusan hukum justru bekerja di perusahaan sebagai tim internal yang menangani risiko hukum, kontrak, dan kepatuhan. Profesi di bidang ini cenderung lebih stabil dan fokus pada pencegahan masalah hukum sejak awal.

 

5. Legal Officer

Legal Officer adalah profesi hukum yang paling umum ditemui di perusahaan. Perannya sebagai penjaga urusan hukum internal, mulai dari dokumen sampai kebijakan perusahaan. Legal Officer biasanya jadi tempat bertanya manajemen kalau ada keputusan bisnis yang berhubungan dengan hukum.

Tugas Legal Officer umumnya meliputi:

 

  • Menangani permasalahan hukum internal perusahaan
  • Memberikan pendapat hukum kepada manajemen
  • Menyusun dan meninjau dokumen hukum perusahaan
  • Mengurus perizinan dan legalitas usaha
  • Memastikan kegiatan perusahaan sesuai peraturan

 

6. Corporate Lawyer

Corporate Lawyer fokus pada hukum bisnis dan korporasi. Profesi ini biasanya menangani perusahaan besar atau klien korporasi, bukan kasus perorangan. Kerjanya lebih banyak di balik layar dan jarang terlibat langsung dalam persidangan.

Dalam praktiknya, Corporate Lawyer bertanggung jawab untuk:

 

  • Menangani isu hukum korporasi dan bisnis
  • Menyusun serta meninjau kontrak kerja sama
  • Mendampingi proses merger dan akuisisi
  • Memberikan nasihat hukum untuk strategi bisnis
  • Mengelola risiko hukum dalam aktivitas perusahaan

 

7. Compliance Officer

Compliance Officer bertugas memastikan perusahaan taat aturan dan regulasi. Profesi ini sangat penting, terutama di sektor keuangan, perbankan, asuransi, dan perusahaan besar yang diawasi ketat oleh regulator.

Compliance Officer membantu perusahaan menghindari sanksi hukum dengan memastikan semua proses sudah sesuai ketentuan.

Peran Compliance Officer biasanya mencakup:

 

  • Memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi
  • Mengawasi penerapan kebijakan dan prosedur internal
  • Mengidentifikasi potensi pelanggaran hukum
  • Memberikan rekomendasi perbaikan kepatuhan
  • Melaporkan hasil pengawasan kepada manajemen

 

8. Contract Specialist

Contract Specialist adalah profesi hukum yang fokus pada dokumen perjanjian dan kontrak. Hampir semua aktivitas bisnis melibatkan kontrak, sehingga peran ini sangat krusial untuk mencegah konflik di kemudian hari.

Tugas Contract Specialist umumnya meliputi:

 

  • Menyusun dan meninjau kontrak bisnis
  • Memastikan isi kontrak sesuai hukum yang berlaku
  • Mengelola arsip dan masa berlaku kontrak
  • Mengurangi risiko sengketa melalui klausul kontrak
  • Berkoordinasi dengan tim legal dan bisnis

 

Profesi di Bidang Hukum Pemerintahan & Lembaga Publik

Profesi hukum di bidang ini biasanya berkaitan dengan peraturan, kebijakan, dan administrasi negara, sehingga perannya cukup strategis dalam menjalankan fungsi pemerintahan:

 

9. Aparatur Sipil Negara (ASN) Bidang Hukum

ASN bidang hukum bekerja di kementerian, lembaga negara, atau pemerintah daerah. Perannya adalah membantu penyusunan, pelaksanaan, dan pengawasan kebijakan dari sisi hukum. Profesi ini cocok buat yang ingin berkarier di sektor publik dengan jalur yang relatif stabil.

Tugas ASN bidang hukum umumnya meliputi:

 

  • Mengkaji dan menerapkan peraturan perundang-undangan
  • Memberi pertimbangan hukum dalam kebijakan pemerintah
  • Menyusun dokumen hukum dan administrasi negara
  • Mendampingi proses hukum yang melibatkan instansi
  • Mengawasi pelaksanaan aturan di lingkungan kerja

 

10. Legal Drafter

Legal Drafter adalah profesi hukum yang fokus pada penyusunan peraturan dan regulasi. Profesi ini sangat penting karena kualitas sebuah aturan sangat bergantung pada kejelasan dan ketepatan redaksinya.

Secara umum, tugas Legal Drafter mencakup:

 

  • Menyusun rancangan peraturan dan kebijakan
  • Mengkaji kesesuaian aturan dengan hukum yang lebih tinggi
  • Merapikan bahasa hukum agar jelas dan tidak multitafsir
  • Berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait kebijakan
  • Melakukan revisi regulasi sesuai kebutuhan

 

11. Konsultan Hukum Publik

Konsultan Hukum Publik memberikan pendampingan dan masukan hukum untuk lembaga publik, organisasi, atau program yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Fokusnya bukan hanya kepentingan bisnis, tapi juga aspek sosial dan kebijakan publik.

Peran Konsultan Hukum Publik biasanya meliputi:

 

  • Memberikan pendapat hukum untuk lembaga publik
  • Mendampingi program atau kebijakan berbasis masyarakat
  • Mengkaji dampak hukum dari suatu kebijakan
  • Menyusun rekomendasi hukum yang solutif
  • Berkoordinasi dengan instansi dan pemangku kepentingan

 

Profesi di Bidang Hukum Alternatif & Non-Litigasi

Nggak semua profesi hukum harus berurusan dengan sidang atau konflik di pengadilan. Di jalur non-litigasi, fokusnya justru pada pencegahan sengketa, penyelesaian damai, dan kepastian hukum sejak awal.

Profesi di bidang ini banyak dibutuhkan di masyarakat dan dunia bisnis:

 

12. Notaris

Notaris adalah pejabat umum yang berwenang membuat akta otentik. Peran notaris penting untuk memastikan suatu perjanjian atau perbuatan hukum punya kekuatan hukum yang sah dan jelas. Profesi ini sering berkaitan dengan urusan perdata seperti jual beli, pendirian perusahaan, atau warisan.

Tugas notaris pada umumnya meliputi:

 

  • Membuat dan mengesahkan akta otentik
  • Menjelaskan isi akta kepada para pihak
  • Memastikan perbuatan hukum sesuai aturan
  • Menyimpan dan mengarsipkan dokumen hukum
  • Memberikan kepastian hukum bagi masyarakat

 

13. Mediator

Mediator berperan membantu pihak-pihak yang bersengketa untuk menemukan solusi tanpa harus ke pengadilan. Profesi ini menekankan komunikasi, negosiasi, dan pendekatan yang netral agar konflik bisa selesai secara damai.

Mediator bisa bekerja di lembaga resmi atau secara independen.

Peran mediator biasanya mencakup:

 

  • Memfasilitasi komunikasi antar pihak yang bersengketa
  • Membantu mencari solusi yang adil bagi semua pihak
  • Menjaga proses penyelesaian tetap netral
  • Mengurangi potensi konflik berkepanjangan
  • Mendokumentasikan hasil kesepakatan

 

14. Konsultan Hukum

Konsultan Hukum memberikan pendapat dan analisis hukum kepada klien tanpa harus mewakili di persidangan. Profesi ini fokus pada pencegahan masalah hukum, bukan penanganan konflik setelah terjadi.

Tugas konsultan hukum umumnya meliputi:

 

  • Memberikan nasihat dan pendapat hukum
  • Menganalisis risiko hukum suatu keputusan
  • Meninjau dokumen dan perjanjian
  • Memberikan rekomendasi solusi hukum
  • Membantu klien memahami kewajiban hukum

 


 

Cek juga:

 

 


 

Skill yang Akan Dipelajari untuk Berkarier di Bidang Hukum

 

Profesi di Bidang Hukum

Sumber: Freepik

 

Untuk bisa masuk dan berkembang di berbagai profesi di bidang hukum, ada sejumlah skill penting yang perlu dikuasai. Seluruh skill ini dipelajari dan dilatih secara bertahap melalui perkuliahan jurusan Ilmu Hukum di Universitas Cakrawala, karena kurikulumnya disusun berbasis kebutuhan industri:

 

Hard Skill (Kemampuan Teknis Hukum)

Hard skill berikut menjadi dasar utama dalam praktik hukum dan akan dipelajari melalui materi, studi kasus, serta praktik langsung selama kuliah:

 

  • Analisis Hukum: Mahasiswa dilatih untuk memahami, mengidentifikasi, dan mengevaluasi isu hukum, lalu menerapkan prinsip hukum yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan nyata.
  • Legal Drafting: Kemampuan menyusun dokumen hukum seperti kontrak, perjanjian, dan regulasi dipelajari secara sistematis agar jelas, rapi, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
  • Negosiasi dan Legal Compliance: Mahasiswa dibekali kemampuan bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan yang adil, sekaligus memahami kepatuhan terhadap peraturan dan standar hukum di berbagai sektor industri.
  • Riset Hukum dan Studi Kasus: Proses pembelajaran juga melatih mahasiswa melakukan riset hukum, mengkaji peraturan, serta menganalisis kasus sebagai dasar pengambilan keputusan hukum.

 

Soft Skill (Kemampuan Pendukung)

Selain kemampuan teknis, perkuliahan Ilmu Hukum di Universitas Cakrawala juga membentuk soft skill yang dibutuhkan di dunia kerja hukum:

 

  • Berpikir Kritis, untuk menilai persoalan hukum secara objektif
  • Kemampuan Argumentasi dan Advokasi, agar pendapat hukum bisa disampaikan secara meyakinkan
  • Komunikasi Profesional, supaya mampu menjelaskan isu hukum dengan jelas dan terstruktur
  • Kepemimpinan di Sektor Hukum, dalam pengambilan keputusan dan tanggung jawab profesi
  • Etika Profesi Hukum, sebagai fondasi integritas dan kepercayaan publik

 

Seluruh skill tersebut dipelajari melalui kurikulum berbasis industri, pembelajaran yang praktis dan kontekstual, serta pengalaman langsung terjun ke dunia kerja melalui skema 3 tahun kuliah dan 1 tahun praktik industri.

Tidak hanya itu, Universitas Cakrawala juga menyediakan program penyaluran kerja yang membantu mahasiswa mempersiapkan diri masuk dunia profesional dan membuka akses ke peluang kerja melalui 1,000+ perusahaan mitra, sehingga lulusan memiliki jalur transisi yang lebih jelas dari kampus ke dunia kerja.

 


 

Cek juga:

 

 


 

FAQ 

1. Apakah profesi di bidang hukum bisa kerja freelance?

Bisa, meskipun tidak semua profesi hukum cocok untuk sistem freelance.

Beberapa profesi yang memungkinkan bekerja secara mandiri antara lain konsultan hukum, mediator, pengacara, dan legal consultant untuk UMKM atau perusahaan kecil. Biasanya, klien membutuhkan pendampingan hukum secara proyek, misalnya untuk kontrak, pendapat hukum, atau penyelesaian masalah tertentu.

Namun, kerja freelance di bidang hukum tetap membutuhkan izin profesi, pengalaman, dan kepercayaan klien.

 

2. Profesi hukum apa yang paling banyak dibutuhkan perusahaan?

Di lingkungan perusahaan, profesi hukum yang paling banyak dibutuhkan biasanya adalah legal officer, compliance officer, corporate lawyer, dan contract specialist. Profesi-profesi ini berhubungan langsung dengan operasional bisnis sehari-hari.

Perusahaan membutuhkan peran hukum untuk mengurus kontrak, perizinan, kepatuhan terhadap regulasi, serta mengelola risiko hukum agar bisnis bisa berjalan aman.

 

3. Profesi hukum apa yang tidak terlalu fokus pada konflik atau sengketa?

Beberapa profesi hukum justru lebih fokus pada pencegahan masalah hukum, bukan penyelesaian konflik. Contohnya legal officer, compliance officer, legal drafter, dan contract specialist. Profesi ini bekerja memastikan semua aktivitas sudah sesuai aturan sebelum masalah muncul.

Dengan pendekatan preventif, profesi-profesi tersebut membantu perusahaan atau organisasi menghindari sengketa hukum di kemudian hari. Cocok untuk yang lebih suka kerja analitis, rapi, dan strategis dibanding berhadapan langsung dengan konflik atau persidangan.

 

Wujudkan Kariermu di Bidang Hukum Bersama Cakrawala!

Karier hukum tidak selalu soal sidang dan konflik, tapi juga mencakup peran strategis di perusahaan, pemerintahan, hingga sektor publik. Kuncinya adalah memahami cara kerja hukum di dunia nyata dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri.

Kalau kamu tertarik menekuni bidang hukum dan ingin mempersiapkan diri sejak awal agar lebih siap kerja, jurusan Ilmu Hukum di Universitas Cakrawala bisa jadi pilihan yang relevan. 

 

jurusan ilmu hukum

 

Di sini, mahasiswa tidak hanya belajar teori hukum, tetapi juga dibekali praktik, studi kasus, dan pengalaman industri yang sesuai dengan kebutuhan profesi hukum saat ini.

Beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan antara lain:

 

  • Program penyaluran kerja dengan dukungan lebih dari 800 mitra industri dari berbagai sektor
  • Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman kerja dan portofolio bisa dibangun lebih awal
  • Kurikulum berbasis industri yang disusun sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini
  • Dosen praktisi berpengalaman, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan dengan kondisi lapangan

 

Kalau kamu sudah mulai membayangkan ingin berkarier di salah satu profesi di bidang hukum, sekarang saatnya mengambil langkah nyata. Kamu bisa mulai dengan konsultasi gratis atau langsung mendaftar di sini!

Banner Picture

Kategori:

School of Law

Cakrawala

Share

Penulis

Hasna Latifatunnisa

Hasna adalah Content Writer dengan lebih dari 4 tahun menulis konten SEO di bidang bisnis, keuangan, teknologi, dan karier. Terampil dalam merancang strategi SEO yang meningkatkan peringkat pencarian dan keterlibatan audiens, penulis ini juga ahli dalam riset kata kunci dan audit konten, memastikan informasi yang disajikan akurat dan relevan untuk pembaca.

Artikel Lainnya
Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.