Teknik Mesin dan Teknik Elektro sering jadi pilihan favorit di jurusan teknik. Sekilas terlihat mirip, tapi fokus belajar, skill yang dibangun, dan prospek kerjanya cukup berbeda. Kalau tidak dipahami sejak awal, salah pilih jurusan bisa bikin kuliah terasa berat dan tidak sesuai rencana karier.
Lewat artikel ini, kamu akan memahami perbedaan Teknik Mesin dan Teknik Elektro secara detail. Check it out!
Key Takeaways
- Teknik Mesin menekankan sistem mekanik dan proses industri berbasis mesin, sedangkan Teknik Elektro lebih fokus pada kelistrikan, otomasi, dan teknologi modern.
- Kedua jurusan sama-sama punya prospek kerja luas. Pilihan terbaik bukan soal mana yang lebih sulit atau lebih bergengsi, tapi mana yang paling sesuai dengan minat, kemampuan, dan arah karier yang ingin kamu capai.
- Agar ilmu yang dipelajari benar-benar relevan dengan dunia industri, penting memilih kampus dengan kurikulum berbasis industri, dosen praktisi, dan peluang magang sejak awal, seperti yang diterapkan di Universitas Cakrawala.
Apa Itu Teknik Mesin?
Teknik Mesin adalah jurusan yang mempelajari prinsip dasar mekanika dan sistem mesin yang digunakan dalam berbagai aktivitas industri.
Fokus utamanya adalah memahami bagaimana sebuah mesin dirancang, bekerja, dan dimanfaatkan untuk mendukung proses produksi.
Jurusan ini membekali mahasiswa dengan dasar pemikiran teknik yang kuat, terutama dalam hal analisis, logika, dan pemecahan masalah teknis. Karena itu, Teknik Mesin sering dianggap sebagai salah satu jurusan teknik yang fleksibel dan aplikatif di banyak sektor industri.
Apa Itu Teknik Elektro?
Teknik Elektro adalah jurusan yang mempelajari listrik, elektronika, dan sistem berbasis teknologi yang banyak digunakan dalam kehidupan modern.
Hampir semua perangkat yang kita pakai sehari-hari, dari lampu, ponsel, sampai mesin industri, tidak lepas dari peran ilmu elektro.
Di jurusan ini, kamu akan diajak memahami bagaimana energi listrik dihasilkan, dikendalikan, dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Selain itu, Teknik Elektro juga erat kaitannya dengan perkembangan teknologi digital dan otomasi.
Cek juga:
- 15 Universitas Jurusan Teknik Elektro Terbaik di Indonesia
- Pilihan Kelas Karyawan S1 Teknik Elektro di Jakarta
Perbedaan Teknik Mesin dan Teknik Elektro
Walaupun sama-sama berada di rumpun teknik, Teknik Mesin dan Teknik Elektro mempelajari “dunia” yang berbeda. Perbedaan ini sangat terasa sejak awal kuliah karena cara berpikir, materi, dan pendekatan belajarnya tidak sama:
1. Objek yang Dipelajari
Perbedaan paling dasar antara Teknik Mesin dan Teknik Elektro bisa dilihat dari objek utama yang dipelajari.
Di Teknik Mesin, mahasiswa fokus pada sistem mekanik dan benda fisik. Kamu akan mempelajari:
- Bagaimana sebuah mesin bekerja
- Bagaimana gaya dan gerak memengaruhi kinerja alat
- Bagaimana material bereaksi terhadap tekanan, panas, atau beban tertentu
Objeknya bisa dilihat dan disentuh secara langsung, seperti mesin produksi, komponen otomotif, hingga alat berat di industri.
Sementara itu, Teknik Elektro lebih banyak mempelajari fenomena kelistrikan dan sistem elektronik. Objek yang dipelajari sering kali tidak terlihat secara kasat mata, seperti:
- Arus listrik
- Tegangan
- Sinyal
- Gelombang
Di sini, kamu akan memahami bagaimana listrik dialirkan, dikendalikan, dan dimanfaatkan untuk menjalankan berbagai sistem, mulai dari perangkat elektronik sederhana sampai sistem industri yang kompleks.

Cek juga:
2. Perbedaan Mata Kuliah

Sumber: Freepik
Mahasiswa Teknik Mesin akan banyak berhadapan dengan sistem fisik, mesin, dan proses mekanik. Berikut beberapa contoh mata kuliah yang umum ditemui:
- Mekanika Teknik: Membahas gaya, keseimbangan, dan gerak pada benda. Mata kuliah ini jadi dasar untuk memahami bagaimana mesin dan struktur bekerja.
- Termodinamika: Mempelajari hubungan antara energi, panas, dan kerja. Ilmu ini penting untuk memahami mesin kalor, pendingin, dan sistem energi.
- Elemen Mesin: Fokus pada komponen mesin seperti poros, bantalan, roda gigi, dan pegas, termasuk cara merancangnya agar aman dan efisien.
- Material Teknik: Membahas sifat dan karakteristik material logam maupun non-logam, serta pemilihan material yang tepat untuk kebutuhan industri.
- Proses Manufaktur: Mempelajari cara pembuatan komponen mesin, mulai dari pengecoran, pembubutan, hingga proses produksi modern.
Di Teknik Elektro, mahasiswa lebih banyak mempelajari sistem kelistrikan, elektronika, dan teknologi berbasis sinyal. Berikut contoh mata kuliahnya:
- Rangkaian Listrik: Mata kuliah dasar yang membahas hubungan antara arus, tegangan, dan hambatan dalam suatu rangkaian listrik.
- Elektronika Analog: Mempelajari komponen elektronik seperti resistor, dioda, dan transistor, serta cara kerjanya dalam rangkaian.
- Elektronika Digital: Fokus pada sistem digital berbasis logika biner yang menjadi dasar perangkat elektronik modern.
- Sistem Kontrol: Membahas cara mengendalikan dan menstabilkan suatu sistem, seperti motor listrik atau mesin otomatis.
- Sistem Tenaga Listrik: Mempelajari pembangkitan, distribusi, dan penggunaan energi listrik dalam skala besar, termasuk di industri.
3. Fokus Keahlian
Di Teknik Mesin, fokus keahlian mahasiswa diarahkan pada pemahaman sistem mekanik secara menyeluruh. Mahasiswa dilatih untuk menganalisis bagaimana sebuah mesin bekerja, mengapa bisa gagal, dan bagaimana cara meningkatkan performanya.
Karena itu, lulusan Teknik Mesin dikenal punya kemampuan problem solving teknis yang kuat, terutama untuk kasus-kasus yang terjadi langsung di lapangan atau lingkungan industri.
Keahlian yang dibangun biasanya berkaitan dengan:
- Analisis kerja mesin dan komponen
- Perancangan sistem mekanik
- Pemeliharaan dan perbaikan mesin
- Efisiensi energi dan proses produksi
Sementara itu, Teknik Elektro membentuk keahlian yang lebih fokus pada pengendalian dan pengolahan sistem berbasis listrik dan teknologi. Mahasiswa dilatih berpikir sistematis, logis, dan detail karena satu kesalahan kecil bisa memengaruhi keseluruhan sistem.
Lulusan Teknik Elektro umumnya unggul dalam pemahaman sistem modern dan teknologi yang terus berkembang, terutama yang berkaitan dengan otomasi dan digitalisasi industri.
Keahlian yang biasanya ditekankan meliputi:
- Analisis dan perancangan sistem kelistrikan
- Pengendalian sistem otomatis
- Pemrosesan sinyal dan data
- Integrasi teknologi elektronik
4. Tools dan Software
Di Teknik Mesin, tools dan software umumnya digunakan untuk perancangan serta analisis sistem mekanik. Mahasiswa akan terbiasa untuk:
- Membuat gambar teknik sebagai dasar perancangan mesin
- Menganalisis kekuatan dan karakteristik material
- Mensimulasikan cara kerja mesin sebelum diterapkan di dunia nyata
Untuk mendukung proses tersebut, software seperti AutoCAD, SolidWorks, atau software simulasi mekanik lainnya sering digunakan. Software ini membantu mahasiswa memvisualisasikan desain dan meminimalkan kesalahan sebelum masuk ke tahap produksi atau praktik lapangan.
Sementara itu, di Teknik Elektro, tools dan software lebih difokuskan pada analisis sistem kelistrikan dan elektronik. Mahasiswa akan banyak berhadapan dengan:
- Simulasi rangkaian listrik dan elektronik
- Analisis sinyal dan respon sistem
- Pengujian serta pemodelan sistem kontrol
Software simulasi rangkaian dan pemodelan sistem menjadi bagian penting dalam proses belajar Teknik Elektro. Hal ini membantu mahasiswa memahami sistem kelistrikan yang kompleks, terutama karena banyak konsep elektro tidak bisa diamati secara langsung.
5. Pendekatan Praktik
Di Teknik Mesin, praktik biasanya dilakukan di bengkel dan laboratorium mekanik. Mahasiswa akan banyak berinteraksi langsung dengan alat, mesin, dan material. Pendekatan ini membuat mahasiswa Teknik Mesin terbiasa dengan kondisi nyata yang mirip dengan lingkungan kerja di pabrik atau workshop.
Praktikum sering melibatkan:
- Pengukuran dan pengujian material
- Pengoperasian mesin
- Perakitan dan pembongkaran komponen
- Simulasi kerja mesin di kondisi tertentu
Sedangkan di Teknik Elektro, praktik lebih sering dilakukan di laboratorium kelistrikan dan elektronika. Kegiatan praktik biasanya berfokus pada:
- Perakitan dan pengujian rangkaian listrik
- Analisis sinyal dan sistem kontrol
- Pengujian sistem berbasis elektronik
- Simulasi sistem menggunakan perangkat lunak
6. Tantangan Selama Kuliah
Walaupun sama-sama jurusan teknik, jenis tantangan yang dihadapi mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Elektro cukup berbeda. Ini penting diketahui sejak awal supaya kamu bisa mempersiapkan diri.
Di Teknik Mesin, tantangannya mengarah ke:
- Beban Perhitungan yang Panjang dan Detail: Banyak mata kuliah Teknik Mesin menuntut perhitungan bertahap yang tidak bisa dilewati begitu saja. Satu kesalahan kecil di awal bisa berpengaruh ke hasil akhir.
- Praktikum yang Menguras Fisik dan Waktu: Praktikum di bengkel atau laboratorium sering memakan waktu lama dan membutuhkan tenaga ekstra. Tidak jarang mahasiswa harus berdiri berjam-jam, mengangkat komponen, atau bekerja dengan mesin dalam kondisi nyata.
- Pemahaman Konsep Fisika yang Kuat: Teknik Mesin sangat bergantung pada konsep fisika, seperti gaya, gerak, dan energi. Kalau dasar fisikanya lemah, mahasiswa bisa kesulitan mengikuti materi lanjutan.
- Tugas Berbasis Studi Kasus Nyata: Banyak tugas dibuat menyerupai permasalahan di industri. Ini menantang karena mahasiswa tidak hanya dituntut menghitung, tetapi juga menganalisis dan memberi solusi yang masuk akal.
- Manajemen Waktu antara Teori dan Praktik: Jadwal kuliah sering padat karena harus menyeimbangkan kelas teori, praktikum, dan laporan. Mahasiswa perlu manajemen waktu yang baik agar tidak kewalahan.
Sementara di Teknik Elektro, tantangannya lebih ke:
- Materi yang Bersifat Abstrak dan Tidak Terlihat: Arus listrik, sinyal, dan gelombang tidak bisa dilihat langsung. Mahasiswa harus membayangkan konsep-konsep ini secara logis, yang sering kali terasa sulit di awal.
- Ketelitian Tinggi dalam Praktikum: Rangkaian elektronik sangat sensitif. Kesalahan kecil dalam pemasangan komponen bisa membuat sistem tidak berjalan sama sekali, sehingga mahasiswa dituntut sangat teliti.
- Materi yang Saling Berkaitan: Banyak mata kuliah Teknik Elektro saling terhubung. Jika tertinggal di satu materi dasar, memahami materi lanjutan akan jauh lebih sulit.
- Perkembangan Teknologi yang Cepat: Dunia elektro dan teknologi terus berkembang. Mahasiswa dituntut aktif belajar dan mengikuti perkembangan terbaru agar tidak tertinggal.
- Tuntutan Logika dan Konsentrasi Tinggi: Teknik Elektro membutuhkan fokus dan konsentrasi penuh, terutama saat menganalisis sistem atau rangkaian. Kuliah bisa terasa melelahkan secara mental jika tidak terbiasa.
7. Perbedaan Prospek Kerja
Walaupun sama-sama jurusan teknik, Teknik Mesin dan Teknik Elektro mengarah ke jalur karier yang berbeda. Berikut gambaran profesi yang umum ditempuh lulusan masing-masing jurusan beserta contoh perusahaan nyatanya.
Lulusan Teknik Mesin banyak bekerja sebagai:
- Mechanical engineer: Bertanggung jawab pada perancangan dan analisis sistem mesin serta komponen mekanik. Profesi ini banyak dibutuhkan di perusahaan manufaktur dan industri berat seperti United Tractors atau Isuzu Astra Motor Indonesia.
- Maintenance engineer: Menangani perawatan mesin produksi agar operasional pabrik tetap stabil dan efisien. Posisi ini tersedia di perusahaan seperti Mayora Indah atau Wings Group.
- Production engineer: Mengatur dan mengoptimalkan alur produksi supaya target tercapai dengan kualitas terjaga. Profesi ini dibutuhkan di perusahaan manufaktur seperti Krakatau Steel dan pabrik industri lainnya.
- Engineer perencanaan dan proyek: Terlibat dalam perencanaan dan pengawasan proyek industri atau fasilitas produksi. Karier ini bisa ditemui di perusahaan konstruksi dan EPC seperti Rekayasa Industri.
- Engineer industri energi dan migas: Mengelola sistem mesin di fasilitas energi dan industri berat. Lulusan Teknik Mesin banyak berkarier di perusahaan seperti Medco Energi atau perusahaan migas nasional dan internasional lainnya.
Di sisi lain, lulusan Teknik Elektro lebih banyak bekerja sebagai:
- Electrical engineer: Menangani instalasi, operasi, dan pemeliharaan sistem kelistrikan di industri dan gedung. Posisi ini dibutuhkan di perusahaan seperti PP Persero atau perusahaan properti dan industri besar.
- Engineer sistem tenaga listrik: Mengelola pembangkitan dan distribusi energi listrik. Karier ini bisa ditempuh di Indonesia Power atau perusahaan pembangkit listrik swasta.
- Engineer otomasi industri: Mengembangkan sistem otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi produksi. Profesi ini banyak dicari oleh perusahaan manufaktur modern dan integrator sistem industri.
- Telecommunication engineer: Bertugas mengelola jaringan komunikasi dan infrastruktur telekomunikasi. Peluang kerja tersedia di perusahaan seperti XL Axiata atau Indosat Ooredoo Hutchison.
- Engineer energi terbarukan: Terlibat dalam pengembangan sistem energi surya, air, dan angin. Karier ini bisa ditemui di perusahaan seperti TotalEnergies atau perusahaan pengembang energi hijau lainnya.
Cek juga:
Bagaimana Cara Menentukan Mana yang Cocok, Teknik Mesin atau Teknik Elektro?

Sumber: Freepik
Memilih antara Teknik Mesin dan Teknik Elektro sebaiknya tidak hanya berdasarkan tren atau ikut-ikutan. Supaya tidak salah jurusan, ada beberapa hal penting yang bisa kamu jadikan pertimbangan:
1. Lihat dari Minat Pribadi
Coba jujur pada diri sendiri, kamu lebih tertarik ke apa?
Kalau kamu suka memahami cara kerja mesin secara fisik, melihat komponen bergerak, dan tertarik dengan proses produksi di industri, Teknik Mesin biasanya terasa lebih cocok. Jurusan ini banyak berhubungan dengan sistem mekanik yang bisa diamati secara langsung.
Sebaliknya, kalau kamu lebih tertarik pada listrik, teknologi, dan sistem yang bekerja di balik layar, Teknik Elektro bisa jadi pilihan yang tepat. Kamu akan banyak belajar tentang bagaimana listrik dan sistem elektronik mengendalikan berbagai teknologi modern.
2. Sesuaikan dengan Kekuatan Akademik
Kedua jurusan sama-sama membutuhkan matematika dan fisika, tetapi pendekatan belajarnya berbeda.
Teknik Mesin lebih menekankan fisika mekanik, perhitungan gaya, dan analisis sistem fisik. Sementara itu, Teknik Elektro cenderung mengandalkan logika, analisis sistem, serta konsep yang lebih abstrak seperti rangkaian dan sinyal.
3. Tentukan Arah Karier Sejak Awal
Penting juga untuk membayangkan kamu ingin bekerja di bidang apa setelah lulus.
Kalau kamu tertarik ke manufaktur, otomotif, industri berat, atau energi berbasis mesin, Teknik Mesin punya peluang besar. Namun jika kamu ingin berkarier di kelistrikan, otomasi industri, telekomunikasi, atau teknologi modern, Teknik Elektro menawarkan prospek yang sangat luas dan terus berkembang.
4. Perhatikan Gaya Belajar yang Kamu Suka
Teknik Mesin identik dengan praktik bengkel, pengujian alat, dan aktivitas lapangan. Cocok untuk kamu yang suka belajar lewat praktik langsung dan tidak betah hanya duduk di kelas.
Teknik Elektro lebih banyak berhadapan dengan laboratorium, analisis rangkaian, dan simulasi sistem. Cocok untuk kamu yang suka bekerja dengan logika, detail, dan teknologi.
FAQ
1. Apakah Teknik Mesin lebih sulit dibanding Teknik Elektro?
Tidak bisa dibilang salah satu pasti lebih sulit dari yang lain, karena tingkat kesulitan sangat bergantung pada minat dan cara berpikir masing-masing mahasiswa.
- Teknik Mesin biasanya terasa menantang karena banyak perhitungan yang panjang dan berkaitan dengan konsep fisika mekanik, seperti gaya, gerak, dan energi. Selain itu, praktikum di bengkel juga cukup menguras tenaga dan waktu.
- Sementara itu, Teknik Elektro sering dianggap sulit karena materinya lebih abstrak. Mahasiswa harus memahami arus listrik, sinyal, dan sistem yang tidak bisa dilihat secara langsung. Tingkat ketelitiannya juga tinggi karena kesalahan kecil bisa memengaruhi seluruh sistem.
Intinya, jurusan akan terasa “sulit” kalau tidak sesuai dengan minat. Sebaliknya, kalau cocok, proses belajarnya justru terasa lebih menantang sekaligus menarik.
2. Apakah harus jago fisika dan matematika untuk masuk Teknik Mesin atau Teknik Elektro?
Tidak harus langsung jago, tapi punya dasar dan kemauan belajar itu wajib.
Baik Teknik Mesin maupun Teknik Elektro sama-sama menggunakan fisika dan matematika sebagai fondasi. Namun, materi tersebut akan dipelajari secara bertahap dari dasar hingga lebih kompleks selama kuliah.
3. Mana yang peluang kerjanya lebih luas, Teknik Mesin atau Teknik Elektro?
Keduanya sama-sama memiliki peluang kerja yang luas, hanya saja arah industrinya berbeda.
Teknik Mesin dibutuhkan hampir di semua sektor yang menggunakan mesin, seperti manufaktur, otomotif, industri berat, dan energi. Fleksibilitas inilah yang membuat lulusan Teknik Mesin bisa masuk ke banyak jenis industri.
Teknik Elektro unggul di bidang yang berkaitan dengan kelistrikan, otomasi, telekomunikasi, dan teknologi modern. Seiring perkembangan industri dan digitalisasi, kebutuhan akan lulusan Teknik Elektro juga terus meningkat.
Jadi, bukan soal mana yang lebih luas, tapi mana yang paling sesuai dengan minat dan tujuan kariermu.
4. Apakah lulusan Teknik Mesin bisa bekerja di bidang teknologi?
Bisa. Banyak lulusan Teknik Mesin yang berkarier di bidang teknologi, terutama yang berkaitan dengan sistem industri, otomasi, dan manajemen teknis.
Namun, biasanya mereka perlu membekali diri dengan skill tambahan, seperti pemahaman otomasi, software engineering dasar, atau sistem kontrol. Hal ini bisa didapatkan melalui mata kuliah pilihan, pelatihan, magang, atau pengalaman kerja.
5. Mana yang lebih banyak praktik, Teknik Mesin atau Teknik Elektro?
Keduanya sama-sama memiliki porsi praktik yang besar, tetapi bentuk praktiknya berbeda.
- Teknik Mesin lebih banyak praktik di bengkel dan laboratorium mekanik, seperti pengujian material, pengoperasian mesin, hingga perakitan komponen. Praktiknya cenderung bersifat fisik dan langsung berhubungan dengan alat.
- Sementara itu, Teknik Elektro lebih banyak praktik di laboratorium kelistrikan dan elektronika, seperti perakitan rangkaian, pengujian sistem kontrol, dan simulasi sistem. Praktiknya menuntut ketelitian dan fokus tinggi.
Pilihan terbaik tergantung pada gaya belajar kamu, apakah lebih nyaman dengan praktik fisik atau praktik berbasis sistem dan teknologi.
Sudah Tahu Pilihannya? Saatnya Tentukan Jurusan dan Kampus yang Tepat!
Pada akhirnya, perbedaan Teknik Mesin dan Teknik Elektro bukan soal mana yang lebih baik, tetapi mana yang paling sesuai dengan minat, kemampuan, dan tujuan kariermu.
Apa pun jurusan yang kamu pilih, satu hal yang tidak kalah penting adalah lingkungan kampus tempat kamu belajar. Kampus dengan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, dosen yang berpengalaman di dunia kerja, serta kesempatan praktik dan magang sejak dini akan sangat menentukan kesiapanmu setelah lulus.
Di sinilah Universitas Cakrawala mengambil peran. Melalui jurusan Teknik Elektro, Universitas Cakrawala menghadirkan pendekatan kampus siap kerja dengan:
- Program penyaluran kerja dengan jaringan lebih dari 1.000 mitra industri
- Magang sejak awal masa kuliah untuk membangun pengalaman dan portofolio
- Kurikulum berbasis industri yang selalu disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja
- Dosen praktisi berpengalaman yang memahami kebutuhan nyata di lapangan
Kalau kamu ingin kuliah teknik yang siap menghadapi kebutuhan industri, kamu bisa mulai tanya-tanya dulu atau daftar sekarang untuk menyiapkan masa depan kariermu!