Perbedaan Teknik Elektro dan Teknik Elektronika, Wajib Tahu!

School of Engineering and Computer Science
Tayang 06 January 2026
Diperbarui 06 January 2026
Waktu Baca 8 minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Hasna Latifatunnisa

Nama jurusannya sama-sama ada kata teknik, tapi Teknik Elektro dan Teknik Elektronika punya dunia yang berbeda. Kalau cuma lihat dari namanya, wajar kalau bikin bingung.

Biar nggak salah pilih dan menyesal di tengah jalan, mending pahami bedanya dari sekarang. Langsung lanjut ke pembahasannya, ya!

 

Key Takeaways

 

  • Teknik Elektro berfokus pada sistem kelistrikan dan energi berskala besar. Sementara Teknik Elektronika menitikberatkan pada rangkaian elektronik, sistem kontrol, dan teknologi digital.
  • Kalau tertarik pada energi, infrastruktur, dan sistem tenaga, Teknik Elektro lebih cocok. Sebaliknya, jika kamu suka teknologi, perangkat elektronik, dan otomasi, Teknik Elektronika bisa jadi pilihan tepat.
  • Program Teknik Elektro di Universitas Cakrawala dirancang berbasis industri, dilengkapi magang sejak awal dan dukungan mitra industri, sehingga mahasiswa lebih siap masuk dunia kerja setelah lulus.

 

Apa Itu Teknik Elektro?

Teknik Elektro adalah jurusan yang mempelajari kelistrikan dalam skala besar.

Fokusnya bukan sekadar kabel atau alat elektronik kecil, tetapi sistem tenaga listrik yang digunakan di rumah, gedung, pabrik, hingga jaringan listrik nasional.

Di jurusan ini, kamu akan belajar bagaimana listrik dihasilkan, disalurkan, dan dikendalikan agar tetap aman, stabil, dan efisien. Karena berhubungan dengan sistem vital, Teknik Elektro banyak berkaitan dengan infrastruktur dan industri energi.

Salah satu contoh penerapannya bisa ditemukan di perusahaan kelistrikan seperti PLN.

 

Apa Itu Teknik Elektronika?

Teknik Elektronika adalah jurusan yang fokus mempelajari rangkaian dan perangkat elektronik berskala kecil hingga menengah.

Bidang ini lebih dekat dengan komponen seperti resistor, transistor, IC (integrated circuit), sampai sistem berbasis digital dan otomatisasi. Di Teknik Elektronika, kamu akan banyak belajar bagaimana sebuah perangkat bekerja, diprogram, dan dikendalikan.

Contohnya bisa kamu temui pada alat elektronik sehari-hari, sistem kontrol industri, hingga perangkat berbasis mikrokontroler seperti Arduino yang sering dipakai untuk praktik dan proyek.

Kalau kamu suka ngulik alat, tertarik dengan teknologi, dan penasaran bagaimana sebuah sistem elektronik bisa “berpikir” dan merespons perintah, Teknik Elektronika biasanya terasa lebih cocok dan menyenangkan.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Perbedaan Teknik Elektro dan Teknik Elektronika

 

Perbedaan Teknik Elektro dan Teknik Elektronika

Sumber: Freepik

 

Walaupun masih satu rumpun keilmuan, Teknik Elektro dan Teknik Elektronika punya arah belajar yang berbeda. Berikut berbagai perbedaan utamanya:

 

Aspek Perbedaan

Teknik Elektro

Teknik Elektronika

Fokus Keilmuan

Sistem kelistrikan dan energi listrik berskala besar

Rangkaian elektronik, sinyal, dan sistem kontrol

Skala Sistem

Skala besar (pembangkit, jaringan listrik, industri)

Skala kecil–menengah (perangkat elektronik, sistem digital)

Komponen Utama

Generator, transformator, motor listrik, panel listrik

Resistor, kapasitor, transistor, IC, mikrokontroler

Skill Utama yang Dikembangkan

Analisis sistem tenaga, manajemen daya, keselamatan kerja

Analisis rangkaian, logika digital, pemrograman dasar

Arah Prospek Kerja

Energi, industri, infrastruktur, sistem tenaga

Teknologi, otomasi, IoT, perangkat elektronik

 

1. Perbedaan dari Segi Fokus Keilmuan

Teknik Elektro berfokus pada pengelolaan tenaga listrik dalam skala besar. Cakupan pembelajarannya umumnya meliputi:

 

  • Pembangkitan listrik: Mempelajari cara menghasilkan listrik dari berbagai sumber energi, seperti air, uap, gas, hingga energi terbarukan.
  • Transmisi dan distribusi listrik: Mengatur penyaluran listrik dari pembangkit ke rumah, gedung, dan kawasan industri agar tetap stabil, aman, dan minim gangguan.
  • Sistem kelistrikan industri: Merancang serta mengelola instalasi listrik di pabrik atau fasilitas industri berskala besar.
  • Manajemen daya listrik: Menghitung kebutuhan daya, efisiensi energi, serta pengaturan beban listrik agar sistem tidak mengalami overload.
  • Proteksi dan keselamatan listrik: Mempelajari sistem pengaman untuk mencegah kerusakan dan kecelakaan akibat gangguan listrik, seperti korsleting atau lonjakan tegangan.

 

Sementara itu, Teknik Elektronika lebih menitikberatkan pada pengolahan sinyal dan sistem kontrol. Fokus pembelajarannya antara lain:

 

  • Rangkaian elektronik: Merancang dan menganalisis rangkaian agar perangkat elektronik dapat bekerja sesuai fungsi yang diinginkan.
  • Pengolahan sinyal: Mengubah sinyal listrik menjadi data, suara, atau gambar yang bisa diproses oleh sistem elektronik.
  • Sistem kontrol: Mengembangkan sistem yang mampu mengatur kerja mesin atau perangkat secara otomatis dan terukur.
  • Mikrokontroler dan sistem digital: Mempelajari “otak” perangkat elektronik yang menjalankan logika dan perintah tertentu.
  • Otomasi dan perangkat pintar: Merancang sistem otomatis yang dapat bekerja tanpa campur tangan manusia secara langsung.

 

2. Perbedaan dari Segi Mata Kuliah

Salah satu hal yang paling terasa saat sudah masuk kuliah adalah susunan dan karakter mata kuliahnya. Walaupun di awal sama-sama belajar dasar kelistrikan, arah materi Teknik Elektro dan Teknik Elektronika akan berkembang ke jalur yang berbeda.

Mata kuliah di Teknik Elektro cenderung menuntut pemahaman sistem, perhitungan daya, dan penerapan di lapangan, terutama pada skala besar.

Mata kuliah yang umum ditemui di Teknik Elektro, antara lain:

 

  • Rangkaian Listrik: Membahas analisis arus, tegangan, dan daya pada sistem kelistrikan, termasuk perhitungan manual dan simulasi.
  • Sistem Tenaga Listrik: Mempelajari alur listrik dari pembangkit hingga ke konsumen, serta cara menjaga kestabilan sistem.
  • Mesin Listrik: Fokus pada prinsip kerja motor, generator, dan transformator yang banyak digunakan di industri.
  • Instalasi Listrik: Mengajarkan perancangan instalasi listrik gedung dan industri sesuai standar keselamatan.
  • Proteksi Sistem Tenaga: Membahas cara melindungi sistem listrik dari gangguan seperti hubung singkat dan kelebihan beban.

 

Sementara itu, Di Teknik Elektronika, kamu akan lebih sering menghadapi praktik rangkaian, pemrograman dasar, dan pengujian sistem elektronik.

Mata kuliah yang umum ditemui di Teknik Elektronika yaitu:

 

  • Elektronika Analog dan Digital: Mempelajari cara kerja rangkaian berbasis komponen elektronik dan logika digital.
  • Sistem Digital: Membahas rangkaian logika, flip-flop, dan dasar sistem komputer.
  • Mikrokontroler: Mengajarkan pemrograman perangkat elektronik untuk menjalankan fungsi tertentu.
  • Sistem Kendali: Mempelajari bagaimana sebuah sistem bisa berjalan otomatis dan stabil.
  • Embedded System: Mengembangkan sistem elektronik tertanam yang banyak digunakan pada perangkat modern.

 

3. Perbedaan Komponen yang Digunakan

Perbedaan fokus keilmuan antara Teknik Elektro dan Teknik Elektronika juga terlihat jelas dari jenis komponen yang paling sering digunakan saat praktik dan proyek.

Teknik Elektro umumnya berurusan dengan komponen kelistrikan berdaya besar, seperti:

 

  • Generator dan alternator: Digunakan untuk menghasilkan energi listrik dalam skala besar, seperti di pembangkit listrik.
  • Transformator (trafo): Berfungsi menaikkan atau menurunkan tegangan listrik agar sesuai dengan kebutuhan transmisi dan distribusi.
  • Panel listrik dan switchgear: Digunakan untuk mengontrol, membagi, dan mengamankan aliran listrik dalam sistem industri atau gedung.
  • Motor listrik: Mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, banyak dipakai di mesin industri dan peralatan berat.
  • Kabel daya dan sistem proteksi: Termasuk MCB, relay proteksi, dan grounding untuk menjaga keamanan sistem listrik.

 

Sementara itu, Teknik Elektronika lebih banyak menggunakan komponen berukuran kecil dengan fungsi pengolahan sinyal dan kontrol, seperti:

 

  • Resistor, kapasitor, dan induktor: Komponen dasar untuk mengatur arus, tegangan, dan respon rangkaian elektronik.
  • Dioda dan transistor: Digunakan sebagai pengatur arus, penguat sinyal, dan saklar elektronik.
  • IC (Integrated Circuit): Komponen inti dalam sistem digital dan perangkat elektronik modern.
  • Mikrokontroler dan mikroprosesor: Berfungsi sebagai pusat kendali atau “otak” dari perangkat elektronik.
  • Sensor dan aktuator: Digunakan untuk membaca kondisi lingkungan dan menjalankan perintah pada sistem otomasi.

 

4. Perbedaan dari Segi Peluang Kerja

Perbedaan fokus keilmuan dan mata kuliah membuat peluang kerja lulusan Teknik Elektro dan Teknik Elektronika juga cenderung mengarah ke bidang yang berbeda. Keduanya sama-sama dibutuhkan industri, tapi jenis pekerjaannya tidak selalu sama.

Peluang kerja lulusan Teknik Elektro umumnya berkaitan dengan sistem kelistrikan dan energi, seperti:

 

  • Engineer sistem tenaga listrik: Bertugas mengelola pembangkitan, transmisi, dan distribusi listrik. Kamu bisa mendaftar di PLN atau Siemens Energy.
  • Electrical engineer industri: Menangani sistem kelistrikan mesin produksi dan fasilitas pabrik. Peluang ini banyak tersedia di Astra International atau Indofood CBP.
  • Engineer instalasi listrik gedung: Merancang dan mengawasi instalasi listrik gedung bertingkat dan fasilitas publik. Kamu bisa bekerja di Wijaya Karya.
  • Engineer pembangkit energi terbarukan: Mengelola sistem pembangkit listrik tenaga surya, air, atau angin. Contoh perusahaan yang membuka posisi ini yaitu Pertamina New & Renewable Energy.
  • Maintenance engineer kelistrikan: Bertanggung jawab atas perawatan dan keandalan sistem listrik industri. Posisi ini banyak dibutuhkan di perusahaan seperti Unilever Indonesia.

 

Sementara itu, peluang kerja lulusan Teknik Elektronika lebih banyak mengarah ke bidang teknologi dan sistem digital, seperti:

 

  • Engineer elektronika: Merancang dan menguji perangkat elektronik agar berfungsi sesuai spesifikasi. Kamu bisa melamar ke Panasonic Manufacturing Indonesia.
  • Automation & control engineer: Mengembangkan sistem otomasi untuk proses produksi industri. Posisi ini banyak dibutuhkan di Schneider Electric.
  • Embedded system engineer: Mengembangkan sistem elektronik tertanam pada produk teknologi. Peluang karier ini tersedia di Bosch.
  • Engineer perangkat IoT: Mengembangkan sistem berbasis sensor dan konektivitas digital. Kamu bisa berkarier di Telkom Indonesia.
  • Electronics test engineer: Menguji kualitas dan performa perangkat elektronik sebelum dipasarkan. Contoh perusahaan yang membuka posisi ini adalah Foxconn.

 

5. Perbedaan Skill yang Dibutuhkan

Karena fokus keilmuannya berbeda, skill yang dibangun di Teknik Elektro dan Teknik Elektronika juga tidak sama. Dari sini biasanya mulai kelihatan jurusan mana yang paling cocok dengan gaya belajar dan minatmu.

Secara garis besar, Teknik Elektro menuntut ketangguhan dalam menangani sistem besar dan berisiko tinggi. Sedangkan Teknik Elektronika membutuhkan ketelitian, logika, dan kemampuan teknis yang detail.

Skill yang dibutuhkan di Teknik Elektro umumnya berkaitan dengan sistem dan analisis kelistrikan, seperti:

 

  • Analisis sistem kelistrikan: Mampu membaca diagram satu garis, menghitung aliran daya, serta menganalisis kondisi sistem listrik agar tetap stabil.
  • Pemahaman tegangan dan arus tinggi: Terbiasa bekerja dengan sistem berdaya besar dan memahami risiko serta cara penanganannya.
  • Problem solving teknis: Mampu mengidentifikasi sumber gangguan listrik dan menentukan solusi yang tepat di lapangan.
  • Pemahaman standar dan keselamatan kerja: Mengetahui prosedur keselamatan, regulasi kelistrikan, serta standar instalasi untuk mencegah kecelakaan kerja.
  • Kerja lapangan dan koordinasi tim: Siap terlibat dalam proyek lapangan dan bekerja sama dengan teknisi, kontraktor, dan engineer lain.

 

Sementara itu, skill yang dibutuhkan di Teknik Elektronika lebih dekat dengan teknologi dan sistem digital, antara lain:

 

  • Analisis dan perancangan rangkaian elektronik: Mampu merancang, membaca, dan menguji rangkaian agar perangkat bekerja sesuai fungsi.
  • Logika dan pemrograman dasar: Dibutuhkan untuk mengendalikan mikrokontroler, sistem digital, dan embedded system.
  • Ketelitian dan troubleshooting: Mampu menemukan kesalahan kecil pada rangkaian atau kode yang bisa memengaruhi kinerja sistem.
  • Pemahaman sistem kontrol dan otomasi: Mengatur agar sistem elektronik dapat bekerja otomatis, stabil, dan efisien.
  • Kemampuan mengikuti perkembangan teknologi: Cepat beradaptasi dengan perangkat, software, dan teknologi baru yang terus berkembang.

 

Hubungan Antara Teknik Elektro dan Teknik Elektronika

Walaupun sering dibandingkan, Teknik Elektro dan Teknik Elektronika sebenarnya bukan dua bidang yang saling terpisah. Keduanya masih berada dalam satu rumpun keilmuan dan justru saling melengkapi, terutama dalam penerapan di dunia industri.

Beberapa bentuk hubungan antara Teknik Elektro dan Teknik Elektronika antara lain:

 

  • Berangkat dari dasar ilmu yang sama: Keduanya sama-sama mempelajari konsep dasar listrik, rangkaian, dan hukum kelistrikan sebelum masuk ke bidang yang lebih spesifik.
  • Bekerja bersama dalam satu sistem: Dalam banyak proyek industri, sistem tenaga listrik (Elektro) membutuhkan sistem kontrol dan monitoring berbasis elektronika agar bisa berjalan optimal.
  • Saling terhubung di dunia industri: Misalnya di pabrik, Teknik Elektro menangani suplai dan distribusi daya, sementara Teknik Elektronika mengatur sensor, kontrol otomatis, dan sistem digitalnya.
  • Teknologi modern menggabungkan keduanya: Sistem seperti smart grid, otomasi industri, dan energi terbarukan membutuhkan keahlian elektro dan elektronika sekaligus.
  • Peluang kolaborasi lintas bidang: Lulusan kedua jurusan sering bekerja dalam satu tim proyek dengan peran yang berbeda namun saling bergantung.

 

Teknik Elektro vs Teknik Elektronika, Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?

 

Perbedaan Teknik Elektro dan Teknik Elektronika

Sumber: Freepik

 

Memilih antara Teknik Elektro dan Teknik Elektronika sebaiknya tidak cuma ikut tren. Yang paling penting adalah menyesuaikan jurusan dengan minat, karakter belajar, dan gambaran karier yang kamu inginkan. Biar lebih kebayang, coba lihat poin-poin berikut.

Teknik Elektro cocok untuk kamu jika:

 

  • Tertarik dengan sistem kelistrikan berskala besar seperti pembangkit dan jaringan listrik
  • Suka pekerjaan yang berkaitan dengan infrastruktur dan lapangan
  • Nyaman dengan perhitungan daya, tegangan, dan analisis sistem
  • Ingin berkarier di sektor energi, industri, atau konstruksi
  • Siap bekerja dengan standar keselamatan yang ketat

 

Teknik Elektronika cocok untuk kamu jika:

 

  • Tertarik dengan perangkat elektronik dan teknologi digital
  • Suka merakit, menguji, dan menganalisis rangkaian kecil
  • Menikmati logika, detail, dan pemrograman dasar
  • Ingin terlibat dalam pengembangan otomasi, IoT, atau perangkat pintar
  • Tertarik dengan industri teknologi yang terus berkembang

 

Kalau kamu merasa lebih cocok dengan sistem kelistrikan berskala besar, jurusan Teknik Elektro bisa jadi pilihan yang tepat.

Saat ini, sudah ada kampus yang merancang program Teknik Elektro dengan pendekatan siap kerja, salah satunya Teknik Elektro di Universitas Cakrawala. Di sini, kamu dibekali kemampuan rekayasa yang aplikatif, kritis, dan adaptif, sehingga relevan dengan kebutuhan sektor energi, industri digital, hingga perkembangan teknologi kendaraan listrik.

Dengan pendekatan tersebut, proses belajar tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penerapan nyata di dunia kerja.

Kurikulumnya disusun berbasis industri, sehingga materi yang dipelajari tidak hanya teoritis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, mahasiswa didorong untuk terjun langsung ke industri melalui pola kuliah 3 tahun yang dilanjutkan dengan 1 tahun kerja praktik, sehingga pengalaman dan portofolio bisa dibangun sejak dini.

Dukungan program penyaluran kerja dengan jaringan lebih dari 1.000 perusahaan mitra juga membuka peluang karier yang lebih luas setelah lulus.

 

Banner-Elektro

 


 

Cek juga:

 

 


 

FAQ 

1. Mana yang lebih sulit, Teknik Elektro atau Teknik Elektronika?

Tidak ada yang benar-benar lebih sulit, karena tingkat kesulitannya tergantung pada minat dan karakter belajar masing-masing orang.

 

  • Teknik Elektro cenderung menantang bagi mahasiswa yang kurang nyaman dengan perhitungan daya, analisis sistem, dan konsep kelistrikan berskala besar. Banyak materi yang berkaitan dengan sistem tenaga, mesin listrik, dan instalasi yang membutuhkan pemahaman konsep yang kuat.
  • Sementara itu, Teknik Elektronika bisa terasa sulit bagi yang kurang teliti atau tidak suka logika dan pemrograman. Mahasiswa akan sering berhadapan dengan rangkaian elektronik, analisis sinyal, dan sistem digital yang menuntut ketepatan tinggi.

 

2. Apakah Teknik Elektro harus jago fisika dan matematika?

Tidak harus jago sejak awal, tetapi dasar fisika dan matematika sangat membantu.

Di Teknik Elektro, fisika digunakan untuk memahami konsep listrik, medan, dan energi, sedangkan matematika dipakai untuk analisis rangkaian dan sistem tenaga.

Kabar baiknya, semua materi tersebut dipelajari bertahap dari dasar saat kuliah. Selama kamu mau belajar, latihan, dan memahami konsepnya pelan-pelan, kemampuan fisika dan matematika bisa berkembang seiring waktu.

 

3. Apakah Teknik Elektronika harus bisa coding?

Tidak harus bisa coding sebelum masuk kuliah. Di Teknik Elektronika, pemrograman memang digunakan, terutama untuk mikrokontroler, sistem digital, dan embedded system, tetapi coding akan diajarkan dari dasar.

Biasanya, bahasa pemrograman yang digunakan bersifat teknis dan aplikatif, bukan seperti pemrograman software murni. Fokusnya lebih ke bagaimana kode bisa mengendalikan perangkat elektronik dan sistem.

 

Siap Mulai Kuliah Teknik yang Relevan dengan Dunia Kerja?

Pada akhirnya, jurusan yang tepat bukan soal mana yang terlihat paling populer, tetapi mana yang paling sesuai dengan minat, cara belajar, dan rencana kariermu di masa depan.

Jika kamu tertarik dengan dunia kelistrikan, energi, otomasi, hingga teknologi modern seperti IoT dan kendaraan listrik, jurusan Teknik Elektro Universitas Cakrawala layak kamu pertimbangkan. Program ini dirancang dengan pendekatan siap kerja, menggabungkan pembelajaran akademik dan pengalaman industri agar mahasiswa memiliki bekal yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Beberapa hal yang menjadi keunggulan pembelajaran Teknik Elektro di Universitas Cakrawala antara lain:

 

  • Program Penyaluran Kerja: Terhubung dengan lebih dari 1.000 mitra industri, sehingga peluang lulusan untuk langsung masuk dunia kerja semakin terbuka.
  • Magang Sejak Semester Pertama: Mahasiswa sudah bisa merasakan pengalaman dunia kerja sejak awal kuliah, sekaligus membangun relasi, soft skill, dan portofolio profesional.
  • Kurikulum Berbasis Industri: Seluruh mata kuliah dirancang sesuai kebutuhan pasar kerja agar lulusan benar-benar siap bersaing di dunia profesional.
  • Dosen Praktisi: Proses belajar didampingi oleh profesional berpengalaman yang memahami kebutuhan nyata di lapangan.

 

Yuk, kenali lebih dekat jurusan ini dengan cara tanya-tanya gratis atau langsung daftar, dan siapkan diri untuk masa depan karier yang lebih siap dan relevan!

Banner Picture

Kategori:

School of Engineering and Computer Science

Cakrawala

Share

Penulis

Hasna Latifatunnisa

Hasna adalah Content Writer dengan lebih dari 4 tahun menulis konten SEO di bidang bisnis, keuangan, teknologi, dan karier. Terampil dalam merancang strategi SEO yang meningkatkan peringkat pencarian dan keterlibatan audiens, penulis ini juga ahli dalam riset kata kunci dan audit konten, memastikan informasi yang disajikan akurat dan relevan untuk pembaca.

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.