Nama jurusannya mirip banget, sampai bikin banyak orang ngira Pendidikan Teknik Elektro dan Teknik Elektro itu sama. Padahal, kalau dibedah lebih jauh, arah kuliah dan tujuan akhirnya cukup beda.
Biar kamu nggak salah pilih, di artikel ini kita bakal bahas perbedaan antara Pendidikan Teknik Elektro dan Teknik Elektro, mulai dari tujuan pendidikan sampai skill yang bakal kamu dapatkan!
Key Takeaways
- Pendidikan Teknik Elektro lebih diarahkan untuk mencetak pendidik dan instruktur teknik. Sementara Teknik Elektro fokus menyiapkan lulusan untuk terjun langsung ke dunia industri dan teknologi.
- Pendidikan Teknik Elektro menekankan kemampuan mengajar dan pedagogik. Sedangkan Teknik Elektro lebih kuat di skill teknis, analisis sistem, dan pemecahan masalah di lapangan.
- Jurusan Teknik Elektro di Universitas Cakrawala dirancang dengan kurikulum siap kerja, magang, dan dukungan mitra industri, sehingga lulusannya lebih siap bersaing di dunia profesional.
Apa Itu Pendidikan Teknik Elektro?
Pendidikan Teknik Elektro adalah jurusan yang mempelajari teknik kelistrikan sekaligus ilmu pendidikan.
Secara umum, jurusan ini dirancang untuk menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya paham konsep dasar teknik elektro, tetapi juga memiliki kemampuan menyampaikan dan mengajarkan ilmu tersebut.
Fokus utama Pendidikan Teknik Elektro adalah mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia pendidikan dan pelatihan, khususnya di bidang kelistrikan dan teknik elektro. Pembahasan yang lebih detail mengenai tujuan, kurikulum, dan skill yang dikembangkan akan kita ulas pada bagian perbedaan di bawah.
Apa Itu Teknik Elektro?
Teknik Elektro adalah jurusan yang berfokus pada ilmu kelistrikan dan penerapannya di dunia industri dan teknologi.
Secara umum, jurusan ini mempelajari bagaimana listrik dihasilkan, dikendalikan, dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari sistem tenaga, otomasi, hingga teknologi modern. Berbeda dengan jalur kependidikan, Teknik Elektro lebih diarahkan untuk mencetak lulusan yang siap terjun langsung ke dunia profesional sebagai engineer atau tenaga teknis.
Cek juga:
- 15 Universitas Jurusan Teknik Elektro Terbaik di Indonesia
- Pilihan Kelas Karyawan S1 Teknik Elektro di Jakarta
Perbedaan Pendidikan Teknik Elektro dan Teknik Elektro

Sumber: Freepik
Walaupun namanya mirip, Pendidikan Teknik Elektro dan Teknik Elektro memiliki tujuan pendidikan yang berbeda sejak awal.
Perbedaan inilah yang nantinya memengaruhi isi kuliah, skill yang dikembangkan, hingga arah karier lulusannya:
1. Perbedaan dari Segi Tujuan Pendidikan
Pada Pendidikan Teknik Elektro, tujuan pendidikannya lebih mengarah pada dunia pendidikan dan pelatihan. Mahasiswa dipersiapkan agar tidak hanya memahami materi kelistrikan, tetapi juga mampu menyampaikan ilmu tersebut dengan baik kepada orang lain.
Fokusnya adalah membentuk lulusan yang siap berperan sebagai pendidik atau instruktur teknik.
Tujuan Pendidikan Teknik Elektro antara lain:
- Mencetak tenaga pendidik di bidang teknik elektro
- Membekali kemampuan mengajar, membimbing, dan mengevaluasi pembelajaran
- Menyiapkan lulusan untuk dunia sekolah, pelatihan, dan pendidikan vokasi
Sementara itu, Teknik Elektro sejak awal diarahkan untuk mencetak tenaga profesional dan engineer. Mahasiswa dipersiapkan untuk menghadapi permasalahan teknis di dunia nyata, khususnya yang berkaitan dengan sistem kelistrikan dan teknologi.
Tujuan Teknik Elektro meliputi:
- Menyiapkan engineer dan tenaga teknis di bidang kelistrikan
- Mengembangkan kemampuan analisis, perancangan, dan pemecahan masalah teknis
- Membekali lulusan agar siap terjun ke industri, energi, dan teknologi
2. Perbedaan dari Segi Fokus Kurikulum
Pada Pendidikan Teknik Elektro, kurikulum dirancang dengan keseimbangan antara ilmu teknik dan ilmu kependidikan. Artinya, mahasiswa tidak hanya belajar materi teknis, tetapi juga dibekali kemampuan pedagogik agar siap mengajar.
Fokus kurikulum Pendidikan Teknik Elektro umumnya meliputi:
- Materi dasar teknik elektro sebagai fondasi keilmuan
- Mata kuliah kependidikan seperti pedagogik dan metode pembelajaran
- Penyusunan perangkat ajar dan evaluasi pembelajaran
- Praktik mengajar di sekolah atau lembaga pelatihan
Sementara itu, Teknik Elektro memiliki kurikulum yang lebih menekankan pada pendalaman teknis dan penerapan di dunia industri. Porsi mata kuliah kependidikan tidak ada, digantikan dengan materi teknis dan praktikum yang lebih intens.
Fokus kurikulum Teknik Elektro biasanya mencakup:
- Sistem tenaga listrik dan kelistrikan industri
- Elektronika, kontrol, dan otomasi
- Praktikum laboratorium dan proyek teknis
- Studi kasus dan penerapan di dunia industri
Dengan kaya lain, kurikulum Pendidikan Teknik Elektro disusun untuk mendukung peran sebagai pendidik. Sedangkan kurikulum Teknik Elektro dirancang untuk membentuk tenaga profesional dan engineer yang siap bekerja di sektor industri dan teknologi.
3. Perbedaan dari Segi Gelar Akademik
Perbedaan tujuan dan fokus kurikulum juga berdampak langsung pada gelar akademik yang diperoleh lulusan Pendidikan Teknik Elektro dan Teknik Elektro. Gelar ini bukan sekadar nama di belakang, tetapi juga mencerminkan arah kompetensi dan jalur karier.
Pada Pendidikan Teknik Elektro, lulusan umumnya mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.).
Gelar ini menunjukkan lulusan dipersiapkan sebagai tenaga pendidik. Secara akademik, S.Pd. menegaskan kompetensi di bidang pengajaran, pembelajaran, dan pendidikan vokasi teknik, sehingga lebih relevan untuk karier di sekolah, lembaga pelatihan, atau dunia pendidikan.
Sementara itu, lulusan Teknik Elektro akan memperoleh gelar Sarjana Teknik (S.T.).
Gelar S.T. menandakan lulusan dibekali kemampuan rekayasa dan teknis, serta dipersiapkan untuk terjun langsung ke dunia industri dan teknologi. Gelar ini umumnya menjadi syarat atau nilai tambah untuk posisi engineer, teknisi profesional, atau peran teknis lainnya di sektor industri.
4. Perbedaan dari Segi Skill yang Dikembangkan
Karena tujuan pendidikannya berbeda, skill yang dibangun di Pendidikan Teknik Elektro dan Teknik Elektro juga tidak sama. Dari sini biasanya mulai terlihat jurusan mana yang paling sesuai dengan gaya belajar dan rencana kariermu.
Secara umum, Pendidikan Teknik Elektro menekankan penguasaan teknik yang dibarengi kemampuan menyampaikan ilmu, sedangkan Teknik Elektro menuntut ketangguhan teknis untuk menangani sistem kelistrikan dan kebutuhan industri.
Skill yang dikembangkan di Pendidikan Teknik Elektro antara lain:
- Kemampuan mengajar dan komunikasi teknis: Menjelaskan konsep kelistrikan dengan bahasa sederhana, terstruktur, dan mudah dipahami oleh peserta didik.
- Perencanaan pembelajaran: Menyusun silabus, modul, dan media pembelajaran yang sesuai kurikulum dan kebutuhan siswa.
- Evaluasi dan penilaian hasil belajar: Menilai pemahaman peserta didik melalui ujian teori, praktik, serta observasi proses belajar.
- Pemahaman dasar teknik elektro: Menguasai konsep kelistrikan sebagai fondasi agar materi yang diajarkan tetap akurat dan relevan.
- Manajemen kelas dan pembelajaran: Mengelola kelas agar proses belajar berjalan efektif, tertib, dan kondusif.
Sementara itu, skill yang dikembangkan di Teknik Elektro lebih berorientasi pada kebutuhan teknis dan industri, seperti:
- Analisis sistem kelistrikan: Membaca diagram satu garis, menghitung aliran daya, dan menganalisis kondisi sistem agar tetap stabil.
- Pemahaman tegangan dan arus tinggi: Bekerja dengan sistem berdaya besar sekaligus memahami risiko dan prosedur penanganannya.
- Problem solving teknis: Mengidentifikasi sumber gangguan kelistrikan dan menentukan solusi yang tepat di lapangan.
- Pemahaman standar dan keselamatan kerja: Menerapkan regulasi, prosedur keselamatan, dan standar instalasi untuk mencegah kecelakaan kerja.
- Kerja lapangan dan koordinasi tim: Terlibat langsung dalam proyek teknis dan berkoordinasi dengan teknisi, engineer, dan pihak terkait.
5. Perbedaan dari Segi Prospek Kerja
Prospek kerja lulusan Pendidikan Teknik Elektro umumnya berada di dunia pendidikan dan pelatihan. Jalur ini cocok untuk kamu yang ingin mengajar, membimbing, dan mencetak tenaga terampil di bidang kelistrikan, seperti:
- Guru SMK bidang kelistrikan atau elektro: Mengajar mata pelajaran teknik listrik dan elektro. Kamu bisa mengajar di SMK negeri maupun swasta di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Instruktur atau trainer teknis: Memberikan pelatihan keterampilan kelistrikan. Peluang ini banyak tersedia di Balai Latihan Kerja (BLK) atau lembaga kursus teknis.
- Tenaga pendidik vokasi: Terlibat dalam pendidikan berbasis keterampilan di lembaga vokasi atau politeknik swasta.
- Asisten dosen atau akademisi: Dengan melanjutkan studi, lulusan bisa berkarier di perguruan tinggi atau lembaga pendidikan tinggi vokasi.
- Pengembang modul dan kurikulum pelatihan: Menyusun materi pelatihan teknis untuk lembaga pendidikan atau program pelatihan industri.
Sementara itu, prospek kerja lulusan Teknik Elektro lebih banyak berada di dunia industri dan teknologi, dengan contoh karier seperti:
- Electrical engineer: Menangani sistem kelistrikan industri dan gedung. Posisi ini banyak dibutuhkan di perusahaan seperti Astra International atau Unilever Indonesia.
- Engineer sistem tenaga listrik: Mengelola pembangkitan dan distribusi listrik. Kamu bisa berkarier di PLN atau perusahaan energi global seperti Siemens Energy.
- Engineer otomasi dan kontrol: Mengembangkan sistem otomasi industri. Peluang ini tersedia di perusahaan seperti Schneider Electric.
- Engineer energi terbarukan: Terlibat dalam proyek energi surya, air, atau angin, misalnya di Pertamina New & Renewable Energy.
- Supervisor atau teknisi kelistrikan industri: Mengawasi instalasi dan operasional sistem listrik di pabrik atau proyek infrastruktur.
Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu, Pendidikan Teknik Elektro atau Teknik Elektro?

Sumber: Freepik
Menentukan pilihan jurusan sebaiknya tidak sekadar ikut tren atau kata orang. Hal yang jauh lebih penting adalah seberapa cocok jurusan tersebut dengan minat, cara belajar, dan rencana kariermu ke depan. Supaya lebih jelas, coba perhatikan gambaran berikut.
Pendidikan Teknik Elektro cocok untuk kamu jika:
- Tertarik dengan dunia pendidikan dan pengajaran, khususnya bidang teknik
- Suka menjelaskan sesuatu dan berbagi ilmu ke orang lain
- Punya minat menjadi guru SMK, instruktur pelatihan, atau pendidik vokasi
- Lebih nyaman dengan kombinasi materi teknik dan kemampuan komunikasi
- Ingin berperan dalam mencetak tenaga terampil di bidang kelistrikan
Teknik Elektro cocok untuk kamu jika:
- Tertarik dengan dunia industri, teknologi, dan sistem kelistrikan
- Suka memecahkan masalah teknis dan tantangan di lapangan
- Nyaman dengan perhitungan, analisis sistem, dan praktik teknis
- Ingin berkarier sebagai engineer, teknisi profesional, atau tenaga industri
- Tertarik pada sektor energi, otomasi, dan teknologi modern
Jika kamu merasa lebih nyaman dengan dunia kelistrikan dan sistem berskala besar, maka Teknik Elektro bisa menjadi pilihan yang tepat. Saat ini, sudah ada kampus yang merancang program Teknik Elektro dengan pendekatan siap kerja, salah satunya jurusan Teknik Elektro di Universitas Cakrawala.
Melalui kurikulum berbasis industri, mahasiswa dibekali kemampuan rekayasa yang aplikatif, kritis, dan adaptif, sehingga tetap relevan dengan kebutuhan sektor energi, industri digital, hingga perkembangan teknologi kendaraan listrik. Proses belajarnya tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga diarahkan pada penerapan nyata di dunia kerja.
Selain itu, pola kuliah 3 tahun pembelajaran dan 1 tahun kerja praktik memberi kesempatan mahasiswa untuk terjun langsung ke industri lebih awal. Didukung program penyaluran kerja dengan lebih dari 1.000 mitra perusahaan, peluang membangun karier setelah lulus pun menjadi jauh lebih terbuka.

Cek juga:
FAQ
1. Apakah lulusan Pendidikan Teknik Elektro bisa kerja di luar dunia pendidikan?
Bisa, meskipun jalur utamanya memang di dunia pendidikan.
Lulusan Pendidikan Teknik Elektro tetap dibekali dasar teknik elektro, sehingga masih memiliki peluang bekerja di luar sekolah. Beberapa lulusan berkarier sebagai:
- Instruktur pelatihan teknis
- Trainer di lembaga kursus
- Staf teknis dengan fokus pelatihan dan pendampingan
Namun, jika dibandingkan dengan Teknik Elektro, ruang gerak di industri memang lebih terbatas karena porsi pembelajaran teknisnya tidak sedalam jurusan teknik murni.
2. Apakah lulusan Teknik Elektro bisa menjadi guru?
Bisa, tetapi tidak secara langsung.
Lulusan Teknik Elektro pada dasarnya dipersiapkan untuk dunia industri, bukan pendidikan. Jika ingin menjadi guru, lulusan Teknik Elektro biasanya perlu menempuh pendidikan tambahan di bidang kependidikan, seperti program profesi guru (PPG) atau sertifikasi mengajar.
Setelah memenuhi syarat tersebut, lulusan Teknik Elektro justru punya nilai tambah karena memiliki penguasaan teknis yang kuat, terutama untuk mengajar di SMK atau pendidikan vokasi.
3. Apakah Pendidikan Teknik Elektro tetap belajar teknik dan praktik?
Ya, tetap belajar.
Mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro tetap mempelajari dasar-dasar teknik elektro dan praktik kelistrikan sebagai fondasi keilmuan. Praktikum juga tetap ada, tetapi kedalamannya tidak seintens Teknik Elektro karena sebagian porsi kurikulum digunakan untuk mata kuliah kependidikan.
Artinya, kamu tetap memahami aspek teknis, tetapi fokusnya adalah agar mampu menjelaskan dan mengajarkan materi tersebut, bukan semata-mata untuk menyelesaikan masalah teknis di industri.
4. Jurusan mana yang lebih cocok kalau ingin cepat kerja setelah lulus?
Jika tujuan utamamu adalah cepat masuk dunia kerja, Teknik Elektro umumnya lebih cocok. Beberapa kamus memiliki jurusan Teknik Elektro yang sudah menerapkan kurikulum berbasis industri, magang, dan kerja praktik yang langsung terhubung dengan kebutuhan perusahaan.
Sementara itu, Pendidikan Teknik Elektro memiliki jalur karier yang lebih spesifik dan biasanya membutuhkan proses tambahan, seperti penempatan mengajar atau sertifikasi pendidik. Karena itu, dari sisi kecepatan masuk dunia kerja, Teknik Elektro cenderung memiliki peluang yang lebih luas dan fleksibel.
Mau Jadi Engineer Siap Kerja? Universitas Cakrawala Jawabannya!
Memahami perbedaan Pendidikan Teknik Elektro dan Teknik Elektro sejak awal bisa membantumu menghindari salah pilih jurusan. Keduanya sama-sama berangkat dari ilmu kelistrikan, tetapi memiliki tujuan pendidikan, fokus kurikulum, skill, dan arah karier yang berbeda.
Jika tujuanmu adalah cepat kerja, terlibat di proyek nyata, dan berkarier di sektor energi atau industri modern, memilih jurusan Teknik Elektro di Universitas Cakrawala menjadi langkah yang tepat. Program ini dirancang dengan pendekatan praktis dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Beberapa keunggulan yang ditawarkan antara lain:
- Program penyaluran kerja dengan jaringan lebih dari 1.000 mitra industri
- Magang sejak awal masa kuliah untuk membangun pengalaman dan portofolio
- Kurikulum berbasis industri yang selalu disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja
- Dosen praktisi berpengalaman yang memahami kebutuhan nyata di lapangan
Tunggu apa lagi? Langsung aja, tanya-tanya gratis atau daftar sekarang di jurusan Teknik Elektro Universitas Cakrawala. Siapkan langkah terbaik untuk masa depan kariermu!