Jurusan K3 Kerja Apa? Ini 11 Prospek Karier dan Peluangnya

School of Engineering and Computer Science
Tayang 15 January 2026
Diperbarui 15 January 2026
Waktu Baca 8 minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Hasna Latifatunnisa

Jurusan K3 menjadi salah satu jurusan yang punya jalur karier jelas dan dibutuhkan di dunia kerja. Di Indonesia sendiri, hampir semua industri wajib menerapkan sistem K3, sehingga kebutuhan tenaga profesionalnya terus ada.

Supaya kamu punya gambaran yang utuh, yuk simak prospek karier jurusan K3 dan pilihan pekerjaannya di bawah ini!

 

Key Takeaways

 

  • Lulusan K3 dibutuhkan di berbagai industri, mulai dari konstruksi, manufaktur, energi, hingga sektor kesehatan dan pemerintahan.
  • Selain posisi operasional, lulusan K3 juga bisa berkembang ke peran strategis seperti HSE, audit keselamatan, corporate safety, dan sustainability.
  • Universitas Cakrawala menawarkan jalur pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui jurusan Teknik Lingkungan & Rekayasa Berkelanjutan, mahasiswa dibekali kompetensi K3, lingkungan, dan keberlanjutan agar lebih siap menghadapi dunia kerja.

 

11 Prospek Karier Jurusan K3

Lulusan jurusan K3 punya jalur karier yang jelas dan aplikatif di dunia kerja. Hampir semua perusahaan wajib menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga posisi K3 selalu dibutuhkan, baik di level operasional maupun strategis.

Berikut 11 prospek kerja jurusan K3, dimulai dari yang paling umum ditemui di lapangan:

 

1. Safety Officer / Safety Supervisor / Safety Inspector

Posisi ini adalah jalur karier paling umum untuk lulusan K3. Perannya berfokus pada penerapan, pengawasan, dan inspeksi sistem keselamatan kerja di area operasional. Biasanya, jenjang karier dimulai dari Safety Officer lalu berkembang ke Supervisor atau Inspector.

Untuk fresh graduate, gaji posisi ini di Indonesia umumnya berada di kisaran Rp4–7 juta per bulan, tergantung lokasi, jenis industri, dan pengalaman lapangan.

Posisi ini sering dibuka oleh kontraktor konstruksi, perusahaan manufaktur, hingga proyek infrastruktur nasional, seperti PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, dan berbagai perusahaan logistik.

Dalam peran ini, aktivitas harianmu meliputi:

 

  • Mengawasi penerapan SOP K3 di area kerja
  • Melakukan inspeksi keselamatan secara rutin
  • Mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko kerja
  • Memberikan safety briefing kepada pekerja
  • Menyusun laporan temuan dan insiden keselamatan

 

2. HSE Officer

 

Jurusan K3 Kerja Apa

Sumber: Freepik

 

HSE Officer menangani aspek Health, Safety, dan Environment secara terintegrasi. Posisi ini punya peran penting dalam memastikan operasional perusahaan berjalan aman, sehat, dan sesuai aturan lingkungan.

Gaji HSE Officer untuk lulusan baru biasanya berada di kisaran Rp5–8 juta per bulan, dan bisa lebih tinggi di perusahaan berskala besar atau multinasional.

Peran ini banyak ditemukan di perusahaan energi dan manufaktur besar, misalnya PT Pertamina, Unilever Indonesia, hingga perusahaan industri nasional lainnya.

Di posisi ini, fokus pekerjaanmu antara lain:

 

  • Mengimplementasikan sistem manajemen HSE perusahaan
  • Memantau kepatuhan terhadap regulasi K3 dan lingkungan
  • Mengelola program kesehatan dan keselamatan kerja
  • Berkoordinasi dengan manajemen serta tim lapangan
  • Menyusun laporan dan dokumentasi HSE

 

3. HSE Engineer

HSE Engineer berada di level yang lebih teknis dan strategis. Perannya bukan hanya menjalankan sistem, tetapi juga merancang dan menyempurnakan sistem K3 agar operasional perusahaan lebih aman dan efisien.

Untuk fresh graduate, gaji HSE Engineer umumnya berada di kisaran Rp6–10 juta per bulan, tergantung industri, lokasi, dan kompleksitas proyek.

Posisi ini umum dijumpai di industri berat dan proyek berskala besar, termasuk di perusahaan seperti PT Freeport Indonesia, perusahaan energi, dan perusahaan EPC.

Sebagai HSE Engineer, kamu akan banyak terlibat dalam:

 

  • Perancangan dan pengembangan sistem manajemen K3
  • Analisis risiko serta evaluasi proses kerja
  • Penyusunan rekomendasi perbaikan keselamatan
  • Pengawalan penerapan standar HSE di proyek
  • Dukungan teknis dalam audit internal dan eksternal

 


 

Cek juga:

 

 


 

4. Safety Auditor / Advisor K3

Safety Auditor atau Advisor K3 berperan menilai apakah sistem keselamatan kerja di perusahaan sudah berjalan efektif dan sesuai regulasi. Posisi ini biasanya tidak selalu turun ke lapangan setiap hari, tapi fokus pada evaluasi, analisis, dan rekomendasi perbaikan.

Untuk lulusan K3, gaji awal di posisi ini umumnya berada di kisaran Rp6–9 juta per bulan. Dengan pengalaman dan sertifikasi lanjutan, gajinya bisa meningkat cukup signifikan.

Peran ini sering dibutuhkan oleh perusahaan konsultan, perusahaan besar, atau lembaga yang rutin melakukan audit keselamatan, seperti SUCOFINDO, konsultan K3, dan perusahaan multinasional.

Di posisi ini, kamu akan lebih sering terlibat dalam:

 

  • Melakukan audit sistem manajemen K3 perusahaan
  • Menilai kepatuhan terhadap peraturan dan standar K3
  • Menyusun laporan hasil audit dan rekomendasi perbaikan
  • Memberikan saran strategis ke manajemen
  • Mendampingi perusahaan dalam persiapan audit eksternal

 

5. Environmental Specialist

Environmental Specialist fokus pada pengelolaan dampak lingkungan dari aktivitas kerja perusahaan. Peran ini penting untuk memastikan operasional bisnis tetap berjalan tanpa melanggar aturan lingkungan hidup.

Gaji Environmental Specialist untuk lulusan baru biasanya berada di kisaran Rp5–8 juta per bulan, tergantung sektor industri dan tanggung jawab pekerjaannya.

Posisi ini banyak dibutuhkan di perusahaan manufaktur dan energi, seperti PT Pupuk Indonesia, perusahaan tambang, pabrik kimia, serta industri yang menghasilkan limbah dan emisi.

Dalam peran ini, fokus utama pekerjaanmu adalah:

 

  • Mengelola limbah dan dampak lingkungan perusahaan
  • Memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan
  • Menyusun dokumen lingkungan seperti AMDAL dan UKL-UPL
  • Melakukan pemantauan kualitas lingkungan
  • Berkoordinasi dengan tim HSE dan instansi terkait

 

6. Ahli Higiene Industri

Ahli Higiene Industri berfokus pada kesehatan kerja jangka panjang dengan mengidentifikasi dan mengendalikan faktor bahaya seperti kebisingan, debu, bahan kimia, dan getaran di tempat kerja.

Untuk fresh graduate, gaji Ahli Higiene Industri umumnya berada di kisaran Rp5–8 juta per bulan, dan bisa meningkat seiring pengalaman serta sertifikasi khusus.

Profesi ini banyak dibutuhkan di pabrik dan industri berat, termasuk perusahaan seperti Indofood, industri kimia, dan manufaktur berskala besar.

Sebagai Ahli Higiene Industri, kamu biasanya akan menangani:

 

  • Pengukuran dan pemantauan faktor bahaya lingkungan kerja
  • Analisis paparan kebisingan, debu, dan bahan kimia
  • Penyusunan rekomendasi pengendalian risiko kesehatan kerja
  • Edukasi pekerja terkait kesehatan kerja
  • Pelaporan hasil pemantauan kepada manajemen

 

7. Ahli Ergonomi

Ahli ergonomi bertugas memastikan sistem dan lingkungan kerja sesuai dengan kemampuan manusia, supaya pekerja bisa bekerja dengan aman, nyaman, dan produktif. Peran ini banyak dibutuhkan di lingkungan kerja yang menuntut aktivitas berulang atau posisi kerja tertentu.

Untuk lulusan baru, gaji Ahli Ergonomi di Indonesia umumnya berada di kisaran Rp5–8 juta per bulan, tergantung sektor dan lingkup pekerjaannya.

Peran ini mulai banyak dibutuhkan di perusahaan manufaktur, fasilitas kesehatan, dan perkantoran modern, termasuk di Kalbe Farma dan perusahaan industri lainnya.

Dalam pekerjaan ini, kamu akan fokus pada:

 

  • Menganalisis postur dan beban kerja karyawan
  • Memberi rekomendasi desain tempat kerja yang ergonomis
  • Mengurangi risiko cedera akibat posisi kerja
  • Bekerja sama dengan tim produksi dan HR
  • Mengevaluasi efektivitas perbaikan ergonomi

 

8. Spesialis Kebakaran (Fire Safety Specialist)

Spesialis kebakaran berperan dalam pencegahan, pengendalian, dan penanganan risiko kebakaran di lingkungan kerja. Profesi ini krusial di gedung tinggi, kawasan industri, dan fasilitas publik.

Gaji awal Fire Safety Specialist biasanya berada di kisaran Rp5–9 juta per bulan, dan bisa meningkat seiring pengalaman serta sertifikasi khusus. Posisi ini banyak dibutuhkan di pengelola gedung dan fasilitas publik, seperti Ciputra Group, kawasan industri, dan perusahaan properti besar.

Sebagai Spesialis Kebakaran, kamu biasanya akan menangani:

 

  • Penyusunan sistem pencegahan kebakaran
  • Pemeriksaan alat proteksi kebakaran
  • Pelaksanaan simulasi dan pelatihan kebakaran
  • Investigasi insiden kebakaran
  • Koordinasi dengan tim tanggap darurat

 

9. Quality Control Analyst

Quality Control Analyst berfokus pada pengawasan kualitas bahan baku dan produk agar sesuai standar keselamatan dan mutu. Posisi ini penting untuk menjaga kualitas produk sekaligus melindungi keselamatan konsumen.

Untuk fresh graduate, gaji Quality Control Analyst umumnya berada di kisaran Rp4–7 juta per bulan, tergantung industri dan sistem kerja perusahaan. Posisi ini banyak dibuka di perusahaan manufaktur dan farmasi, termasuk Kimia Farma, industri makanan, dan pabrik produksi skala besar.

Di posisi ini, pekerjaan yang sering kamu lakukan meliputi:

 

  • Pemeriksaan kualitas bahan baku dan produk jadi
  • Pencatatan dan analisis hasil pengujian
  • Memastikan proses produksi sesuai standar
  • Koordinasi dengan tim produksi dan laboratorium
  • Penyusunan laporan kualitas produk

 

10. Pengawas Konstruksi Bangunan (Bidang K3)

Pengawas konstruksi bidang K3 bertugas memastikan seluruh aktivitas proyek konstruksi berjalan sesuai standar keselamatan kerja. Posisi ini sangat krusial karena sektor konstruksi memiliki tingkat risiko kecelakaan yang tinggi.

Untuk lulusan K3, gaji awal di posisi ini umumnya berada di kisaran Rp5–9 juta per bulan, tergantung skala proyek dan lokasi kerja. Di proyek besar, penghasilannya bisa lebih tinggi.

Posisi ini banyak ditemukan di proyek gedung, jalan tol, dan infrastruktur publik yang dikerjakan oleh perusahaan konstruksi seperti PT Hutama Karya dan kontraktor nasional lainnya.

Dalam peran ini, kamu akan bertanggung jawab untuk:

 

  • Mengawasi penerapan K3 di area proyek konstruksi
  • Memastikan pekerja menggunakan APD sesuai standar
  • Melakukan inspeksi keselamatan harian
  • Mengidentifikasi dan mengendalikan risiko kecelakaan kerja
  • Berkoordinasi dengan manajemen proyek

 

11. Pengawas K3 Pemerintah (ASN)

Selain bekerja di sektor swasta, lulusan K3 juga memiliki peluang berkarier sebagai aparatur sipil negara. Pengawas K3 pemerintah bertugas mengawasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai perusahaan.

Gaji ASN mengikuti ketentuan pemerintah dan berada di kisaran Rp4–7 juta per bulan untuk awal karier, ditambah tunjangan sesuai jabatan dan instansi.

Posisi ini berada di instansi pemerintah seperti Kementerian Ketenagakerjaan, dinas tenaga kerja provinsi, dan lembaga pengawasan ketenagakerjaan lainnya.

Sebagai Pengawas K3 Pemerintah, tugas utamamu meliputi:

 

  • Melakukan pengawasan penerapan K3 di perusahaan
  • Memberikan pembinaan dan rekomendasi perbaikan
  • Melakukan pemeriksaan dan penilaian kepatuhan K3
  • Menyusun laporan hasil pengawasan
  • Mendukung penegakan regulasi K3 nasional

 

Lulusan K3 Bisa Kerja di Industri Apa Saja?

Ilmu K3 bisa dipakai di banyak sektor karena keselamatan dan kesehatan kerja adalah kebutuhan dasar perusahaan. Di Indonesia, penerapan K3 diawasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan, sehingga peluang kerja lulusan K3 relatif stabil.

Berikut industri yang paling banyak menyerap lulusan K3:

 

  • Konstruksi dan Infrastruktur: Profesi K3 sangat dibutuhkan di sektor ini karena risiko kerja yang tinggi. Lulusan K3 banyak dicari di perusahaan seperti PT Adhi Karya, kontraktor swasta nasional, serta proyek infrastruktur daerah.
  • Manufaktur dan Pabrik: Di pabrik, peran K3 penting untuk menjaga keselamatan mesin, proses produksi, dan kesehatan pekerja. Lulusan K3 banyak bekerja di perusahaan seperti Mayora Indah, pabrik otomotif, dan industri barang konsumsi.
  • Pertambangan dan Energi: Sektor ini menerapkan standar K3 yang ketat. Lulusan K3 dibutuhkan di perusahaan seperti PT Bukit Asam, perusahaan energi, dan pembangkit listrik.
  • Migas dan Industri Berat: Industri migas membutuhkan sistem keselamatan yang terstruktur. Peluang kerja K3 bisa ditemukan di perusahaan seperti PT Medco Energi, perusahaan EPC, dan industri petrokimia.
  • Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan: Di sektor kesehatan, K3 berperan menjaga keselamatan tenaga medis dan pasien. Lulusan K3 banyak dibutuhkan di rumah sakit seperti Siloam Hospitals, rumah sakit swasta besar, dan fasilitas kesehatan lainnya.
  • Logistik dan Transportasi: Aktivitas gudang dan distribusi memerlukan sistem keselamatan kerja. Lulusan K3 sering bekerja di perusahaan seperti J&T Express, perusahaan pergudangan, dan operator transportasi.
  • Perkantoran dan Perusahaan Korporat: Di level kantor pusat, K3 berfokus pada corporate safety dan ergonomi. Posisi ini bisa ditemukan di perusahaan seperti Telkom Indonesia, BUMN, dan perusahaan swasta nasional.
  • Instansi Pemerintah: Selain swasta, lulusan K3 juga dibutuhkan di sektor pemerintahan untuk pengawasan dan pembinaan. Peran ini biasanya berada di instansi seperti Dinas Tenaga Kerja di tingkat daerah.

 

Skill yang Harus Dimiliki Mahasiswa Jurusan K3

 

Jurusan K3 Kerja Apa

Sumber: Freepik

 

Agar siap terjun ke dunia kerja, mahasiswa jurusan K3 perlu menguasai kemampuan teknis sekaligus kemampuan personal. Keduanya saling melengkapi karena peran K3 tidak hanya soal prosedur, tetapi juga komunikasi di lapangan.

 

Hard Skill (Skill Teknis K3)

 

  • Pemahaman regulasi K3: Mengetahui aturan keselamatan kerja yang berlaku agar perusahaan tetap patuh hukum.
  • Identifikasi bahaya dan analisis risiko (HIRARC): Mampu mengenali potensi bahaya dan menilai tingkat risikonya sebelum terjadi kecelakaan.
  • Penyusunan SOP K3: Menyusun prosedur kerja aman yang mudah dipahami dan diterapkan oleh pekerja.
  • Audit keselamatan kerja: Mengevaluasi apakah sistem K3 sudah berjalan sesuai standar atau perlu perbaikan.
  • Penggunaan dan pengawasan APD: Memastikan alat pelindung diri digunakan dengan benar di area kerja.
  • Dasar pengelolaan lingkungan kerja: Mengelola limbah dan dampak lingkungan agar aktivitas kerja tidak merugikan sekitar.
  • Penyusunan laporan dan dokumentasi K3: Mencatat hasil inspeksi, audit, dan insiden sebagai bahan evaluasi perusahaan.

 

Soft Skill (Skill Pendukung)

 

  • Komunikasi yang jelas dan tegas: Menyampaikan aturan keselamatan dengan bahasa yang mudah dipahami pekerja.
  • Kemampuan koordinasi dan kerja tim: Bekerja sama dengan berbagai divisi untuk menjaga keselamatan kerja.
  • Kepemimpinan di lapangan: Mengarahkan dan mengingatkan pekerja agar patuh terhadap prosedur K3.
  • Problem solving: Mengambil keputusan cepat dan tepat saat terjadi masalah atau kondisi darurat.
  • Ketelitian dan disiplin: Memastikan setiap prosedur dijalankan tanpa mengabaikan detail kecil.
  • Kemampuan beradaptasi: Menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang dinamis dan berisiko.
  • Tanggung jawab profesional: Menjaga keselamatan banyak orang melalui sikap kerja yang konsisten dan bertanggung jawab.

 

Menariknya, skill teknis dan pendukung di atas juga sangat bersinggungan dengan keilmuan Teknik Lingkungan dan Rekayasa Berkelanjutan. Di dunia kerja, peran K3 saat ini tidak hanya bicara soal keselamatan, tetapi juga bagaimana perusahaan mengelola limbah, menekan pencemaran, dan menjalankan operasional yang berkelanjutan.

Karena itu, skill seperti pengelolaan lingkungan kerja, pengendalian risiko, audit sistem, hingga pemahaman efisiensi energi bisa diasah melalui pembelajaran di jurusan Teknik Lingkungan & Rekayasa Berkelanjutan di Universitas Cakrawala.

Selain dibekali kurikulum berbasis industri dan pembelajaran berbasis teknologi, mahasiswa juga mendapatkan Program Penyaluran Kerja yang membuka akses ke lebih dari 1.000 perusahaan mitra di berbagai sektor.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Frequently Ask Questions (FAQ)

1. Apakah jurusan K3 hanya kerja di proyek konstruksi?

Tidak. Proyek konstruksi memang menjadi salah satu penyerap lulusan K3 terbesar karena risikonya tinggi, tetapi bukan satu-satunya. Lulusan K3 juga banyak bekerja di pabrik, pertambangan, migas, rumah sakit, logistik, perkantoran, hingga perusahaan korporat.

Selama ada aktivitas kerja dan potensi risiko, di situ peran K3 dibutuhkan. Apalagi di Indonesia, penerapan K3 bersifat wajib dan diawasi oleh pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan.

Artinya, peluang kerja K3 tidak terbatas di satu sektor saja dan bisa berpindah lintas industri.

 

2. Apakah jurusan K3 harus sering kerja lapangan?

Tergantung posisi dan jalur karier yang dipilih. Beberapa peran seperti Safety Officer atau Pengawas K3 memang lebih sering turun ke lapangan untuk inspeksi dan pengawasan. Namun, ada juga posisi yang lebih banyak bekerja secara administratif dan strategis.

Contohnya, Safety Auditor, HSE Engineer, atau corporate safety biasanya lebih fokus pada analisis sistem, penyusunan laporan, evaluasi risiko, dan koordinasi dengan manajemen. Jadi, jurusan K3 tidak selalu identik dengan kerja lapangan terus-menerus, karena pilihan kariernya cukup beragam.

 

3. Apakah jurusan K3 punya prospek kerja jangka panjang?

Ya, prospek kerja jurusan K3 tergolong jangka panjang dan stabil. Selama perusahaan wajib menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja, kebutuhan tenaga K3 akan terus ada. Bahkan, standar keselamatan kerja cenderung semakin ketat dari tahun ke tahun.

Namun, jika ingin prospek karier yang lebih luas, jurusan K3 juga bisa dikombinasikan atau dikembangkan ke bidang yang bersinggungan, seperti Teknik Lingkungan dan Rekayasa Berkelanjutan. Bidang ini membuka peluang tambahan di area pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, dan sustainability yang saat ini semakin dibutuhkan industri.

 

Wujudkan Karier Siap Kerja dengan Pilihan Jurusan yang Tepat

Dalam praktiknya, penerapan K3 tidak berdiri sendiri, tetapi sangat erat kaitannya dengan pengelolaan lingkungan, pengendalian risiko industri, serta isu keberlanjutan yang kini menjadi perhatian utama banyak perusahaan.

Itulah sebabnya, memilih jurusan kuliah saja belum cukup. Kamu juga perlu mempertimbangkan kampus dan jalur pendidikan yang benar-benar dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berubah dan semakin kompleks.

Melalui Jurusan Teknik Lingkungan & Rekayasa Berkelanjutan, Universitas Cakrawala menghadirkan program yang menggabungkan pemahaman K3 dengan kemampuan teknis di bidang lingkungan, manajemen risiko, dan sustainability.

 

Banner Teknik Lingkungan

 

Beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan antara lain:

 

  • Program penyaluran kerja dengan dukungan lebih dari 1.000 mitra industri dari berbagai sektor
  • Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman dan portofolio bisa dibangun lebih awal
  • Kurikulum berbasis industri yang disusun sesuai kebutuhan dunia kerja
  • Dosen praktisi berpengalaman, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan

 

Kalau kamu ingin mempersiapkan masa depan karier sejak sekarang, yuk tanya-tanya gratis atau langsung daftar untuk memulai langkahmu di Universitas Cakrawala!

Banner Picture

Kategori:

School of Engineering and Computer Science

Cakrawala

Share

Penulis

Hasna Latifatunnisa

Hasna adalah Content Writer dengan lebih dari 4 tahun menulis konten SEO di bidang bisnis, keuangan, teknologi, dan karier. Terampil dalam merancang strategi SEO yang meningkatkan peringkat pencarian dan keterlibatan audiens, penulis ini juga ahli dalam riset kata kunci dan audit konten, memastikan informasi yang disajikan akurat dan relevan untuk pembaca.

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.