Arsitektur jadi jurusan yang memadukan kreativitas, desain, dan ilmu teknik untuk merancang bangunan serta ruang yang nyaman dan fungsional.
Makanya, nggak heran, kalau jurusan ini banyak dipilih oleh mahasiswa yang suka menggambar, desain, sekaligus tertarik dengan dunia bangunan.
Tapi, sebenarnya, jurusan Arsitektur masuk fakultas apa? Apakah termasuk Fakultas Teknik atau berada di fakultas lainnya?
Yuk, cari tahu jawabannya di artikel ini!
Key Takeaways
- Jurusan Arsitektur umumnya masuk Fakultas Teknik, tapi beberapa kampus menempatkannya di sekolah atau fakultas khusus Arsitektur. Penting untuk mengetahui fakultasnya supaya kamu bisa memahami lingkup pembelajaran yang bakal dijalani selama kuliah.
- Di jurusan Arsitektur kamu bakal mempelajari Dasar-Dasar Arsitektur, Gambar Arsitektur, Studio Perancangan Arsitektur, Struktur Bangunan, dan lain sebagainya.
- Kalau suka dunia gambar dan desain jurusan DKV Cakrawala University juga masih relevan. Selama kuliah, kamu nggak cuma dibekali ilmu lewat teori, tapi bisa mendapatkan kesempatan untuk mengerjakan proyek nyata sampai magang di semester awal untuk membangun portofolio.
Jurusan Arsitektur Masuk Fakultas Apa di Indonesia?

Sumber: Magnific
Jurusan Arsitektur umumnya berada di bawah naungan Fakultas Teknik atau Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kenapa Arsitektur masuk Fakultas Teknik?
Soalnya, selama kuliah, kamu nggak cuma belajar menggambar atau membuat desain bangunan aja.
Tapi juga mempelajari berbagai aspek teknis yang berkaitan dengan perancangan bangunan dan ruang.
Beberapa contoh universitas dengan jurusan Arsitektur di Fakultas Teknik, antara lain:
- Universitas Gadjah Mada (UGM)
- Universitas Diponegoro (UNDIP)
- Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
- Universitas Sebelas Maret (UNS)
- Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR).
Meski begitu, penempatan jurusan Arsitektur bisa berbeda di setiap kampus.
Ada perguruan tinggi yang memasukkannya ke Fakultas Teknik, sementara kampus lain punya sekolah atau fakultas khusus Arsitektur.
Hal ini karena Arsitektur nggak cuma membahas aspek teknis bangunan, tapi juga memadukan desain, seni, budaya, lingkungan, perilaku manusia, hingga perencanaan ruang.
Nah, karena cakupan ilmunya cukup luas, beberapa kampus memilih menyediakan wadah akademik khusus untuk bidang Arsitektur.
Cek Juga:
- 5 Jurusan Kuliah yang Bisa Diambil Kalau Mau Jadi Arsitek
- Daftar Mapel Pendukung Arsitektur SNBP yang Wajib Dikuasai
Apa yang Dipelajari di Jurusan Arsitektur?
Kuliah di jurusan Arsitektur terasa seru karena kamu bakal mempelajari berbagai materi menarik.
Mulai dari merancang bangunan hingga memahami material dan struktur, semuanya bakal kamu temui selama kuliah.
Berikut beberapa mata kuliah yang umumnya dipelajari di jurusan Arsitektur:
- Dasar-Dasar Arsitektur: Mengenal konsep dan prinsip dasar dalam perancangan arsitektur.
- Studio Perancangan Arsitektur: Mempelajari proses merancang bangunan mulai dari menentukan konsep hingga menghasilkan desain.
- Gambar Arsitektur: Belajar menuangkan ide dan rancangan bangunan melalui gambar secara manual maupun digital.
- Desain Arsitektur: Mempelajari proses merancang bangunan dengan mempertimbangkan fungsi, estetika, dan kebutuhan pengguna.
- Konstruksi Bangunan: Memahami proses dan teknik konstruksi agar bangunan dapat dibangun dengan aman dan sesuai rancangan.
- Struktur Bangunan: Mempelajari sistem struktur yang digunakan untuk menopang dan menjaga kestabilan bangunan.
- Material Bangunan: Mengenal berbagai jenis material, karakteristik, serta penggunaannya dalam perancangan bangunan.
Jurusan Arsitektur Cocok untuk Siapa?
Arsitektur identik dengan kegiatan menggambar.
Tapi, jurusan ini nggak cuma cocok buat kamu yang suka menggambar aja, kok.
Ada beberapa karakter dan kriteria yang bisa bikin mahasiswa lebih menikmati proses belajar di jurusan Arsitektur, di antaranya:
- Suka desain dan kreativitas: Senang menuangkan ide dan membuat konsep visual.
- Tertarik dengan bangunan: Punya rasa penasaran tentang bagaimana bangunan dirancang agar nyaman dan fungsional.
- Teliti: Terbiasa memperhatikan detail dalam membuat desain dan mengerjakan proyek.
- Suka memecahkan masalah: Mampu mencari solusi dari berbagai kebutuhan dalam sebuah rancangan.
- Mau belajar hal teknis: Nggak hanya tertarik pada estetika, tapi juga mau memahami struktur, material, dan konstruksi bangunan.
Jurusan Kuliah yang Berkaitan dengan Desain dan Kreativitas
Jurusan Arsitektur bisa jadi pilihan kalau kamu suka menggambar atau desain.
Tapi, kalau kamu tertarik dengan dunia desain visual, ada juga jurusan lain bernama Desain Komunikasi Visual (DKV), lo.
Selama kuliah, kamu nggak cuma belajar soal desain aja di jurusan DKV, tapi juga bagaimana mengolah ide jadi karya visual sekaligus menyampaikan pesan lewat berbagai media.
Di jurusan DKV Cakrawala University, materi yang dipelajari meliputi desain, ilustrasi, strategi komunikasi kreatif, teknik penyusunan visual, hingga produksi konten visual.
Ada juga fasilitas IP Incubator, yaitu program yang bisa membantumu mengembangkan ide jadi Intellectual Property (IP) yang punya nilai komersial.
Lewat fasilitas tersebut, karya seperti ilustrasi, karakter, maskot, komik, desain merchandise, atau konsep brand bisa dikembangkan jadi aset kreatif yang punya nilai jual.
Di semester awal, kamu bisa membangun portofolio lewat kesempatan magang dan ada juga program penyaluran kerja dengan dukungan 1.000+ perusahaan mitra.
Cakrawala University juga punya berbagai pilihan jurusan kuliah lain:
- School of Business and Economics (SBE): Bisnis Digital, Manajemen, Akuntansi, Keuangan dan Investasi.
- School of AI & Computer Science (SAC): Artificial Intelligence, Ilmu Komputer, Sains Data, Sistem Informasi.
- School of Engineering (SEN): Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Lingkungan dan Rekayasa Berkelanjutan.
- School of Psychology and Education (SPE): Psikologi.
- School of Law (SLA): Ilmu Hukum.
- School of Communication and Design (SCD): Ilmu Komunikasi.
Kalau kamu masih mencari tahu jurusan apa yang paling sesuai, bisa konsultasi gratis bersama tim admisi kami di sini.
Cek Juga:
- 9 Jurusan yang Berhubungan dengan Desain dan Prospek Kerjanya
- 8 Jurusan Kuliah untuk Kamu yang Ingin Jadi Desainer
Apa Gelar yang Didapat Lulusan Arsitektur?
Gelar lulusan Arsitektur bisa berbeda, tergantung jenjang pendidikan dan perguruan tinggi tempat kamu kuliah.
Untuk S1 Arsitektur, gelar yang diberikan adalah S.Ars. (Sarjana Arsitektur), tapi ada juga kampus yang memberikan gelar S.T. (Sarjana Teknik).
Sementara itu, lulusan S2 Arsitektur bisa mendapatkan gelar M.Ars. (Magister Arsitektur) atau M.T. (Magister Teknik).
Kalau melanjutkan ke Pendidikan Profesi Arsitek, kamu bisa mendapatkan sebutan profesi Ar. (Arsitek) sesuai ketentuan yang berlaku.
FAQ
1. Berapa tahun kuliah S1 Arsitektur?
Program S1 Arsitektur umumnya ditempuh dalam waktu 4 tahun atau 8 semester.
Selama kuliah, kamu bakal mempelajari teori sekaligus banyak mengerjakan proyek dan studio perancangan.
2. Biaya kuliah Arsitek berapa?
Biaya kuliah Arsitektur cukup beragam, tergantung kampus dan jalur masuk yang dipilih.
Di PTN, biaya kuliah menggunakan sistem UKT, dengan kisaran Rp500 ribu hingga Rp15 juta per semester, tergantung kelompok UKT.
Sementara di PTS, biaya kuliahnya bisa berada di kisaran Rp5 juta–Rp20 juta atau lebih per semester, tergantung kampus dan program yang dipilih.
Selain biaya pendidikan, kamu juga perlu menyiapkan biaya tambahan untuk alat gambar, software, bahan maket, hingga kebutuhan proyek selama kuliah.
3. Apakah jurusan Arsitektur menjanjikan?
Bisa dibilang cukup menjanjikan karena lulusan Arsitektur punya peluang karier yang beragam.
Kamu bisa bekerja di firma atau konsultan arsitektur, perusahaan konstruksi dan properti, developer, perusahaan desain interior, hingga instansi pemerintahan.
Beberapa posisi yang bisa ditekuni, antara lain Arsitek, Architectural Designer, Interior Designer, Drafter, Urban Designer, hingga Landscape Designer.
Peluang kariernya juga bisa terus berkembang seiring kebutuhan pembangunan dan perancangan ruang yang semakin beragam.