Gen AI Engineer: Tugas, Skill dan Roadmap Kariernya

School of AI and Computer Science
Tayang 13 August 2026
Diperbarui 14 August 2026
Waktu Baca 7 minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Dita Feby Indriani

Tertarik bikin chatbot, AI assistant, atau aplikasi berbasis generative AI seperti ChatGPT?

Gen AI Engineer bisa menjadi pilihan karier yang menarik untuk kamu. Tapi, gimana caranya, ya?

Yuk, kenali profesi ini mulai dari tugas, skill yang dibutuhkan, sampai prospek kariernya di sini! 

 

Key Takeaways

 

  • Gen AI Engineer adalah profesional yang membangun aplikasi berbasis generative AI, seperti chatbot, AI assistant, sistem RAG, dan tools untuk mengolah teks, gambar, atau dokumen.
  • Untuk menjadi Gen AI Engineer, kamu perlu menguasai skill teknis secara bertahap, mulai dari programming, machine learning, LLM, prompt engineering, pengolahan data, hingga deployment.
  • Jurusan Artificial Intelligence Cakrawala University bisa menjadi langkah awal untuk mempersiapkan karier di bidang AI, dengan pembelajaran berbasis industri, proyek nyata, dosen praktisi, dan program pendukung karier.

 

Apa itu Gen AI Engineer?

 

Apa itu Gen AI Engineer

Sumber: Magnific

 

Gen AI Engineer adalah profesional yang mengembangkan aplikasi menggunakan generative artificial intelligence, yaitu teknologi AI yang dapat menghasilkan konten baru seperti teks, gambar, audio, atau video.

Pernah pakai ChatGPT, Gemini, Grammarly, atau Copy.ai yang bisa bantu kamu hasilkan konten atau gambar dalam hitungan detik?

Nah, orang yang ikut membangun aplikasi tersebut disebut sebagai Gen AI Engineer. 

Supaya hasilnya akurat dan nggak asal jawab, Gen AI Engineer perlu memilih model AI yang tepat.

Lalu menghubungkannya dengan data, uji kualitas output, serta memastikan sistemnya aman dan stabil.

 

Apa Saja Tugas Gen AI Engineer?

Tugas Gen AI Engineer bisa berbeda-beda tergantung perusahaan dan produk yang dikembangkan. Tapi, secara umum, berikut beberapa tugasnya. 

 

  • Memahami masalah yang ingin diselesaikan: Sebelum memilih model AI, Gen AI Engineer perlu paham kebutuhan pengguna atau bisnis dulu.
  • Memilih model AI yang sesuai: Gen AI Engineer perlu memilih large language model atau LLM yang paling sesuai, baik model komersial atau model open-source.
  • Menghubungkan model AI dengan aplikasi: Model AI perlu diintegrasikan ke website, aplikasi, chatbot, atau sistem perusahaan menggunakan API. 
  • Menghubungkan AI dengan sumber data: Salah satu teknik yang sering digunakan adalah Retrieval-Augmented Generation atau RAG, yaitu mengambil informasi dari sumber tertentu sebelum AI menyusun jawaban. 
  • Menyusun dan menguji prompt: Gen AI Engineer juga membuat instruksi atau prompt agar model memahami tugas yang diberikan.
  • Mengevaluasi jawaban AI: Jawaban AI terkadang bisa mengalami hallucination. Gen AI Engineer perlu mengecek akurasi, relevansi, bias, keamanan, serta kesesuaian jawaban.
  • Meningkatkan performa sistem AI: Kalau hasil model belum sesuai, Gen AI Engineer dapat memperbaiki prompt, mengatur kembali alur RAG, mengganti model, atau melakukan fine-tuning.
  • Melakukan deployment dan monitoring: Setelah aplikasi selesai dibuat, sistem perlu dijalankan pada server atau layanan cloud computing. 

 


 

Cek juga:

 

 


 

Skill yang Harus Dikuasai Gen AI Engineer

Beberapa skill yang perlu dikuasai adalah programming, NLP, LLM, dan prompt engineering.

Kamu nggak harus langsung jago semua skill ini. Kamu bisa mulai dari dasarnya dulu, lalu berkembang sambil bikin proyek AI sederhana.

Kenapa skill tersebut penting?

 

  • Programming: Python jadi bahasa utama untuk membangun aplikasi AI. JavaScript atau TypeScript juga berguna kalau AI ingin dimasukkan ke website atau aplikasi.
  • Machine learning dan deep learning: Skill ini bantu kamu memahami cara model belajar dari data, membuat prediksi, dan menghasilkan jawaban atau konten baru.
  • Natural Language Processing (NLP): NLP dipakai agar komputer bisa paham bahasa manusia. Teknologi ini banyak digunakan pada chatbot, AI assistant, dan aplikasi pengolah dokumen.
  • Large Language Model (LLM): Kamu perlu tahu dasar LLM, seperti token, transformer, context window, dan embeddings, tanpa harus bikin model AI dari nol.
  • Prompt engineering: Digunakan untuk menyusun instruksi yang jelas agar AI memberikan jawaban yang lebih relevan, konsisten, dan sesuai kebutuhan.
  • Retrieval-Augmented Generation (RAG): RAG membantu AI mencari informasi dari dokumen atau database sebelum menjawab.
  • API dan software engineering: Digunakan untuk menghubungkan model AI dengan website, chatbot, atau aplikasi. Kamu juga perlu paham Git, debugging, dan dasar backend.
  • Cloud computing dan deployment: Diperlukan agar aplikasi AI bisa dipublikasikan dan digunakan banyak orang. Tools yang dipakai bisa berupa cloud platform dan Docker.

 

Kalau kamu ingin mempelajari skill tersebut secara lebih terarah, Jurusan Artificial Intelligence Cakrawala University bisa jadi pilihan!

Selain belajar dasar-dasar pengembangan AI, kamu juga bisa mengikuti program magang sejak semester pertama serta mendapat dukungan penyaluran kerja yang terhubung dengan lebih dari 1.000 perusahaan mitra seperti  Mekari, Odoo, atau Blu by BCA Digital.

 

Tools yang Sering Digunakan Gen AI Engineer

Gen AI Engineer biasanya memakai beberapa tools untuk coding, memilih model, mengolah data, sampai menjalankan aplikasi AI. Nggak harus langsung dikuasai semua, kok.

Beberapa tools tersebut adalah:

 

  • Python: Bahasa pemrograman utama untuk membangun aplikasi AI, mengolah data, dan menghubungkan model dengan berbagai sistem.
  • PyTorch dan TensorFlow: Framework untuk membuat, melatih, dan menguji model machine learning maupun deep learning.
  • OpenAI, Gemini, Claude, dan Llama: Model generative AI yang bisa digunakan untuk membuat chatbot, AI assistant, peringkas dokumen, dan fitur berbasis teks lainnya.
  • Hugging Face: Platform untuk mencari model open-source, dataset, dan tools AI yang bisa langsung dicoba atau dikembangkan lagi.
  • LangChain dan LlamaIndex: Framework yang membantu menghubungkan LLM dengan dokumen, database, API, dan alur kerja aplikasi AI.
  • Pinecone, Weaviate, dan Chroma: Vector database untuk menyimpan embeddings dan mencari informasi berdasarkan kemiripan makna, bukan hanya kata yang sama.
  • Git dan GitHub: Digunakan untuk menyimpan kode, mencatat perubahan, bekerja bersama tim, dan menampilkan proyek dalam portofolio.
  • Docker: Membantu aplikasi AI berjalan konsisten di berbagai perangkat, server, atau cloud tanpa banyak masalah konfigurasi.
  • Google Cloud, AWS, dan Microsoft Azure: Cloud platform untuk menyimpan data, menjalankan model, melakukan deployment, dan mengelola aplikasi skala besar.
  • Jupyter Notebook dan Google Colab: Cocok untuk mencoba kode, mengolah data, dan melakukan eksperimen AI tanpa harus langsung membuat aplikasi.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Prospek Karier Gen AI Engineer

Prospek Gen AI Engineer nggak berhenti pada satu jabatan saja. Skill yang kamu pelajari juga bisa digunakan untuk masuk ke berbagai posisi di bidang AI, data, dan software development.

 

  • Generative AI Engineer: Membangun chatbot, AI agent, sistem RAG, atau aplikasi berbasis LLM. Estimasi gajinya sekitar Rp9–18 juta per bulan untuk level pemula.
  • AI Engineer: Mengembangkan solusi kecerdasan buatan untuk kebutuhan bisnis. Gajinya sekitar Rp9–18 juta untuk pemula dan Rp20–42 juta di level menengah.
  • Machine Learning Engineer: Membangun, melatih, dan menjalankan model machine learning. Untuk level junior, estimasi gajinya sekitar Rp9–16 juta per bulan.
  • NLP Engineer: Mengembangkan AI yang bisa paham teks dan bahasa manusia. Gajinya sekitar Rp9–20 juta per bulan.
  • AI Application Developer: Posisi ini fokus memasukkan fitur AI ke website atau aplikasi. Mengacu pada rentang software engineer di Indonesia, gajinya sekitar Rp4,25–20 juta per bulan.
  • AI Researcher: Melakukan eksperimen untuk mengembangkan model, algoritma, atau metode AI baru. Lowongan di Indonesia menunjukkan kisaran sekitar Rp13–20 juta per bulan.
  • Data Scientist: Mengolah data untuk menemukan pola, membuat prediksi, dan mendukung keputusan bisnis. Estimasi gajinya sekitar Rp6,25–25 juta per bulan.

 

FAQ

1. Apakah Gen AI Engineer harus bisa membuat model AI dari nol?

Nggak selalu. Banyak Gen AI Engineer menggunakan model yang sudah tersedia, seperti GPT, Gemini, Claude, atau Llama, lalu menghubungkannya dengan aplikasi dan data perusahaan.

2. Apakah orang dari jurusan non-IT bisa menjadi Gen AI Engineer?

Bisa, tetapi kamu tetap perlu mengejar skill teknis seperti programming, pengolahan data, machine learning, dan penggunaan API. Latar belakang non-IT bahkan bisa menjadi nilai tambah jika kamu memahami bidang tertentu, misalnya bisnis, kesehatan, atau pendidikan. 

3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjadi Gen AI Engineer? 

Waktunya tergantung kemampuan awal dan konsistensi belajarmu. Pemula biasanya membutuhkan beberapa bulan untuk menguasai dasar programming dan membuat proyek sederhana, sedangkan kemampuan membangun sistem AI siap pakai perlu latihan yang lebih panjang.

 

Mulai Karier di Bidang AI Bersama Cakrawala University!

Tertarik menjadi Gen AI Engineer atau berkarier di bidang artificial intelligence?

Memilih jurusan kuliah yang relevan bisa menjadi langkah awal untuk membangun skill yang dibutuhkan industri.

Di Jurusan Artificial Intelligence Cakrawala University, kamu nggak cuma mempelajari teori tentang AI.

Kamu juga akan belajar bagaimana teknologi seperti machine learning, deep learning, data, dan generative AI digunakan untuk menyelesaikan masalah nyata.

Supaya lebih siap menghadapi dunia kerja, Cakrawala University juga menyediakan berbagai program pendukung, seperti:

 

  • Magang Sejak Semester Pertama: Kamu bisa mulai mengenal dunia kerja dan membangun pengalaman profesional lebih awal.
  • Program Penyaluran Kerja: Terhubung dengan lebih dari 1.000 perusahaan mitra dari berbagai industri untuk membuka peluang karier setelah lulus.
  • Kurikulum Berbasis Industri: Materi kuliah disusun bersama praktisi agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan perusahaan.
  • Dosen Praktisi: Kamu bisa belajar langsung dari pengajar yang memiliki pengalaman di bidang teknologi, data, dan artificial intelligence.
  • Project-Based Learning: Kamu akan belajar melalui proyek nyata, mulai dari mengolah data hingga mengembangkan solusi berbasis AI yang bisa dimasukkan ke portofolio.

 

Yuk, mulai persiapkan kariermu sebagai Gen AI Engineer melalui Jurusan Artificial Intelligence Cakrawala University.

Konsultasikan pilihan kuliahmu atau daftar sekarang untuk mulai membangun skill AI yang relevan dengan kebutuhan industri!

Banner Picture

Kategori:

School of AI and Computer Science

Cakrawala

Share

Penulis

Dita Feby Indriani

Dita adalah SEO Content Writer yang berfokus pada topik pendidikan dan karier. Selama lebih dari 3 tahun, ia menulis berbagai artikel yang membantu siswa dan calon mahasiswa memahami pilihan jurusan, jalur masuk kuliah, serta prospek karier. Dalam setiap tulisannya, Dita mengutamakan riset yang akurat dan penyajian informasi yang jelas agar mudah dipahami pembaca.

Artikel Lainnya
Logo Cakrawala Black

Cakrawala University – Sudirman Campus

The Landmark Center, Jl. Jenderal Sudirman No.Kav 1 Lantai 9, RT.3/RW.3, Setia Budi, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12910

Cakrawala University – Kemang Campus

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.