Menjanjikan! Ini Besaran Gaji Cloud Engineer di Indonesia

School of AI and Computer Science
Tayang 14 August 2026
Diperbarui 18 August 2026
Waktu Baca 7 minutes

Sudah Direview Oleh Drestanto M. Dyasputro, S.T., MCS

Ditulis oleh

Dita Feby Indriani

Cloud Engineer jadi salah satu profesi teknologi dengan potensi penghasilan yang menarik.

Di Indonesia, gajinya bisa dimulai dari sekitar Rp6,8 juta dan meningkat hingga puluhan juta rupiah untuk level senior.

Lantas, apa yang bikin perbedaan gajinya cukup jauh?

Simak pembahasan tentang kisaran gaji, faktor penentu, sertifikasi, dan industri yang membutuhkan Cloud Engineer di sini!

 

Key Takeaways

 

  • Gaji Cloud Engineer di Indonesia umumnya berada di kisaran Rp6,8 juta–Rp15,5 juta per bulan, sedangkan level senior bisa mencapai sekitar Rp18 juta–Rp33 juta per bulan.
  • Sertifikasi AWS, Microsoft Azure, atau Google Cloud bisa menambah nilai jual, tetapi tetap perlu didukung pengalaman proyek dan kemampuan praktik.
  • Jurusan Ilmu Komputer Cakrawala University dapat membantu kamu membangun skill tersebut melalui pembelajaran berbasis proyek, kesempatan magang sejak semester pertama, dan akses penyaluran kerja ke lebih dari 1.000 mitra industri.

 

Berapa Gaji Cloud Engineer di Indonesia?

 

Berapa Gaji Cloud Engineer di Indonesia

Sumber: Magnific

 

Menurut Glassdoor, total penghasilan Cloud Engineer di Indonesia berada di kisaran Rp6,8 juta–Rp15,5 juta per bulan.

Kalau dibagi berdasarkan level, gambarannya seperti berikut:

 

  • Junior Cloud Engineer: sekitar Rp6,8 juta–Rp9,7 juta per bulan
  • Mid-Level Cloud Engineer: sekitar Rp9,7 juta–Rp15,5 juta per bulan
  • Senior Cloud Engineer: sekitar Rp18,3 juta–Rp33 juta per bulan
  • Lead Cloud Engineer atau Cloud Architect: Rp 40 juta – Rp 70 juta+ per bulan

 

Tapi, gaji tersebut tentu bisa berbeda tergantung pengalaman, lokasi perusahaan, tanggung jawab pekerjaan, dan skill mengelola platform seperti AWS, Microsoft Azure, atau Google Cloud.

 

Mengapa Gaji Cloud Engineer Bisa Berbeda-Beda?

Gaji Cloud Engineer nggak selalu sama karena tanggung jawab dan skill yang dibutuhkan tiap posisi bisa berbeda.

Beberapa faktor yang paling memengaruhi gaji Cloud Engineer antara lain:

 

  • Pengalaman kerja: Posisi senior mendapat gaji lebih tinggi karena terbiasa menangani cloud migration, troubleshooting, dan incident management.
  • Skill teknis: Penguasaan AWS, Microsoft Azure, Google Cloud, Docker, Kubernetes, Terraform, dan Infrastructure as Code bisa meningkatkan nilai kandidat.
  • Sertifikasi profesional: Sertifikasi seperti AWS Certified Solutions Architect atau Microsoft Azure Administrator dapat menjadi bukti atas kompetensi yang dimiliki.
  • Skala dan jenis perusahaan: Startup, perusahaan multinasional, dan perusahaan teknologi besar memiliki kebutuhan cloud yang lebih kompleks, jadi berpotensi menawarkan gaji lebih tinggi.
  • Lokasi dan tanggung jawab pekerjaan: Gaji juga bisa dipengaruhi lokasi perusahaan, sistem on-call, dan tanggung jawab.

 

Kalau kamu tertarik berkarier sebagai Cloud Engineer, dasar teknisnya bisa mulai dibangun sejak kuliah.

Di S1 Ilmu Komputer Cakrawala University, kamu bisa belajar lewat real-project  dan berbagai tools penting di bidang komputasi.

Bahkan terdapat beberapa konsentrasi yang bisa kamu pilih sesuai minat dan tujuan karier. Konsentrasi tersebut mencakup:

 

  • Software Engineering: Cocok buat kamu yang mau belajar membangun aplikasi dan sistem digital, serta tertarik berkarier sebagai developer.
  • Intelligent System Lab: Buat kamu yang tertarik dengan AI, sistem cerdas, machine learning, dan berbagai teknologi masa depan.
  • Human Computer Interaction (HCI): Cocok buat kamu yang tertarik mempelajari bagaimana teknologi bisa dirancang agar mudah dan nyaman digunakan manusia, mulai dari riset pengguna sampai product thinking.

 

Sistem pembelajarannya pun menggunakan kurikulum berbasis industri sehingga materi yang dipelajari dirancang agar tetap relevan dengan dunia kerja saat ini.

Nggak cuma itu, Cakrawala University juga punya program penyaluran kerja yang didukung lebih dari 1.000 perusahaan mitra.

Jadi, peluang untuk membangun karier di perusahaan ternama, seperti Mekari, Blu by BCA Digital, hingga SIRCLO terbuka lebih luas.

 

banner computer science

 

Apakah Sertifikasi Bisa Meningkatkan Gaji Cloud Engineer?

Jawabannya, bisa.

Soalnya, sertifikasi menunjukkan kalau kamu sudah memahami platform cloud tertentu dan punya kompetensi yang sesuai standar penyedianya.

Beberapa sertifikasi yang relevan untuk Cloud Engineer antara lain:

 

  • AWS Certified Solutions Architect – Associate: Cocok untuk membuktikan kemampuan merancang solusi dan arsitektur menggunakan layanan Amazon Web Services.
  • Microsoft Certified: Azure Administrator Associate: Berfokus pada kemampuan mengelola virtual network, storage, compute, identity, security, dan governance di Microsoft Azure.
  • Google Cloud Associate Cloud Engineer: Bukti kemampuan dalam menyiapkan, mengoperasikan, dan mengelola solusi berbasis Google Cloud.
  • AWS Certified Solutions Architect – Professional: Lebih cocok untuk profesional yang ingin menunjukkan skill merancang cloud architecture yang lebih kompleks.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Industri yang Membutuhkan Cloud Engineer

Sekarang, Cloud Engineer nggak cuma dibutuhkan di perusahaan teknologi.

Banyak industri mulai pakai cloud untuk menyimpan data, menjalankan aplikasi, dan menjaga sistem tetap stabil. Beberapa industri tersebut:

 

  • Perusahaan teknologi dan SaaS: Cloud dipakai untuk menjalankan aplikasi, software, database, dan berbagai layanan digital.
  • Fintech dan perbankan: Industri ini butuh sistem yang aman dan stabil untuk mobile banking, payment gateway, dan transaksi real-time.
  • E-commerce dan marketplace: Cloud membantu website dan aplikasi tetap lancar meskipun jumlah pengguna sedang meningkat.
  • Telekomunikasi: Cloud digunakan untuk mengelola jaringan, data pelanggan, dan layanan digital.
  • Media, streaming, dan game: Industri ini membutuhkan server, storage, dan content delivery network untuk melayani banyak pengguna sekaligus.
  • Healthcare dan edtech: Cloud banyak dipakai untuk aplikasi kesehatan, learning management system, dan penyimpanan data digital.
  • Konsultan teknologi: Cloud Engineer dibutuhkan untuk membantu perusahaan melakukan cloud migration, system integration, dan digital transformation.

 

FAQ

1. Apakah jurusan kuliah memengaruhi peluang menjadi Cloud Engineer?

Jurusan seperti Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Teknik Informatika, dan Sains Data bisa menjadi bekal yang relevan. Namun, perusahaan biasanya juga melihat skill teknis, sertifikasi, portofolio, dan pengalaman proyek.

2. Apakah fresh graduate bisa langsung menjadi Cloud Engineer?

Bisa. Fresh graduate biasanya masuk dari posisi junior, cloud support, system administrator, atau DevOps junior. Biar peluangnya lebih besar, kamu perlu memahami dasar Linux, networking, cloud computing, dan salah satu platform seperti AWS, Microsoft Azure, atau Google Cloud.

3. Apakah Cloud Engineer bisa bekerja secara remote?

Bisa, terutama di perusahaan teknologi, SaaS, konsultan IT, atau perusahaan luar negeri. Namun, peluang remote biasanya membutuhkan pengalaman, kemampuan komunikasi, dan pemahaman cloud infrastructure yang cukup kuat.

 

Mulai Karier di Bidang IT Bersama Cakrawala University!

Tertarik menjadi Cloud Engineer atau berkarier di bidang IT lainnya?

Memilih jurusan kuliah yang relevan bisa menjadi langkah awal untuk membangun skill yang dibutuhkan industri.

Di Jurusan Ilmu Komputer Cakrawala University, kamu akan mempelajari pemrograman, jaringan, database, dan sistem operasi sebagai fondasi untuk berkarier di bidang cloud computing, DevOps, cyber security, dan IT lainnya. 

Supaya lebih siap menghadapi dunia kerja, Cakrawala University juga menyediakan berbagai program pendukung, seperti:

 

  • Magang Sejak Semester Pertama: Kamu bisa mulai mengenal dunia kerja dan membangun pengalaman profesional lebih awal.
  • Program Penyaluran Kerja: Terhubung dengan lebih dari 1.000 perusahaan mitra dari berbagai industri untuk membuka peluang karier setelah lulus.
  • Kurikulum Berbasis Industri: Materi kuliah disusun bersama praktisi agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan perusahaan.
  • Dosen Praktisi: Kamu bisa belajar langsung dari pengajar yang memiliki pengalaman di bidang teknologi, data, dan artificial intelligence.
  • Project-Based Learning: Kamu akan belajar melalui proyek nyata, mulai dari mengolah data hingga mengembangkan solusi berbasis AI yang bisa dimasukkan ke portofolio.

 

Yuk, mulai persiapkan kariermu sebagai cloud engineer melalui Jurusan Ilmu Komputer Cakrawala University. 

Konsultasikan pilihan kuliahmu atau daftar sekarang untuk mulai membangun skill AI yang relevan dengan kebutuhan industri!

Banner Picture

Kategori:

School of AI and Computer Science

Cakrawala

Share

Penulis

Dita Feby Indriani

Dita adalah SEO Content Writer yang berfokus pada topik pendidikan dan karier. Selama lebih dari 3 tahun, ia menulis berbagai artikel yang membantu siswa dan calon mahasiswa memahami pilihan jurusan, jalur masuk kuliah, serta prospek karier. Dalam setiap tulisannya, Dita mengutamakan riset yang akurat dan penyajian informasi yang jelas agar mudah dipahami pembaca.

Reviewer Expert

Drestanto M. Dyasputro, S.T., MCS

Head of Computer Science Study Program yang telah berpengalaman lebih dari 8 tahun. Dyas memiliki latar belakang profesional yang kuat di bidang Software Engineering, IT Management, serta Entrepreneurship, dengan pengalaman lintas sektor mulai dari perusahaan teknologi, startup dan inisiatif digital, hingga institusi pendidikan tinggi.

Artikel Lainnya
Logo Cakrawala Black

Cakrawala University – Sudirman Campus

The Landmark Center, Jl. Jenderal Sudirman No.Kav 1 Lantai 9, RT.3/RW.3, Setia Budi, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12910

Cakrawala University – Kemang Campus

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.