Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perusahaan butuh sistem yang bisa diakses kapan saja dan nggak gampang down.
Di sinilah peran cloud engineer dibutuhkan.
Tapi, apa ya sebenarnya cloud engineer itu, dan bedanya dengan posisi IT lainnya? Yuk, kita akan bahas tuntas tugas, skill, hingga prospek kariernya yang menjanjikan!
Key Takeaways
- Cloud engineer adalah profesional yang membangun, mengelola, dan menjaga infrastruktur cloud agar aplikasi tetap aman, stabil, dan mudah diakses.
- Untuk menjadi cloud engineer, kamu perlu menguasai skill seperti Linux, jaringan komputer, database, scripting, cloud security, dan platform seperti AWS, Azure, atau GCP.
- Jurusan Ilmu Komputer Cakrawala University dapat membantu kamu membangun skill tersebut melalui pembelajaran berbasis proyek, kesempatan magang sejak semester pertama, dan akses penyaluran kerja ke lebih dari 1.000 mitra industri.
Apa itu Cloud Engineer?

Sumber: Magnific
Cloud engineer adalah orang yang bertugas membangun, mengatur, dan menjaga infrastruktur teknologi berbasis cloud computing.
Mereka memastikan aplikasi, website, database, dan server virtual bisa berjalan dengan stabil lewat platform seperti AWS, Microsoft Azure, atau Google Cloud Platform (GCP).
Sebagai contoh, saat e-commerce mengadakan promo besar, jumlah pengunjung bisa naik drastis dalam waktu singkat, kan?
Nah, Cloud engineer yang bantu mengatur agar website tetap cepat, transaksi tetap aman, dan sistem nggak mudah down.
Apa Saja Tugas Cloud Engineer?
Tugas cloud engineer bukan cuma mindahin data ke cloud.
Mereka juga memastikan server, aplikasi, database, jaringan, dan sistem keamanan tetap berjalan stabil, aman, dan nggak boros biaya.
Berikut beberapa tugas utamanya:
- Merancang infrastruktur cloud: Menentukan kebutuhan server virtual, cloud storage, database, jaringan, dan layanan lain di platform seperti AWS, Microsoft Azure, atau Google Cloud Platform.
- Melakukan deployment aplikasi: Membantu memindahkan aplikasi dari tahap development ke production environment agar bisa digunakan oleh user.
- Memantau performa sistem: Mengecek CPU, RAM, traffic, latency, log, dan uptime untuk memastikan sistem tetap cepat dan mendeteksi error sebelum mengganggu.
- Menjaga keamanan data dan akses: Mengatur Identity and Access Management (IAM), firewall, encryption, backup, dan hak akses.
- Mengatur skalabilitas sistem: Saat jumlah pengguna naik, cloud engineer menyiapkan auto scaling dan load balancing supaya aplikasi tetap stabil.
- Mengoptimalkan biaya cloud: Memantau pemakaian resource, mematikan server yang tidak terpakai, dan melakukan cloud cost optimization.
- Menangani gangguan dan pemulihan sistem: Kalau terjadi error atau server bermasalah, mereka mencari penyebabnya lewat system log dan melakukan troubleshooting.
Cek juga:
- 8 Jurusan IT dengan Prospek Kerja dan Gaji Menjanjikan!
- 12 Jurusan yang Berhubungan dengan Informatika
Skill yang Harus Dikuasai Cloud Engineer
Cloud engineer butuh kombinasi skill teknis dan kemampuan analisis.
Nggak perlu dikuasai sekaligus, tapi mulai dari fondasi, lalu lanjut ke praktik lewat proyek sederhana. Beberapa skill tersebut yaitu:
- Sistem operasi Linux: Kamu perlu memahami command line, file system, user permission, process, dan cara mengelola server lewat terminal.
- Jaringan komputer: Pelajari IP address, DNS, HTTP/HTTPS, subnet, routing, port, firewall, dan VPC agar kamu paham cara aplikasi terhubung dan data berpindah.
- Pemrograman dan scripting: Python, Bash, atau PowerShell berguna untuk scripting dan automation.
- Database dan cloud storage: Pahami SQL, NoSQL, relational database, serta cloud storage seperti Amazon S3, Google Cloud Storage, dan Azure Blob Storage.
- Virtual machine dan container: Virtual machine, Docker, dan Kubernetes digunakan untuk menjalankan aplikasi secara konsisten.
Kalau kamu tertarik berkarier sebagai Cloud Engineer, dasar teknisnya bisa mulai dibangun sejak kuliah.
Di S1 Ilmu Komputer Cakrawala University, kamu bisa belajar lewat real-project dan berbagai tools penting di bidang komputasi.
Bahkan terdapat beberapa konsentrasi yang bisa kamu pilih sesuai minat dan tujuan karier. Konsentrasi tersebut mencakup:
- Software Engineering: Cocok buat kamu yang mau belajar membangun aplikasi dan sistem digital, serta tertarik berkarier sebagai developer.
- Intelligent System Lab: Buat kamu yang tertarik dengan AI, sistem cerdas, machine learning, dan berbagai teknologi masa depan.
- Human Computer Interaction (HCI): Cocok buat kamu yang tertarik mempelajari bagaimana teknologi bisa dirancang agar mudah dan nyaman digunakan manusia, mulai dari riset pengguna sampai product thinking.
Sistem pembelajarannya pun menggunakan kurikulum berbasis industri sehingga materi yang dipelajari dirancang agar tetap relevan dengan dunia kerja saat ini.
Nggak cuma itu, Cakrawala University juga punya program penyaluran kerja yang didukung lebih dari 1.000 perusahaan mitra.
Jadi, peluang untuk membangun karier di perusahaan ternama, seperti Mekari, Blu by BCA Digital, hingga SIRCLO terbuka lebih luas.

Tools yang Sering Digunakan Cloud Engineer
Cloud engineer memakai berbagai tools untuk membangun, menjalankan, dan memantau infrastruktur cloud. Berikut beberapa tools yang bisa sebaiknya kamu pelajari.
- Amazon Web Services (AWS): AWS menyediakan layanan cloud seperti Amazon EC2, Lambda, dan VPC untuk menjalankan server serta mengatur jaringan.
- Microsoft Azure: Azure sering digunakan perusahaan yang memakai ekosistem Microsoft. Layanannya mencakup virtual machine, Azure SQL Database, storage, dan networking.
- Google Cloud Platform (GCP): GCP menyediakan Compute Engine, Cloud Storage, BigQuery, dan Google Kubernetes Engine untuk kebutuhan server.
- Docker: Docker mengemas aplikasi beserta seluruh kebutuhannya ke dalam container agar bisa berjalan konsisten di laptop, server, maupun lingkungan cloud.
- Kubernetes: Kubernetes digunakan untuk mengatur banyak container, membagi traffic, menjalankan auto scaling, dan memulihkan aplikasi saat terjadi gangguan.
- Terraform: Terraform membantu cloud engineer membuat server, jaringan, dan database melalui Infrastructure as Code sehingga konfigurasi lebih konsisten.
- Ansible: Ansible digunakan untuk mengotomatisasi konfigurasi server, instalasi software, dan deployment tanpa harus mengatur setiap server secara manual.
- Git dan GitHub: Git mencatat perubahan kode, sedangkan GitHub menyimpan serta mengelola repository agar cloud engineer bisa berkolaborasi dengan tim.
Cek juga:
- Network Engineer Jurusan Apa? Cek 7 Rekomendasi Prodinya!
- 15 Daftar Universitas Jurusan Ilmu Komputer di Indonesia
- S1 Jurusan Ilmu Komputer
Prospek Karier Cloud Engineer
Prospek karier cloud engineer cukup luas karena infrastruktur cloud digunakan oleh banyak industri, mulai dari startup, e-commerce, perbankan, hingga perusahaan konsultasi TI.
Kamu juga bisa berkembang ke bidang DevOps, cloud security, atau perancangan cloud architecture. Ini beberapa jenjang karier untuk cloud engineer:
- Junior Cloud Engineer: Membantu mengelola virtual machine, cloud storage, deployment, dan monitoring dengan arahan engineer senior. Gajinya berkisar Rp6 juta–Rp8 juta per bulan.
- Cloud Engineer: Membangun dan menjaga infrastruktur di AWS, Microsoft Azure, atau Google Cloud Platform agar aman dan stabil. Gajinya sekitar Rp7,5 juta–Rp10 juta per bulan.
- Cloud DevOps Engineer: Mengelola CI/CD pipeline, Docker, Kubernetes, Terraform, dan automation agar deployment lebih cepat. Gajinya berkisar Rp7 juta–Rp15 juta per bulan, tergantung pengalaman dan lokasi kerja.
- Cloud Security Engineer: Melindungi akun, jaringan, aplikasi, dan data cloud menggunakan IAM, encryption, firewall, serta security monitoring. Gajinya sekitar Rp8 juta–Rp14 juta per bulan.
- Cloud Architect: Merancang cloud architecture, memilih layanan, menghitung kapasitas, dan menyesuaikan solusi dengan kebutuhan bisnis. Pada level team lead, gajinya bisa mencapai Rp30 juta–Rp35 juta per bulan.
FAQ
1. Apakah cloud engineer bisa bekerja secara remote?
Bisa. Sebagian besar infrastruktur cloud seperti AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud Platform dapat dikelola melalui internet. Namun, sistem kerja remote, hybrid, atau dari kantor tetap mengikuti kebijakan perusahaan.
2. Apakah lulusan SMA bisa menjadi cloud engineer?
Bisa, tetapi kamu perlu mempelajari fondasi seperti Linux, jaringan komputer, database, cloud computing, dan scripting. Kuliah di jurusan teknologi juga dapat membantu proses belajarnya menjadi lebih terarah dan terstruktur.
3. Berapa lama belajar untuk menjadi cloud engineer?
Waktunya berbeda-beda tergantung pengetahuan awal dan konsistensi belajar. Daripada mengejar durasi tertentu, lebih baik fokus membuat proyek sederhana, seperti meng-host website, membuat virtual machine, dan mengatur cloud storage.
Mulai Karier di Bidang IT Bersama Cakrawala University!
Tertarik menjadi Cloud Engineer atau berkarier di bidang IT lainnya?
Memilih jurusan kuliah yang relevan bisa menjadi langkah awal untuk membangun skill yang dibutuhkan industri.
Di Jurusan Ilmu Komputer Cakrawala University, kamu akan mempelajari pemrograman, jaringan, database, dan sistem operasi sebagai fondasi untuk berkarier di bidang cloud computing, DevOps, cyber security, dan IT lainnya.
Supaya lebih siap menghadapi dunia kerja, Cakrawala University juga menyediakan berbagai program pendukung, seperti:
- Magang Sejak Semester Pertama: Kamu bisa mulai mengenal dunia kerja dan membangun pengalaman profesional lebih awal.
- Program Penyaluran Kerja: Terhubung dengan lebih dari 1.000 perusahaan mitra dari berbagai industri untuk membuka peluang karier setelah lulus.
- Kurikulum Berbasis Industri: Materi kuliah disusun bersama praktisi agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan perusahaan.
- Dosen Praktisi: Kamu bisa belajar langsung dari pengajar yang memiliki pengalaman di bidang teknologi, data, dan artificial intelligence.
- Project-Based Learning: Kamu akan belajar melalui proyek nyata, mulai dari mengolah data hingga mengembangkan solusi berbasis AI yang bisa dimasukkan ke portofolio.
Yuk, mulai persiapkan kariermu sebagai cloud engineer melalui Jurusan Ilmu Komputer Cakrawala University.
Konsultasikan pilihan kuliahmu atau daftar sekarang untuk mulai membangun skill AI yang relevan dengan kebutuhan industri!