Mencari keyword, menjadwalkan konten, sampai melihat performa campaign tentu bakal makan banyak waktu kalau dikerjakan secara manual.
Makanya, strategi digital marketing menggunakan berbagai tools untuk membantu pekerjaan jadi lebih mudah dan efisien.
Penasaran apa saja tools yang sering digunakan? Yuk, kita bahas satu per satu!
Key Takeaways
- SEMrush, Ahrefs, Google Analytics, Mailchimp, dan Google Ads merupakan beberapa tools yang sering digunakan dalam digital marketing.
- Setiap tools punya fungsi yang berbeda. Ada yang fokus untuk SEO, email marketing, media sosial, landing page, hingga analisis website.
- Kalau ingin belajar digital marketing lebih mendalam, Jurusan Bisnis Digital Cakrawala University menawarkan kurikulum berbasis industri & praktik berbagai tools melalui project, bimbingan dosen praktisi, dan magang sejak semester awal.
Apa Saja Tools yang Digunakan Digital Marketing?
Supaya pekerjaan jadi lebih cepat dan terorganisir, digital marketer menggunakan berbagai tools sesuai kebutuhannya.
Nah, berikut beberapa tools digital marketing yang paling sering digunakan di dunia kerja.
1. SEMrush
Buat digital marketer, asal bikin artikel belum tentu bisa menarik banyak pengunjung.
Makanya, sebelum mulai membuat konten biasanya dilakukan riset dulu supaya topik yang dipilih sesuai sama yang dicari audiens.
Nah, SEMrush jadi salah satu tools yang membantu proses tersebut.
Dengan SEMrush, kamu bisa:
- Mencari keyword yang relevan untuk SEO.
- Menganalisis website kompetitor.
- Memantau ranking website di Google.
- Melakukan audit SEO pada website.
2. Ahrefs
Sama seperti SEMrush, Ahrefs juga jadi salah satu tools SEO yang banyak digunakan oleh digital marketer.
Tools ini juga cukup sering dimanfaatkan untuk menganalisis backlink, mengecek performa website, dan melihat strategi SEO yang digunakan kompetitor.
Ahrefs biasanya digunakan untuk:
- Mencari ide keyword yang relevan.
- Melihat backlink yang dimiliki sebuah website.
- Menganalisis strategi SEO kompetitor.
- Menemukan masalah SEO yang perlu diperbaiki.
Cek juga:
- Jurusan Digital Marketing: Mata Kuliah, Prospek, Skill yang Didapat
- 12 Universitas yang Ada Jurusan Digital Marketing
3. Google Analytics
Setelah konten dipublikasikan atau iklan mulai jalan, hasilnya tentu perlu dipantau.
Lewat Google Analytics, digital marketer bisa tahu apakah strategi yang dijalankan sudah berhasil atau masih perlu dievaluasi supaya hasilnya lebih maksimal.
Google Analytics membantu kamu untuk:
- Melihat jumlah pengunjung website.
- Mengetahui sumber traffic website.
- Menganalisis halaman yang paling banyak dikunjungi.
- Mengukur hasil campaign digital marketing.
Kalau kamu tertarik mempelajari strategi pemasaran digital secara lebih mendalam, Jurusan Bisnis Digital Cakrawala University bisa jadi pilihan yang tepat.
Di sini, kamu bakal dapat kesempatan magang sejak semester pertama. Beberapa contoh mahasiswa Jurusan Bisnis Digital yang sudah berhasil magang antara lain:
- Sindia Sari Tumanggor – Social Media Specialist di Blibli
- Dita Herdillah – Digital Marketing Intern di Lion Group
- Ratu Bilqis – Community Specialist di Dibilabs
- Orentscia Januiver – Promosi Off Air Event di TVOne
Selain peluang magang, Cakrawala University juga punya program penyaluran kerja ke 1000+ perusahaan mitra.
Yang nggak kalah menarik, ada program inkubasi bisnis gratis buat seluruh mahasiswa.
Lewat inkubator ini, kamu bakal dibimbing langsung tentang manajemen, pemasaran, inovasi, dan finansial oleh mentor untuk mengembangkan ide bisnis jadi usaha nyata.

4. Mailchimp
Pernah menerima email berisi promo dari brand yang kamu ikuti?
Nah, email seperti itu umumnya dikelola menggunakan tools email marketing, salah satunya Mailchimp.
Tools ini bantu digital marketer mengirim email ke banyak pelanggan sekaligus.
Mailchimp biasanya digunakan untuk:
- Mengirim email promosi atau newsletter.
- Membuat email otomatis (email automation).
- Mengelola daftar pelanggan.
- Melihat performa email yang telah dikirim.
5. HubSpot
Mengelola banyak pelanggan secara manual pasti ribet, apalagi kalau jumlahnya makin banyak.
Karena itu, banyak digital marketer menggunakan HubSpot untuk bantu mengelola data pelanggan sekaligus memantau proses marketing agar lebih terorganisir.
Dengan HubSpot, kamu bisa:
- Menyimpan dan mengelola data pelanggan.
- Memantau aktivitas calon pelanggan.
- Menjalankan email marketing.
- Melihat laporan performa campaign.
Cek juga:
- 10 Prospek Kerja Jurusan Digital Marketing, Menjanjikan Banget!
- 15 Kampus Jurusan Bisnis Digital di Indonesia, Lengkap!
6. Trello
Dalam satu campaign digital marketing, biasanya ada banyak tugas yang harus dikerjakan. Mulai dari membuat konten, mendesain visual, sampai menjadwalkan posting.
Nah, Trello jadi tools untuk bantu tim mengatur semua pekerjaan tersebut supayalebih terorganisir.
Trello membantu tim untuk:
- Membuat daftar tugas (to-do list).
- Membagi pekerjaan ke setiap anggota tim.
- Memantau progres project.
- Mengatur deadline setiap tugas.
7. Sprout Social
Dengan bertambahnya jumlah media sosial yang dikelola, kerjaan digital marketer juga jadi makin banyak.
Karena itu, tools seperti Sprout Social digunakan agar proses mengelola konten dan memantau hasilnya jadi lebih praktis.
Sprout Social biasanya digunakan untuk:
- Menjadwalkan posting di media sosial.
- Memantau performa konten.
- Mengelola komentar dan pesan dari audiens.
- Membuat laporan perkembangan media sosial.
8. Google Ads
Selain mengandalkan konten dan SEO, banyak bisnis juga menggunakan iklan berbayar untuk menjangkau calon pelanggan.
Nah, salah satu tools yang paling sering digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah Google Ads.
Dengan Google Ads, kamu bisa:
- Membuat iklan di hasil pencarian Google.
- Menentukan target audiens sesuai kebutuhan.
- Mengatur budget iklan.
- Memantau performa campaign iklan.
Cek juga:
9. Leadpages
Nggak semua orang yang lihat iklan akan langsung membeli produk.
Karena itu, banyak bisnis membuat landing page untuk mengajak pengunjung melakukan action tertentu, seperti mengisi formulir atau mendaftar.
Nah, Leadpages adalah tools yang membantu membuat landing page meski kamu nggak jago coding.
Leadpages biasanya digunakan untuk:
- Membuat landing page dengan mudah.
- Mengumpulkan data calon pelanggan.
- Membuat formulir pendaftaran.
- Meningkatkan konversi dari campaign digital.
10. Unbounce
Selain Leadpages, ada juga Unbounce yang punya fungsi hampir sama untuk membuat landing page.
Tools ini juga menyediakan fitur A/B testing. Jadi, kamu bisa bandingin beberapa versi halaman dan melihat mana yang kasih hasil lebih baik.
Unbounce membantu digital marketer untuk:
- Membuat landing page tanpa coding.
- Melakukan A/B testing pada landing page.
- Meningkatkan konversi pengunjung menjadi pelanggan.
- Menghubungkan landing page dengan tools marketing lainnya.
FAQ
1. Apa saja tools yang sering digunakan dalam digital marketing?
Beberapa tools yang paling sering digunakan digital marketer antara lain SEMrush, Ahrefs, Google Analytics, Mailchimp, HubSpot, Trello, Sprout Social, Google Ads, Leadpages, dan Unbounce. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari SEO, email marketing, hingga pengelolaan media sosial.
2. Apakah semua tools digital marketing harus berbayar?
Tidak. Beberapa tools menyediakan versi gratis yang sudah cukup untuk belajar atau mengelola kebutuhan dasar, seperti Google Analytics, Google Ads, dan Trello. Namun, jika membutuhkan fitur yang lebih lengkap, kamu bisa berlangganan versi premium.
3. Tools digital marketing mana yang cocok untuk pemula?
Kalau baru mulai belajar, kamu bisa mencoba Google Analytics untuk memahami performa website, Google Ads untuk mengenal iklan digital, Trello untuk mengelola project, dan Canva untuk membuat konten visual. Tools tersebut relatif mudah dipelajari dan banyak digunakan di dunia kerja.
Mulai Kariermu di Bidang Digital Bersama Cakrawala University!
Melihat tren dunia kerja dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, bisa dibilang kalau Jurusan Bisnis Digital termasuk salah satu jurusan paling menjanjikan untuk masa depan.
Kamu akan belajar banyak hal mulai dari digital marketing, data analytics, sampai strategi bisnis online, skill yang saat ini paling dibutuhkan di hampir semua sektor industri.
Kalau kamu ingin kuliah di jurusan yang relevan, fleksibel, dan langsung siap kerja, jurusan Bisnis Digital Cakrawala University bisa jadi pilihan terbaik.
Di sini, kamu akan dibimbing lewat program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan industri digital masa kini.
Kenapa harus di Cakrawala University?
- Program Penyaluran Kerja: Terhubung dengan 1000+ mitra industri digital nasional dan internasional, membuka peluang kerja bahkan sebelum kamu lulus.
- Magang Sejak Semester Pertama: Kamu langsung terjun ke dunia kerja nyata dan dapat pengalaman berharga sejak awal kuliah.
- Kurikulum Berbasis Industri: Materi disusun bareng praktisi agar selalu sesuai dengan tren terbaru dunia digital dan kebutuhan bisnis global.
- Dosen Praktisi: Belajar langsung dari profesional berpengalaman di industri terkait
Yuk, mulai perjalananmu di Jurusan Bisnis Digital Cakrawala University, tempat di mana kreativitas, teknologi, dan strategi bisnis bertemu. Tanya-tanya gratis atau langsung daftar di sini!