DevOps Engineer Adalah? Ini Tugas & Prospek Karier!

School of AI and Computer Science
Tayang 12 August 2026
Diperbarui 12 August 2026
Waktu Baca 8 minutes

Sudah Direview Oleh Drestanto M. Dyasputro, S.T., MCS

Ditulis oleh

Nik Nik Fadlah

Kamu pernah penasaran nggak gimana sih sebuah aplikasi bisa terus diperbarui tanpa mengganggu penggunanya? 

Nah, ternyata, proses tersebut nggak terlepas dari peran DevOps Engineer, lo!

DevOps Engineer jadi profesi yang sekarang dibutuhkan banget karena banyak perusahaan mengandalkan teknologi digital untuk menjalankan bisnisnya. 

Lalu, sebenarnya, DevOps Engineer adalah profesi seperti apa sih? Yuk, kenalan lebih jauh!

 

Key Takeaways

 

  • DevOps Engineer adalah profesi yang bertanggung jawab untuk memastikan software dapat dikembangkan, diuji, dirilis, dan dijalankan dengan lancar.
  • Profesi DevOps Engineer cocok buat kamu yang suka teknologi, senang memecahkan masalah, dan penasaran dengan bagaimana sebuah software dikembangkan, dirilis, hingga bisa digunakan oleh banyak orang.
  • Jurusan Ilmu Komputer Cakrawala University bakal membantumu mempersiapkan skill untuk berkarier sebagai DevOps Engineer lewat pembelajaran teori dan praktik. Kamu bisa mengasah kemampuan melalui proyek nyata hingga kesempatan magang di semester awal.

 

Apa Itu DevOps Engineer?

 

Apa Itu DevOps Engineer

Sumber: Magnific

 

Sebelum mengenal profesinya, kamu perlu tahu dulu apa itu DevOps.

DevOps adalah pendekatan yang menggabungkan development (Dev/pengembangan) dan operations (Ops/operasional).

Tujuannya, untuk membuat proses pengembangan software berjalan lebih cepat, lancar, dan efisien.

Dalam praktiknya, DevOps melibatkan banyak proses, mulai dari membuat, menguji, merilis, sampai menjaga software agar tetap berjalan dengan baik.

Contohnya, ketika sebuah perusahaan mau memperbarui fitur di aplikasi, tim developer bakal membuat dan menguji fitur tersebut.

Dengan penerapan DevOps, proses pengujian sampai perilisan bisa dibuat otomatis sehingga fitur baru dapat dirilis lebih cepat tanpa harus melakukan semuanya secara manual.

Nah, DevOps Engineer adalah orang yang menerapkan prinsip dan praktik DevOps tersebut dalam pengembangan dan operasional software.

Mereka membantu mengotomatiskan berbagai proses, mengelola infrastruktur, serta memastikan software bisa dirilis dan berjalan dengan lebih lancar.

 

Mengapa DevOps Engineer Penting?

Coba kamu bayangin, ada sebuah aplikasi yang terus mendapatkan update fitur.

Setiap ada fitur baru, aplikasi perlu dikembangkan, diuji, dirilis, lalu dipantau supaya tetap bisa berjalan. 

Nah, di sinilah DevOps Engineer punya peran penting. Beberapa alasan utamanya:

 

  • Mempercepat proses pengembangan software: DevOps Engineer membantu mengotomatiskan berbagai proses sehingga tim bisa mengembangkan dan merilis fitur baru dengan lebih cepat.
  • Mengurangi risiko kesalahan: Dengan otomatisasi dan proses yang lebih teratur, pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual bisa diminimalkan sehingga risiko human error ikut berkurang.
  • Menjaga software tetap berjalan dengan baik: DevOps Engineer membantu memantau sistem setelah software dirilis. Kalau muncul masalah atau gangguan, tim bisa lebih cepat mengetahuinya dan mengambil tindakan.
  • Membuat kerja tim lebih lancar: DevOps Engineer membantu tim developer dan operasional saling terhubung, jadi proses pengembangan sampai aplikasi siap digunakan bisa berjalan lebih mulus.

 

Kalau kamu mau mendalami dunia developmentoperations, dan software, jurusan Ilmu Komputer Cakrawala University bisa jadi pilihan tempat belajar!

Di jurusan Ilmu Komputer Cakrawala University, kamu bisa memilih konsentrasi sesuai dengan minat:

 

  • Software Engineering: Cocok buat kamu yang mau belajar membangun aplikasi dan sistem digital, serta tertarik berkarier sebagai developer.
  • Intelligent System Lab: Buat kamu yang tertarik dengan AI, sistem cerdas, machine learning, dan berbagai teknologi masa depan.
  • Human Computer Interaction (HCI): Cocok buat kamu yang tertarik mempelajari bagaimana teknologi bisa dirancang agar mudah dan nyaman digunakan manusia, mulai dari riset pengguna sampai product thinking.

 

Sistem pembelajaran di Cakrawala University menggunakan kurikulum berbasis industri sehingga materi yang dipelajari dirancang agar tetap relevan dengan dunia kerja saat ini.

Nggak cuma itu, Cakrawala University juga punya program penyaluran kerja yang didukung lebih dari 1.000 perusahaan mitra, lo.

Jadi, peluang untuk membangun karier di perusahaan ternama, seperti Mekari, Blu by BCA Digital, hingga SIRCLO terbuka lebih luas.

 

banner computer science

 


 

Cek Juga:

 

 


 

Apa Tugas dan Tanggung Jawab DevOps Engineer?

Peran dan tanggung jawab DevOps Engineer nggak cuma soal coding, tapi juga memastikan proses pengembangan software berjalan dengan baik.

Beberapa peran dan tanggung jawab DevOps Engineer di antaranya:

 

  • Mengotomatiskan proses pengembangan: Membuat proses, seperti testingdeployment, dan perilisan software jadi lebih otomatis sehingga pekerjaan tim bisa lebih cepat dan efisien.
  • Mengelola infrastruktur dan server: Memastikan server, jaringan, cloud, dan berbagai infrastruktur yang digunakan software bisa berjalan dengan baik.
  • Menerapkan CI/CD: Mengatur Continuous Integration dan Continuous Delivery/Deployment supaya perubahan kode bisa diuji dan dirilis ke aplikasi dengan lebih cepat dan teratur.
  • Memantau performa sistem: Memantau kondisi aplikasi dan infrastruktur untuk mengetahui apakah ada error, gangguan, atau penurunan performa.
  • Menangani masalah pada sistem: Ketika terjadi error atau aplikasi mengalami gangguan, DevOps Engineer membantu mencari penyebab dan memperbaikinya agar sistem bisa kembali berjalan normal.

 

Dalam pekerjaannya, DevOps Engineer punya KPI (Key Performance Indicator) untuk mengukur seberapa baik pekerjaan dan sistem yang dikelolanya berjalan. 

Contohnya, DevOps Engineer bisa punya target menjaga uptime sistem (lama waktu sistem bisa digunakan) tetap tinggi dan downtime (saat sistem error) seminimal mungkin.

Seberapa cepat melakukan deployment, seberapa sering deployment berhasil, dan seberapa cepat sistem bisa kembali normal ketika mengalami gangguan juga termasuk KPI profesi ini. 

 

Apa Saja Skill yang Dibutuhkan DevOps Engineer?

 

Apa Saja Skill yang Dibutuhkan DevOps Engineer

Sumber: Magnific

 

Kalau mau jadi DevOps Engineer, kamu perlu menguasai beberapa keterampilan yang bisa disiapkan dari sekarang:

 

Hard Skill

 

  • Pemrograman dan scripting: Memahami bahasa pemrograman, seperti Python, Java, atau Gom serta scripting untuk membantu mengotomatiskan berbagai proses.
  • CI/CD: Memahami Continuous Integration dan Continuous Delivery/Deployment untuk membantu proses pengujian dan perilisan software berjalan lebih cepat.
  • Container dan orchestration: Familiar dengan tools, seperti Docker dan Kubernetes untuk menjalankan serta mengelola aplikasi dalam container.
  • Linux dan networkingMemahami Linux, server, serta dasar-dasar jaringan yang banyak digunakan dalam pengelolaan infrastruktur.
  • Monitoring dan troubleshooting: Mampu memantau sistem, menemukan sumber masalah, dan mencari solusi ketika terjadi error atau gangguan.

 

Soft Skill

 

  • Komunikasi: Mampu menyampaikan informasi teknis dengan jelas kepada developer atau software developer, tim operasional, maupun tim lainnya.
  • Problem solving: Mampu menganalisis masalah dan mencari solusi ketika terjadi gangguan pada sistem.
  • Kolaborasi: Bisa bekerja sama dengan berbagai tim karena DevOps Engineer perlu menghubungkan proses development dan operations.
  • Adaptif dan mau belajar: Dunia teknologi terus berkembang, jadi DevOps Engineer perlu siap mempelajari tools dan teknologi baru.

 

Sejumlah skill tersebut bisa kamu kembangkan di jurusan Ilmu Komputer Cakrawala University.

Soalnya, kamu nggak cuma dibekali ilmu dari teori, tapi juga praktik langsung lewat berbagai proyek nyata, seperti membuat aplikasi, dashboard untuk bisnis, hingga sistem inventory.

Nggak cuma itu, kamu juga bisa mendapatkan kesempatan magang di semester awal.

Contohnya kayak Herlangga Sapoetra, mahasiswa jurusan Ilmu Komputer angkatan 2025 yang berhasil magang sebagai Software Engineer Intern di Panasonic. Keren banget, ya?

 

Apa Saja Tools yang Digunakan DevOps Engineer?

Supaya proses pengembangan, deployment, dan monitoring sistem berjalan lancar, DevOps Engineer menggunakan berbagai tools dalam pekerjaannya. 

Beberapa tools yang biasanya dipakai, antara lain:

 

  • Git & GitHub: Digunakan untuk mengelola dan menyimpan kode serta melacak perubahan dalam project.
  • Jenkins & GitLab CI/CD: Membantu mengotomatiskan proses testing dan deployment.
  • Docker: Digunakan untuk membuat dan menjalankan aplikasi dalam container agar lebih mudah dipindahkan dan dikelola.
  • Kubernetes: Membantu mengatur dan mengelola banyak container yang berjalan dalam sebuah sistem.
  • AWS, Microsoft Azure, & Google Cloud: Menyediakan layanan cloud untuk menjalankan aplikasi, menyimpan data, hingga mengelola infrastruktur.

 


 

Cek Juga:

 

 


 

Prospek dan Jenjang Karier DevOps Engineer

DevOps Engineer adalah salah satu profesi yang punya jenjang karier menjanjikan, lo. 

Kamu bisa menjadi Junior DevOps Engineer, Senior DevOps Engineer, DevOps Manager, dan lain sebagainya. 

Berikut prospek karier DevOps Engineer beserta kisaran gajinya:

 

  • Junior DevOps Engineer: Fokus membantu proses deployment, monitoring, konfigurasi server, dan otomatisasi dasar. Kisaran gaji Rp7 juta–Rp12 juta per bulan.
  • DevOps Engineer: Bertanggung jawab mengelola CI/CD, cloud, infrastruktur, automation, hingga monitoring sistem. Kisaran gaji Rp12 juta–Rp25 juta per bulan.
  • Senior DevOps Engineer: Menangani infrastruktur dan sistem yang lebih kompleks, sekaligus membantu meningkatkan performa, keamanan, dan stabilitas sistem. Kisaran gaji Rp20 juta–Rp35 juta per bulan.
  • Automation Engineer: Fokus membuat berbagai proses kerja menjadi otomatis, mulai dari testing, deployment, hingga pengelolaan sistem. Kisaran gaji Rp10 juta–Rp25 juta per bulan.
  • Software Tester/QA Engineer: Skill automation dan CI/CD juga bisa menjadi bekal untuk berkarier sebagai QA Engineer, terutama di bidang automated testing. Kisaran gaji Rp7 juta–Rp20 juta per bulan.
  • Cloud Engineer: Fokus mengelola infrastruktur berbasis cloud, termasuk deployment, konfigurasi, keamanan, dan optimasi layanan cloud. Kisaran gaji Rp10 juta–Rp30 juta per bulan.
  • Site Reliability Engineer (SRE): Bertanggung jawab menjaga sistem tetap stabil, tersedia, dan punya performa yang baik dengan memanfaatkan automation dan monitoring. Kisaran gaji Rp15 juta–Rp35 juta per bulan.
  • DevOps Lead/Manager: Memimpin tim DevOps sekaligus mengatur strategi, proses, dan kebutuhan teknologi perusahaan. Kisaran gaji Rp30 juta–Rp50 juta per bulan. 

 

Bagaimana Cara Menjadi DevOps Engineer?

Kalau tertarik untuk menjadi DevOps Engineer, ada sejumlah tips atau cara yang bisa kamu terapkan:

 

  • Pelajari dasar pemrograman: Mulai dari bahasa, seperti Python, Java, atau Go. Kamu juga bisa belajar scripting untuk membuat berbagai proses menjadi otomatis.
  • Pahami Linux dan networkingPelajari cara kerja sistem operasi Linux, server, jaringan, dan bagaimana aplikasi bisa terhubung dengan sistem lainnya.
  • Pelajari tools DevOps: Kenali tools yang sering digunakan, seperti Git, Docker, Kubernetes, Jenkins, hingga layanan cloud
  • Buat proyek dan bangun portofolio: Coba terapkan apa yang sudah dipelajari melalui proyek sederhana. Misalnya, membuat aplikasi, lalu menerapkan Git, CI/CD, Docker, dan cloud
  • Terus asah skillBiasakan untuk mengikuti perkembangan tools dan teknologi baru. Jangan lupa juga melatih kemampuan problem solving dan komunikasi karena DevOps Engineer bakal banyak bekerja bersama tim.

 

FAQ

1. Apa perbedaan DevOps Engineer dengan Developer?

DevOps Engineer adalah profesi yang berfokus untuk memastikan proses pengembangan, pengujian, deployment, dan operasional software agar berjalan lancar.

Sementara itu, Developer lebih berfokus pada membuat dan mengembangkan aplikasi atau software, mulai dari menulis kode hingga memperbaiki fitur.

 

2. Apakah DevOps Engineer harus bisa coding?

Ya, kemampuan coding atau scripting dibutuhkan untuk menjadi DevOps Engineer.

Soalnya, profesi ini juga bertugas membuat otomatisasi dan mengelola berbagai proses dalam pengembangan software.

Kamu bisa mulai dengan memahami dasar pemrograman dan menggunakannya sesuai kebutuhan pekerjaan.

 

3. DevOps Engineer bisa kerja di mana?

DevOps Engineer bisa kerja di berbagai perusahaan yang menggunakan software dan sistem digital.

Contohnya, perusahaan teknologi, startupe-commerce, perbankan, fintech, telekomunikasi, sampai perusahaan yang sedang mengembangkan sistem digitalnya.

 

Mau Berkarier di Dunia Teknologi? Yuk, Siapkan Bersama Cakrawala University!

DevOps Engineer adalah profesi yang dekat dengan dunia teknologi, terutama dalam pengembangan dan pengelolaan software.

Kalau kamu tertarik jadi DevOps Engineer, skillnya bisa mulai dipersiapkan dari sekarang, lo!

Cakrawala University hadir dengan jurusan Ilmu Komputer yang bisa membantumu mengasah skill untuk berkarier di bidang ini lewat kombinasi teori dan praktik.

Kamu bakal belajar berbagai hal seputar pemrograman, matematika, sistem komputer, jaringan, hingga rekayasa perangkat lunak.

Nggak cuma itu, ada banyak fasilitas pendukung karier yang juga bisa kamu dapatkan:

 

  • Program Penyaluran Kerja: Mahasiswa punya akses ke lebih dari 1.000 perusahaan dan lembaga mitra untuk memperluas peluang karier setelah lulus.
  • Magang Sejak Semester Pertama: Kamu bisa mempersiapkan skill lebih matang sejak awal.
  • Siap Terjun Langsung ke Industri: Dengan skema 3 tahun kuliah + 1 tahun praktik, kamu berkesempatan untuk mengembangkan portofolio lewat magang atau proyek di perusahaan. 
  • Sistem Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konten, materi, dan proses belajarnya memanfaatkan teknologi, jadi pembelajaran terasa lebih efektif dan maksimal.
  • Dosen Praktisi Berpengalaman: Belajar langsung dari pengajar yang aktif di dunia profesional maupun akademik.

 

Yuk, persiapkan kariermu sejak kuliah bersama Cakrawala University. Daftar sekarang atau konsultasi gratis di sini untuk tahu informasi lebih lanjut seputar perkuliahan!

Banner Picture

Kategori:

School of AI and Computer Science

Cakrawala

Share

Penulis

Nik Nik Fadlah

Nik Nik Fadlah adalah SEO Content Writer yang berfokus pada strategi organic growth melalui riset keyword, analisis search intent, dan optimasi on-page. Ia berpengalaman mengembangkan konten edukasi, finansial, properti, dan lifestyle dengan pendekatan SEO terukur untuk meningkatkan visibility, ranking, dan conversion secara organik.

Reviewer Expert

Drestanto M. Dyasputro, S.T., MCS

Head of Computer Science Study Program yang telah berpengalaman lebih dari 8 tahun. Dyas memiliki latar belakang profesional yang kuat di bidang Software Engineering, IT Management, serta Entrepreneurship, dengan pengalaman lintas sektor mulai dari perusahaan teknologi, startup dan inisiatif digital, hingga institusi pendidikan tinggi.

Artikel Lainnya
Logo Cakrawala Black

Cakrawala University – Sudirman Campus

The Landmark Center, Jl. Jenderal Sudirman No.Kav 1 Lantai 9, RT.3/RW.3, Setia Budi, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12910

Cakrawala University – Kemang Campus

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.