Banyak calon mahasiswa penasaran soal apakah Teknik Industri bisa kerja di BUMN. Wajar banget, soalnya lulusan Teknik Industri memang dikenal sering dibutuhkan di bidang operasional, produksi, sampai pengelolaan proses di berbagai perusahaan BUMN.
Nah, kalau kamu mau cari tahu prospek kerja Teknik Industri di BUMN, posisi yang bisa dilamar, sampai kisaran gaji dan skill yang perlu disiapkan, yuk baca artikel ini sampai akhir. Siapa tahu jalur karier di BUMN ini beneran cocok buat kamu!
Key Takeaways
- Lulusan Teknik Industri bisa bekerja di BUMN karena keahliannya dibutuhkan untuk efisiensi operasional, produksi, logistik, dan perencanaan sistem di berbagai sektor.
- Prospek kerja di BUMN cukup luas, mulai dari PPIC, Quality Control, Supply Chain Analyst, Data/Business Process Analyst, HSE, hingga Manajer Operasi Produksi.
- Universitas Cakrawala memiliki Jurusan Teknik Industri dengan kurikulum berbasis industri, bimbingan dosen praktisi, sampai program magang sejak semester pertama, sehingga mendukung mahasiswa siap bersaing dan berkarier di BUMN.
Apakah Teknik Industri Bisa Kerja di BUMN?
Ya, lulusan Teknik Industri sangat bisa bekerja di BUMN dan peluangnya cukup besar. Keilmuannya dibutuhkan untuk mendukung efisiensi operasional, manajemen produksi, logistik, perencanaan proses kerja, dan pengembangan sistem di berbagai sektor BUMN.
Bahkan, dalam Rekrutmen Bersama BUMN, lulusan Teknik Industri termasuk yang banyak dicari lho, karena ilmunya bisa menjembatani aspek teknis dengan manajerial. Jadi, lulusan ini bisa ditempatkan di berbagai fungsi kerja, mulai dari operasional hingga analisis bisnis.
Nah, untuk mendukung itu, nggak heran Universitas Cakrawala merancang Jurusan Teknik Industri dengan kurikulum berbasis industri. Mahasiswa juga dibimbing oleh dosen praktisi, jadi materi yang dipelajari relevan dengan tantangan kerja di perusahaan BUMN.
Selain itu, mahasiswa Teknik Industri Universitas Cakrawala mendapatkan kesempatan magang sejak semester pertama. Program ini membantu mereka membangun pengalaman kerja lebih cepat dan memperkuat kesiapan bersaing saat melamar ke BUMN.
Cek juga:
- 15 Universitas dengan Jurusan Teknik Industri Akreditasi A
- 12 Universitas yang Ada Jurusan Teknik Industri di Indonesia
10 Prospek Kerja Lulusan Teknik Industri di BUMN

Sumber: Freepik
Bagi lulusan Teknik Industri, peluang kerja di BUMN cukup luas karena ilmunya fleksibel dan dibutuhkan di berbagai bidang. Lulusan bisa mengisi posisi mulai dari operasional dan produksi, supply chain & logistik, kualitas & proses produksi, hingga analis data, dan bisnis.
Nah, kalau kamu penasaran posisi apa saja yang bisa dilamar dan peran apa yang biasanya dijalani, ini dia 10 prospek kerja lulusan Teknik Industri di BUMN:
1. Industrial Engineer
Pertama, kamu bisa kerja sebagai Industrial Engineer di BUMN, profesi yang fokus membuat proses produksi dan operasional berjalan lebih efisien dan efektif.
Di BUMN, Industrial Engineer biasanya terlibat dalam perencanaan sistem kerja, pengaturan alur produksi, dan memastikan semua proses berjalan lancar di sektor manufaktur, energi, maupun transportasi seperti KAI, Wika, PT Krakatau Steel, dan Pertamina.
Rata-rata gaji untuk posisi ini sekitar Rp 5,4 juta – Rp 10,7 juta per bulan, tergantung pengalaman dan perusahaan. Nah, tugas-tugas utama Industrial Engineer antara lain:
- Menganalisis proses produksi agar lebih cepat dan efisien
- Mendesain tata letak pabrik atau alur kerja yang optimal
- Mengatur rantai pasok dan logistik internal
- Melakukan time study dan evaluasi produktivitas
- Memberikan rekomendasi peningkatan kualitas dan efisiensi kerja
2. Supervisor Produksi
Kalau kamu suka memimpin tim dan memastikan produksi berjalan lancar, Supervisor Produksi bisa jadi pilihan. Posisi ini bertanggung jawab mengawasi seluruh proses produksi agar sesuai target, menjaga kualitas produk, dan memastikan tim bekerja efisien.
Biasanya, lulusan Teknik Industri banyak dibutuhkan menjadi Supervisor Produksi di perusahaan manufaktur, energi, pangan, konstruksi, atau farmasi seperti PT Pupuk Indonesia, PT Krakatau Steel, PT Bio Farma, dan anak usaha Pertamina.
Soal penghasilan, gaji rata-rata Supervisor Produksi berkisar antara Rp 5,5 juta – Rp 8,5 juta per bulan. Tugas utamanya meliputi:
- Mengawasi jalannya proses produksi setiap hari
- Mengatur jadwal kerja dan koordinasi tim produksi
- Memantau ketersediaan mesin, material, dan peralatan
- Membimbing karyawan agar target produksi tercapai
- Menjaga standar kualitas dan kuantitas produk sesuai ketentuan
3. Production Planning And Inventory Control (PPIC)
Seorang PPIC (Production Planning and Inventory Control) di BUMN umumnya berperan dalam mengoptimalkan produksi dengan merencanakan dan mengendalikan jadwal produksi serta persediaan bahan baku dan barang jadi agar lebih efisien.
Oleh karena itu, lulusan Teknik Industri yang bekerja di posisi ini sangat dibutuhkan di perusahaan manufaktur atau logistik seperti PT KAI, PT Pertamina, PT Pupuk Indonesia, PT Tambang Timah Tbk, bahkan BUMN otomotif atau elektronik yang punya pabrik.
Gaji rata-rata PPIC berkisar Rp 5,2 juta – Rp 9,3 juta per bulan. Adapun, tugas-tugas utama PPIC antara lain:.
- Merencanakan jadwal produksi agar sesuai target permintaan
- Mengendalikan stok bahan baku dan barang jadi
- Berkoordinasi dengan tim penjualan, pembelian, dan produksi
- Memastikan ketersediaan material untuk kelancaran proses manufaktur
- Membuat laporan produksi dan inventaris untuk evaluasi efisiensi
4. Quality Control Engineer
Kalau kamu teliti dan suka memastikan sesuatu sesuai standar, posisi Quality Control Engineer bisa jadi pilihan. Profesi ini termasuk salah satu prospek kerja Teknik Industri yang banyak dicari lho, karena perannya dalam menjaga kualitas produk dan proyek perusahaan.
Prospek kerjanya luas, bisa di BUMN konstruksi, pangan, minyak & gas, atau manufaktur, seperti PT Nindya Karya, PT Brantas Abipraya, PT SUCOFINDO, dan Pertamina.
Rata-rata gaji QC Engineer di BUMN sekitar Rp 6,3 juta – Rp 12,7 juta per bulan. Tugas-tugasnya antara lain:
- Melakukan inspeksi dan pengujian produk atau proyek
- Memastikan produk memenuhi standar kualitas dan spesifikasi teknis
- Mencatat dan melaporkan hasil pengujian secara rutin
- Berkoordinasi dengan tim produksi untuk perbaikan kualitas
- Memberikan rekomendasi untuk peningkatan proses dan produk
5. Supply Chain Analyst
Supply Chain Analyst adalah orang yang bertugas menganalisis dan mengoptimalkan alur rantai pasok, dari bahan baku sampai ke konsumen, supaya lebih efisien dan hemat biaya.
Profesi ini termasuk prospek kerja lulusan Teknik Industri di BUMN yang banyak dicari karena hampir semua BUMN butuh manajemen rantai pasok yang rapi.
Lulusan Teknik Industri bisa ditempatkan di BUMN logistik dan manufaktur, seperti PT Pos Indonesia, PT Varuna Tirta Prakasya, PT PAL Indonesia, dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI).
Rata-rata gaji Supply Chain Analyst cukup tinggi, berkisar Rp 7,3 juta – Rp 11,9 juta per bulan, tergantung perusahaannya. Nah, tugas-tugas utamanya antara lain:
- Menganalisis alur rantai pasok dari bahan baku hingga produk jadi
- Mengoptimalkan proses distribusi dan pengadaan material
- Menyusun strategi penghematan biaya operasional
- Berkoordinasi dengan tim produksi, gudang, dan logistik
- Membuat laporan performa rantai pasok untuk evaluasi manajemen
6. Health & Safety Engineer (HSE)
Kalau kamu bertanya “lulusan Teknik Industri bisa kerja apa lagi di BUMN?”, Health & Safety (HSE) Engineer salah satunya. Posisi ini bertugas menjaga keselamatan dan kesehatan kerja, sekaligus memastikan lingkungan kerja aman dan sesuai standar perusahaan BUMN.
Prospek kerjanya luas, terutama di BUMN sektor energi, konstruksi, pertambangan, dan manufaktur berat, seperti Pertamina, PLN, BUMN Karya, Antam, Bukit Asam, dan Freeport Indonesia.
Gaji rata-rata HSE Engineer di BUMN nggak kalah menjanjikan, sekitar Rp 10 juta – Rp 12,1 juta per bulan, tergantung industri dan perusahaan. Tugas-tugas utama di posisi ini antara lain:
- Merancang prosedur kerja yang aman dan sesuai standar K3
- Mengidentifikasi dan mengelola risiko keselamatan di lapangan
- Memberikan pelatihan keselamatan bagi karyawan
- Memastikan kepatuhan terhadap peraturan K3 dan lingkungan
- Membuat laporan evaluasi HSE untuk manajemen dan audit internal
7. Data Analyst
Data Analyst adalah posisi yang bertugas mengumpulkan dan menganalisis data supaya perusahaan bisa mengambil keputusan bisnis lebih tepat dan operasional berjalan lancar.
Posisi ini termasuk salah satu prospek kerja lulusan Teknik Industri di BUMN yang banyak dicari, seperti di Telkom Indonesia, BTN, BRI, KAI Services, hingga Sucofindo, karena hampir semua sektor ini membutuhkan analisis data untuk mendukung kerja sehari-hari.
Gaji rata-rata Data Analyst di BUMN berkisar Rp 7,4 juta – Rp 14,1 juta per bulan. Kalau penasaran apa saja tugas-tugas Data Analyst, ini dia di antaranya:
- Mengumpulkan dan merapikan data dari berbagai sumber
- Menganalisis data untuk membantu perusahaan mengambil keputusan
- Membuat laporan dan grafik supaya informasi mudah dipahami
- Menilai performa kerja perusahaan dan tren pasar
- Memberikan saran berbasis data agar pekerjaan lebih efisien
8. Business Process Analyst
Sesuai namanya, Business Process Analyst (BPA) adalah posisi yang membantu perusahaan menganalisis, memperbaiki, dan mengoptimalkan alur kerja bisnis agar lebih efisien, biasanya dengan bantuan otomatisasi dan sistem digital.
Prospek kerja BPA banyak di BUMN besar seperti PLN, Telkom, Pelindo, Semen Indonesia, Pertamina, BNI, WIKA, dan PT PP (Persero), karena perusahaan-perusahaan ini terus mencari cara meningkatkan efisiensi dan mengotomatisasi proses.
Nah, gaji rata-rata Business Process Analyst di BUMN sekitar Rp 7 juta – Rp 10 juta per bulan. Adapun, untuk tugas-tugas utamanya terdiri dari:
- Menganalisis alur kerja dan proses bisnis yang ada
- Merancang perbaikan proses agar lebih efisien dan cepat
- Mengimplementasikan solusi digital atau otomatisasi (RPA)
- Membuat laporan evaluasi proses untuk manajemen
- Memberikan rekomendasi strategi pengurangan biaya operasional
9. Manajer Operasi Produksi
Prospek kerja Teknik Industri di BUMN selanjutnya adalah menjadi Manajer Operasi Produksi. Posisi ini bertugas memimpin seluruh aktivitas produksi, memastikan efisiensi, kualitas, dan pencapaian target perusahaan di sektor energi, konstruksi, atau manufaktur.
Manajer yang satu ini biasanya dibutuhkan di Krakatau Steel, Len Industri, Pertamina, PLN, Telkom, KAI, Garuda Indonesia, bahkan BUMN perbankan dan sektor agro/maritim, karena perannya penting dalam mengelola operasional dan proses produksi harian.
Untuk rata-rata gaji Manajer Operasi Produksi jelas menjanjikan karena sudah di posisi manager, yakni berkisar Rp 11 juta - Rp 14 juta per bulan bahkan lebih. Namun, tugas-tugasnya juga cukup kompleks, meliputi:
- Merencanakan seluruh aktivitas produksi dan sumber daya
- Mengawasi pelaksanaan proses produksi agar efisien
- Menjaga kualitas produk sesuai standar perusahaan
- Memimpin tim produksi untuk mencapai target harian dan bulanan
- Membuat laporan evaluasi operasional untuk manajemen
10. Manajer Proyek Infrastruktur
Terakhir, lulusan Teknik Industri juga sangat bisa menjadi Manajer Proyek Infrastruktur di BUMN. Profesi ini memimpin proyek besar, mulai dari perencanaan, alokasi sumber daya, hingga pengawasan anggaran dan jadwal agar proyek selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi.
Prospek kerjanya banyak di BUMN konstruksi dan infrastruktur seperti PT Wijaya Karya (WIKA), PT Waskita Karya, PT Hutama Karya, PT Adhi Karya, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya, dan PT Nindya Karya.
Gaji rata-rata Manajer Proyek Infrastruktur di BUMN berkisar Rp 15 juta – Rp 18 juta per bulan. Tugas-tugas utamanya antara lain:
- Merencanakan proyek infrastruktur dari awal hingga selesai
- Mengalokasikan sumber daya manusia dan material secara optimal
- Mengawasi anggaran dan jadwal proyek
- Memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar teknis
- Berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait agar proyek berjalan lancar
Cek juga:
- 10 Universitas Swasta dengan Jurusan Teknik Industri Terbaik di Indonesia
- 18 Prospek Kerja Teknik Industri, Lengkap dengan Gajinya!
Skill yang Dibutuhkan Lulusan Teknik Industri untuk Masuk BUMN

Sumber: Freepik
Lulusan Teknik Industri perlu punya kombinasi skill teknis dan manajerial supaya bisa bersaing masuk BUMN dan sukses di berbagai posisi. Nah, ini dia beberapa skill penting yang biasanya dicari oleh perusahaan BUMN:
Hard Skills (Keterampilan Teknis)
- Analisis Data & Pemodelan: Mampu membaca dan mengolah data untuk membantu perusahaan mengambil keputusan lebih tepat.
- Optimasi Proses: Bisa meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas dengan metode Lean atau Six Sigma.
- Manajemen Operasional & Rantai Pasok (SCM): Terampil mengatur logistik, pengadaan, dan distribusi supaya proses produksi lancar.
- Quality Control & Assurance (QC/QA): Menjaga kualitas produk dengan pengujian dan perbaikan berkelanjutan.
- Manajemen Proyek: Mampu merencanakan dan mengatur proyek skala besar agar selesai tepat waktu dan sesuai anggaran.
Soft Skills (Keterampilan Non-Teknis)
- Problem Solving: Bisa mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi dengan cepat dan tepat.
- Berpikir Sistematis & Kritis: Mampu melihat keseluruhan proses dan menemukan perbaikan yang logis.
- Komunikasi Efektif: Bisa menjelaskan ide dan hasil analisis ke tim atau manajemen dengan jelas.
- Kepemimpinan & Manajerial: Terampil mengelola tim dan sumber daya untuk mencapai target bersama.
- Detail-Oriented: Fokus pada hal-hal kecil yang penting agar proses kerja lebih rapi dan hasil maksimal.
Jalur Masuk BUMN untuk Lulusan Teknik Industri
Lulusan Teknik Industri punya beberapa jalur untuk bisa masuk ke BUMN, baik lewat rekrutmen resmi maupun program khusus pengembangan talenta. Berikut beberapa jalur masuk BUMN yang biasanya terbuka untuk lulusan Teknik Industri:
- Rekrutmen Bersama BUMN (RBB): Jalur resmi terbesar yang diselenggarakan serentak oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI), terbuka untuk lulusan berbagai jenjang termasuk S1 Teknik Industri.
- Rekrutmen Mandiri (Professional Hire & Fresh Graduate): Beberapa BUMN membuka lowongan langsung lewat situs karier masing-masing, misalnya PT Pegadaian, PT Hutama Karya, dan PT PELNI.
- Program Magang / Internship: Magang di BUMN, seperti program Magenta atau Bina BNI, memberi pengalaman kerja profesional yang bisa jadi nilai tambah saat melamar posisi tetap.
- Management Trainee (MT) / Officer Development Program (ODP): Program percepatan karier untuk calon pemimpin, biasanya dibuka oleh BUMN besar seperti Pertamina, PLN, Bank Mandiri, atau BRI.
- Program Khusus & Talenta Spesialis: Beberapa BUMN juga membuka jalur khusus untuk posisi teknis atau spesialis sesuai kebutuhan, contohnya insinyur, analis data, atau manajer proyek infrastruktur.
Cara Agar Lulusan Teknik Industri Lolos Rekrutmen BUMN
Nah, biar peluangmu lolos rekrutmen BUMN sebagai lulusan Teknik Industri makin besar, ada beberapa strategi dan persiapan yang perlu kamu lakukan.
Ini dia tips penting yang bisa kamu terapkan:
- Pahami Peran Teknik Industri di BUMN: Ketahui bagaimana keahlian Teknik Industri bisa diterapkan di manajemen operasional, produksi, logistik, supply chain, perencanaan, dan quality control.
- Kuasai Konsep Utama & Keterampilan Teknis: Pelajari Six Sigma, Lean Manufacturing, statistika industri, manajemen rantai pasok, dan simulasi sistem untuk siap menghadapi tes teknis.
- Penuhi Persyaratan Rekrutmen: Pastikan dokumen lengkap dan sesuai kriteria yang diumumkan di portal resmi BUMN atau Rekrutmen Bersama BUMN.
- Tingkatkan Pengalaman Praktis: Ikut magang, proyek kampus, atau organisasi yang melatih kepemimpinan, manajerial, dan kerja tim agar terlihat siap bekerja.
- Kuasai Tahapan Tes & Wawancara: Latih Tes Kompetensi Dasar (TKD), pahami nilai AKHLAK, dan gunakan metode STAR saat wawancara untuk menunjukkan kontribusi berbasis efisiensi.
- Manfaatkan Jaringan & Networking: Hadiri job fair, seminar, atau webinar BUMN untuk mendapatkan informasi lowongan dan wawasan industri yang berguna.
FAQ
1. Apakah Teknik Industri bisa kerja di Pertamina?
Ya, lulusan Teknik Industri sangat bisa bekerja di Pertamina. Keahlian mereka dibutuhkan untuk mengelola proses produksi, efisiensi operasional, perencanaan sistem, hingga manajemen rantai pasok bahan bakar dan energi.
2. Apa keunggulan lulusan Teknik Industri di BUMN?
Lulusan Teknik Industri punya keunggulan karena ilmunya fleksibel dan bisa menjembatani aspek teknis dan manajerial. Mereka mampu meningkatkan efisiensi proses, mengelola produksi, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis analisis di berbagai sektor BUMN.
3. Apa bedanya karier di BUMN vs perusahaan swasta untuk lulusan Teknik Industri?
Di BUMN, prospek kerja biasanya lebih stabil dengan jalur karier yang jelas dan peluang untuk terlibat di proyek besar nasional. Sedangkan di swasta, biasanya lebih cepat dinamis, inovatif, dan bisa memberi pengalaman beragam tapi dengan tingkat stabilitas yang bervariasi.
4. Lebih besar peluang mana: Teknik Industri vs Mesin di BUMN?
Secara umum, lulusan Teknik Industri punya peluang lebih luas karena ilmunya bisa diterapkan di berbagai bidang, dari operasional, produksi, logistik, hingga analis data. Lulusan Mesin lebih fokus pada perawatan dan produksi teknis, jadi pilihannya lebih spesifik.
5. Apakah lulusan Teknik Industri bisa masuk perbankan BUMN?
Bisa banget! Banyak perbankan BUMN membutuhkan lulusan Teknik Industri untuk posisi analis, perencanaan proses, manajemen risiko, hingga efisiensi operasional, karena keahlian mereka cocok untuk mengoptimalkan sistem dan proses kerja bank.
Tertarik Bekerja di BUMN? Persiapkan di Jurusan Teknik Industri Cakrawala University Sekarang!
Jadi, itulah gambaran lengkap prospek kerja lulusan Teknik Industri di BUMN, mulai dari posisi, kisaran gaji, hingga skill yang dibutuhkan. Semua ini membuktikan kalau Teknik Industri sangat relevan untuk bersaing di dunia profesional BUMN.
Nah, kalau kamu ingin memastikan peluang kerja di BUMN semakin besar, Jurusan Teknik Industri Universitas Cakrawala hadir dengan kurikulum berbasis industri yang mendekatkan mahasiswa dengan praktik kerja nyata.
Mahasiswa dibimbing langsung oleh dosen praktisi dan mendapatkan kesempatan magang sejak semester pertama, sehingga siap menghadapi tantangan kerja di perusahaan besar, termasuk BUMN.
Berikut beberapa keunggulan yang bikin kuliah Teknik Industri di Universitas Cakrawala berbeda dari kampus lain:
- Fasilitasi Penyaluran Kerja: Terhubung dengan 1.000+ perusahaan mitra untuk memperluas peluang karier.
- Kampus Siap Kerja: Kurikulum dan praktik langsung dirancang agar lulusan siap bersaing di dunia profesional.
- Magang Sejak Semester Pertama: Mahasiswa langsung praktik di industri nyata, memperkuat pengalaman kerja dan kesiapan melamar di BUMN.
- Kurikulum Berbasis Industri: Materi disusun bersama praktisi agar relevan dengan kebutuhan operasional, produksi, dan manajemen perusahaan.
- Dosen Praktisi: Belajar langsung dari profesional berpengalaman yang memahami tantangan kerja di sektor industri.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, tanya-tanya gratis di sini atau langsung daftar sekarang untuk tahu lebih banyak tentang program kuliah Teknik Industri di Universitas Cakrawala.
Siapkan dirimu jadi lulusan siap kerja yang punya peluang besar masuk BUMN!
Referensi
- Industrial Engineer Jakarta, Indonesia [Buka]
- Production Supervisor Salary in Indonesia [Buka]
- Production Planning And Inventory Control Ppic Salaries [Buka]
- Qc Engineer Jakarta, Indonesia [Buka]
- Supply Chain Analyst Jakarta, Indonesia [Buka]
- Hse Engineer Jakarta, Indonesia - Average Pay 2026 [Buka]
- Data Analyst Jakarta, Indonesia [Buka]
- Business Process Analyst Salary in Indonesia [Buka]
- Gaji Manajer Produksi di Indonesia [Buka]
- Gaji Manajer Konstruksi di Indonesia [Buka]