Apakah Jurusan Teknik Industri Ada Fisika? Yuk Cek!

School of Engineering and Computer Science
Tayang 14 January 2026
Diperbarui 14 January 2026
Waktu Baca 8 minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Rahmawati

Banyak calon mahasiswa yang tertarik masuk Jurusan Teknik Industri, tapi masih penasaran “apakah di Jurusan Teknik Industri itu ada fisika?”

 

Pasalnya, mata kuliah Teknik Industri memang ada beberapa yang berhubungan dengan fisika, tapi apa saja dan seberapa pentingnya?

 

Nah, daripada makin penasaran, yuk simak artikel ini sampai selesai supaya kamu lebih paham dasar fisika SMA yang relevan dan bagaimana fisika dipakai di Teknik Industri!

 

Key Takeaways

 

  • Jurusan Teknik Industri mempelajari fisika sebagai dasar untuk memahami gerakan dan gaya benda, energi, serta listrik yang dipakai dalam sistem dan mesin industri.
  • Fisika penting di Teknik Industri karena membantu merancang, menganalisis, dan mengoptimalkan mesin, alat, dan proses produksi agar lebih efisien dan tepat guna.
  • Universitas Cakrawala memiliki Jurusan Teknik Industri dengan kurikulum berbasis industri, praktik langsung, dan bimbingan dosen berpengalaman, sehingga mahasiswa lebih siap kerja dan menguasai konsep fisika secara praktis.

 

Apakah Teknik Industri Ada Fisika?

 

Ya, Jurusan Teknik Industri memang mempelajari fisika. Bahkan, fisika menjadi dasar untuk memahami konsep dasar seperti gerakan dan gaya benda, panas dan energi, serta listrik, yang diterapkan dalam sistem industri sehari-hari.

 

Walaupun porsinya tidak sedalam jurusan teknik murni seperti Teknik Mesin atau Teknik Elektro, fisika tetap penting. Dengan fisika, mahasiswa bisa mengerti bagaimana mesin, alat, dan sistem produksi bekerja supaya lebih efisien dan tepat guna.

 

Nah, kalau kuliah di Jurusan Teknik Industri Universitas Cakrawala, kamu nggak perlu khawatir. Di sini, fisika diajarkan step by step oleh dosen praktisi berpengalaman, dengan praktik langsung supaya lebih mudah dipahami.

 

Kurikulumnya juga berbasis industri, mencakup perancangan sistem produksi, pengukuran dan optimasi kerja, serta simulasi sistem industri, sehingga lulusannya siap menghadapi dunia kerja secara nyata, bukan hanya paham teori fisika.

 

Apa Saja Dasar Fisika SMA yang Paling Relevan untuk Teknik Industri?

 

Apakah Teknik Industri Ada Fisika

Sumber: Pexels

 

Sebelum mulai kuliah Teknik Industri, ada baiknya memahami dulu dasar fisika SMA yang akan sering muncul. Konsep-konsep ini membantu kamu lebih mudah menangkap mata kuliah yang berhubungan dengan sistem produksi dan mesin.

 

Berikut beberapa dasar fisika SMA yang paling relevan untuk Teknik Industri, supaya kamu lebih siap dan paham bagaimana fisika dipakai dalam dunia industri:

 

1. Mekanika Klasik

 

Mekanika Klasik membantu mahasiswa memahami gerakan, gaya, dan sifat benda yang diterapkan dalam sistem produksi dan perancangan fasilitas industri.

 

  • Besaran dan Satuan: Memahami pengukuran dan sistem satuan internasional (SI) penting untuk menghitung proses industri dengan tepat.
  • Kinematika dan Dinamika Partikel: Membahas gerak, kecepatan, percepatan, dan gaya yang memengaruhi benda di pabrik atau alat produksi.
  • Hukum Newton: Konsep gaya, massa, dan percepatan membantu memahami keseimbangan dan interaksi benda dalam sistem kerja.
  • Usaha dan Energi: Prinsip energi potensial dan kinetik digunakan untuk menganalisis efisiensi proses produksi.
  • Momentum dan Impuls: Berguna untuk memahami tabrakan atau transfer energi dalam mesin dan alat industri.
  • Elastisitas dan Mekanika Zat Padat: Membantu menilai sifat bahan yang digunakan dalam produk atau fasilitas pabrik.
  • Fluida Statis dan Dinamis: Dasar untuk sistem perpipaan, hidrolika, dan aliran material di industri.

 

2. Termodinamika

 

Termodinamika di Teknik Industri berkaitan dengan pengelolaan energi, panas, dan efisiensi proses produksi.

 

  • Kalor dan Perpindahan Energi: Menjelaskan transfer panas dan pengaruhnya pada material dan proses industri.
  • Dasar Termodinamika: Hukum-hukum dasar membantu merancang sistem yang hemat energi dan efisien.

 

3. Listrik dan Magnetisme

 

Pengetahuan listrik dan magnet sangat penting karena banyak fasilitas industri menggunakan tenaga listrik dan kontrol otomatis.

 

  • Listrik Arus Searah dan Bolak-balik: Memahami sirkuit dasar yang banyak dipakai dalam alat dan mesin industri.
  • Medan Magnet dan Induksi Elektromagnetik: Menjelaskan prinsip kerja motor listrik, generator, dan sensor di fasilitas industri.

 

4. Gelombang & Optik (Dasar)

 

Gelombang dan optik membantu mahasiswa memahami fenomena gelombang, frekuensi, dan cahaya yang diterapkan di sensor, sistem pengindraan, dan komunikasi data industri.

 

  • Gelombang & Frekuensi: Penting untuk kerja sensor, sistem pengindraan, dan komunikasi data di fasilitas industri.
  • Cahaya dan Optik Dasar: Digunakan dalam sistem pengindraan, scanner, dan alat ukur optik di industri.
  • Getaran dan Resonansi: Membantu memahami getaran mesin dan mencegah kerusakan alat produksi.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Mengapa Fisika Penting dalam Teknik Industri?

 

Fisika sangat penting dalam Teknik Industri karena menjadi fondasi untuk memahami, merancang, dan mengoptimalkan mesin, alat, serta sistem produksi di pabrik. Berikut beberapa alasan utama mengapa fisika di Teknik Industri berperan penting:

 

  • Analisis Sistem Mekanik dan Material: Fisika, khususnya mekanika, membantu memahami kekuatan bahan, tegangan, dan regangan untuk memilih material yang tepat di produk atau peralatan pabrik.
  • Efisiensi Energi dan Termodinamika: Prinsip termodinamika digunakan untuk mengatur sistem energi di pabrik agar mesin produksi lebih efisien dan panas tidak terbuang sia-sia.
  • Otomasi dan Robotika: Dasar listrik, magnet, dan elektronika diperlukan untuk merancang sistem kontrol otomatis dan robotik di fasilitas industri.
  • Ergonomi dan Keselamatan Kerja: Prinsip biomekanika membantu merancang stasiun kerja yang aman sehingga operator tidak mudah cedera saat bekerja.
  • Optimasi Proses Produksi: Pemahaman kinematika dan dinamika membantu menyusun tata letak pabrik dan pergerakan material agar lebih efisien tanpa hambatan fisik.

 

Apa Saja Mata Kuliah Jurusan Teknik Industri yang Berhubungan dengan Fisika?

 

Di Jurusan Teknik Industri, beberapa mata kuliah tetap menggunakan fisika sebagai dasar untuk memahami konsep teknis dan perancangan.

 

Sebagai gambaran, berikut beberapa contoh mata kuliah Teknik Industri di Universitas Cakrawala yang berhubungan erat dengan fisika:

 

1. Dasar Fisika

 

Di semester pertama, Dasar Fisika jadi pondasi utama untuk mata kuliah lain di Teknik Industri. Kamu belajar konsep fundamental seperti mekanika (gaya, gerak), listrik, dan termodinamika yang nantinya dipakai di berbagai bidang industri.

 

Fisika di sini membantu memahami prinsip dasar sebelum diterapkan di sistem kerja dan mesin. Contohnya:

 

  • Menghitung gaya dan percepatan benda
  • Memahami energi potensial dan kinetik
  • Mengetahui dasar arus listrik dan sirkuit sederhana

 

2. Mekanika Teknik

 

Mekanika Teknik biasanya diajarkan di semester 2 dan fokus pada analisis gaya dan gerak benda. Mata kuliah ini penting untuk merancang sistem kerja, mesin, dan tata letak fasilitas industri.

 

Di sini, fisika dipakai untuk memahami interaksi benda dan gaya secara praktis. Misalnya:

 

  • Menghitung gaya yang bekerja pada mesin atau struktur
  • Menentukan keseimbangan dan stabilitas benda
  • Merancang pergerakan material agar efisien

 

3. Material Teknik

 

Selain Mekanika Teknik, di semester 2 juga ada Material Teknik yang mempelajari sifat mekanik, termal, dan elektrik dari material. Materi ini penting untuk memilih bahan yang tepat dalam produk dan proses manufaktur.

 

Fisika membantu menilai kekuatan dan karakter material. Contohnya:

 

  • Menentukan material yang tahan panas atau tekanan
  • Menyesuaikan bahan agar aman dan efisien
  • Menghitung daya tahan struktur terhadap gaya atau beban

 

4. Ergonomi

 

Masuk ke semester 3, kamu bakal mempelajari Ergonomi yang fokus pada hubungan manusia dengan mesin dan lingkungan kerja. Di sini, prinsip fisika digunakan untuk memahami gaya, tekanan, dan gerak tubuh manusia.

 

Manfaatnya untuk merancang tempat kerja yang nyaman dan aman, misalnya:

 

  • Menentukan posisi meja dan peralatan agar tidak cedera
  • Mengatur sudut dan ketinggian alat agar ergonomis
  • Menganalisis gerakan manusia saat bekerja

 

5. Pengukuran dan Perancangan Sistem Kerja (PPSK)

 

Nah, di semester 4, PPSK mengajarkan cara merancang sistem kerja yang efektif, efisien, nyaman, aman, dan sehat (ENASE). Fisika dipakai untuk tata letak dan aliran kerja serta analisis gerakan material.

 

Contoh penerapan prinsip fisika di PPSK:

 

  • Analisis Metode Kerja dan Studi Gerakan (Motion Study)
  • Studi Waktu (Time Study) dan Work Sampling
  • Menghitung aliran material agar proses produksi lebih cepat dan efisien

 

6. Sistem Produksi

 

Mata kuliah Sistem Produksi di semester 4 membahas perancangan dan pengelolaan seluruh proses produksi. Fisika dipakai untuk menilai efisiensi gerakan material dan kinerja mesin di pabrik.

 

Contoh aplikasinya:

 

  • Mengatur tata letak pabrik agar material mudah dipindahkan
  • Mengoptimalkan aliran produksi agar hemat energi
  • Mendukung konsep Lean Manufacturing, Theory of Constraints (TOC), dan Supply Chain Management (SCM)

 

7. Simulasi Sistem Industri

 

Mata kuliah ini ada di semester 5 dan fokus pada analisis sistem melalui model matematis. Dengan fisika, mahasiswa bisa melihat performa sistem sebelum diterapkan di lapangan.

 

Beberapa penerapan praktis:

 

  • Membangun model fisik dan matematis dari sistem produksi
  • Menguji efisiensi aliran material dan energi
  • Mengurangi risiko kesalahan di pabrik nyata

 


 

Cek juga: 

 

 


 

Prospek Karir Teknik Industri yang Berhubungan dengan Fisika

 

Apakah Teknik Industri Ada Fisika

Sumber: Freepik

 

Lulusan Teknik Industri memiliki peluang karir yang luas lho, terutama di bidang yang memerlukan pemahaman fisika untuk mengelola sistem produksi dan mesin.

 

Nah, berikut beberapa prospek karir Teknik Industri yang bisa kamu tekuni dan erat kaitannya dengan fisika:

 

  • Quality Control & Reliability Engineer: Memastikan produk memenuhi standar fisik melalui pengujian material, analisis kegagalan, dan kontrol dimensi dengan sensor atau instrumen optik. Contohnya bisa bekerja di Unilever atau Indofood.
  • Production & Manufacturing Engineer: Merancang tata letak pabrik dan proses produksi yang efisien dengan memperhatikan aliran material (kinematika) dan penggunaan energi mesin.
  • Aerospace & Automotive Engineer: Terlibat dalam produksi kendaraan atau pesawat, memanfaatkan aerodinamika, mekanika fluida, dan kekuatan material untuk optimasi desain dan manufaktur.
  • Health and Safety Engineer (EHS): Menganalisis potensi bahaya fisik di tempat kerja, seperti radiasi, kebisingan (akustik), getaran mesin, dan pencahayaan agar aman sesuai standar. Banyak dibutuhkan di Pertamina dan PT Freeport Indonesia.
  • Product Development & R&D Specialist: Mengembangkan inovasi produk baru, mulai perangkat elektronik hingga alat medis, dengan integrasi hukum fisika (panas, listrik) dan prinsip Design for Manufacturing
  • Energy Auditor & Sustainability Engineer: Menganalisis efisiensi termodinamika pada sistem energi bangunan atau pabrik untuk mengurangi konsumsi daya dan emisi karbon. Contohnya di Schneider Electric, PLN, atau perusahaan EPC energi terbarukan.
  • Logistics & Supply Chain Analyst (Physical Flows): Mengoptimalkan pergerakan barang menggunakan prinsip mekanika dan otomatisasi (robotika) untuk mempercepat distribusi melalui konveyor atau gudang otomatis.
  • Maintenance & Industrial Engineer: Menjaga performa mesin dan peralatan industri tetap optimal dengan pemahaman fisika mekanik dan termodinamika. Posisi ini dicari di pabrik otomotif dan manufaktur seperti ExxonMobil atau Toyota.
  • Process Improvement Engineer: Menganalisis proses produksi untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi energi terbuang, dan mengoptimalkan aliran material. Contohnya di Unilever, Nestlé, atau Indofood.

 

Di Universitas Cakrawala, mahasiswa Teknik Industri bisa memanfaatkan program penyaluran kerja ke 1000+ perusahaan mitra lho, sehingga peluang untuk langsung bekerja di berbagai prospek kerja di atas bisa jadi lebih mudah.

 

Tips Belajar Fisika yang Efektif untuk Mahasiswa Teknik Industri

 

Belajar fisika untuk Teknik Industri bisa terasa menantang, tapi sebenarnya bisa lebih mudah kalau kamu tahu trik dan metode yang tepat.

 

Nah, berikut beberapa tips belajar fisika yang efektif untuk mahasiswa Teknik Industri:

 

  • Pahami Konsep Dasar: Kuasai prinsip-prinsip mekanika, listrik, dan termodinamika karena banyak mata kuliah Teknik Industri berakar dari fisika.
  • Fokus pada Aplikasi Praktis: Cari tahu bagaimana hukum fisika diterapkan di industri nyata, misalnya perancangan tata letak pabrik atau analisis pergerakan material.
  • Latih Pemecahan Masalah: Kerjakan soal latihan sebanyak mungkin untuk memperkuat pemahaman persamaan dan penerapannya dalam berbagai situasi.
  • Manfaatkan Sumber Daya Online: Gunakan video tutorial atau materi tambahan dari platform pendidikan seperti Khan Academy atau MIT OpenCourseWare untuk topik yang sulit.
  • Bentuk Kelompok Belajar: Diskusi dengan teman sekelas membantu menjelaskan konsep satu sama lain dan memperkuat pemahaman kamu sendiri.
  • Gunakan Bantuan Dosen atau Asisten Laboratorium: Jangan ragu bertanya pada dosen atau asisten laboratorium, karena mereka bisa memberi wawasan tambahan dan mengklarifikasi kebingungan.
  • Lakukan Eksperimen Sederhana: Coba eksperimen kecil di laboratorium atau rumah untuk melihat langsung bagaimana teori fisika bekerja dalam praktik.
  • Jaga Konsistensi Belajar: Lebih efektif belajar sedikit tiap hari daripada belajar mendadak sebelum ujian agar informasi lebih mudah diingat.
  • Kaitkan dengan Mata Kuliah Lain: Hubungkan fisika dengan mata kuliah lain seperti Ergonomi, Sistem Produksi, dan Kontrol Kualitas supaya gambaran Teknik Industri lebih utuh.

 

FAQ

1. Apa perbedaan fokus fisika antara Teknik Industri dan Teknik Mesin?

 

Di Teknik Industri, fisika lebih fokus untuk menganalisis sistem, aliran material, energi, dan efisiensi proses produksi. Sedangkan di Teknik Mesin, fisika lebih mendalam ke desain mesin, gaya, gerak benda, dan termodinamika mesin secara detail.

 

Jadi, Teknik Industri lebih praktis dan terkait proses, sementara Teknik Mesin lebih teknis di level alat dan mesin.

 

2. Apakah fisika di Teknik Industri lebih berfokus pada teori atau aplikasi praktis?

 

Fisika di Teknik Industri lebih menekankan aplikasi praktis. Kamu akan belajar konsep fisika dasar seperti mekanika, listrik, dan termodinamika, lalu melihat bagaimana prinsip itu diterapkan di pabrik, mesin, dan sistem produksi.

 

Teori tetap ada, tapi yang paling sering dipakai adalah penerapannya dalam industri.

 

3. Apakah matematika lebih banyak digunakan daripada fisika di kurikulum Teknik Industri?

 

Iya, matematika memang lebih banyak dipakai karena berguna untuk perhitungan produksi, optimasi sistem, dan analisis data. Tapi fisika tetap penting sebagai landasan teknis, terutama untuk memahami gaya, energi, material, dan aliran dalam sistem industri.

 

4. Apa saja mata kuliah sains dasar lain selain fisika yang wajib di Teknik Industri?

 

Selain fisika, mahasiswa Teknik Industri biasanya belajar:

 

  • Matematika: Kalkulus, aljabar, dan statistik untuk perhitungan dan analisis data.
  • Kimia Dasar: Untuk memahami sifat material dan proses produksi tertentu.
  • Biologi / Bioteknologi (tergantung program): Digunakan di industri pangan atau kesehatan.

 

Mata kuliah ini membantu mendukung pemahaman fisika dan konsep teknik secara menyeluruh.

 

Tertarik Kuliah di Jurusan Teknik Industri yang Fokus Praktis? Universitas Cakrawala Solusinya!

 

Jadi, itulah penjelasan lengkap tentang fisika dalam Teknik Industri. Sekarang kamu pasti sudah punya gambaran tentang mata kuliah yang terkait fisika, dasar fisika SMA yang relevan, sampai prospek karir yang bisa digeluti setelah lulus, kan?

 

Nah, kalau kamu tertarik mendalami Teknik Industri dengan pendekatan yang praktis dan aplikatif, kamu bisa mulai persiapan dengan kuliah di Jurusan Teknik Industri Universitas Cakrawala!

 

Banner-Industri

 

Di sini, fisika dipelajari sebagai landasan teknis sekaligus untuk aplikasi nyata di industri, sehingga mahasiswa tidak hanya mengerti teori, tapi juga mampu menerapkannya langsung dalam sistem produksi, tata letak pabrik, dan proses kerja industri.

 

Kenapa harus di Universitas Cakrawala?

 

  • Fasilitasi Penyaluran Kerja: Terhubung dengan 1000+ perusahaan dari sektor manufaktur, logistik, dan industri, sehingga peluang karier lebih luas.
  • Kampus Siap Kerja: Kurikulum dan praktik langsung dirancang agar lulusan siap menghadapi tantangan dunia industri nyata.
  • Magang Sejak Semester Pertama: Mahasiswa langsung terlibat praktik di pabrik atau perusahaan, sehingga pengalaman kerja sudah terbentuk sejak awal.
  • Kurikulum Berbasis Industri: Materi disusun bersama praktisi Teknik Industri agar sesuai kebutuhan dunia kerja terkini.
  • Dosen Praktisi: Belajar langsung dari profesional yang berpengalaman di bidang perancangan sistem produksi, manajemen energi, dan optimasi proses industri.

 

Menarik banget, kan? Yuk, langsung saja daftar atau tanya-tanya gratis di sini untuk tahu lebih banyak soal program dan fasilitas Jurusan Teknik Industri di Universitas Cakrawala. 

 

Mulai perjalananmu menjadi lulusan Teknik Industri yang lebih siap kerja sekarang juga!

Banner Picture

Kategori:

School of Engineering and Computer Science

Cakrawala

Share

Penulis

Rahmawati

Rahmawati adalah SEO Content Writer dengan satu tahun pengalaman dalam menulis konten. Dari pengalamannya, Ia senang menciptakan artikel yang informatif untuk audiens di berbagai industri, mulai dari edukasi, media, finansial, hingga otomotif.

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.