Apakah Teknik Industri Ada Coding? Ini Penjelasannya!

School of Engineering and Computer Science
Tayang 14 January 2026
Diperbarui 14 January 2026
Waktu Baca 8 minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Rahmawati

Banyak calon mahasiswa yang penasaran apakah Teknik Industri itu ada coding, dan apakah mahasiswanya harus bisa coding. Rasa penasaran ini biasanya muncul karena jurusan ini sering dianggap dekat dengan hitung-hitungan, analisis, dan pengolahan data.

 

Nah, di artikel ini, kita bakal bahas tentang coding di Jurusan Teknik Industri, mulai dari porsi yang dipelajari, contoh mata kuliah yang berkaitan, sampai penggunaannya di tugas dan dunia kerja. Yuk, lanjut baca biar kamu dapat gambaran yang jelas sebelum pilih jurusan!

 

Key Takeaways

 

  • Teknik Industri mempelajari coding untuk analisis data, pemodelan, simulasi, dan optimasi sistem industri, tapi porsinya tidak sebesar jurusan pemrograman murni.
  • Coding penting di Teknik Industri karena membantu otomatisasi tugas, analisis data, optimasi sistem, simulasi, dan pengembangan tools agar sistem industri lebih efisien.
  • Universitas Cakrawala memiliki Jurusan Teknik Industri dengan kurikulum berbasis industri, pembelajaran coding step by step dari dosen praktisi, dan praktik langsung yang membuat mahasiswa siap kerja serta mampu menerapkan coding di dunia industri.

 

Apakah Teknik Industri Ada Coding?

 

Ya, Teknik Industri memiliki materi coding, tapi porsinya tidak sebesar jurusan yang fokus di pemrograman, seperti Teknik Informatika atau Ilmu Komputer. Coding di sini digunakan untuk analisis data, pemodelan proses, simulasi, dan optimasi sistem industri.

 

Berikut gambaran sederhananya:

 

  • Ada pembelajaran coding dasar: Mahasiswa mempelajari pemrograman tingkat dasar yang digunakan untuk pengolahan data, pemodelan proses, dan simulasi sistem industri.
  • Fokus penerapannya berbeda: Coding di Teknik Industri lebih diarahkan untuk analisis data, efisiensi proses, perencanaan produksi, dan pengambilan keputusan, bukan membuat perangkat lunak kompleks dari nol.
  • Porsi coding tidak mendominasi: Penggunaan coding umumnya bersifat fungsional dan aplikatif (sekitar 30% teori dasar), bukan untuk membuat perangkat lunak kompleks dari nol.
  • Bahasa yang umum digunakan: Di beberapa mata kuliah, mahasiswa mengenal Python dan VBA di Excel untuk perhitungan, pengolahan data, dan pembuatan model sederhana.

 

Nah, kalau kuliah di Jurusan Teknik Industri Universitas Cakrawala, materi coding diajarkan step by step oleh dosen praktisi. Setiap topik dibimbing dari konsep dasar sampai penerapan nyata, jadi lebih mudah dipahami dan langsung relevan dengan kasus industri.

 

Kurikulum di sini juga berbasis kebutuhan industri, mengombinasikan teori, praktik, dan proyek yang membantu mahasiswa menguasai skill yang siap pakai. Jadi, mahasiswa tidak cuma belajar coding, tapi juga terbiasa memecahkan masalah nyata di dunia kerja.

 

Mata Kuliah Terkait Coding di Jurusan Teknik Industri

 

Apakah Teknik Industri Ada Coding

Sumber: Freepik

 

Dalam perkuliahan, coding biasanya muncul di beberapa mata kuliah yang mendukung analisis, simulasi, dan optimasi proses. Sebagai gambaran, berikut beberapa mata kuliah terkait coding yang bakal dipelajari di Jurusan Teknik Industri Universitas Cakrawala:

 

1. Logika Pemrograman

 

Di semester 1, Logika Pemrograman jadi pondasi utama untuk belajar coding di Teknik Industri. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan pemikiran sistematis, algoritma, dan dasar pemrograman.

 

Materi yang dipelajari meliputi:

 

  • Membuat flowchart untuk menggambarkan alur program
  • Menggunakan struktur data seperti array dan record untuk menyimpan informasi
  • Menulis fungsi sederhana di Python untuk menyelesaikan masalah industri
  • Mengaplikasikan logika untuk analisis data sederhana dan simulasi proses

 

2. Kecerdasan Buatan & Masyarakat

 

Mata kuliah ini mengajarkan bagaimana AI diterapkan di dunia industri sekaligus memperhatikan dampak sosial dan etika penggunaan teknologi AI. Biasanya bakal kamu pelajari saat sudah semester 2.

 

Contoh penerapannya:

 

  • Memahami bagaimana AI memprediksi kebutuhan produksi di pabrik
  • Mempelajari etika penggunaan teknologi dan dampak sosial di lingkungan kerja
  • Simulasi penerapan AI dalam penjadwalan produksi atau layanan industri

 

3. Pemodelan Sistem

 

Masuk semester 4, ada Pemodelan Sistem, Mata kuliah yang satu ini mengajarkan mahasiswa membuat model sistem nyata menjadi model matematis atau logis. Nah, coding digunakan untuk simulasi dan analisis sistem.

 

Beberapa contoh kegiatan:

 

  • Membuat model sistem produksi menggunakan Python atau VBA
  • Menganalisis aliran material dan optimasi proses kerja
  • Mensimulasikan skenario perubahan di sistem untuk melihat efeknya
  • Menghubungkan hasil model dengan pengambilan keputusan berbasis data

 

4. Sistem Produksi / Analitika Data

 

Mata kuliah ini mengajarkan mahasiswa menggunakan coding untuk mengolah data besar (big data) dan meningkatkan efisiensi produksi.

 

Sama seperti mata kuliah sebelumnya, mata kuliah ini biasanya ada di semester 4. Adapun, contoh materi yang diajarkan meliputi:

 

  • Mengolah data produksi secara real-time untuk mengoptimalkan aliran kerja
  • Menggunakan predictive maintenance untuk mencegah kerusakan mesin
  • Menganalisis performa lini produksi dan membuat laporan visualisasi data
  • Mengaplikasikan algoritma sederhana untuk meningkatkan efisiensi operasional

 

5. Analisis & Perancangan Sistem Informasi (APSI)

 

Biasanya diajarkan di semester 6, APSI mengajarkan mahasiswa bagaimana merancang sistem informasi yang efisien dan terintegrasi. Di sini, coding digunakan untuk membangun prototipe dan mengelola data agar sistem bekerja optimal.

 

Sebagai gambaran:

 

  • Menguraikan masalah bisnis dan merancang solusi berbasis sistem informasi
  • Membuat prototipe aplikasi sederhana untuk manajemen data perusahaan
  • Menghubungkan proses produksi atau layanan dengan sistem IT modern
  • Menyusun laporan dan analisis menggunakan Python atau Excel VBA untuk mendukung keputusan

 


 

Cek juga:

 

 


 

Bahasa Pemrograman yang Digunakan di Jurusan Teknik Industri

 

Belajar coding di Teknik Industri tentunya nggak cuma soal “menulis kode”. Mahasiswa akan mengenal berbagai bahasa yang sesuai dengan kebutuhan perkuliahan dan proyek industri.

 

Nah, supaya lebih jelas, berikut beberapa bahasa pemrograman yang umum digunakan di Teknik Industri beserta kegunaannya:

 

  • Python: Bahasa serbaguna untuk analisis data, simulasi, machine learning, dan membangun sistem industri.
  • R: Digunakan untuk analisis statistik mendalam dan membuat visualisasi data yang mudah dipahami.
  • MATLAB: Platform komputasi numerik untuk simulasi, kontrol sistem, dan perhitungan matematis kompleks.
  • VBA (Excel): Membantu mengotomatisasi tugas berulang dan menganalisis data di spreadsheet.
  • SQL: Digunakan untuk mengambil, mengelola, dan menganalisis data besar dari basis data industri.
  • C/C++: Memberikan dasar logika pemrograman yang kuat, berguna untuk kontrol sistem dan integrasi robotik.
  • Java: Digunakan untuk membuat aplikasi skala besar dan sistem yang handal di industri.
  • JavaScript: Relevan untuk integrasi dengan Internet of Things (IoT) dan pengembangan aplikasi web industri.
  • Pemrograman CAD (AutoLISP/Skrip): Mengotomatisasi desain dan perhitungan di perangkat lunak seperti AutoCAD atau SolidWorks.
  • PLC Programming: Bahasa khusus untuk memprogram Programmable Logic Controller, inti dari otomasi mesin di pabrik.

 

Mengapa Teknik Industri Membutuhkan Coding?

 

Pada dasarnya, Teknik Industri membutuhkan coding sebagai alat untuk bantu menganalisis data, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan sistem industri.

 

Supaya kamu makin jelas gambarannya, berikut beberapa peran coding di Jurusan Teknik Industri yang membuat kemampuan ini jadi penting:

 

  • Otomatisasi Proses: Coding membantu mengotomatiskan tugas-tugas berulang di produksi, sehingga lebih cepat dan mengurangi kesalahan manusia. Misalnya, membuat skrip untuk menghitung kebutuhan bahan baku setiap hari tanpa harus manual.
  • Analisis Data Besar (Big Data): Dengan coding, ribuan data dari produksi bisa diolah untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat. Misalnya, menganalisis data mesin untuk melihat kapan waktu terbaik melakukan perawatan agar produksi tidak berhenti.
  • Optimasi Sistem: Dengan algoritma dan pemrograman, coding bisa dipakai untuk mencari solusi terbaik dalam penjadwalan, distribusi logistik, atau pengaturan stok barang. Contohnya, menentukan urutan pengiriman barang agar biaya transportasi lebih rendah.
  • Simulasi Sistem: Coding digunakan untuk membuat model simulasi, sehingga desain sistem baru bisa diuji sebelum diterapkan di dunia nyata.
  • Analisis Prediktif & Machine Learning: Membantu memprediksi tren, masalah, atau perilaku sistem berdasarkan data historis untuk keputusan yang lebih baik. Misalnya, memprediksi kapan mesin akan rusak sehingga tim maintenance bisa siap lebih awal.
  • Pengembangan Aplikasi & Tools: Mahasiswa bisa membuat aplikasi sederhana atau dashboard untuk manajemen data dan mendukung operasi industri. Contohnya, membuat dashboard visual untuk melihat performa produksi harian secara real-time.
  • Melatih Logika & Pemikiran Sistematis: Menulis kode melatih mahasiswa berpikir terstruktur dan memecah masalah kompleks menjadi bagian yang mudah diatasi.

 

Contoh Proyek atau Skripsi Teknik Industri yang Melibatkan Penggunaan Coding

 

Apakah Teknik Industri Ada Coding

Sumber: Freepik

 

Coding di Teknik Industri juga sering dipakai langsung dalam proyek dan skripsi lho, supaya mahasiswa bisa membuat solusi nyata dari data dan masalah industri. Berikut beberapa contoh proyek atau skripsi yang memanfaatkan coding:

 

  • Sistem Informasi Manajemen Inventaris: Membuat aplikasi untuk mencatat stok barang dan laporan penjualan menggunakan coding Python atau PHP.
  • Aplikasi Monitoring Produksi Real-time: Menggunakan sensor dan coding untuk memantau kondisi mesin dan hasil produksi secara langsung.
  • Sistem Penjadwalan Produksi Otomatis: Algoritma coding membantu menentukan urutan produksi supaya lebih cepat dan efisien.
  • Pengembangan Model Simulasi Proses Manufaktur: Coding dipakai untuk membuat model simulasi yang menguji jalur produksi sebelum dijalankan di pabrik.
  • Analisis Data Produksi untuk Prediksi Kualitas: Python digunakan untuk memproses data produksi dan mendeteksi masalah sebelum terjadi produk cacat.
  • Optimasi Tata Letak Pabrik (Facility Layout): Coding membantu menguji berbagai susunan mesin agar aliran bahan lebih cepat dan efisien.
  • Aplikasi Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain): Membangun sistem web untuk melacak barang, vendor, dan logistik secara terstruktur.
  • Sistem Manajemen Kualitas (Quality Management System): Coding dipakai untuk mencatat, menganalisis, dan melaporkan masalah kualitas di pabrik.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Tips Belajar Coding untuk Mahasiswa Teknik Industri

 

Belajar coding memang bisa terasa menantang, terutama bagi mahasiswa Teknik Industri yang juga harus memahami proses produksi, analisis data, dan simulasi sistem industri.

 

Tapi, dengan strategi belajar yang tepat, prosesnya bisa lebih mudah, terarah, dan langsung bisa dipakai untuk tugas atau proyek kampus.

 

Berikut beberapa tips belajar coding dari nol yang bisa membantu mahasiswa Teknik Industri berkembang lebih cepat:

 

  • Pahami relevansinya: Coding dipakai untuk otomatisasi proses, analisis data, simulasi sistem, dan manajemen proyek, jadi sangat berguna di Teknik Industri.
  • Mulai dari dasar: Kuasai logika pemrograman dan struktur data terlebih dahulu dengan bahasa populer seperti Python atau R.
  • Manfaatkan sumber daya daring: Gunakan platform seperti Coursera, edX, atau Codecademy untuk kursus coding dan ilmu data yang terstruktur.
  • Kerjakan proyek nyata: Terapkan coding pada studi kasus industri, misal optimasi jadwal produksi atau analisis kualitas produk.
  • Gunakan alat bantu spesifik: Pelajari pustaka Python seperti pandas dan NumPy, atau software simulasi seperti AnyLogic yang kadang memerlukan skrip coding.
  • Bergabung dengan komunitas: Ikut forum online, grup studi, atau klub coding untuk dapat motivasi dan bantuan saat belajar.
  • Latihan konsisten: Sisihkan waktu rutin tiap hari atau minggu untuk coding, meski hanya 30 menit.
  • Jangan takut salahDebugging adalah bagian dari belajar, jadi jangan cepat menyerah saat menemukan error.

 

Prospek Kerja Lulusan Teknik Industri yang Berhubungan dengan Coding

 

Nah, kalau kamu nantinya sudah mahir coding di bidang Teknik Industri, kesempatan kerja yang bisa kamu ambil akan jauh lebih beragam, lho. Ini dia beberapa peluang karier yang bisa kamu coba:

 

  • Data Analyst / Data Scientist: Mengolah dan menganalisis data operasional menggunakan Python atau R untuk mendukung keputusan strategis, bisa bekerja di perusahaan manufaktur, startup, atau e-commerce.
  • IT Optimizer / Analyst: Mengoptimalkan sistem informasi dan proses bisnis perusahaan supaya lebih efisien, contohnya di industri logistik atau perusahaan FMCG.
  • Process Improvement Specialist: Menggunakan coding untuk mensimulasikan dan memperbaiki alur kerja produksi, sering dicari di pabrik atau perusahaan manufaktur besar.
  • Supply Chain Analyst / Specialist: Mengatur logistik, distribusi, dan stok barang dengan bantuan alat analisis data, misalnya di perusahaan distribusi atau retail besar seperti Unilever atau Indofood.
  • ERP Consultant / Analyst: Mengimplementasikan dan mengelola sistem Enterprise Resource Planning agar seluruh fungsi bisnis berjalan terintegrasi, bisa di perusahaan teknologi atau konsultan ERP.
  • Business Intelligence (BI) Developer: Membuat dashboard dan laporan interaktif untuk membantu manajemen memantau performa bisnis, banyak dicari di perusahaan e-commerce, finansial, dan manufaktur.
  • Operations Analyst / Manager: Memastikan kelancaran operasional perusahaan dengan analisis data dan otomatisasi, contohnya di perusahaan logistik atau produksi.
  • Product Manager (Tech): Menggabungkan logika bisnis, analisis data, dan pemahaman pengguna untuk mengembangkan produk digital, bisa di startup atau perusahaan software.

 

Di Universitas Cakrawala, mahasiswa Teknik Industri bisa memanfaatkan program penyaluran kerja ke 1000+ perusahaan mitra lho, sehingga peluang untuk langsung bekerja di posisi-posisi seperti di atas bisa jadi lebih mudah.

 

FAQ

1. Apakah seorang mahasiswa Teknik Industri bisa sukses tanpa menguasai coding?

 

Bisa, tapi kemampuannya akan lebih terbatas. Mahasiswa masih bisa sukses di bidang manajemen produksi, kualitas, atau operasional, tapi coding akan jadi nilai tambah besar untuk analisis data, otomatisasi, dan proyek yang lebih kompleks.

 

2. Apakah Teknik Industri cocok jika saya tidak suka coding?

 

Tetap bisa. Jurusan ini punya banyak mata kuliah dan bidang yang fokusnya pada manajemen, perencanaan, dan efisiensi proses. Namun, punya dasar coding akan membantu mahasiswa lebih siap menghadapi tugas praktis dan peluang kerja yang menuntut analisis data.

 

3. Apa perbedaan fokus pemrograman antara Teknik Industri dan rekayasa perangkat lunak?

 

Di Teknik Industri, coding lebih dipakai untuk analisis data, simulasi sistem, dan otomatisasi proses industri. Sedangkan di Rekayasa Perangkat Lunak, fokusnya membuat perangkat lunak atau aplikasi kompleks dari nol.

 

Jadi, porsi coding di Teknik Industri cenderung lebih sedikit dan praktis.

 

4. Apakah ada peluang karir di Teknik Industri yang minim atau tanpa coding sama sekali?

 

Ada, seperti di bidang manajemen produksi, pengendalian kualitas, logistik, atau supply chain. Posisi ini masih membutuhkan pemahaman proses industri, tapi tidak selalu harus menulis kode setiap hari.

 

5. Bisakah lulusan Teknik Industri berkarir sebagai data scientist atau analis data?

 

Ada, seperti di bidang manajemen produksi, pengendalian kualitas, logistik, atau supply chain. Posisi ini masih membutuhkan pemahaman proses industri, tapi tidak selalu harus menulis kode setiap hari.

 

Saatnya Kuliah Teknik Industri Lebih Mudah di Cakrawala University!

 

Jadi, itulah penjelasan lengkap soal coding di Jurusan Teknik Industri. Sekarang kamu pasti sudah punya gambaran jelas soal porsi coding, mata kuliah terkait, peran coding dalam proyek dan skripsi, sampai peluang kerja yang bisa dijalani.

 

Kalau kamu ingin mendalami Teknik Industri sekaligus belajar coding step by step, kuliah di S1 Teknik Industri Universitas Cakrawala bisa jadi jalan tepat.

 

Banner-Industri

 

Di sini, coding diajarkan dari dasar hingga penerapan nyata di industri, sehingga skill kamu langsung siap dipakai untuk tugas, proyek, atau karier setelah lulus.

 

Beberapa hal yang membuat kuliah Teknik Industri di Universitas Cakrawala berbeda dari kampus lain:

 

  • Fasilitasi Penyaluran Kerja: Terhubung dengan 1.000+ perusahaan mitra, mulai dari industri, manufaktur, hingga logistik untuk membuka peluang magang dan kerja.
  • Kampus Siap Kerja: Kurikulum dirancang agar mahasiswa menguasai teori sekaligus praktik coding dan manajemen proses industri.
  • Magang Sejak Semester Pertama: Mahasiswa langsung terlibat praktik di proyek nyata, seperti analisis data produksi atau simulasi sistem industri.
  • Kurikulum Berbasis Industri: Materi kuliah Teknik Industri disusun bersama praktisi supaya relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
  • Dosen Praktisi: Belajar langsung dari profesional yang berpengalaman di bidang produksi, analisis data, dan optimasi sistem industri.

 

Tunggu apalagi? Yuk, daftar sekarang atau tanya-tanya gratis di sini untuk tahu lebih banyak tentang program S1 Teknik Industri Universitas Cakrawala, dan mulai perjalananmu menjadi lulusan Teknik Industri yang siap bersaing di dunia kerja!

Banner Picture

Kategori:

School of Engineering and Computer Science

Cakrawala

Share

Penulis

Rahmawati

Rahmawati adalah SEO Content Writer dengan satu tahun pengalaman dalam menulis konten. Dari pengalamannya, Ia senang menciptakan artikel yang informatif untuk audiens di berbagai industri, mulai dari edukasi, media, finansial, hingga otomotif.

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.