Banyak orang mengira Jurusan Manajemen Bisnis cuma belajar soal bisnis dan manajemen sehari-hari, tapi nggak sedikit yang penasaran, apakah jurusan ini juga ada matematika? Memang, ada beberapa mata kuliah yang butuh hitung-hitungan, tapi bukan berarti rumit.
Lewat artikel ini, kita bakal kupas tuntas soal matematika di Jurusan Manajemen Bisnis, mata kuliah yang terkait, sampai tips tetap nyaman kuliah meski kamu kurang suka angka. Yuk, simak selengkapnya biar kamu dapat gambaran jelas sebelum menentukan jurusan!
Key Takeaways
- Jurusan Manajemen Bisnis ada matematika, tapi fokusnya lebih ke Matematika Bisnis dan Statistika untuk analisis data dan pengambilan keputusan bisnis.
- Matematika penting di Manajemen Bisnis karena membantu membaca data, menyusun strategi, dan membuat keputusan bisnis secara lebih terukur.
- Di Universitas Cakrawala, Manajemen Bisnis dipelajari lewat prodi Bisnis Digital dengan kurikulum berbasis industri, diajarkan step by step oleh dosen praktisi, dan dilengkapi program penyaluran kerja ke perusahaan mitra supaya mahasiswa siap kerja.
Apakah Jurusan Manajemen Bisnis Ada Matematika?
Ya, Jurusan Manajemen Bisnis ada matematika, tapi fokusnya berbeda dengan jurusan MIPA atau Teknik. Matematika yang diajarkan lebih ke arah aplikatif, seperti Matematika Bisnis dan Statistika, yang digunakan untuk analisis data dan pengambilan keputusan bisnis.
Supaya lebih jelas, berikut penjelasannya:
- Ada pembelajaran matematika: Mahasiswa tetap belajar Matematika Bisnis dan Statistika sebagai mata kuliah wajib. Tujuannya, agar bisa membaca angka, menganalisis data, dan membuat keputusan bisnis dengan tepat.
- Fokus berbeda: Tidak seperti matematika murni yang penuh rumus kompleks, Manajemen Bisnis menekankan penerapan logika angka dalam situasi nyata bisnis.
- Tingkat kesulitan terjangkau: Walaupun ada hitungan, materi diajarkan secara bertahap sehingga mahasiswa dari latar belakang IPA maupun IPS tetap bisa mengikuti.
- Keterampilan lain yang penting: Selain matematika, kemampuan analisis, problem-solving, dan logika berpikir menjadi inti agar mahasiswa bisa mengelola bisnis dengan efektif.
Intinya, kamu nggak perlu jago matematika tingkat tinggi untuk kuliah di Manajemen Bisnis. Selama punya kemampuan analisis, logika, dan problem-solving yang baik, kamu tetap bisa belajar dengan lancar dan siap menghadapi dunia bisnis.
Jenis Matematika Apa yang Diajarkan di Jurusan Manajemen Bisnis?

Sumber: Freepik
Kalau penasaran, matematika di Jurusan Manajemen Bisnis biasanya nggak serumit yang dibayangkan, kok. Jenisnya lebih ke hitungan praktis untuk mendukung analisis bisnis dan pengambilan keputusan.
Nah, beberapa jenis matematika yang biasanya dipelajari antara lain:
- Logika Matematika: Melatih cara berpikir runtut dan rasional supaya keputusan bisnis lebih terukur.
- Fungsi & Grafik: Dipakai untuk membaca tren bisnis dan memvisualisasikan pertumbuhan usaha.
- Aljabar Linear & Persamaan Dasar: Berguna untuk menganalisis biaya, permintaan, dan penawaran.
- Kalkulus Dasar (tingkat sederhana): Digunakan untuk mencari laba maksimal atau biaya paling efisien.
- Peluang & Probabilitas: Membantu menghitung risiko dan kemungkinan hasil keputusan bisnis.
- Statistika Dasar: Dipakai untuk mengolah data penjualan, survei konsumen, dan laporan bisnis.
Cek juga:
- Mata Kuliah Jurusan Manajemen Bisnis, Ini Daftar Lengkapnya!
- Apakah Jurusan Manajemen Bisnis Sulit? Ternyata Nggak, Kok!
Mengapa Matematika Penting Dalam Kurikulum Manajemen Bisnis?
Matematika menjadi bagian penting dalam kurikulum Manajemen Bisnis karena membantu mahasiswa memahami data, menyusun strategi, dan mengambil keputusan bisnis secara rasional.
Lewat penerapan matematika bisnis dan statistika, perencanaan usaha hingga pengelolaan aktivitas bisnis bisa dilakukan dengan lebih terukur.
Nah, berikut alasan mengapa matematika tetap dibutuhkan di Jurusan Manajemen Bisnis:
- Analisis Data & Statistika: Matematika membantu membaca data penjualan, tren pasar, dan perilaku konsumen secara lebih terstruktur.
- Dasar Pengambilan Keputusan: Perhitungan biaya, keuntungan, dan risiko membuat keputusan bisnis tidak hanya berdasarkan intuisi.
- Perencanaan & Peramalan Bisnis: Fungsi dan grafik digunakan untuk menyusun anggaran, memproyeksikan pertumbuhan, dan memprediksi risiko usaha.
- Efisiensi Operasional: Matematika membantu mengatur proses bisnis agar lebih efisien, misalnya dalam pengelolaan stok dan penjadwalan kerja.
- Manajemen Risiko: Konsep probabilitas digunakan untuk memperkirakan kemungkinan kerugian dan meminimalkan dampak risiko bisnis.
- Fondasi Mata Kuliah Lanjutan: Matematika menjadi dasar untuk memahami ekonometri, analisis data, dan keuangan bisnis di semester berikutnya.
Contoh Mata Kuliah Manajemen Bisnis yang Berhubungan dengan Matematika
Dalam kurikulum Manajemen Bisnis, matematika tidak berdiri sendiri, tetapi diterapkan langsung melalui berbagai mata kuliah inti. Setiap mata kuliah ini menggunakan logika angka dan analisis data untuk mendukung pemahaman bisnis.
Berikut contoh mata kuliah Manajemen Bisnis yang berhubungan dengan matematika:
1. Matematika Ekonomi/Bisnis
Mata kuliah ini membahas penerapan matematika untuk memahami aktivitas ekonomi dan bisnis secara sederhana. Fokusnya bukan hafalan rumus, tapi cara memakai hitungan untuk membaca kondisi usaha.
Dalam praktiknya, mahasiswa akan belajar konsep dasar seperti:
- Fungsi permintaan dan penawaran
- Perhitungan biaya, keuntungan, dan titik impas (break-even point)
- Bunga, depresiasi, dan harga pokok penjualan
2. Statistika Bisnis
Statistika Bisnis digunakan untuk mengolah dan membaca data agar keputusan bisnis lebih akurat. Mata kuliah ini sangat relevan karena hampir semua keputusan bisnis berhubungan dengan data.
Misalnya, data penjualan bulanan bisa dianalisis untuk melihat produk mana yang paling laku, atau hasil survei digunakan untuk mengetahui minat konsumen terhadap suatu produk.
Beberapa hal yang dipelajari antara lain:
- Analisis data penjualan dan pasar
- Pengolahan hasil survei konsumen
- Dasar regresi untuk melihat hubungan antar data
3. Ekonometrika
Ekonometrika menggabungkan statistika dan ekonomi untuk menganalisis fenomena bisnis secara lebih mendalam. Mata kuliah ini biasanya ditemui di tingkat lanjutan.
Secara umum, pembahasannya meliputi:
- Penggunaan data ekonomi untuk analisis tren
- Pengujian hubungan sebab-akibat dalam bisnis
- Dasar penelitian berbasis data kuantitatif
4. Manajemen Pemasaran
Walaupun dikenal sebagai mata kuliah strategis, Manajemen Pemasaran tetap melibatkan matematika dalam praktiknya. Hitungan digunakan untuk mendukung strategi yang lebih tepat sasaran.
Penerapan matematikanya bisa ditemukan pada:
- Peramalan penjualan (sales forecasting)
- Analisis data konsumen dan segmentasi pasar
- Evaluasi efektivitas strategi pemasaran
5. Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan menjadi salah satu mata kuliah yang paling terasa unsur matematikanya. Fokus utamanya adalah pengelolaan uang dan pengambilan keputusan keuangan bisnis.
Mahasiswa akan mempelajari:
- Nilai waktu uang (time value of money)
- Analisis laporan keuangan dan rasio profitabilitas
- Perhitungan investasi jangka pendek dan jangka panjang
6. Bisnis Analitik (Business Analytics)
Mata kuliah ini membahas cara mengolah data bisnis menjadi informasi yang berguna. Walaupun terdengar teknis, pembelajarannya tetap diarahkan ke kebutuhan bisnis.
Beberapa materi yang biasanya dipelajari:
- Pengolahan data penjualan dan operasional
- Dasar statistik lanjutan untuk analisis bisnis
- Penggunaan data sebagai dasar pengambilan keputusan
7. Akuntansi Dasar & Biaya
Sesuai namanya, mata kuliah Akuntansi Dasar dan Biaya mengajarkan cara mencatat dan mengelola keuangan perusahaan secara sistematis. Hitungan di sini bersifat praktis dan sering ditemui dalam dunia kerja.
Fokus pembelajarannya meliputi:
- Pencatatan transaksi keuangan
- Penyusunan anggaran dan laporan biaya
- Analisis kondisi keuangan perusahaan
Nah, kalau kamu kuliah di Jurusan Bisnis Digital Universitas Cakrawala, semua mata kuliah terkait matematika di atas diajarkan step by step oleh dosen praktisi berpengalaman. Pendekatannya praktis, jadi lebih mudah dipahami dan bisa diterapkan ke studi kasus nyata.
Kurikulumnya berbasis industri, mencakup matematika bisnis hingga analisis data yang relevan dengan dunia kerja. Jadi, lulusannya bukan cuma jago hitung-hitungan, tapi punya kemampuan analisis dan pengambilan keputusan bisnis yang dibutuhkan di lapangan.
Yang nggak kalah menarik, ada program inkubasi bisnis gratis buat mahasiswa. Melalui inkubator ini, kamu bisa dapetin bimbingan langsung tentang manajemen, pemasaran, inovasi, dan finansial untuk mengembangkan ide bisnis jadi usaha nyata.
Skill Penting di Jurusan Manajemen Bisnis Selain Matematika
Tenang, walaupun matematika penting, Jurusan Manajemen Bisnis juga menekankan keterampilan lain yang nggak kalah krusial untuk sukses di dunia bisnis. Kalau penasaran, ini dia beberapa skill penting yang wajib dikuasai mahasiswa Manajemen Bisnis:
Soft Skills (Keterampilan Non-Teknis)
- Kepemimpinan (Leadership): Memimpin tim, membagi tugas, dan mengambil keputusan yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis.
- Komunikasi & Negosiasi: Menyampaikan ide dengan jelas, melakukan presentasi, dan membangun hubungan baik dengan rekan kerja atau stakeholder.
- Berpikir Kritis & Pemecahan Masalah: Menganalisis masalah kompleks secara logis dan menemukan solusi kreatif.
- Kerja Sama Tim & Adaptabilitas: Bekerja efektif dalam tim dan mudah menyesuaikan diri dengan perubahan atau situasi baru.
- Strategi & Inovasi: Merancang rencana jangka panjang dan ide kreatif untuk mengembangkan bisnis.
Hard Skills (Keterampilan Teknis)
- Analisis Data & Riset Bisnis: Mengolah informasi untuk mendukung keputusan strategis berbasis data (data-driven).
- Manajemen Proyek: Merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi proyek agar berjalan sesuai jadwal dan anggaran.
- Pemasaran Digital: Memahami strategi pertumbuhan bisnis melalui platform digital seperti Instagram, TikTok, dan Google Ads.
- Teknologi Bisnis / Software Operasional: Menguasai software pendukung operasional seperti Microsoft Excel, Google Sheets, Trello, dan Asana.
- Manajemen Keuangan Dasar: Mampu mengatur anggaran, menghitung investasi, dan menganalisis laporan keuangan secara sederhana.
Cek juga:
- 12 Fakultas Manajemen Bisnis Terbaik di Indonesia, Wajib Cek!
- 9 Universitas Swasta yang Ada Jurusan Manajemen Bisnis
- Beasiswa S1 Manajemen Bisnis
Tips Sukses Belajar Matematika Bagi Calon Mahasiswa Manajemen Bisnis

Sumber: Freepik
Belajar matematika di Jurusan Manajemen Bisnis sebenarnya bisa lebih mudah jika tahu triknya. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa tetap nyaman memahami angka dan logika bisnis, berikut tips sukses yang bisa dicoba:
- Perkuat Fondasi Dasar: Kuasai operasi hitung dasar, persentase, dan logika, karena ini menjadi pondasi untuk memahami aljabar dan statistik.
- Pahami Konsep Dasar: Pelajari aljabar, kalkulus dasar, dan probabilitas sejak awal agar lebih mudah memahami mata kuliah keuangan dan statistika bisnis.
- Fokus pada Aplikasi Praktis: Perhatikan bagaimana matematika diterapkan di dunia bisnis, misalnya dalam pemodelan keuangan atau analisis data.
- Latihan Soal Secara Konsisten: Kerjakan soal latihan, termasuk kasus bisnis nyata, untuk melatih kemampuan pemecahan masalah dan logika angka.
- Manfaatkan Sumber Belajar Tambahan: Gunakan buku, tutorial online, tutor, atau kelompok belajar untuk diskusi materi yang sulit dipahami.
- Kembangkan Pemahaman Kontekstual: Kaitkan setiap konsep matematika dengan penerapannya di manajemen bisnis agar lebih mudah diingat.
- Bangun Keterampilan Logika & Analitis: Latih kemampuan berpikir logis untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data di bisnis.
- Jangan Takut Bertanya: Jika ada yang sulit dipahami, tanya dosen atau teman agar kebingungan tidak menumpuk.
- Review Materi Secara Teratur: Sisihkan waktu untuk meninjau kembali konsep yang telah dipelajari agar pemahaman lebih kuat dan materi tidak mudah lupa.
Prospek Karier Manajemen Bisnis Jika Tidak Mahir Matematika
Kemampuan matematika memang berguna, tapi nggak harus jago hitung-hitungan kok untuk bisa sukses di bidang Manajemen Bisnis. Banyak posisi kerja justru lebih menekankan strategi, komunikasi, dan manajemen, berikut beberapa contoh prospek kariernya:
- Account Executive / Sales Representative: Fokus ke strategi penjualan dan membangun relasi dengan klien. Biasanya dibutuhkan di perusahaan FMCG seperti Unilever, Mayora, atau Indofood.
- Marketing Manager: Menyusun strategi pemasaran dan kampanye kreatif untuk meningkatkan brand awareness, bisa di startup digital atau perusahaan consumer goods.
- HR Manager / Spesialis Rekrutmen: Mengurusi karyawan, kebijakan, dan budaya perusahaan, contohnya di Telkom Indonesia atau Bank BCA.
- Project Manager / Manajer Produksi: Mengatur alur kerja, koordinasi tim, dan efisiensi operasional, misalnya di pabrik atau startup logistik seperti Gojek dan J&T Express.
- Public Relations (Humas): Membangun citra perusahaan dan mengelola komunikasi, bisa di media, perusahaan event, atau startup kreatif.
- Business Development Executive: Mencari klien baru, menjalin kemitraan, dan negosiasi untuk pertumbuhan bisnis, contohnya di perusahaan konsultan atau startup teknologi.
- Entrepreneur / Wirausaha: Membangun bisnis sendiri, fokus pada visi, strategi, dan eksekusi, bisa berupa bisnis makanan, fashion, atau jasa digital.
- Konsultan Bisnis: Membantu perusahaan memecahkan masalah manajemen dan strategi, misalnya di McKinsey, Deloitte, atau konsultan lokal.
Kalau kuliah di Universitas Cakrawala, kamu juga bisa lho memanfaatkan program penyaluran kerja ke 1000+ perusahaan mitra. Jadi, peluangmu untuk langsung bekerja di posisi-posisi strategis seperti di atas bisa jadi lebih mudah dan luas.
Di sini, mahasiswa juga dapat kesempatan kunjungan industri untuk belajar langsung tentang pengelolaan dan strategi bisnis modern, salah satunya ke Meta Indonesia. Ini bikin kamu juga bisa networking dengan industri atau perusahaan besar.
FAQ
1. Perbedaan matematika di Manajemen Bisnis dan Akuntansi?
Matematika di setiap jurusan punya fokus yang berbeda, berikut detailnya:
- Manajemen Bisnis: Fokus pada analisis data, perencanaan, dan pengambilan keputusan bisnis, misalnya menghitung proyeksi penjualan atau risiko investasi.
- Akuntansi: Fokus pada perhitungan angka keuangan secara detail, seperti neraca, laba rugi, pajak, dan audit.
Intinya, Manajemen Bisnis lebih aplikatif untuk strategi dan keputusan, sementara Akuntansi lebih teknis untuk angka finansial.
2. Bagi mahasiswa yang kurang suka matematika, apakah Manajemen Bisnis pilihan yang tepat?
Bisa banget! Walaupun ada beberapa mata kuliah yang melibatkan angka, fokus utama Manajemen Bisnis adalah strategi, komunikasi, dan manajemen. Dengan latihan dan tips belajar yang tepat, mahasiswa yang kurang suka matematika tetap bisa nyaman dan sukses.
3. Apakah ada perbedaan kurikulum matematika Manajemen Bisnis antara universitas negeri dan swasta?
Secara umum, materi dasar matematika tetap sama, seperti aljabar, statistik, dan kalkulus dasar. Perbedaannya biasanya ada di porsi pembelajaran, contoh kasus, dan metode pengajaran, misalnya universitas tertentu menambahkan studi kasus industri atau software pendukung analisis data.
Jadi, tingkat kesulitan tetap sebanding, tapi cara belajar dan aplikasinya bisa berbeda.
Saatnya Kuliah Manajemen Bisnis Lebih Mudah di Kampus Siap Kerja Cakrawala University!
Nah, itu dia penjelasan lengkap soal matematika di Jurusan Manajemen Bisnis. Sekarang, kamu pasti sudah punya gambaran jelas tentang jenis matematika yang dipelajari, manfaatnya, sampai tips biar tetap nyaman kuliah meski kurang suka angka.
Kalau kamu ingin belajar Manajemen Bisnis secara menyeluruh sekaligus siap praktik di dunia nyata, Jurusan Bisnis Digital Universitas Cakrawala bisa jadi pilihan tepat.

Di sini, mahasiswa mempelajari manajemen, pemasaran, keuangan, bahkan analisis data bisnis dan digital marketing, sambil langsung terlibat dalam program inkubasi bisnis untuk melatih kemampuan wirausaha sejak kuliah.
Berikut beberapa hal yang membuat kuliah di Universitas Cakrawala berbeda dari kampus lain:
- Fasilitasi Penyaluran Kerja: Terhubung dengan 1000+ perusahaan di bidang manufaktur, layanan, dan industri untuk memperluas peluang karier.
- Kampus Siap Kerja: Kurikulum dan praktik langsung dirancang supaya lulusan siap bersaing di dunia profesional.
- Magang Sejak Semester Pertama: Mahasiswa langsung praktik di perusahaan atau startup, sehingga pengalaman kerja sudah terbentuk sejak dini.
- Kurikulum Berbasis Industri: Materi disusun bersama praktisi agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja terkini
- Dosen Praktisi: Belajar langsung dari profesional berpengalaman di bidang bisnis dan manajemen.
Yuk, langsung saja daftar atau tanya-tanya gratis di sini untuk tahu program dan fasilitasnya lebih lengkap. Siapkan dirimu jadi profesional bisnis yang siap bersaing di dunia kerja sekarang!