Apakah Jurusan Agribisnis Banyak Peminatnya? Yuk Cek!

Umum
Tayang 23 January 2026
Diperbarui 23 January 2026
Waktu Baca 8 minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Rahmawati

Jurusan Agribisnis merupakan jurusan yang menggabungkan ilmu pertanian dengan ilmu ekonomi dan manajemen bisnis. Cukup banyak siswa yang tertarik dengan jurusan ini, tapi masih banyak juga yang penasaran, apakah jurusan Agribisnis banyak peminatnya?

 

Nah, kalau kamu ingin tahu fakta peminat, alasan memilih, hingga prospek karier dari Jurusan Agribisnis, simak ulasan lengkapnya di artikel ini!

 

Key Takeaways

 

  • Jurusan Agribisnis termasuk prodi yang diminati banyak siswa di Indonesia, karena relevan dengan pertanian modern, ketahanan pangan, dan peluang kariernya luas.
  • Meski peminatnya cukup tinggi, jurusan Agribisnis tidak terlalu sulit karena kuliahnya menggabungkan teori dan praktik, sehingga proses belajar lebih aplikatif dan mudah dipahami.
  • Di Universitas Cakrawala, pengalaman kuliah dirancang supaya mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik nyata, magang sejak semester 1, dan dibimbing oleh dosen praktisi agar siap bersaing di dunia kerja.

 

Apakah Jurusan Agribisnis Banyak Peminatnya?

 

Ya, jurusan Agribisnis termasuk jurusan yang cukup diminati di Indonesia. Banyak siswa tertarik karena jurusan ini masih relevan dengan perkembangan pertanian modern dan kebutuhan industri pangan di Indonesia.

 

Walaupun peminatnya tidak sebanyak jurusan populer seperti Manajemen atau Kedokteran, Agribisnis tetap menjadi pilihan bagi calon mahasiswa di PTN maupun PTS. Bahkan dalam seleksi seperti SNBP dan SNBT, jumlah pendaftarnya cenderung stabil setiap tahun.

 

Data ini menunjukkan bahwa Agribisnis diminati secara konsisten, karena tidak hanya menawarkan peluang karier, tapi juga kemampuan untuk memahami bisnis dan inovasi di sektor pertanian.

 

Alasan Jurusan Agribisnis Masih Banyak Diminati

 

Apakah Jurusan Agribisnis Banyak Peminatnya

Sumber: Freepik

 

Nah, berikut beberapa alasan utama yang membuat Jurusan Agribisnis masih banyak diminati oleh calon mahasiswa:

 

1. Cocok untuk IPA maupun IPS

 

Pada dasarnya, jurusan Agribisnis itu bersifat interdisipliner karena menggabungkan ilmu pertanian dengan ekonomi dan manajemen bisnis. Perpaduan ini membuat Agribisnis terbuka untuk lulusan IPA maupun IPS.

 

  • Lulusan IPA biasanya lebih kuat di pemahaman budidaya, produksi, dan pengolahan hasil pertanian.
  • Lulusan IPS cenderung unggul dalam analisis ekonomi, manajemen usaha, dan pemasaran produk pertanian.

 

Kombinasi ilmu tersebut menjadikan Agribisnis jurusan yang fleksibel dan relevan bagi siswa dari kedua penjurusan, makanya nggak heran kalau peminatnya tetap stabil setiap tahun.

 

2. Relevansi dengan Kondisi Indonesia

 

Sebagai negara agraris, tentu Indonesia sangat bergantung pada sektor pertanian dan pangan. Karena itu, jurusan Agribisnis tetap relevan dan dibutuhkan untuk menjawab tantangan produksi serta distribusi pangan di Indonesia.

 

Lewat ilmu yang dipelajari di jurusan ini, mahasiswa nggak cuma belajar teori, tetapi juga memahami peran nyata di sektor pangan, seperti:

 

  • membantu meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian,
  • mengelola usaha tani agar lebih efisien dan menguntungkan,
  • mendukung distribusi dan pemasaran produk pangan ke masyarakat.

 

3. Prospek Karier yang Luas (Multidisiplin)

 

Alasan berikutnya adalah jurusan Agribisnis masih menawarkan prospek karier yang luas di berbagai sektor, mulai dari pertanian, bisnis, hingga industri pangan. Adanya digitalisasi pertanian (Smart Farming) juga membuat peluang kerja lulusan semakin terbuka lebar.

 

Jangan salah, lulusan Agribisnis nggak hanya bekerja sebagai petani lho, tetapi juga bisa menekuni berbagai bidang, seperti:

 

  • Agripreneur (wirausaha pertanian), membangun usaha pertanian modern, startup agritech, atau bisnis ekspor komoditas, seperti kopi, kakao, beras, dan sayuran.
  • Konsultan pertanian, membantu penerapan pertanian berkelanjutan dan peningkatan produktivitas.
  • Penyuluh pertanian atau PNS, bekerja di instansi pemerintah seperti Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, atau dinas daerah.
  • Profesional di perusahaan swasta dan perbankan, seperti analis kredit pertanian atau manajer operasional di perusahaan agritech seperti Sayurbox dan TaniSupply.
  • Management Trainee, dipersiapkan untuk posisi manajerial di perusahaan agribisnis, industri pangan, dan distribusi, dengan contoh perusahaan seperti Japfa, Charoen Pokphand, Indofood, Wilmar, dan Astra Agro Lestari.

 

Pilihan karier yang beragam inilah yang membuat Jurusan Agribisnis tetap diminati, karena memberi peluang kerja di banyak bidang sekaligus.

 

4. Pembelajaran Praktis dan Menarik

 

Jurusan Agribisnis dikenal dengan metode pembelajaran yang tidak hanya teori, tetapi juga banyak praktik langsung di lapangan. Hal ini bikin proses kuliah terasa jauh lebih seru dan nggak monoton.

 

Selama perkuliahan, mahasiswa biasanya mengikuti berbagai kegiatan praktis, seperti:

 

  • kunjungan lapangan ke perkebunan, peternakan, atau sentra pertanian,
  • praktik budidaya dan pengolahan hasil pertanian,
  • observasi langsung ke perusahaan agribisnis dan industri pangan.

 

Dengan pengalaman belajar seperti ini, mahasiswa Agribisnis bisa memahami kondisi nyata di dunia pertanian dan bisnis sejak masih kuliah. Inilah yang membuat jurusan ini tetap menarik dan banyak diminati oleh calon mahasiswa.

 

5. Peluang Jadi Wirausaha

 

Sesuai dengan namanya, “bisnis”, jurusan Agribisnis membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk merencanakan usaha, menganalisis pasar, dan mengembangkan strategi bisnis.

 

Hal ini mendorong lulusan untuk mencoba peruntungan sebagai pengusaha di bidang pertanian. Nah, beberapa contoh peluang wirausaha yang bisa ditekuni lulusan Agribisnis antara lain:

 

  • Usaha produk olahan pangan, seperti keripik, minuman herbal, atau makanan ringan berbahan pertanian.
  • Jasa pertanian, misalnya jasa konsultasi budidaya tanaman atau pengelolaan lahan pertanian.
  • Startup agritech, seperti platform distribusi hasil pertanian atau aplikasi manajemen pertanian.
  • Penjualan alat pertanian dan input pertanian, mulai dari benih, pupuk, hingga mesin pertanian kecil.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Data Peminat Jurusan Agribisnis di Berbagai Universitas

 

Faktanya, di berbagai universitas ternama, Jurusan Agribisnis sering masuk daftar program studi dengan jumlah pendaftar yang cukup tinggi lho, bahkan menjadi salah satu jurusan unggulan dengan tingkat persaingan yang lumayan ketat.

 

Untuk lebih jelasnya, yuk intip data peminat Agribisnis di berbagai universitas berikut ini!

 

  • Universitas Hasanuddin (Unhas) – Pada jalur SNBT tahun 2025, jurusan Agribisnis di Unhas memiliki sekitar 458 pendaftar untuk daya tampung 120 mahasiswa, menunjukkan persaingan yang cukup tinggi.
  • IPB University – Jurusan Agribisnis di IPB sangat diminati, bahkan masuk 10 program studi favorit jalur SNBP 2025 dengan keketatan yang cukup tinggi.
  • Universitas Tadulako (Untad) – Tahun 2022, Agribisnis di Untad diminati oleh 236 calon mahasiswa jalur SNBP, sementara daya tampungnya hanya 70.
  • Universitas Mataram (Unram) – Pada 2022, terdapat 597 pendaftar untuk 138 kursi, menunjukkan minat yang cukup tinggi terhadap jurusan ini.
  • Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) – Jurusan Agribisnis di Untirta dicatat memiliki 790 pendaftar untuk 120 mahasiswa, artinya persaingan cukup ketat.

 

Adapun, secara keseluruhan, pada SNBT tahun 2024 tercatat sekitar 23.623 siswa memilih Jurusan Agribisnis di 62 kampus di Indonesia, sementara total daya tampungnya hanya sekitar 4.111 kursi.

Angka ini menunjukkan bahwa Agribisnis bukan cuma banyak peminat, tapi juga jadi salah satu jurusan dengan tingkat persaingan yang cukup ketat.

 

Apakah Banyak Peminat Berarti Jurusan Agribisnis Itu Sulit?

 

Apakah Jurusan Agribisnis Banyak Peminatnya

Sumber: Freepik

 

Banyak peminat tidak selalu berarti Jurusan Agribisnis itu sulit. Sebab, yang membuatnya terlihat “menantang” biasanya bukan materinya, melainkan persaingan masuk ke kampus favorit.

 

Secara akademik, Agribisnis justru dirancang agar mudah dipahami karena menggabungkan konsep teori dan praktik, sehingga proses belajarnya lebih aplikatif. Berikut beberapa alasan kenapa jurusan ini sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan:

 

  • Materi kuliah bertahap dari dasar: Di awal perkuliahan, mahasiswa belajar pengantar agribisnis, ekonomi pertanian, dan manajemen dasar, sehingga tidak langsung dihadapkan pada materi yang rumit.
  • Banyak mata kuliah bersifat aplikatif: Pembelajaran sering menggunakan studi kasus dan praktik lapangan, jadi konsep bisnis pertanian lebih mudah dipahami karena langsung dikaitkan dengan kondisi nyata.
  • Tidak terlalu fokus pada rumus kompleks: Walaupun ada statistika dan ekonomi dasar, fokus utamanya tetap pada analisis usaha, pemasaran hasil pertanian, dan pengelolaan agribisnis.
  • Didukung pembelajaran praktik lapangan: Kegiatan seperti kunjungan ke perkebunan atau perusahaan agribisnis membantu mahasiswa memahami materi tanpa harus menghafal teori secara berlebihan.
  • Sumber belajar dan pendampingan dosen cukup lengkap: Banyak referensi, modul, dan bimbingan akademik yang membuat proses belajar jadi lebih terarah dan tidak terasa berat.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Prospek Karier Lulusan Agribisnis

 

Prospek karier lulusan Agribisnis tergolong luas karena lulusannya dibutuhkan di sektor pertanian modern, industri pangan, hingga bisnis dan pemerintahan. Berikut beberapa peluang karier yang bisa jadi gambaran masa depan lulusan Agribisnis:

 

  • Manajer Agribisnis: Mengelola operasional usaha pertanian dari produksi sampai pemasaran, misalnya di perusahaan pangan seperti Indofood, Japfa, atau perusahaan perkebunan.
  • Konsultan Pertanian/Agribisnis: Memberikan strategi pengelolaan usaha tani dan keuangan ke petani atau perusahaan agar lebih efisien dan untung, baik lewat lembaga konsultan maupun startup agritech.
  • Pengusaha (Agripreneur): Membangun bisnis sendiri seperti budidaya hortikultura, produk olahan pangan, atau distribusi hasil tani, termasuk lewat platform online dan marketplace pertanian.
  • Spesialis Pemasaran & Rantai Pasok: Mengatur distribusi, promosi, dan alur pengiriman produk pertanian agar sampai ke konsumen dengan cepat dan kualitas tetap terjaga, contohnya di Sayurbox atau TaniHub.
  • Analis Kebijakan Pertanian: Mengkaji data pertanian dan dampak kebijakan pemerintah untuk membantu perencanaan program pangan, misalnya di Kementerian Pertanian atau Bappenas.
  • Penyuluh Pertanian: Mendampingi petani di lapangan dengan memberikan edukasi teknik budidaya dan manajemen usaha tani, biasanya melalui dinas pertanian daerah atau instansi pemerintah.
  • Peneliti dan Pengembang Produk: Mengembangkan inovasi produk pertanian dan pangan di lembaga riset seperti BRIN atau di perusahaan industri makanan dan minuman.

 

Universitas Favorit untuk Jurusan Agribisnis di Indonesia

 

Universitas dengan Jurusan Agribisnis tersebar di banyak kampus ternama di Indonesia, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Berikut beberapa universitas yang dikenal menjadi favorit para calon mahasiswa:

 

  • Institut Pertanian Bogor (IPB)
  • Universitas Gadjah Mada (UGM)
  • Universitas Brawijaya (UB)
  • Universitas Padjadjaran (UNPAD)
  • Universitas Diponegoro (UNDIP)
  • Universitas Hasanuddin (UNHAS)
  • Universitas Tadulako (Untad)
  • Universitas Mataram (Unram)
  • Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta)

 

Tips untuk Calon Mahasiswa yang Ingin Kuliah Jurusan Agribisnis

 

Nah, sebelum benar-benar memilih Agribisnis, ada beberapa hal penting yang perlu kamu siapkan supaya proses kuliah berjalan lebih lancar dan sesuai dengan tujuan kariermu. Berikut tips penting untuk calon mahasiswa yang ingin kuliah di Jurusan Agribisnis:

 

  • Kuasai mata pelajaran dasar: Fokus pada Ekonomi, Biologi, dan Matematika karena Agribisnis menggabungkan aspek sosial, ekonomi, dan pertanian.
  • Miliki jiwa entrepreneurship: Agribisnis cocok buat yang ingin jadi wirausaha, jadi asah ide inovatif sejak dini.
  • Aktif di praktikum dan magang: Belajar langsung di lapangan atau ikut magang di perusahaan pertanian bikin pengalaman kuliah lebih nyata dan siap kerja.
  • Manfaatkan teknologi pertanian: Pelajari drone, IoT, atau aplikasi manajemen pertanian untuk meningkatkan produktivitas.
  • Bangun jaringan (networking): Kenalan dengan dosen, mentor, dan profesional bisa buka peluang karier lebih cepat di masa depan.
  • Pilih universitas yang tepat: Pastikan kampus punya fasilitas lengkap dan jalur peminatan sesuai minatmu supaya belajar lebih fokus dan menyenangkan.
  • Pahami prospek luas lulusan Agribisnis: Bisa jadi konsultan, manajer, ahli kualitas, atau pengusaha di sektor pertanian dan industri pangan.

 

Frequently Ask Question (FAQ)

1. Apakah jurusan Agribisnis banyak peluang kerjanya?

 

Iya, jurusan Agribisnis punya peluang kerja yang luas, mulai dari manajer agribisnis, konsultan pertanian, wirausaha, penyuluh, hingga bekerja di perusahaan agritech dan industri pangan.

 

2. S1 Agribisnis gelarnya apa?

 

Lulusan program S1 Agribisnis akan mendapatkan gelar Sarjana Pertanian (S.P.). Namun, beberapa kampus bisa memberikan gelar berbeda seperti Sarjana Agribisnis (S.Agr.) atau bahkan Sarjana Ekonomi Pertanian (S.E.P.) tergantung kebijakan dan kurikulum universitas

 

3. Apakah jurusan Agribisnis cocok untuk anak IPS?

 

Cocok banget! Jurusan ini fleksibel karena menggabungkan ilmu pertanian dan bisnis, sehingga anak IPS bisa fokus pada manajemen, pemasaran, dan strategi usaha pertanian.

 

4. Berapa lama kuliah Agribisnis sampai lulus?

 

Umumnya, kuliah S1 Agribisnis berlangsung sekitar 4 tahun atau 8 semester, dengan beban studi sekitar 144-160 SKS, tetapi bisa lebih cepat (3.5 tahun) atau lebih lama tergantung kemampuan mahasiswa, kebijakan kampus, dan konsistensi belajar.

 

5. Apakah lulusan Agribisnis bisa menjadi PNS?

 

Bisa. Lulusan Agribisnis dapat bekerja sebagai PNS, misalnya sebagai penyuluh pertanian atau staf di kementerian dan dinas pertanian daerah.

 

Saatnya Kuliah di Jurusan Favorit yang Siapkan Masa Depanmu, Hanya di Universitas Cakrawala!

 

Jurusan Agribisnis memang punya peminat yang cukup tinggi, tapi bukan berarti sulit dijalani kalau kamu punya bekal yang tepat dan kuliah di kampus yang mendukung.

 

Dengan memahami teori sekaligus praktik, calon mahasiswa bisa lebih siap menghadapi peluang karier di berbagai bidang setelah lulus.

 

Di Universitas Cakrawala, pengalaman kuliah dirancang supaya mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik nyata yang relevan dengan dunia kerja.

 

Berikut beberapa keunggulan kuliah di Universitas Cakrawala:

 

  • Fasilitasi Penyaluran Kerja: Terhubung dengan 1.000+ perusahaan di berbagai sektor untuk memperluas peluang karier.
  • Kampus Siap Kerja: Kurikulum dan praktik langsung dirancang agar lulusan siap bersaing di industri apa pun.
  • Magang Sejak Semester Pertama: Mahasiswa langsung terlibat praktik di perusahaan atau startup, sehingga pengalaman kerja terbentuk sejak awal.
  • Kurikulum Berbasis Industri: Materi disusun bersama praktisi agar sesuai kebutuhan dunia kerja terkini.
  • Dosen Praktisi: Belajar langsung dari profesional yang berpengalaman di bidang masing-masing.

 

Menarik banget, kan? Yuk, daftar atau konsultasi gratis di sini untuk tahu program dan fasilitas Universitas Cakrawala, dan mulai perjalananmu menuju masa depan yang siap bersaing di dunia kerja sekarang juga!

 

Referensi

  1. Daya Tampung UNHAS per Prodi di SNBT 2025, Peminat & Keketatan [Buka]
  2. Hasil Statistik SNBT Agribisnis [Buka]
Banner Picture

Kategori:

Umum

Cakrawala

Share

Penulis

Rahmawati

Rahmawati adalah SEO Content Writer dengan satu tahun pengalaman dalam menulis konten. Dari pengalamannya, Ia senang menciptakan artikel yang informatif untuk audiens di berbagai industri, mulai dari edukasi, media, finansial, hingga otomotif.

Artikel Lainnya
Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.