Oleh Universitas Cakrawala
•
27 December 2024
Dalam dunia analisis data, kita sering berhadapan dengan kumpulan data-data yang beragam, misalnya data nilai pelajaran siswa, data nama-nama siswa, data, nomor telepon, dan lain sebagainya. Untuk memahami sebaran data tersebut, kita membutuhkan ukuran statistik yang disebut standar deviasi.
Standar deviasi mengukur seberapa jauh nilai-nilai dalam suatu dataset tersebar dari nilai rata-ratanya. Semakin kecil nilai standar deviasi, semakin dekat data-data tersebut dengan nilai rata-rata. Sebaliknya, semakin besar nilai standar deviasi, semakin tersebar data-data tersebut.
Microsoft Excel menyediakan cara mudah dan cepat untuk menghitung standar deviasi. Artikel ini akan menjelaskan langkah demi langkah tentang cara menghitung rumus standar deviasi di Excel dengan mudah dan cepat.
Standar deviasi merupakan sebuah nilai yang menunjukkan tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-rata data tersebut. Standar deviasi atau yang biasa disebut dengan simpangan baku adalah salah satu rumus dari ilmu statistika untuk pengukuran kelompok data.
Semakin rendah standar deviasi, hasil dari nilai suatu data akan semakin mendekati nilai rata-rata. Sedangkan jika nilai standar deviasinya semakin tinggi, maka akan semakin lebar rentang variasi datanya.
Standar deviasi ini biasanya digunakan untuk penelitian kuantitatif. Para peneliti membutuhkan standar deviasi agar bisa memastikan data yang didapatkan bisa mewakili sampel penelitiannya. Selain itu, beberapa bidang pekerjaan juga membutuhkan perhitungan standar deviasi.
Standar deviasi memiliki beberapa fungsi yang sangat membantu dalam penelitian, berikut diantaranya:
Selain untuk membantu para peneliti, standar deviasi sangat penting dalam berbagai bidang, antara lain:
Untuk menghitung standar deviasi di Excel, kamu dapat menggunakan beberapa fungsi bawaan, tergantung pada jenis kumpulan data yang dimiliki. Berikut langkah-langkah cara melakukannya:
Buka Microsoft Excel lalu masukkan data yang akan dihitung ke dalam kolom atau baris. Sebagai contoh, masukkan data angka berikut di kolom A, mulai dari baris 1:
Excel menyediakan beberapa fungsi bawaan untuk menghitung standar deviasi, diantaranya:
Rumus ini digunakan apabila ingin mengetahui standar deviasi dari seluruh data yang ada dalam satu sheet.
Sebagai contoh, data di atas ada 5 dan kamu ingin menggunakan semua data tersebut untuk mencari simpangan bakunya. Formula yang dimasukkan tetap sama, yaitu =STDEV.P(number 1, number 2,...).
Rumus ini bisa kamu gunakan untuk mencari standar deviasi sampel dari seluruh data yang tersedia.
Sebagai contoh, jika ada 15 data yang tersedia dari hasil penelitian, tetapi hanya ingin mengambil 10 data saja sebagai sampel dan memasukkannya di Excel. Formula yang digunakan hampir mirip, yaitu =STDEV.S(number 1, number 2,...).
Lantas, apa perbedaannya? Dalam hal ini, jumlah datanya dikurangi 1 oleh Excel seperti digambarkan rumus ini. Jumlah data berkurang karena kamu hanya menghitung sampelnya saja.
SD=(x₁ - )²N-1
Studi Kasus: Nilai Ujian Mahasiswa
Misalkan kamu memiliki data nilai ujian dari 50 mahasiswa. Kamu ingin mengetahui seberapa tersebar nilai tersebut dari rata-rata.
Dengan standar deviasi ini, kamu dapat mengevaluasi apakah nilai-nilai tersebut cenderung homogen atau bervariasi secara signifikan.
Saat ini menghitung standar deviasi tidak lagi menjadi sebuah tantangan yang sulit. Dengan penjelasan di atas, kamu bisa menghitung rumus standar deviasi dengan cepat, mudah, dan akurat.
Ingin mempelajari lebih lanjut tentang analisis data dan statistika? Jurusan Data Science di Cakrawala University menawarkan kurikulum yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Para mahasiswa yang berkuliah di Cakrawala University akan diajarkan oleh para ahli di bidangnya dan dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran yang modern. Bergabunglah dengan kami dan raih karir impian kamu di bidang data science. Kami tunggu kehadiranmu di Cakrawala University!
Baca Juga:
Berita Terkait