Kamu suka desain, sering kepikiran bikin visual yang keren, atau tertarik sama dunia kreatif yang terus berkembang? Kalau iya, Desain Komunikasi Visual (DKV) jadi jurusan yang cocok banget nih!
Soalnya, di jurusan ini kamu nggak cuma belajar bikin desain yang estetik, tapi juga gimana caranya menyampaikan pesan lewat visual biar lebih “kena” dan bisa relate sama banyak orang.
Nah, pertanyaannya, kalau mau belajar DKV bisa kuliah di kampus mana? Tenang, ada banyak universitas yang punya jurusan ini dengan keunggulannya masing-masing. Yuk, cek rekomendasinya!
Key Takeaways
- DKV adalah jurusan yang fokus menyampaikan pesan lewat visual. Program studi ini jadi salah satu yang paling diminati, apalagi di era digital seperti sekarang.
- Ada banyak universitas yang menawarkan jurusan DKV, salah satunya Cakrawala University dengan fasilitas IP Incubator, sehingga karya yang kamu buat nggak cuma jadi tugas kuliah, tapi juga bisa punya nilai komersial.
- Cakrawala University bisa bantu kamu mewujudkan karier di industri kreatif lewat program penyaluran kerja, magang sejak semester awal, kurikulum berbasis industri, hingga bimbingan dari dosen praktisi profesional.
12 Universitas dengan Jurusan DKV Terbaik di Indonesia
Setelah tahu definisinya, kamu mungkin mulai bertanya-tanya, “Universitas mana aja sih yang punya jurusan DKV?”
Kabar baiknya, ada banyak kampus yang sudah menghadirkan program studi (prodi) ini, lo.
Nah, berikut daftar universitas negeri dan swasta yang punya jurusan DKV di Indonesia:
1. Cakrawala University

Sumber: cakrawala.ac.id
Rekomendasi kampus pertama dengan jurusan DKV adalah Cakrawala University.
Cakrawala University cocok banget dipilih buat kamu yang lagi cari jurusan di bidang desain, tapi tetap nyambung dengan perkembangan teknologi digital saat ini.
Apalagi, kurikulumnya selalu up to date dan disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Artinya, kamu nggak cuma belajar teori, tapi juga bisa langsung merasakan pengalaman praktik lewat magang atau proyek bareng perusahaan mitra.
Nggak cuma itu, kamu juga bakal dibimbing oleh dosen praktisi berpengalaman yang siap membantu mengasah skill praktis yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja nanti.
Selama belajar di jurusan ini, pasti kamu pengen dong karya yang dibuat nggak cuma jadi tugas kuliah, tapi juga bisa dijual dan punya nilai lebih?
Contohnya kayak Tahilalats karya Nurfadli Mursyid. Awalnya cuma komik strip, tapi karena karakternya unik dan menarik, sekarang berkembang pesat, bahkan pernah berkolaborasi dengan Coldplay dan BTS, sampai punya kafe sendiri!
Nah, untuk mendukung hal tersebut, Cakrawala University menghadirkan fasilitas IP Incubator, yaitu program yang bisa membantu kamu mengembangkan ide jadi Intellectual Property (IP) yang punya nilai komersial.
Jadi, karya seperti ilustrasi, karakter, maskot, komik, desain merchandise, atau konsep brand nggak cuma berhenti jadi tugas kuliah, tapi juga bisa berkembang jadi aset kreatif yang punya nilai jual. Keren banget, kan?

Cek Juga:
2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Pengen kuliah DKV tapi tetap bisa mengangkat unsur budaya lokal? ITS bisa jadi pilihan yang pas!
Soalnya, program DKV di ITS dikenal mampu mengombinasikan desain, teknologi, dan kekayaan budaya lokal dalam proses pembelajarannya.
Fokusnya juga sejalan dengan identitas ITS sebagai kampus berbasis teknologi, seni, dan kreativitas, dengan visi kuat di bidang kemaritiman dan lingkungan.
Makannya, mahasiswa DKV di sini didorong untuk menghasilkan karya visual yang nggak cuma inovatif, tapi juga relevan dengan isu-isu lokal maupun nasional.
Dengan pendekatan pembelajaran yang interdisipliner, lulusan DKV ITS punya bekal yang kuat untuk bersaing di industri kreatif, terutama yang berkaitan dengan teknologi dan sektor maritim.
3. Institut Teknologi Bandung (ITB)
Program DKV di ITB nggak cuma fokus ke teknik desain, tapi juga mengasah kepekaan dalam menyusun pesan visual yang kuat dan penuh makna.
Proses belajarnya berbasis proyek, mulai dari riset, pengembangan ide, pembuatan prototipe, hingga eksekusi karya dengan berbagai media yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Kamu juga bisa memilih peminatan sesuai rencana karier ke depan.
Ada Desain Grafis, Komunikasi Visual Periklanan, dan Komunikasi Visual Multimedia yang berlokasi di kampus ITB Ganesha.
Sementara itu, peminatan Naras Visual Digital diselenggarakan di kampus ITB Jatinangor.
Setiap peminatan dirancang untuk membekalimu jadi spesialis yang siap terjun ke bidangnya masing-masing.
4. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Selanjutnya, ada UPI yang juga punya jurusan DKV.
Program DKV UPI ada di bawah Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, dengan fokus utama yang nggak cuma di kreativitas, tapi juga kemampuan berpikir kritis dan analitis terhadap kebutuhan masyarakat lewat desain.
Kalau kuliah di jurusan DKV UPI, kamu bakal dibekali teori, konsep, prinsip DKV yang solid dan latihan untuk merancang serta menerapkan metode produksi desain secara tepat.
Jadi, setiap karya yang dihasilkan nantinya bisa terlihat estetik sekaligus solutif untuk berbagai permasalahan komunikasi visual di kehidupan nyata.
5. Universitas Negeri Malang (UM)
Berbeda dari kebanyakan kampus, jurusan DKV di UM berada di bawah Fakultas Sastra.
Program ini pas banget buat kamu yang ingin mengeksplorasi berbagai media visual, mulai dari grafis, interaktif, audio visual, sampai media alternatif.
Selama kuliah, kamu bakal dilatih untuk mengolah dan mengembangkan ide kreatif menjadi karya desain yang komunikatif dan tepat sasaran sesuai target audiens.
Serunya lagi, kamu juga bakal dibimbing untuk menghasilkan final artwork yang nggak cuma matang secara visual, tapi juga punya manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Cek Juga:
6. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Jurusan DKV di Unesa punya pendekatan yang unik karena menggabungkan teknologi dengan kearifan lokal.
Jadi, fokusnya nggak cuma di sisi kreatif, tapi juga bagaimana budaya daerah bisa jadi sumber inspirasi dalam setiap karya desain.
Nantinya, kamu bakal dibimbing untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif yang dekat dengan kehidupan masyarakat, tentunya dengan dukungan teknologi modern.
Selain itu, Unesa juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan stakeholder untuk kegiatan pendidikan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.
Artinya, pengalaman belajarnya nggak cuma di dalam kelas, tapi juga langsung terjun ke dunia nyata.
7. Universitas Sebelas Maret (UNS)
Kalau kamu lagi cari kampus yang bisa ningkatin berbagai skill desain sekaligus, berarti kamu wajib cek program DKV di UNS!
Soalnya, jurusan DKV di UNS dirancang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi visual lewat berbagai media, mulai dari media cetak, luar ruang, elektronik (televisi dan internet), sampai media 2D serta 3D. Lengkap banget, kan?
Uniknya, DKV UNS juga punya visi yang menekankan pengembangan desain berbasis nilai kultural, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Jadi, selama kuliah kamu nggak cuma mengasah kreativitas, tapi juga belajar lebih peka terhadap isu sosial dan budaya dalam setiap karya yang dibuat.
8. Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta
Program Studi DKV ISI Yogyakarta berada di bawah jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain.
Lokasinya yang berada di Yogyakarta jadi nilai plus tersendiri, karena kota ini dikenal sebagai salah satu pusat seni dan budaya di Indonesia.
Nggak heran, kalau lingkungannya sangat mendukung untuk berkembang sebagai mahasiswa DKV.
Apalagi program ini didirikan langsung oleh tokoh seni besar Indonesia, Dr. HC. RM. Saptohoedojo dan R.J. Katamsi yang juga merupakan pendiri ASRI Yogyakarta.
Selain itu, ISI Yogyakarta juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai institusi, baik di dalam maupun luar negeri.
Hal ini tentu membuka peluang lebih luas bagi kamu untuk belajar dari beragam perspektif dan pengalaman global.
9. Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar
Selain di Yogyakarta, Institut Seni Indonesia juga hadir di Denpasar.
Kota ini dikenal kaya akan kearifan lokal yang tentu jadi daya tarik tersendiri buat mahasiswa DKV.
Di ISI Denpasar, pendekatan pembelajarannya cukup unik karena menjadikan budaya lokal sebagai fondasi utama dalam proses perkuliahan.
Meski begitu, perspektif akademiknya tetap terbuka secara global sehingga karya yang dihasilkan bisa diterima secara universal.
Perpaduan antara unsur lokal dan wawasan internasional ini memberi peluang bagi mahasiswa buat menciptakan karya desain yang autentik sekaligus punya daya saing tinggi di tingkat dunia.
10. Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
Kalau kamu tertarik sama dunia seni urban, teknologi kreatif, dan mau kuliah di tempat yang vibes-nya seniman banget, DKV IKJ bisa dipilih!
Program studinya dirancang buat kamu yang mau mendalami desain komunikasi visual yang nggak cuma estetik, tapi juga relevan dengan tren budaya kota dan perkembangan teknologi saat ini.
Di sini, kamu bisa memilih peminatan sesuai passion, seperti Graphic Design & Interactive, Visual Narrative, atau Motion Design & Digital Animation.
Menariknya lagi, kamu bakal punya banyak kesempatan buat terjun langsung ke dunia kreatif karena IKJ dikenal punya koneksi yang kuat dengan industri seni dan hiburan.
11. Telkom University
Universitas selanjutnya yang punya jurusan DKV adalah Telkom University.
Berada di bawah Fakultas Industri Kreatif, jurusan DKV Telkom University bakal membekalimu dengan berbagai skill penting agar siap bersaing, baik di dunia konvensional maupun digital.
Selama kuliah, kamu bakal belajar banyak hal di bidang seni visual, desain grafis, sampai komunikasi visual dengan gaya yang khas dan sesuai karakter kamu.
Ada beberapa peminatan yang bisa kamu pilih, mulai dari Desain Grafis, Multimedia, Advertising, sampai Designpreneur.
12. Universitas Multimedia Nusantara (UMN)
Program studi DKV UMN menjunjung tinggi nilai-nilai kenusantaraan dan mengedepankan pengetahuan berbasis perkembangan teknologi informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Kurikulumnya juga dirancang up to date, jadi apa yang kamu pelajari relevan banget sama kebutuhan industri sekarang.
Ditambah lagi, fasilitasnya lengkap dan kamu bakal dibimbing langsung oleh pengajar profesional yang berpengalaman.
Nggak heran, kalau jurusan DKV UMN sudah diakui oleh industri dan asosiasi profesional desain, baik di tingkat nasional maupun internasional.
FAQ
1. S1 DKV gelarnya apa?
Kalau kamu ambil S1 DKV, gelar yang bakal kamu dapatkan biasanya Sarjana Desain (S.Ds.).
Tapi, di beberapa kampus ada juga yang pakai gelar Sarjana Seni (S.Sn.), tergantung DKV-nya masuk fakultas desain atau seni.
Intinya sih, dua gelar tersebut sama-sama di bidang kreatif, jadi jangan bingung, ya.
2. Jurusan DKV cocok kerja apa?
Lulusan DKV nggak cuma bisa jadi designer aja, tapi juga bisa berkarier menjadi:
- Graphic Designer
- UI/UX Designer
- Illustrator
- Animator/Motion Designer
- Creative Director
- Content Creator/Social Media Designer
- Branding Specialist
- Advertising (Periklanan)
- Game Designer
- Designpreneur (buka usaha sendiri).
3. Apakah lulusan DKV bisa kerja di BUMN?
Bisa banget! Lulusan DKV tetap punya peluang kerja di BUMN, terutama di posisi yang berhubungan sama komunikasi, branding, dan digital.
Di bawah ini beberapa posisi yang bisa kamu incar di BUMN:
- Graphic Designer (untuk kebutuhan desain internal dan kampanye)
- Content Creator/Social Media Specialist
- UI/UX Designer (untuk aplikasi atau website perusahaan)
- Branding/Corporate Communication
- Multimedia Specialist (video, animasi, dll)
- Marketing Communication (Marcom).
Mau Kuliah di Jurusan DKV? Cakrawala University Tempatnya!
Nah, itulah rekomendasi universitas yang punya jurusan DKV.
Setiap kampus pastinya punya keunggulan tersendiri dan bisa kamu sesuaikan dengan tujuan pendidikanmu nantinya.
Nah, kalau kamu mau kuliah di kampus yang nggak cuma fokus teori, tapi juga bikin kamu siap terjun ke dunia kerja, Cakrawala University jawabannya!
Cakrawala University menerapkan kurikulum berbasis industri dengan komposisi 30% teori dan 70% praktik, cocok banget buat jurusan seperti DKV yang butuh banyak jam terbang dan pengalaman langsung!
Nggak cuma itu, kamu juga bisa menikmati berbagai fasilitas pendukung yang bakal membantumu mengembangkan skill dan karier ke depannya, seperti:
- Program penyaluran kerja, didukung lebih dari 1.000 mitra perusahaan.
- Magang sejak semester pertama, bisa membangun portofolio lebih awal.
- Sistem pembelajaran E-Learning, yang terintegrasi langsung dengan konten dan materi, serta didukung oleh teknologi modern.
- Siap terjun langsung ke industri, dengan skema 3 tahun kuliah + 1 tahun praktik di tahun terakhir.
- Dosen praktisi profesional, kesempatan belajar langsung dengan tenaga pengajar yang memiliki pengalaman bertahun-tahun di industri.
Kalau kamu mau tanya-tanya lebih lanjut soal kuliah di Cakrawala University, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim admisi kami di sini, ya!