Kalau kamu tertarik berkarier di bidang keuangan, pasti pernah mendengar istilah Auditing dan Akuntansi.
Meski saling berkaitan, kedua bidang ini punya tujuan, tanggung jawab, dan pendekatan yang berbeda, lo.
Yuk, pahami perbedaan antara Auditing dan Akuntansi dalam penjelasan di bawah ini biar nggak keliru lagi!
Key Takeaways
- Akuntansi dan Auditing sama-sama berkaitan dengan keuangan, tapi punya tujuan yang berbeda. Akuntansi berfokus pada pencatatan sampai penyajian laporan keuangan, sedangkan Auditing berfokus pada pemeriksaan serta memastikan laporan tersebut sudah akurat dan sesuai standar yang berlaku.
- Selain dari fokus dan tujuannya, perbedaan Akuntansi dan Auditing juga bisa dilihat dari beberapa aspek lain, seperti fungsi, tugas, hasil akhir, pihak yang menjalankan, hingga standar yang digunakan.
- Kalau kamu mau mendalami ilmu akuntansi, jurusan Akuntansi Cakrawala University bisa jadi pilihan. Kamu akan mendapatkan pengalaman lewat proyek nyata hingga belajar menggunakan berbagai software akuntansi yang banyak digunakan di perusahaan sehingga lebih siap menghadapi dunia kerja.
Apa Perbedaan Auditing dan Akuntansi?

Sumber: Magnific
Auditing dan Akuntansi sejatinya punya persamaan, yakni sama-sama berkaitan dengan keuangan perusahaan.
Tapi dalam penerapannya, ada sejumlah perbedaan antara Auditing dan Akuntansi yang perlu kamu tahu. Berikut di antaranya:
1. Tujuan Utama
Perbedaan paling utama antara Auditing dan Akuntansi terletak pada tujuan utamanya.
Akuntansi berfokus pada penyusunan informasi keuangan, sedangkan Auditing bertugas memastikan informasi tersebut sudah akurat dan dapat dipercaya.
- Akuntansi: Mencatat, mengolah, dan menyajikan informasi keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan.
- Auditing: Memeriksa dan memberikan opini mengenai kewajaran serta keandalan laporan keuangan.
Tertarik untuk belajar ilmu akuntansi secara lebih mendalam? Kamu bisa kuliah di jurusan Akuntansi Cakrawala University!
Di Cakrawala University, pembelajarannya menggunakan kurikulum berbasis industri sehingga materinya selalu disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Kamu bisa memilih peminatan Accounting Data Analytics yang berfokus pada analisis data keuangan untuk menghasilkan insight bisnis, atau Digital & Blockchain Forensic Accounting yang mempelajari investigasi transaksi digital.
Serunya lagi, pembelajarannya sudah terintegrasi dengan teknologi lewat penggunaan software akuntansi, Enterprise Resource Planning (ERP), sampai digital financial reporting yang banyak digunakan di perusahaan besar, lo!

2. Fungsi
Nggak cuma tujuan, Auditing dan Akuntansi juga punya fungsi yang berbeda dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
Keduanya saling melengkapi supaya informasi keuangan yang dihasilkan bisa digunakan dengan baik oleh perusahaan.
- Akuntansi: Menghasilkan laporan keuangan yang menjadi dasar bagi manajemen, investor, dan pihak lain dalam mengambil keputusan.
- Auditing: Mengevaluasi dan memverifikasi laporan keuangan untuk memastikan informasi yang disajikan akurat, andal, dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Cek Juga:
- 13 Universitas dengan Jurusan Akuntansi Akreditasi A di Indonesia
- Biaya Kuliah S1 Jurusan Akuntansi, Yuk Simak!
3. Tugas dan Ruang Lingkup Kerja
Kalau dilihat dari tugasnya, Auditing dan Akuntansi juga punya peran yang berbeda.
Akuntansi bersifat konstruktif, yaitu berfokus pada proses mencatat dan menyusun informasi keuangan perusahaan.
Sementara itu, Auditing bersifat analitis karena bertugas memeriksa, mengevaluasi, dan memastikan informasi keuangan yang telah disusun sudah akurat.
- Akuntansi: Melakukan pencatatan transaksi, menyusun laporan keuangan, mengelola pembukuan, hingga menyusun laporan pendukung pajak.
- Auditing: Memeriksa laporan keuangan, mengevaluasi sistem pengendalian internal, mengumpulkan bukti audit, dan memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku.
4. Hasil Akhir atau Output Utama
Nggak cuma dari tujuan, fungsi, atau tugasnya, output utama yang dihasilkan dari kedua bidang tersebut juga berbeda, lo.
Lalu, apa perbedaan kegiatan Auditing dan Akuntansi?
- Akuntansi: Menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.
- Auditing: Menghasilkan laporan audit yang berisi opini auditor mengenai kewajaran laporan keuangan.
5. Siapa yang Melakukan Auditing dan Akuntansi?
Pihak yang melakukan Akuntansi dan Auditing berbeda karena tugas serta tanggung jawabnya juga nggak sama.
Akuntansi dilakukan oleh akuntan, sedangkan Auditing dilakukan oleh eksternal atau internal auditor yang bertugas memeriksa hasil pekerjaan akuntan.
- Akuntansi: Dilakukan oleh akuntan atau tim keuangan yang bertanggung jawab untuk mencatat transaksi, menyusun laporan keuangan, dan mengelola pembukuan perusahaan.
- Auditing: Dilakukan oleh auditor, baik auditor internal maupun auditor eksternal, yang bertugas untuk memeriksa serta mengevaluasi laporan keuangan agar sesuai dengan standar yang berlaku.
6. Standar yang Digunakan
Baik Akuntansi maupun Auditing punya standar profesional yang jadi pedoman dalam pelaksanaannya.
- Akuntansi: Mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) sebagai pedoman dalam mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan.
- Auditing: Mengacu pada Standar Audit (SA) sebagai pedoman auditor saat memeriksa laporan keuangan dan memberikan opini atas hasil pemeriksaannya.
7. Fokus Pekerjaan
Perbedaan antara Auditing dan Akuntansi terakhir bisa dilihat dari fokus pekerjaannya.
Secara garis besar, Akuntansi lebih banyak berfokus pada proses menyusun informasi keuangan perusahaan.
Kalau Auditing fokus utamanya untuk memastikan informasi tersebut sudah benar, akurat, dan sesuai dengan standar yang berlaku.
- Akuntansi: Berfokus pada pencatatan transaksi, penyusunan, dan penyajian informasi keuangan yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
- Auditing: Berfokus pada pemeriksaan, verifikasi, dan penilaian atas informasi keuangan untuk memastikan laporan yang disajikan sudah wajar dan dapat dipercaya.
Tabel Perbedaan Auditing dan Akuntansi
Supaya kamu bisa mendapatkan gambaran terlebih dahulu mengenai perbedaan Auditing dan Akuntansi, simak tabel perbandingannya:
Contoh Perbedaan Kegiatan Auditing dan Akuntansi

Sumber: Magnific
Biar lebih paham soal perbedaan antara Auditing dan Akuntansi ada contoh yang bisa kamu simak.
Misalnya, sebuah perusahaan melakukan transaksi penjualan senilai Rp100 juta. Baik, Akuntansi maupun Auditing akan melakukan hal berikut:
- Akuntansi: Mencatat transaksi tersebut ke dalam pembukuan, mengelola data keuangan, dan menyajikannya dalam laporan keuangan perusahaan.
- Auditing: Memeriksa apakah transaksi tersebut benar-benar terjadi dengan mengecek bukti pendukung, seperti invoice, bukti pembayaran, atau dokumen terkait lainnya.
Nah, dari contoh di atas, bisa kamu lihat bahwa Akuntansi bertugas untuk menyusun informasi keuangan.
Di sisi lain, Auditing itu lebih fokus untuk memeriksa dan memastikan informasi tersebut sudah akurat dan bisa dipercaya.
Cek Juga:
- 10 Universitas Swasta Jurusan Akuntansi Terbaik di Jakarta
- 9 Beasiswa Akuntansi di Indonesia, Cek Benefit & Syaratnya!
FAQ
1. Apakah Auditing termasuk bidang Akuntansi?
Ya, Auditing termasuk bagian dari bidang Akuntansi.
Auditing menggunakan ilmu akuntansi untuk memeriksa dan menilai laporan keuangan perusahaan. Tapi keduanya punya fokus yang berbeda.
2. Mana yang lebih baik, Auditing atau Akuntansi?
Nggak ada yang lebih baik karena keduanya punya peran yang berbeda.
Akuntansi cocok untuk kamu yang tertarik mencatat, mengelola, dan menyusun laporan keuangan.
Sementara itu, Auditing lebih cocok kalau kamu hobi memeriksa data, suka menganalisis laporan, dan mencari tahu apakah informasi keuangan sudah benar.
3. Apa perbedaan pekerjaan Akuntan dan Auditor?
Akuntan bertugas untuk mencatat transaksi, mengelola data keuangan, dan menyusun laporan keuangan perusahaan.
Sementara itu, Auditor bertugas untuk memeriksa laporan keuangan tersebut, mengevaluasi bukti pendukung, dan memastikan informasi yang disajikan sudah akurat dan sesuai standar.
Mau Jadi Profesional di Bidang Keuangan? Kuliah di Cakrawala University Aja!
Nah, itu dia beberapa perbedaan antara Auditing dan Akuntansi yang perlu kamu ketahui.
Memahami perbedaannya bisa membantumu lebih mengenal peran masing-masing bidang dalam dunia keuangan.
Kalau kamu tertarik mendalami ilmu keuangan dan akuntansi, jurusan Akuntansi Cakrawala University bisa jadi pilihan!
Selama kuliah, kamu bakal mendapatkan pembelajaran yang seimbang antara teori dan praktik sehingga lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja setelah lulus.
Nggak cuma itu, kamu juga bisa memanfaatkan berbagai fasilitas pendukung karier untuk mengembangkan skill dan pengalaman:
- Program penyaluran kerja: Terhubung dengan 1.000+ perusahaan mitra.
- Magang sejak semester awal: Kamu bisa mengasah kemampuan sejak awal dan mempersiapkan portofolio agar lebih maksimal.
- Skema 3 tahun kuliah + 1 tahun praktik: Lebih siap terjun ke dunia profesional setelah lulus lewat kurikulum berbasis industri.
- Sistem pembelajaran e-learning: Terintegrasi langsung dengan konten dan materi, serta didukung oleh teknologi modern.
- Dosen praktisi profesional: Belajar langsung dari tenaga pengajar yang ahli di bidangnya.
Yuk, mulai langkahmu untuk kuliah dan bekerja di bidang keuangan bersama Cakrawala University. Daftar sekarang atau konsultasi gratis di sini!