5 Jurusan Kuliah untuk Translator dan Skill yang Dibutuhkan

Rekomendasi Jurusan
Tayang 24 August 2026
Diperbarui 24 August 2026
Waktu Baca 7 minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Dita Feby Indriani

Suka bahasa asing dan kepikiran menjadikannya sebagai karier? Profesi translator bisa jadi salah satu pilihan.

Menariknya, jurusan kuliah untuk jadi translator ternyata nggak cuma Sastra Inggris.

Apa sajakah itu? Yuk, kita bahas jurusan kuliah yang cocok untuk jadi translator dan apa saja yang bakal kamu pelajari di dalamnya!

 

Key Takeaways

 

  • Ada banyak jurusan yang bisa jadi jalan untuk bekerja sebagai translator, mulai dari Sastra Asing, Linguistik, Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, atau Pendidikan Bahasa.
  • Jago bahasa asing saja belum cukup. Translator juga perlu punya skill writing, research, editing, memahami konteks budaya, sampai menguasai tools penerjemahan agar hasil terjemahannya tetap akurat dan natural.
  • Kalau ingin kuliah dengan pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan industri, kamu bisa mempertimbangkan Cakrawala University. Di sini, kamu bisa belajar lewat kurikulum berbasis industri, dosen praktisi, dan dukungan karier sejak awal kuliah. 

 

Apa Saja Jurusan Kuliah untuk Jadi Translator?

 

Apa Saja Jurusan Kuliah untuk Jadi Translator

Sumber: Magnific

 

Ada beberapa jurusan yang bisa kamu pilih untuk menjadi translator, mulai dari Sastra Asing, Linguistik, Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, hingga Pendidikan Bahasa. Yuk kita bahas masing-masing perbedaannya!

 

1. Sastra Asing

Sastra Asing jadi salah satu jurusan yang paling nyambung buat kamu yang ingin bekerja sebagai translator.

Di sini, kamu nggak cuma belajar bahasa asing sampai lancar, tapi juga belajar memahami cara bahasa itu dipakai dalam tulisan, percakapan, sampai budaya sehari-hari.

Beberapa hal yang biasanya dipelajari:

 

  • Grammar dan struktur bahasa
  • Reading dan writing
  • Translation atau penerjemahan
  • Linguistik
  • Analisis teks

 

Supaya kemampuan bahasamu makin meyakinkan saat masuk dunia kerja, kamu juga bisa ambil sertifikasi bahasa, seperti JLPT untuk bahasa Jepang, HSK untuk Mandarin, atau TOPIK untuk bahasa Korea.

Setelah lulus, kamu bisa masuk ke berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan bahasa, seperti translator, interpreter, subtitler, editor, sampai localization specialist.

Untuk translator di Indonesia, kisaran gajinya cukup beragam, mulai dari sekitar Rp5 juta hingga Rp12 juta per bulan, bahkan bisa lebih tinggi kalau kamu menguasai bahasa yang cukup dicari atau punya spesialisasi tertentu.

 

2. Linguistik

Pernah kepikiran kenapa satu kalimat bisa punya arti yang berbeda tergantung siapa yang ngomong atau situasinya?

Hal-hal seperti itu bakal banyak kamu temui di jurusan Linguistik.

Jurusan ini lebih fokus membahas gimana bahasa bekerja, mulai dari bunyi, kata, kalimat, sampai makna di baliknya.

Beberapa materi yang biasanya dipelajari:

 

  • Fonetik dan fonologi
  • Morfologi
  • Sintaksis
  • Semantik
  • Pragmatik

 

Lulusan Linguistik bisa bekerja sebagai translator, editor, language specialist, researcher, sampai language analyst.

Peluang kerjanya juga cukup beragam, mulai dari perusahaan penerjemahan dan lokalisasi seperti TransPerfect, hingga lembaga internasional seperti United Nations (UN).

Kalau masuk ke bidang penerjemahan, kisaran penghasilannya bisa mulai dari sekitar Rp5 juta hingga Rp12 juta per bulan, tergantung pengalaman, bahasa yang dikuasai, dan jenis proyek yang dikerjakan.

 


 

Cek juga:

 

 


 

3. Ilmu Komunikasi

Ilmu Komunikasi memang bukan jurusan yang khusus belajar penerjemahan, tapi masih nyambung kok, apalagi kalau kamu tertarik dengan bahasa sekaligus media dan konten.

Jurusan ini juga lebih cocok kalau nantinya kamu ingin bekerja di area seperti subtitle, content localization, atau komunikasi untuk audiens dari negara yang berbeda.

Beberapa hal yang biasanya dipelajari:

 

  • Public speaking
  • Media dan broadcasting
  • Public relations
  • Digital communication
  • Komunikasi lintas budaya

 

Kalau kamu tertarik jadi translator yang banyak bekerja dengan konten digital, media, atau brand, skill menerjemahkan saja belum cukup.

Kamu juga perlu paham bagaimana sebuah pesan disesuaikan supaya tetap terasa natural untuk audiens yang berbeda.

Nah, Ilmu Komunikasi di Cakrawala University bisa bantu kamu mengembangkan skill tersebut.

Lewat Influencer Lab, kamu akan belajar membuat konten, memahami audience, membangun personal branding, hingga menjalankan digital campaign.

Kamu juga akan mendapat Creator Commercial Exposure untuk memahami brand collaboration, monetization, dan cara sebuah pesan dikemas untuk kebutuhan komersial.

Skill seperti ini cukup relevan kalau nantinya kamu tertarik masuk ke bidang content translation, transcreation, subtitling, atau localization.

 

4. Hubungan Internasional

Hubungan Internasional bisa jadi pilihan yang menarik kalau kamu ingin jadi translator di bidang yang dekat dengan diplomasi, bisnis global, atau organisasi internasional.

Soalnya, kamu akan cukup sering berhadapan dengan istilah asing, isu global, dokumen internasional, sampai komunikasi dengan orang dari latar budaya yang berbeda.

Bekal ini bisa bantu kamu memahami konteks di balik bahasa yang diterjemahkan, bukan cuma mengubah kata dari satu bahasa ke bahasa lain.

Beberapa hal yang biasanya dipelajari:

 

  • Diplomasi
  • Politik internasional
  • Organisasi internasional
  • Komunikasi lintas budaya
  • Negosiasi

 

Setelah lulus, kamu bisa mengarah ke pekerjaan seperti translator, interpreter, international relations officer, diplomatic staff, atau communication officer.

Peluangnya bisa ditemukan di lembaga seperti Kementerian Luar Negeri RI, ASEAN Secretariat, United Nations (UN), kedutaan besar, hingga perusahaan multinasional.

Untuk posisi translator di Indonesia, kisaran gajinya sekitar Rp10 juta–Rp13 juta per bulan, sedangkan beberapa pekerjaan interpreter bahasa asing berada di kisaran Rp8 juta–Rp12 juta per bulan.

 

5. Pendidikan Bahasa

Pendidikan Bahasa nggak cuma cocok buat kamu yang ingin jadi guru.

Selama kuliah, kamu tetap akan banyak belajar soal bahasa, cara menyampaikannya dengan tepat, sampai memahami kesalahan penggunaan bahasa, skill yang ternyata cukup kepakai juga di bidang translator.

Beberapa hal yang biasanya dipelajari:

 

  • Grammar dan struktur bahasa
  • Speaking dan listening
  • Linguistik dasar
  • Academic writing
  • Cross-cultural communication

 

Pilihan kariernya juga nggak berhenti di dunia pendidikan. Kamu bisa bekerja sebagai translator, interpreter, editor, language tutor, content writer, sampai language specialist.

Kalau masuk ke bidang translation, kisaran gajinya bisa berada di sekitar Rp5 juta hingga Rp12 juta per bulan, sedangkan penghasilannya bisa lebih tinggi kalau kamu punya sertifikasi bahasa atau menangani proyek yang lebih spesifik.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Apa Bedanya Translator dan Interpreter?

Meski sama-sama menerjemahkan bahasa, translator dan interpreter punya cara kerja yang berbeda.

 

  • Translator fokus menerjemahkan bahasa dalam bentuk tulisan, seperti dokumen, artikel, buku, subtitle, website, atau materi bisnis.
  • Interpreter menerjemahkan bahasa secara lisan, biasanya secara langsung saat meeting, konferensi, interview, atau acara internasional.

 

Jadi, translator lebih membutuhkan ketelitian dalam writing, grammar, dan pemilihan istilah, sedangkan interpreter perlu punya kemampuan listening, speaking, dan berpikir cepat karena harus menerjemahkan percakapan secara real-time.

 

Skill yang Harus Dimiliki Selain Jago Bahasa Asing

Jago bahasa asing memang jadi modal utama, tapi itu saja belum cukup untuk jadi translator yang bagus.

Kamu juga perlu beberapa skill lain supaya hasil terjemahan tetap akurat, natural, dan enak dibaca.

Beberapa skill yang penting untuk dimiliki:

 

  • Writing skill, terutama dalam bahasa yang menjadi hasil terjemahan
  • Research skill untuk mencari arti istilah atau konteks yang belum familiar
  • Ketelitian dalam mengecek nama, angka, istilah, dan detail kecil
  • Pemahaman budaya supaya terjemahan nggak terasa terlalu literal
  • Editing dan proofreading untuk mengecek kembali grammar, typo, pilihan kata, konsistensi istilah, dan memastikan hasil terjemahan tetap sesuai 
  • Time management, terutama kalau bekerja dengan deadline
  • Penguasaan CAT tools seperti Trados Studio, memoQ, Wordfast, atau Phrase

 

FAQ

1. Apakah lulusan nonbahasa bisa menjadi translator?

Bisa. Bahkan, lulusan dari bidang seperti hukum, bisnis, atau teknologi bisa punya keunggulan kalau ingin menjadi translator spesialis. Misalnya, lulusan Hukum yang menguasai bahasa asing bisa lebih mudah memahami istilah dalam dokumen legal.

2. Apakah translator bisa bekerja secara freelance?

Bisa banget. Banyak translator bekerja secara freelance untuk menangani proyek seperti dokumen, subtitle, artikel, website, sampai materi bisnis. Biasanya, semakin kuat portofolio dan spesialisasi yang kamu punya, semakin besar juga peluang mendapat proyek dengan rate yang lebih tinggi.

3. Bahasa asing apa yang bagus dipelajari untuk jadi translator?

Bahasa Inggris masih menjadi salah satu yang paling banyak digunakan, tapi bahasa seperti Mandarin, Jepang, Korea, Arab, Jerman, dan Prancis juga punya peluang tersendiri. Pilihan terbaik sebaiknya disesuaikan dengan minat, kemampuan, dan bidang kerja yang ingin kamu tuju.

 

Masih Bingung Pilih Jurusan yang Cocok? Gabung Cakrawala University Aja!

Kalau kamu masih mempertimbangkan jurusan kuliah yang punya prospek kerja luas, relevan dengan kebutuhan industri, dan bisa membantu membangun karier sejak awal, Cakrawala University punya berbagai pilihan program studinya kok.

Di Cakrawala University, kamu nggak cuma belajar teori, tetapi juga dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja lewat pengalaman yang lebih praktis dan dekat dengan industri.

Beberapa program pendukung yang bisa kamu dapatkan antara lain:

 

  • Magang sejak semester pertama: Mulai membangun pengalaman profesional sejak awal kuliah.
  • Program penyaluran kerja: Membuka akses ke lebih dari 1.000 perusahaan mitra dari berbagai industri.
  • Kurikulum berbasis industri: Materi kuliah disusun agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
  • Dosen praktisi: Belajar langsung dari pengajar yang punya pengalaman di bidangnya.
  • Project-based learning: Mengembangkan skill melalui proyek nyata sekaligus membangun portofolio.

 

Kamu bisa cari tahu lebih lanjut tentang pilihan program di Cakrawala University atau konsultasikan jurusan yang paling sesuai dengan minat dan rencana kariermu bersama tim Admission!

Banner Picture

Kategori:

Rekomendasi Jurusan

Cakrawala

Share

Penulis

Dita Feby Indriani

Dita adalah SEO Content Writer yang berfokus pada topik pendidikan dan karier. Selama lebih dari 3 tahun, ia menulis berbagai artikel yang membantu siswa dan calon mahasiswa memahami pilihan jurusan, jalur masuk kuliah, serta prospek karier. Dalam setiap tulisannya, Dita mengutamakan riset yang akurat dan penyajian informasi yang jelas agar mudah dipahami pembaca.

Artikel Lainnya
Logo Cakrawala Black

Cakrawala University – Sudirman Campus

The Landmark Center, Jl. Jenderal Sudirman No.Kav 1 Lantai 9, RT.3/RW.3, Setia Budi, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12910

Cakrawala University – Kemang Campus

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.