Punya ketertarikan sama desain ruangan dan kepikiran untuk jadi interior designer? Wajar kalau kamu kemudian bertanya, jadi desain interior jurusan apa, sih?
Pilihannya ternyata nggak cuma jurusan Desain Interior aja, loh!
Biar nggak salah pilih jurusan, yuk, kenali dulu jalur yang paling cocok buat kamu, apa bedanya satu sama lain, dan skill apa yang perlu disiapkan dari sekarang!
Key Takeaways
- Desain Interior adalah jurusan yang paling direct kalau kamu ingin menjadi interior designer karena pembelajarannya memang fokus pada ruang, material, furniture, lighting, dan visualisasi.
- Arsitektur, DKV, dan Teknik Sipil tetap bisa jadi jalur alternatif, tapi kamu perlu menambah skill seperti space planning, gambar teknik, software 3D, pemahaman material, dan portfolio project.
- Kalau minatmu lebih condong ke visual, branding, ilustrasi, dan media digital, DKV Cakrawala University bisa jadi alternatif. Kamu akan didukung kurikulum berbasis industri, dosen praktisi, magang sejak semester awal, dan program penyaluran kerja.
Daftar Jurusan untuk Jadi Desain Interior

Sumber: Magnific
Kalau kamu pengin kerja di bidang desain interior, sebenarnya ada beberapa jurusan yang bisa jadi jalan masuk.
Yang paling jelas tentu Desain Interior. Tapi jurusan seperti Arsitektur, DKV, sampai Teknik Sipil juga masih punya ilmu yang nyambung. Yuk, kita cari tahu lebih lanjut setiap jurusan!
1. Desain Interior
Kalau dari awal kamu memang sudah yakin ingin jadi interior designer, jurusan Desain Interior adalah pilihan yang paling pas.
Di jurusan ini, kamu akan belajar cara merancang sebuah ruang supaya bukan cuma bagus secara visual, tapi juga nyaman dan sesuai kebutuhan orang yang menggunakannya.
Beberapa mata kuliah yang dipelajari di jurusan ini adalah:
- Perancangan Interior
- Space Planning
- Material Interior
- Furniture Design
- Lighting Design
- Konstruksi Interior
Selain materi kuliah, kamu juga akan sangat terbantu kalau menguasai software seperti AutoCAD untuk gambar teknis, SketchUp atau 3ds Max untuk membuat model 3D, serta Enscape atau V-Ray untuk rendering.
Satu hal lain yang jangan disepelekan adalah portfolio. Di bidang desain, orang ingin melihat apa yang benar-benar bisa kamu kerjakan.
Jadi, semakin banyak project yang bisa kamu masukkan ke portfolio, semakin mudah juga menunjukkan kemampuanmu saat melamar kerja atau mengambil project freelance.
2. Arsitektur
Kalau Desain Interior fokus ke bagian dalam ruang, Arsitektur punya cakupan yang lebih luas karena mempelajari bangunan secara keseluruhan.
Makanya, Arsitektur masih cukup dekat dengan dunia interior. Kamu akan terbiasa memahami bentuk ruang, fungsi bangunan, sampai gimana kita menggunakan sebuah bangunan.
Beberapa mata kuliah yang bisa menjadi bekal antara lain:
- Studio Perancangan Arsitektur
- Gambar Arsitektur
- Perancangan Ruang
- Teknologi Bangunan
- Utilitas Bangunan
- CAD
- Building Information Modeling (BIM)
Kalau kamu lulusan Arsitektur dan ingin fokus menjadi interior designer, biasanya kamu perlu memperdalam beberapa hal yang lebih spesifik ke interior.
Software seperti AutoCAD, Revit, SketchUp, 3ds Max, dan Enscape juga cukup berguna.
Cek juga:
- 9 Jurusan yang Berhubungan dengan Desain dan Prospek Kerjanya
- 12 Daftar Universitas Jurusan Desain Grafis di Jakarta
3. Desain Komunikasi Visual
Nah, kalau DKV, jalurnya memang nggak nyambung langsung seperti Desain Interior atau Arsitektur. DKV lebih banyak membahas gimana sebuah ide atau pesan disampaikan lewat visual.
Terus, kenapa masih bisa nyambung ke desain interior?
Karena sebuah ruang sekarang sering kali nggak cuma perlu terlihat bagus, tapi juga harus punya identitas visual yang kuat.
Bayangkan sebuah toko sneakers. Interior designer mungkin mengatur layout toko, pencahayaan, rak, dan materialnya.
Sementara orang dengan background DKV bisa ikut mengerjakan signage, mural, visual branding, wayfinding, graphic installation, sampai tampilan visual yang membuat tokonya terasa punya karakter.
Beberapa mata kuliah DKV yang bisa membantu antara lain:
- Teori Warna
- Komposisi Visual
- Branding
- Visual Identity
- Environmental Graphic Design
- Exhibition Design
- Design Thinking
Tapi ingat, skill software juga perlu diperluas. Selain Adobe Illustrator dan Photoshop, kamu sebaiknya belajar AutoCAD, Blender atau 3ds Max, dan software rendering seperti Enscape atau V-Ray.
Kalau kamu merasa bagian yang paling menarik dari dunia interior justru ada di visual branding, exhibition design, atau environmental graphic design, Jurusan Visual Communication Design Cakrawala University bisa jadi jalur yang lebih dekat dengan minatmu.
Lewat Career Ready Program, proses belajarnya juga diarahkan agar dekat dengan kebutuhan industri.
Kamu berkesempatan mengerjakan real project bersama perusahaan mitra sekaligus mulai magang sejak semester awal.
Selain itu, tersedia IP Incubator untuk membantu mengembangkan karya dan ide kreatif menjadi IP yang punya potensi komersial.
Cakrawala University juga didukung 1.000+ perusahaan mitra melalui program penyaluran kerja untuk membantu mahasiswa mempersiapkan karier.

4. Teknik Sipil
Jurusan ini lebih fokus ke bagaimana bangunan bisa berdiri dengan aman, kuat, dan efisien. Kamu akan banyak belajar tentang struktur, konstruksi, material, biaya, sampai pengelolaan proyek.
Meski begitu, pengetahuan ini tetap berguna banget dalam proyek interior, terutama kalau project-nya melibatkan renovasi atau pekerjaan konstruksi.
Beberapa mata kuliah yang sesuai antara lain:
- Material Konstruksi
- Teknologi Konstruksi
- Struktur Bangunan
- Rencana Anggaran Biaya (RAB)
- Building Information Modeling
- Manajemen Konstruksi
Kalau kamu dari Teknik Sipil dan ingin pindah lebih jauh ke sisi desain interior, bagian yang perlu dikejar justru kemampuan desainnya.
Lulusan Teknik Sipil juga nggak harus langsung memaksakan diri masuk sebagai interior designer.
Kamu bisa mulai dari posisi yang masih dekat dengan background-mu, seperti Interior Project Coordinator, Site Engineer, Interior Contractor, Quantity Surveyor, atau Project Manager.
Cek juga:
- 20 Universitas Swasta Jurusan DKV Terbaik di Indonesia
- 11 Universitas Swasta Jurusan DKV Terbaik di Jakarta
- S1 Jurusan Desain Komunikasi Visual
Apa Bedanya Desain Interior, Arsitektur, dan DKV?
Desain Interior, Arsitektur, dan DKV sama-sama masuk ke dunia kreatif, tapi fokusnya cukup berbeda.
Singkatnya, Desain Interior fokus ke ruang di dalam bangunan, Arsitektur melihat bangunan secara lebih menyeluruh, sedangkan DKV fokus ke komunikasi visual.
Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Interior Designer
Jadi interior designer butuh kombinasi antara kemampuan kreatif, teknis, dan komunikasi.
Beberapa skill berikut penting supaya kamu bisa merancang ruang yang nggak cuma estetik, tapi juga nyaman dan bisa diwujudkan.
- Space Planning: Kemampuan mengatur layout, posisi furniture, dan alur gerak agar ruang terasa nyaman, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya.
- Ergonomi dan Antropometri: Membantu kamu merancang furniture dan ruang berdasarkan ukuran serta gerak tubuh manusia supaya hasil desain lebih nyaman dan aman digunakan.
- Sense of Color dan Visual Composition: Mampu memadukan warna, bentuk, tekstur, dan elemen visual agar ruang terlihat menarik, seimbang, dan punya suasana yang sesuai konsep.
- Pemahaman Material dan Finishing: Kamu perlu tahu karakter kayu, kaca, batu, metal, kain, dan material lain agar bisa memilih yang tepat dari sisi fungsi, tampilan, dan perawatan.
- Gambar Teknik: Digunakan untuk menerjemahkan ide desain menjadi floor plan, elevation, section, dan detail drawing yang bisa dipahami kontraktor maupun tim proyek.
- 3D Modeling dan Visualization: Membantu membuat gambaran ruang secara tiga dimensi agar konsep desain lebih mudah dipahami sebelum benar-benar dibangun atau direnovasi.
- AutoCAD dan Software Desain: Software seperti AutoCAD, SketchUp, Revit, atau 3ds Max membantu proses menggambar, membuat model, hingga mengembangkan desain dengan lebih presisi.
- Communication Skill: Untuk menjelaskan ide, paham kebutuhan klien, menerima feedback, serta berkoordinasi dengan arsitek, kontraktor, vendor, dan supplier.
- Problem Solving: Perlu cepat mencari solusi saat menghadapi perubahan ukuran ruang, keterbatasan budget, material habis, atau kendala lain di lapangan.
- Project Management: Mengatur timeline, budget, vendor, hingga proses instalasi agar proyek berjalan rapi dan hasil akhirnya tetap sesuai dengan konsep desain.
FAQ
1. Software apa yang perlu dikuasai interior designer?
Beberapa software yang cukup sering digunakan antara lain AutoCAD, SketchUp, Revit, 3ds Max, Blender, Enscape, dan V-Ray. Nggak harus menguasai semuanya sekaligus, kamu bisa mulai dari yang paling sering dipakai.
2. Apakah sertifikasi penting untuk jadi interior designer?
Bisa, tapi perlu menambah skill seperti space planning, gambar teknik, material interior, lighting, ergonomi, dan software 3D. DKV sendiri lebih dekat ke visual branding dan komunikasi visual.
3. Apakah harus jago gambar untuk masuk jurusan Desain Interior?
Nggak harus langsung jago. Kemampuan menggambar memang membantu, tapi kamu juga akan belajar visualisasi, gambar teknik, komposisi, sampai software desain selama kuliah.
Kalau Lebih Tertarik ke Visual, DKV Bisa Jadi Alternatif!
Desain Interior memang cocok buat kamu yang suka merancang ruang.
Tapi kalau kamu emang lebih menikmati olah visual, membuat identitas brand, ilustrasi, konten digital, atau campaign kreatif, Jurusan DKV bisa jadi pilihan yang lebih sesuai.
Di Jurusan Visual Communication Design Cakrawala University, kamu akan belajar bagaimana visual digunakan untuk menyampaikan pesan dan membangun komunikasi yang kuat di berbagai media.
Selama kuliah, kamu juga akan didukung lewat:
- Magang sejak semester pertama: Mulai membangun pengalaman dan portofolio lebih awal.
- Program penyaluran kerja: Membuka akses ke lebih dari 1.000 perusahaan mitra.
- Kurikulum berbasis industri: Materi dibuat relevan dengan kebutuhan dunia kreatif.
- Dosen praktisi: Belajar dari pengajar yang punya pengalaman langsung di industri.
- Project-based learning: Mengembangkan skill melalui proyek yang bisa memperkuat portofolio.
Jadi, kalau kamu merasa minatmu lebih condong ke desain visual dibanding desain ruang, DKV bisa menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan. Kamu juga bisa konsultasikan pilihan jurusanmu dengan tim Admission sekarang juga!