Desain Interior Jurusan Apa? Ini 4 Pilihan Jurusannya!

School of Communication and Design
Tayang 31 August 2026
Diperbarui 31 August 2026
Waktu Baca 7 minutes

Sudah Direview Oleh Galuh P. Prameswari, S.Sos., BCommun, M.Sc.

Ditulis oleh

Dita Feby Indriani

Punya ketertarikan sama desain ruangan dan kepikiran untuk jadi interior designer? Wajar kalau kamu kemudian bertanya, jadi desain interior jurusan apa, sih?

Pilihannya ternyata nggak cuma jurusan Desain Interior aja, loh!

Biar nggak salah pilih jurusan, yuk, kenali dulu jalur yang paling cocok buat kamu, apa bedanya satu sama lain, dan skill apa yang perlu disiapkan dari sekarang!

 

Key Takeaways

 

  • Desain Interior adalah jurusan yang paling direct kalau kamu ingin menjadi interior designer karena pembelajarannya memang fokus pada ruang, material, furniture, lighting, dan visualisasi.
  • Arsitektur, DKV, dan Teknik Sipil tetap bisa jadi jalur alternatif, tapi kamu perlu menambah skill seperti space planning, gambar teknik, software 3D, pemahaman material, dan portfolio project.
  • Kalau minatmu lebih condong ke visual, branding, ilustrasi, dan media digital, DKV Cakrawala University bisa jadi alternatif. Kamu akan didukung kurikulum berbasis industri, dosen praktisi, magang sejak semester awal, dan program penyaluran kerja.

 

Daftar Jurusan untuk Jadi Desain Interior

 

desain interior jurusan apa saja

Sumber: Magnific

 

Kalau kamu pengin kerja di bidang desain interior, sebenarnya ada beberapa jurusan yang bisa jadi jalan masuk.

Yang paling jelas tentu Desain Interior. Tapi jurusan seperti Arsitektur, DKV, sampai Teknik Sipil juga masih punya ilmu yang nyambung. Yuk, kita cari tahu lebih lanjut setiap jurusan!

 

1. Desain Interior

Kalau dari awal kamu memang sudah yakin ingin jadi interior designer, jurusan Desain Interior adalah pilihan yang paling pas.

Di jurusan ini, kamu akan belajar cara merancang sebuah ruang supaya bukan cuma bagus secara visual, tapi juga nyaman dan sesuai kebutuhan orang yang menggunakannya.

Beberapa mata kuliah yang dipelajari di jurusan ini adalah:

 

  • Perancangan Interior
  • Space Planning
  • Material Interior
  • Furniture Design
  • Lighting Design
  • Konstruksi Interior

 

Selain materi kuliah, kamu juga akan sangat terbantu kalau menguasai software seperti AutoCAD untuk gambar teknis, SketchUp atau 3ds Max untuk membuat model 3D, serta Enscape atau V-Ray untuk rendering.

Satu hal lain yang jangan disepelekan adalah portfolio. Di bidang desain, orang ingin melihat apa yang benar-benar bisa kamu kerjakan.

Jadi, semakin banyak project yang bisa kamu masukkan ke portfolio, semakin mudah juga menunjukkan kemampuanmu saat melamar kerja atau mengambil project freelance.

 

2. Arsitektur

Kalau Desain Interior fokus ke bagian dalam ruang, Arsitektur punya cakupan yang lebih luas karena mempelajari bangunan secara keseluruhan.

Makanya, Arsitektur masih cukup dekat dengan dunia interior. Kamu akan terbiasa memahami bentuk ruang, fungsi bangunan, sampai gimana kita menggunakan sebuah bangunan.

Beberapa mata kuliah yang bisa menjadi bekal antara lain:

 

  • Studio Perancangan Arsitektur
  • Gambar Arsitektur
  • Perancangan Ruang
  • Teknologi Bangunan
  • Utilitas Bangunan
  • CAD
  • Building Information Modeling (BIM)

 

Kalau kamu lulusan Arsitektur dan ingin fokus menjadi interior designer, biasanya kamu perlu memperdalam beberapa hal yang lebih spesifik ke interior.

Software seperti AutoCAD, Revit, SketchUp, 3ds Max, dan Enscape juga cukup berguna.

 


 

Cek juga:

 

 


 

3. Desain Komunikasi Visual

Nah, kalau DKV, jalurnya memang nggak nyambung langsung seperti Desain Interior atau Arsitektur. DKV lebih banyak membahas gimana sebuah ide atau pesan disampaikan lewat visual.

Terus, kenapa masih bisa nyambung ke desain interior?

Karena sebuah ruang sekarang sering kali nggak cuma perlu terlihat bagus, tapi juga harus punya identitas visual yang kuat.

Bayangkan sebuah toko sneakers. Interior designer mungkin mengatur layout toko, pencahayaan, rak, dan materialnya.

Sementara orang dengan background DKV bisa ikut mengerjakan signage, mural, visual branding, wayfinding, graphic installation, sampai tampilan visual yang membuat tokonya terasa punya karakter.

Beberapa mata kuliah DKV yang bisa membantu antara lain:

 

  • Teori Warna
  • Komposisi Visual
  • Branding
  • Visual Identity
  • Environmental Graphic Design
  • Exhibition Design
  • Design Thinking

 

Tapi ingat, skill software juga perlu diperluas. Selain Adobe Illustrator dan Photoshop, kamu sebaiknya belajar AutoCAD, Blender atau 3ds Max, dan software rendering seperti Enscape atau V-Ray.

Kalau kamu merasa bagian yang paling menarik dari dunia interior justru ada di visual branding, exhibition design, atau environmental graphic design, Jurusan Visual Communication Design Cakrawala University bisa jadi jalur yang lebih dekat dengan minatmu.

Lewat Career Ready Program, proses belajarnya juga diarahkan agar dekat dengan kebutuhan industri.

Kamu berkesempatan mengerjakan real project bersama perusahaan mitra sekaligus mulai magang sejak semester awal.

Selain itu, tersedia IP Incubator untuk membantu mengembangkan karya dan ide kreatif menjadi IP yang punya potensi komersial.

Cakrawala University juga didukung 1.000+ perusahaan mitra melalui program penyaluran kerja untuk membantu mahasiswa mempersiapkan karier.

 

Banner-DKV

 

4. Teknik Sipil

Jurusan ini lebih fokus ke bagaimana bangunan bisa berdiri dengan aman, kuat, dan efisien. Kamu akan banyak belajar tentang struktur, konstruksi, material, biaya, sampai pengelolaan proyek.

Meski begitu, pengetahuan ini tetap berguna banget dalam proyek interior, terutama kalau project-nya melibatkan renovasi atau pekerjaan konstruksi.

Beberapa mata kuliah yang sesuai antara lain:

 

  • Material Konstruksi
  • Teknologi Konstruksi
  • Struktur Bangunan
  • Rencana Anggaran Biaya (RAB)
  • Building Information Modeling
  • Manajemen Konstruksi

 

Kalau kamu dari Teknik Sipil dan ingin pindah lebih jauh ke sisi desain interior, bagian yang perlu dikejar justru kemampuan desainnya.

Lulusan Teknik Sipil juga nggak harus langsung memaksakan diri masuk sebagai interior designer.

Kamu bisa mulai dari posisi yang masih dekat dengan background-mu, seperti Interior Project Coordinator, Site Engineer, Interior Contractor, Quantity Surveyor, atau Project Manager.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Apa Bedanya Desain Interior, Arsitektur, dan DKV?

Desain Interior, Arsitektur, dan DKV sama-sama masuk ke dunia kreatif, tapi fokusnya cukup berbeda.

Singkatnya, Desain Interior fokus ke ruang di dalam bangunan, Arsitektur melihat bangunan secara lebih menyeluruh, sedangkan DKV fokus ke komunikasi visual. 

 

Aspek

Desain Interior

Arsitektur

DKV

Fokus utama

Merancang ruang interior agar fungsional dan nyaman 

Merancang bangunan secara keseluruhan 

Menyampaikan pesan lewat visual 

Yang banyak dipelajari

Layout ruang, furniture, material, lighting, ergonomi

Bentuk bangunan, ruang, struktur, material, utilitas

Branding, tipografi, ilustrasi, fotografi, visual identity 

Objek yang dirancang

Rumah, kantor, restoran, hotel, retail space

Rumah, gedung, fasilitas publik, kawasan

Logo, campaign visual, media digital, signage, visual branding 

Hubungannya dengan interior

Paling langsung

Sangat dekat karena sama-sama membahas ruang dan bangunan

Lebih banyak di sisi visual dan branding sebuah ruang 

Skill teknis

Space planning, gambar teknik, 3D visualization 

Architectural drawing, BIM, spatial planning 

Graphic design, visual communication, branding 

Software yang digunakan

AutoCAD, SketchUp, 3ds Max, Enscape, V-Ray 

AutoCAD, Revit, SketchUp, Archicad, Lumion 

Adobe Illustrator, Photoshop, InDesign, Figma 

 

Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Interior Designer

Jadi interior designer butuh kombinasi antara kemampuan kreatif, teknis, dan komunikasi.

Beberapa skill berikut penting supaya kamu bisa merancang ruang yang nggak cuma estetik, tapi juga nyaman dan bisa diwujudkan.

 

  • Space Planning: Kemampuan mengatur layout, posisi furniture, dan alur gerak agar ruang terasa nyaman, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya.
  • Ergonomi dan Antropometri: Membantu kamu merancang furniture dan ruang berdasarkan ukuran serta gerak tubuh manusia supaya hasil desain lebih nyaman dan aman digunakan.
  • Sense of Color dan Visual Composition: Mampu memadukan warna, bentuk, tekstur, dan elemen visual agar ruang terlihat menarik, seimbang, dan punya suasana yang sesuai konsep.
  • Pemahaman Material dan Finishing: Kamu perlu tahu karakter kayu, kaca, batu, metal, kain, dan material lain agar bisa memilih yang tepat dari sisi fungsi, tampilan, dan perawatan.
  • Gambar Teknik: Digunakan untuk menerjemahkan ide desain menjadi floor plan, elevation, section, dan detail drawing yang bisa dipahami kontraktor maupun tim proyek.
  • 3D Modeling dan Visualization: Membantu membuat gambaran ruang secara tiga dimensi agar konsep desain lebih mudah dipahami sebelum benar-benar dibangun atau direnovasi.
  • AutoCAD dan Software Desain: Software seperti AutoCAD, SketchUp, Revit, atau 3ds Max membantu proses menggambar, membuat model, hingga mengembangkan desain dengan lebih presisi.
  • Communication Skill: Untuk menjelaskan ide, paham kebutuhan klien, menerima feedback, serta berkoordinasi dengan arsitek, kontraktor, vendor, dan supplier.
  • Problem Solving: Perlu cepat mencari solusi saat menghadapi perubahan ukuran ruang, keterbatasan budget, material habis, atau kendala lain di lapangan.
  • Project Management: Mengatur timeline, budget, vendor, hingga proses instalasi agar proyek berjalan rapi dan hasil akhirnya tetap sesuai dengan konsep desain.

 

FAQ

1. Software apa yang perlu dikuasai interior designer?

Beberapa software yang cukup sering digunakan antara lain AutoCAD, SketchUp, Revit, 3ds Max, Blender, Enscape, dan V-Ray. Nggak harus menguasai semuanya sekaligus, kamu bisa mulai dari yang paling sering dipakai.

2. Apakah sertifikasi penting untuk jadi interior designer?

Bisa, tapi perlu menambah skill seperti space planning, gambar teknik, material interior, lighting, ergonomi, dan software 3D. DKV sendiri lebih dekat ke visual branding dan komunikasi visual.

3. Apakah harus jago gambar untuk masuk jurusan Desain Interior?

Nggak harus langsung jago. Kemampuan menggambar memang membantu, tapi kamu juga akan belajar visualisasi, gambar teknik, komposisi, sampai software desain selama kuliah.

 

Kalau Lebih Tertarik ke Visual, DKV Bisa Jadi Alternatif!

Desain Interior memang cocok buat kamu yang suka merancang ruang.

Tapi kalau kamu emang lebih menikmati olah visual, membuat identitas brand, ilustrasi, konten digital, atau campaign kreatif, Jurusan DKV bisa jadi pilihan yang lebih sesuai.

Di Jurusan Visual Communication Design Cakrawala University, kamu akan belajar bagaimana visual digunakan untuk menyampaikan pesan dan membangun komunikasi yang kuat di berbagai media.

Selama kuliah, kamu juga akan didukung lewat:

 

  • Magang sejak semester pertama: Mulai membangun pengalaman dan portofolio lebih awal.
  • Program penyaluran kerja: Membuka akses ke lebih dari 1.000 perusahaan mitra.
  • Kurikulum berbasis industri: Materi dibuat relevan dengan kebutuhan dunia kreatif.
  • Dosen praktisi: Belajar dari pengajar yang punya pengalaman langsung di industri.
  • Project-based learning: Mengembangkan skill melalui proyek yang bisa memperkuat portofolio.

 

Jadi, kalau kamu merasa minatmu lebih condong ke desain visual dibanding desain ruang, DKV bisa menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan. Kamu juga bisa konsultasikan pilihan jurusanmu dengan tim Admission sekarang juga!

Banner Picture

Kategori:

School of Communication and Design

Cakrawala

Share

Penulis

Dita Feby Indriani

Dita adalah SEO Content Writer yang berfokus pada topik pendidikan dan karier. Selama lebih dari 3 tahun, ia menulis berbagai artikel yang membantu siswa dan calon mahasiswa memahami pilihan jurusan, jalur masuk kuliah, serta prospek karier. Dalam setiap tulisannya, Dita mengutamakan riset yang akurat dan penyajian informasi yang jelas agar mudah dipahami pembaca.

Reviewer Expert

Galuh P. Prameswari, S.Sos., BCommun, M.Sc.

Galuh P. Prameswari, S.Sos., BCommun, M.Sc. merupakan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi dan DKV Cakrawala University serta lulusan Master of Communication in Digital Marketing Communication and Design dari University of Twente, Belanda. Ia berpengalaman dalam bidang public relations, brand communication, media relations, digital content strategy, serta marketing communication melalui berbagai proyek bersama brand nasional dan global.

Artikel Lainnya
Logo Cakrawala Black

Cakrawala University – Sudirman Campus

The Landmark Center, Jl. Jenderal Sudirman No.Kav 1 Lantai 9, RT.3/RW.3, Setia Budi, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12910

Cakrawala University – Kemang Campus

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.