Pernah masuk ke kafe, hotel, atau kamar yang desainnya bikin kamu langsung merasa nyaman?
Di balik ruang yang estetik, ada banyak hal yang dipikirkan, mulai dari layout, warna, pencahayaan, furnitur, sampai fungsi setiap sudutnya.
Nah, kalau kamu suka desain dan tertarik dengan cara sebuah ruang dirancang, Jurusan Desain Interior bisa jadi pilihan yang menarik, nih.
Yuk, kenal lebih jauh tentang apa yang dipelajari, skill yang dibutuhkan, sampai prospek kerjanya!
Key Takeaways
- Jurusan Desain Interior cocok buat kamu yang suka menggabungkan kreativitas, fungsi, dan kenyamanan ruang. Kamu akan belajar dari tata ruang, material, pencahayaan, sampai visualisasi desain.
- Prospek kerjanya cukup luas, mulai dari Interior Designer, 3D Visualizer, Furniture Designer, Interior Drafter, sampai Project Manager Interior.
- Kalau minatmu lebih condong ke visual, branding, ilustrasi, dan media digital, DKV Cakrawala University bisa jadi alternatif. Kamu akan didukung kurikulum berbasis industri, dosen praktisi, magang sejak semester awal, dan program penyaluran kerja.
Apa itu Jurusan Desain Interior?

Sumber: Magnific
Jurusan Desain Interior adalah jurusan yang mempelajari cara merancang bagian dalam sebuah ruang supaya nyaman, fungsional, dan menarik secara visual.
Jadi, yang dipelajari bukan cuma soal pilih warna cat atau furnitur, tapi juga tata ruang, pencahayaan, material, sampai kebutuhan orang yang akan menggunakan ruang tersebut.
Selama kuliah, kamu bakal banyak bikin konsep untuk berbagai jenis ruang, seperti rumah, kafe, kantor, hotel, atau toko.
Ide ini nantinya dituangkan lewat gambar, visualisasi 3D, dan software desain supaya hasil akhirnya bisa lebih mudah dibayangkan sebelum benar-benar diwujudkan.
Setelah lulus, kamu bakal mendapat gelar Sarjana Desain (S.Ds.). Tapi, gelarnya bisa berbeda tergantung kebijakan masing-masing kampus.
Apa Saja yang Dipelajari di Jurusan Desain Interior?
Di Jurusan Desain Interior, kamu akan belajar gimana caranya mengubah sebuah ruang jadi lebih nyaman, menarik, dan sesuai kebutuhan penggunanya.
Beberapa hal yang umumnya dipelajari antara lain:
- Dasar-dasar desain: Belajar tentang komposisi, bentuk, warna, proporsi, dan prinsip visual yang jadi dasar saat merancang ruang.
- Tata ruang: Mempelajari cara mengatur area dan furnitur supaya ruang lebih efektif, nyaman, dan mudah digunakan.
- Material interior: Mengenal berbagai jenis material seperti kayu, kaca, metal, kain, hingga finishing serta cara penggunaannya dalam desain.
- Pencahayaan: Belajar mengatur cahaya alami dan buatan supaya suasana ruang lebih nyaman sekaligus mendukung aktivitas di dalamnya.
- Gambar teknik: Belajar membuat denah, potongan, detail, dan gambar kerja yang nantinya digunakan saat desain diwujudkan.
- Visualisasi 3D: Menggunakan software desain seperti SketchUp, AutoCAD, Enscape, atau V-Ray untuk membuat gambaran ruang secara digital.
- Ergonomi: Mempelajari ukuran dan kebutuhan tubuh manusia supaya ruang dan furnitur terasa nyaman saat digunakan.
- Studio desain interior: Menggabungkan ilmu yang dipelajari untuk mengerjakan proyek desain, mulai dari rumah, kafe, kantor, retail, hingga ruang publik.
Cek juga:
- 9 Jurusan yang Berhubungan dengan Desain dan Prospek Kerjanya
- 12 Daftar Universitas Jurusan Desain Grafis di Jakarta
Siapa yang Cocok Masuk Jurusan Desain Interior?
Jurusan Desain Interior cocok buat kamu yang suka dunia desain, tapi juga senang memikirkan fungsi dan kenyamanan sebuah ruang.
Kamu nggak harus sudah jago menggambar dari awal, karena kemampuan teknis akan banyak dilatih selama kuliah.
Beberapa karakter yang biasanya cocok dengan jurusan ini antara lain:
- Suka desain dan hal-hal visual: Kamu senang memperhatikan warna, bentuk, komposisi, furnitur, atau tampilan sebuah ruangan.
- Punya kreativitas dan banyak ide: Kamu suka membayangkan gimana suatu ruang bisa diubah jadi lebih menarik atau punya suasana tertentu.
- Suka memperhatikan detail: Mulai dari ukuran furnitur, pemilihan material, pencahayaan, sampai detail kecil dalam sebuah ruangan menarik perhatianmu.
- Tertarik dengan ruang dan tata letak: Kamu sering kepikiran kenapa suatu ruangan terasa nyaman, sempit, lega, atau justru kurang efektif.
- Suka menggabungkan estetika dan fungsi: Buat kamu, desain yang bagus bukan cuma terlihat keren, tapi juga harus nyaman dan mudah digunakan.
- Nyaman mengerjakan proyek: Kuliah Desain Interior banyak melibatkan proses membuat konsep, revisi desain, presentasi, hingga menyelesaikan proyek.
Skill yang Akan Dipelajari di Jurusan Desain Interior
Kuliah Desain Interior juga akan melatih banyak skill yang nantinya kepakai saat mengerjakan proyek maupun masuk ke dunia kerja.
Skill ini mencakup kemampuan kreatif, teknis, sampai cara menyampaikan ide desain ke orang lain.
- Space Planning: Mengatur pembagian dan fungsi ruang supaya nyaman, efisien, dan sesuai kebutuhan penggunanya.
- Design Thinking: Mencari solusi desain berdasarkan masalah dan kebutuhan yang ada, bukan sekadar membuat ruang terlihat bagus.
- Technical Drawing: Membuat denah, potongan, detail furnitur, dan gambar kerja yang bisa digunakan dalam proses pengerjaan interior.
- 3D Modeling & Visualization: Mengubah konsep menjadi visual 3D menggunakan software desain agar hasil ruang lebih mudah dibayangkan.
- Material & Color Selection: Memilih warna, tekstur, material, dan finishing yang sesuai dengan konsep sekaligus fungsi ruang.
- Problem Solving: Mencari solusi saat menghadapi keterbatasan ruang, budget, material, maupun kebutuhan klien.
- Presentation & Communication: Menjelaskan konsep desain melalui moodboard, visual, gambar, dan presentasi supaya ide mudah dipahami klien atau tim.
- Project Management: Belajar mengatur proses desain mulai dari konsep, revisi, pemilihan material, sampai koordinasi saat proyek dikerjakan.
Cek juga:
- 20 Universitas Swasta Jurusan DKV Terbaik di Indonesia
- 11 Universitas Swasta Jurusan DKV Terbaik di Jakarta
- S1 Jurusan Desain Komunikasi Visual
Prospek Kerja Jurusan Desain Interior
Lulusan Desain Interior punya pilihan karier yang cukup luas, mulai dari merancang ruang, membuat visual 3D, sampai mengelola proyek interior.
Berikut beberapa prospek kerja yang bisa kamu pertimbangkan:
- Interior Designer: Merancang konsep ruang, menentukan layout, material, warna, furnitur, dan pencahayaan sesuai kebutuhan klien. Kisaran gajinya sekitar Rp5,2–7,5 juta per bulan.
- 3D Visualizer: Mengubah konsep desain menjadi visual 3D yang realistis menggunakan software seperti SketchUp, 3ds Max, Blender, Lumion, atau V-Ray. Kisaran gajinya sekitar Rp8–10 juta per bulan.
- Furniture Designer: Merancang furnitur dari sisi bentuk, fungsi, ukuran, material, sampai detail produksinya. Kisaran gajinya sekitar Rp5,8–11 juta per bulan.
- Interior Drafter: Membuat gambar kerja teknis seperti denah, potongan, detail furnitur, dan ukuran yang akan digunakan saat proyek dikerjakan. Kisaran gajinya sekitar Rp3,5–6,5 juta per bulan.
- Interior Project Manager: Mengatur jalannya proyek interior, mulai dari timeline, koordinasi tim, vendor, budget, sampai memastikan desain bisa diwujudkan sesuai rencana. Kisaran gajinya sekitar Rp8–15 juta per bulan.
- Site Supervisor Interior: Mengawasi pengerjaan interior langsung di lokasi supaya hasilnya sesuai gambar desain, material, dan standar yang sudah ditentukan. Kisaran gajinya sekitar Rp7–9 juta per bulan.
- Senior atau Lead Interior Designer: Menangani proyek yang lebih kompleks sekaligus mengarahkan tim desainer junior. Kisaran gajinya bisa mencapai Rp12–18 juta per bulan.
FAQ
1. Apa bedanya Desain Interior dan Arsitektur?
Desain Interior lebih fokus pada bagian dalam ruang, seperti layout, furnitur, material, pencahayaan, dan suasana. Sementara Arsitektur membahas bangunan secara lebih luas, mulai dari struktur, bentuk bangunan, sampai perencanaan ruang.
2. Apa bedanya Desain Interior dan DKV?
Desain Interior fokus pada ruang fisik, sedangkan DKV lebih banyak membahas komunikasi visual, seperti branding, ilustrasi, desain grafis, media digital, dan visual campaign.
3. Apakah Jurusan Desain Interior banyak tugas proyek?
Iya. Kamu akan cukup sering mengerjakan konsep desain, moodboard, gambar kerja, model 3D, presentasi, sampai proyek studio. Karena itu, jurusan ini cocok buat kamu yang suka belajar lewat praktik.
Kalau Lebih Tertarik ke Visual, DKV Bisa Jadi Alternatif!
Desain Interior memang cocok buat kamu yang suka merancang ruang.
Tapi kalau ternyata kamu lebih menikmati olah visual, membuat identitas brand, ilustrasi, konten digital, atau campaign kreatif, Jurusan DKV bisa jadi pilihan yang lebih sesuai.
Di Jurusan Visual Communication Design Cakrawala University, kamu akan belajar bagaimana visual digunakan untuk menyampaikan pesan dan membangun komunikasi yang kuat di berbagai media.
Selama kuliah, kamu juga akan didukung lewat:
- Magang sejak semester pertama: Mulai membangun pengalaman dan portofolio lebih awal.
- Program penyaluran kerja: Membuka akses ke lebih dari 1.000 perusahaan mitra.
- Kurikulum berbasis industri: Materi dibuat relevan dengan kebutuhan dunia kreatif.
- Dosen praktisi: Belajar dari pengajar yang punya pengalaman langsung di industri.
- Project-based learning: Mengembangkan skill melalui proyek yang bisa memperkuat portofolio.
Jadi, kalau kamu merasa minatmu lebih condong ke desain visual dibanding desain ruang, DKV bisa menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan. Kamu juga bisa konsultasikan pilihan jurusanmu dengan tim Admission sekarang juga!