Buta Warna Parsial Mau Masuk Teknik Sipil? Ini Ketentuannya!

Umum
Tayang 06 July 2026
Diperbarui 06 July 2026
Waktu Baca 6 Minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Dita Feby Indriani

“Punya buta warna parsial bisa kuliah di Jurusan Teknik Sipil, nggak?”

Nggak sedikit calon mahasiswa yang punya pertanyaan serupa karena khawatir tidak memenuhi syarat saat mendaftar.

Nah, sebenarnya apakah Teknik Sipil boleh untuk penyandang buta warna parsial? Daripada menebak-nebak, yuk, simak penjelasannya! 

 

Key Takeaways

 

  • Buta warna parsial belum tentu menghalangi kamu masuk Jurusan Teknik Sipil, karena setiap perguruan tinggi memiliki persyaratan kesehatan yang berbeda-beda. 
  • Kalau Teknik Sipil bukan pilihan yang memungkinkan, masih ada jurusan teknik lain, seperti Teknik Industri, Teknik Informatika, Ilmu Komputer, dan Sistem Informasi.
  • Di Cakrawala University, kamu bisa memilih berbagai Jurusan Teknik dengan kurikulum berbasis industri, kesempatan magang sejak semester awal, serta program penyaluran kerja yang didukung oleh 1.000+ perusahaan mitra.

 

Apakah Teknik Sipil Boleh Buta Warna Parsial?

Jawabannya, tergantung kebijakan masing-masing kampus.

Ada perguruan tinggi yang nggak menerima calon mahasiswa dengan buta warna parsial di Jurusan Teknik Sipil.

Tapi, ada juga yang hanya melarang buta warna total atau memiliki persyaratan yang berbeda.

Soalnya, selama kuliah kamu akan sering berhadapan dengan gambar teknik, denah, hingga praktikum yang melibatkan identifikasi warna.

Karena itu, sebelum mendaftar, pastikan kamu mengecek syarat kesehatan di kampus tujuan agar nggak salah pilih jurusan.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Kenapa Jurusan Teknik Sipil Memiliki Syarat Buta Warna? 

Syarat buta warna di Jurusan Teknik Sipil bukan tanpa alasan, lho.

Selama kuliah hingga nanti bekerja, ada beberapa aktivitas yang mengharuskan mahasiswa mampu membedakan warna dengan baik.

Beberapa alasannya antara lain:

 

  • Membaca gambar teknik: Gambar teknik sering menggunakan kode warna untuk membedakan bagian bangunan, utilitas, atau elemen konstruksi sehingga lebih mudah dipahami.
  • Mengenali material dan instalasi: Dalam praktikum atau proyek lapangan, warna kerap digunakan sebagai penanda jenis pipa, kabel, maupun material tertentu agar tidak tertukar.
  • Mendukung praktikum di laboratorium: Beberapa pengujian material dan percobaan di laboratorium membutuhkan kemampuan membedakan perubahan warna sebagai salah satu indikator hasil.
  • Menjaga keselamatan kerja: Di area konstruksi, banyak rambu, tanda peringatan, hingga jalur keselamatan yang dibedakan berdasarkan warna.

 

Tenang, kalau kamu memiliki buta warna parsial, nggak berarti kesempatan untuk kuliah di bidang teknik langsung tertutup.

Cakrawala University masih membuka peluang melalui beberapa jurusan teknik yang lebih ramah bagi penyandang buta warna parsial, seperti Teknik Industri, Ilmu Komputer, dan Sistem Informasi.

Kalau masih ragu, coba buat konsultasi dulu biar lebih yakin sebelum memilih jurusan, ya!

 

Apakah Lulusan Teknik Sipil dengan Buta Warna Parsial Tetap Bisa Bekerja?

Jawabannya, tetap bisa, kok.

Tetapi tergantung jenis pekerjaan dan kebijakan perusahaan.

Soalnya, nggak semua posisi di bidang Teknik Sipil mengharuskan kemampuan membedakan warna secara detail.

Misalnya, pekerjaan yang lebih fokus pada manajemen proyek, administrasi konstruksi, estimasi biaya (quantity surveyor), atau koordinasi proyek umumnya nggak terlalu bergantung pada identifikasi warna.

Sementara itu, beberapa posisi yang melibatkan inspeksi lapangan, pengujian material, atau pekerjaan teknis tertentu bisa saja memiliki persyaratan kesehatan yang lebih ketat.

Karena itu, kalau kamu punya buta warna parsial, sebaiknya cari tahu juga persyaratan rekrutmen di bidang pekerjaan yang ingin dituju.

Jadi, kamu bisa mempersiapkan karier yang paling sesuai dengan kemampuan dan minatmu.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Jurusan Teknik yang Boleh Buta Warna Parsial

Kalau ternyata Jurusan Teknik Sipil di kampus impianmu nggak nerima mahasiswa dengan buta warna parsial, nggak perlu berkecil hati.

Masih ada beberapa jurusan teknik lain yang umumnya lebih ramah bagi penyandang buta warna parsial, seperti:

 

  • Teknik IndustriJurusan ini berfokus pada perancangan sistem kerja, manajemen operasional, hingga peningkatan efisiensi proses bisnis.
  • Teknik Informatika: Kamu akan belajar tentang pemrograman, pengembangan aplikasi, kecerdasan buatan (AI), hingga keamanan siber.
  • Ilmu KomputerMateri yang dipelajari meliputi coding, data science, machine learning, hingga pengembangan perangkat lunak.
  • Sistem InformasiSistem Informasi menggabungkan teknologi dan bisnis untuk merancang solusi digital bagi perusahaan. 
  • Manajemen Rekayasa: Jurusan ini mempelajari cara mengelola proyek, operasional, dan strategi bisnis berbasis teknologi.

 

FAQ

1. Kenapa Jurusan Teknik Sipil harus tes buta warna?

Tes buta warna dilakukan karena selama kuliah dan bekerja, mahasiswa Teknik Sipil akan berhadapan dengan gambar teknik, praktikum, hingga pekerjaan lapangan yang terkadang membutuhkan kemampuan membedakan warna dengan baik.

2. Apakah buta warna parsial bisa menjadi insinyur sipil?

Bisa, tergantung tingkat buta warna yang dimiliki serta kebijakan perusahaan atau instansi tempat bekerja. Beberapa posisi memiliki persyaratan kesehatan tertentu, sementara posisi lainnya lebih fleksibel.

3. Jurusan teknik apa saja yang boleh untuk buta warna parsial?

Beberapa jurusan yang umumnya lebih ramah bagi penyandang buta warna parsial antara lain Teknik Industri, Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Sistem Informasi, dan Manajemen Rekayasa. Namun, syaratnya tetap bisa berbeda di setiap kampus.

 

Pilih Jurusan Kuliah yang Bikin Siap Kerja di Cakrawala University Aja!

Memilih jurusan untuk buta warna parsial memang butuh pertimbangan khusus, tapi bukan berarti pilihanmu terbatas.

Dengan mengetahui jurusan yang aman dan tips memilih jurusan, kamu bisa ambil keputusan yang tepat untuk kuliah dan karier.

Pastikan juga pilih universitas yang mendukung agar proses belajar lebih fleksibel dan relevan.

Di Cakrawala University, mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik nyata sekaligus dibekali kemampuan yang dibutuhkan agar siap bersaing di dunia profesional.

Kenapa harus kuliah di Cakrawala University?

 

  • Fasilitasi Penyaluran Kerja: Terhubung dengan 1000+ perusahaan dan organisasi untuk membuka peluang karier luas.
  • Kampus Siap Kerja: Kurikulum dan praktik dirancang agar lulusan siap bersaing di dunia profesional.
  • Magang Sejak Semester Pertama: Mahasiswa bisa langsung praktik di industri atau instansi terkait.
  • Kurikulum Berbasis Industri: Materi disusun bersama praktisi agar relevan dengan kebutuhan profesional saat ini.
  • Dosen Praktisi: Belajar langsung dari profesional berpengalaman di bidangnya.

 

Menarik banget, kan? Yuk, cari tahu fasilitas tiap jurusan di Cakrawala University sebelum menentukan jurusan!

Kamu bisa tanya-tanya gratis di sini atau langsung daftar, dan mulai langkah kuliah yang sesuai rencana kariermu sekarang!

Banner Picture

Kategori:

Umum

Cakrawala

Share

Penulis

Dita Feby Indriani

Dita adalah SEO Content Writer yang berfokus pada topik pendidikan dan karier. Selama lebih dari 3 tahun, ia menulis berbagai artikel yang membantu siswa dan calon mahasiswa memahami pilihan jurusan, jalur masuk kuliah, serta prospek karier. Dalam setiap tulisannya, Dita mengutamakan riset yang akurat dan penyajian informasi yang jelas agar mudah dipahami pembaca.

Artikel Lainnya
Logo Cakrawala Black

Cakrawala University – Sudirman Campus

The Landmark Center, Jl. Jenderal Sudirman No.Kav 1 Lantai 9, RT.3/RW.3, Setia Budi, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12910

Cakrawala University – Kemang Campus

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.