Lagi bingung bedain apakah jurusan Multimedia sama dengan DKV? Dua jurusan ini memang sama-sama kelihatan keren, identik dengan desain, visual, dan dunia kreatif. Tapi kenyataannya, fokus belajar dan skill yang dipelajari cukup beda, lho.
Biar kamu nggak salah pilih jurusan dan bisa lebih yakin sama keputusanmu, yuk simak penjelasan lengkapnya satu per satu di artikel ini!
Key Takeaways
- Multimedia dan DKV tidak sama, meskipun sama-sama bergerak di bidang kreatif dan visual. Multimedia fokus pada produksi konten digital dan visual bergerak, sedangkan DKV menekankan konsep, strategi, dan komunikasi visual.
- Pilihan jurusan sebaiknya disesuaikan dengan minat dan tujuan karier, bukan sekadar ikut tren. Multimedia cocok untuk yang suka teknis dan produksi konten, sementara DKV lebih fleksibel untuk masuk ke berbagai bidang industri kreatif.
- Buat kamu yang ingin jurusan kreatif dengan peluang karier luas dan siap kerja, Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Cakrawala menawarkan kurikulum berbasis industri, pengalaman magang, serta dukungan jaringan mitra untuk membantu lulusan lebih cepat masuk dunia kerja.
Apakah Jurusan Multimedia Sama dengan DKV?
Jawabannya tidak sama, meskipun sering dianggap mirip.
Jurusan Multimedia dan DKV (Desain Komunikasi Visual) memang sama-sama masuk ranah kreatif dan visual, tapi fokus pembelajarannya berbeda.
Multimedia lebih menekankan produksi konten digital seperti video, animasi, dan audio visual, sedangkan DKV lebih fokus pada konsep desain dan cara menyampaikan pesan visual agar efektif ke audiens.
Karena sama-sama main visual dan teknologi, banyak orang mengira keduanya adalah jurusan yang sama, padahal tujuan skill dan arah kariernya bisa berbeda cukup jauh.
Karakteristik Jurusan Multimedia
Jurusan Multimedia dikenal sebagai jurusan yang praktis dan teknis, karena fokus utamanya adalah membuat dan mengolah konten digital. Di jurusan ini, kamu nggak cuma belajar teori, tapi langsung praktik bikin karya yang dipakai di dunia industri kreatif.
Secara umum, karakteristik Jurusan Multimedia bisa dilihat dari beberapa hal berikut:
- Fokus pada produksi konten digital, seperti video, animasi, motion graphic, dan audio visual
- Banyak praktik dibanding teori, jadi cocok buat kamu yang suka langsung “hands-on”
- Akrab dengan teknologi dan software, karena hampir semua tugas berbasis tools digital
- Hasil karya berbentuk konten visual bergerak, bukan sekadar desain statis
- Arah karier dekat dengan industri media, kreatif, dan digital
Karakteristik Jurusan DKV

Sumber: Freepik
Berbeda dengan Multimedia, Jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual) lebih menekankan konsep, ide, dan cara menyampaikan pesan lewat visual. Jadi, bukan cuma soal tampilan yang bagus, tapi juga soal makna dan strategi di balik desain tersebut.
Berikut beberapa karakteristik utama Jurusan DKV:
- Fokus pada komunikasi visual, seperti branding, iklan, dan desain grafis
- Kuat di konsep dan kreativitas, sebelum masuk ke tahap eksekusi desain
- Belajar menyampaikan pesan ke audiens, bukan sekadar bikin visual menarik
- Banyak eksplorasi ide dan estetika, termasuk warna, tipografi, dan layout
- Hasil karya dominan desain statis, seperti logo, poster, identitas brand, dan media promosi
Cek juga:
Perbedaan Jurusan Multimedia dan DKV
Walaupun sering dianggap mirip, perbedaan Jurusan Multimedia dan DKV akan kelihatan jelas kalau dibedah lebih dalam dari apa yang dipelajari dan skill yang dibentuk. Di bagian ini, kita bahas satu per satu secara lebih detail supaya kamu makin kebayang dunia kuliahnya:
1. Perbedaan Fokus Pembelajaran
Di Jurusan Multimedia, fokus pembelajaran lebih condong ke produksi dan pengolahan konten digital. Mahasiswa dilatih untuk mengubah ide menjadi karya visual bergerak yang siap dipublikasikan di berbagai platform digital.
Pembelajaran Multimedia biasanya berkaitan dengan:
- Proses produksi video dan audio visual
- Pembuatan animasi dan motion graphic
- Pengolahan konten digital untuk media online
- Penggunaan teknologi dan software multimedia
Sementara itu, Jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual) lebih fokus pada cara menyampaikan pesan melalui visual. Bukan hanya soal tampilan yang menarik, tapi bagaimana visual bisa berkomunikasi secara efektif dengan audiens.
Fokus pembelajaran DKV umumnya mencakup:
- Perancangan konsep visual
- Strategi komunikasi melalui desain
- Penyampaian pesan lewat elemen visual
- Penguatan identitas dan citra brand
2. Perbedaan Mata Kuliah
Di Jurusan Multimedia, mata kuliah cenderung bersifat praktis dan berbasis proyek. Mahasiswa akan sering mengerjakan tugas berupa karya visual bergerak dan konten digital.
Mata kuliah Multimedia biasanya meliputi:
- Video editing dan produksi video
- Animasi 2D dan 3D
- Motion graphic
- Audio visual dan sinematografi
- Produksi konten digital
Sedangkan di Jurusan DKV, mata kuliah lebih menekankan pada desain, konsep, dan komunikasi visual. Proses berpikir kreatif dan perencanaan desain menjadi bagian penting dari pembelajaran.
Mata kuliah DKV umumnya mencakup:
- Desain grafis
- Tipografi
- Ilustrasi
- Branding dan identitas visual
- Desain media komunikasi
3. Perbedaan Skill Utama
Mahasiswa Multimedia akan menguasai skill teknis yang berkaitan dengan produksi konten digital. Skill ini sangat dibutuhkan di industri media dan kreatif yang serba digital.
Skill utama lulusan Multimedia meliputi:
- Editing video dan audio
- Pembuatan animasi dan motion graphic
- Pengoperasian software produksi seperti Adobe Premiere Pro dan After Effects
- Produksi konten visual untuk platform digital
Sementara itu, lulusan DKV lebih unggul di skill kreatif dan konseptual yang berhubungan dengan komunikasi visual.
Skill utama lulusan DKV biasanya mencakup:
- Visual thinking dan kreativitas desain
- Penyusunan konsep dan pesan visual
- Branding dan desain identitas
- Penguasaan tools desain seperti Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop
4. Perbedaan Tools yang Digunakan
Di Jurusan Multimedia, tools yang digunakan cenderung fokus pada produksi konten visual bergerak dan audio visual. Mahasiswa akan sering berhadapan dengan software yang dipakai langsung di industri media dan konten digital.
Tools yang umum digunakan di Multimedia antara lain:
- Adobe Premiere Pro, untuk editing video
- After Effects, untuk animasi dan motion graphic
- Software animasi dan audio visual lainnya
- Kamera, lighting, dan perangkat produksi multimedia
Sementara itu, Jurusan DKV lebih banyak menggunakan tools untuk desain visual dan komunikasi statis. Software ini membantu mahasiswa menuangkan ide dan konsep menjadi desain yang komunikatif.
Tools yang sering digunakan di DKV meliputi:
- Adobe Illustrator, untuk desain vektor dan logo
- Adobe Photoshop, untuk olah gambar dan visual
- Tools ilustrasi dan layout desain
- Media gambar manual dan digital
5. Perbedaan Gaya Belajar
Di Jurusan Multimedia, gaya belajar cenderung praktik langsung dan berbasis proyek. Mahasiswa sering bekerja dalam tim, mengerjakan tugas produksi, dan menyelesaikan proyek sesuai deadline seperti di dunia kerja.
Gaya belajar Multimedia biasanya melibatkan:
- Praktik produksi konten secara rutin
- Tugas proyek individu dan kelompok
- Simulasi kerja industri kreatif
- Penilaian berbasis hasil karya
Sedangkan di Jurusan DKV, gaya belajar lebih seimbang antara konsep dan praktik desain. Mahasiswa diajak untuk berpikir kreatif, mengembangkan ide, lalu menerjemahkannya ke dalam visual.
Gaya belajar DKV umumnya mencakup:
- Pengembangan konsep dan ide desain
- Diskusi dan presentasi karya
- Revisi desain berdasarkan feedback
- Eksplorasi gaya visual dan estetika
6. Perbedaan Hasil Karya (Output)
Di Jurusan Multimedia, output karya biasanya berupa konten visual bergerak yang bisa langsung dipublikasikan atau dipakai untuk kebutuhan industri digital.
Hasil karya Multimedia antara lain:
- Video promosi dan konten media sosial
- Animasi dan motion graphic
- Konten audio visual
- Karya multimedia interaktif
Sementara itu, di Jurusan DKV, output karya lebih banyak berupa desain visual statis yang berfungsi menyampaikan pesan atau identitas visual.
Hasil karya DKV meliputi:
- Logo dan identitas brand
- Poster dan media promosi
- Desain kemasan
- Ilustrasi dan layout visual
7. Perbedaan Peluang Karier
Lulusan Jurusan Multimedia umumnya berkarier di bidang konten digital dan media audio visual, seperti:
- Video editor: Bertugas mengolah dan menyusun video untuk kebutuhan promosi, media sosial, hingga iklan digital. Posisi ini banyak dibutuhkan di perusahaan media dan digital seperti NET. TV dan Trans7.
- Animator: Membuat animasi 2D atau 3D untuk iklan, film pendek, hingga konten edukasi. Karier ini tersedia di studio animasi dan kreatif seperti MSV Pictures dan Base Entertainment.
- Motion graphic designer: Menghasilkan visual bergerak untuk kebutuhan branding dan pemasaran digital. Profesi ini banyak ditemui di agensi kreatif dan perusahaan media seperti Visinema Pictures.
- Content creator: Membuat konten video dan visual untuk platform digital dan media sosial. Posisi ini tersedia di perusahaan teknologi dan startup digital seperti Tokopedia dan Shopee Indonesia.
- Multimedia specialist: Menangani berbagai kebutuhan audio visual internal perusahaan. Profesi ini dibutuhkan di banyak sektor industri, termasuk perusahaan korporasi dan manufaktur seperti Astra International.
Sementara itu, lulusan Jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual) memiliki peluang karier yang kuat di bidang desain dan komunikasi visual, di antaranya:
- Graphic designer: Merancang visual promosi dan materi komunikasi perusahaan. Posisi ini banyak tersedia di agensi desain dan media seperti Ogily Indonesia dan M&C Saatchi Indonesia.
- Brand designer: Mengembangkan identitas visual brand agar konsisten dan mudah dikenali. Profesi ini dibutuhkan di perusahaan consumer goods dan startup seperti Unilever Indonesia.
- Illustrator: Membuat ilustrasi untuk media cetak dan digital. Karier ini tersedia di industri penerbitan dan media kreatif seperti Gramedia.
- Visual communication designer: Bertugas menyusun strategi visual komunikasi perusahaan. Posisi ini banyak ditemui di perusahaan media dan digital seperti Kompas Gramedia.
- Creative director: Mengarahkan konsep visual dan strategi kreatif brand. Posisi ini biasanya tersedia di agensi kreatif besar seperti Leo Burnett Indonesia, setelah memiliki pengalaman kerja yang cukup.
Hubungan antara Jurusan Multimedia dan DKV

Sumber: Freepik
Meskipun memiliki fokus yang berbeda, Jurusan Multimedia dan DKV sebenarnya saling berkaitan dan saling melengkapi di dunia industri kreatif. Keduanya jarang berdiri sendiri, justru sering bekerja bareng dalam satu proyek.
Dalam praktiknya, DKV berperan di tahap perencanaan dan konsep visual, seperti menentukan ide desain, pesan yang ingin disampaikan, hingga identitas visual sebuah brand atau kampanye.
Setelah konsep visual tersebut matang, Multimedia mengambil peran di tahap eksekusi, yaitu mengubah konsep menjadi karya visual bergerak seperti video, animasi, atau konten digital.
Contoh hubungan keduanya bisa dilihat di:
- Proyek iklan digital, di mana DKV merancang konsep dan visual desain, lalu Multimedia memproduksi video atau motion graphic
- Kampanye media sosial, saat DKV menyusun identitas visual dan layout, sedangkan Multimedia mengolah konten video dan animasi
- Industri kreatif dan media, yang membutuhkan kolaborasi antara desainer visual dan tim produksi konten
Karena itu, di dunia kerja, lulusan Multimedia dan DKV sering berada dalam satu tim dan bekerja sama untuk menghasilkan karya yang utuh, komunikatif, dan sesuai kebutuhan industri. Inilah alasan kenapa dua jurusan ini sering dianggap mirip, padahal sebenarnya punya peran yang berbeda tapi saling terhubung.
Cek juga:
Multimedia vs DKV, Mana yang Lebih Cocok untukmu?
Jika masih bingung memilih antara Multimedia atau DKV, coba lihat lagi dari minat, cara belajar, dan tujuan kariermu.
Jurusan Multimedia akan lebih pas kalau kamu:
- Suka ngedit video, bikin animasi, atau konten visual bergerak
- Lebih nyaman belajar lewat praktik langsung dibanding teori
- Tertarik kerja di dunia konten digital, media, atau industri kreatif berbasis teknologi
- Ingin punya skill teknis yang bisa langsung dipakai di dunia kerja
Sementara itu, Jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual) lebih cocok kalau kamu:
- Suka desain visual, menggambar, dan main konsep kreatif
- Tertarik dunia branding, iklan, dan komunikasi visual
- Senang mikir ide dan pesan di balik sebuah desain
- Ingin berkarier sebagai desainer kreatif dengan fokus visual statis maupun strategi desain
Kalau tujuanmu masuk ke industri kreatif dengan peluang karier yang lebih luas, DKV bisa jadi pilihan yang lebih fleksibel. Apalagi kalau kamu tertarik bukan cuma ke desain, tapi juga branding, media digital, dan komunikasi visual lintas industri.
Salah satu pilihan yang bisa kamu pertimbangkan adalah Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Cakrawala. Jurusan ini mempelajari bagaimana pesan disampaikan, diterima, dan memberi dampak melalui medium visual dalam berbagai konteks, termasuk:
- Personal
- Publik
- Organisasi
- Media massa
Jurusan ini dirancang dengan konsep 3 tahun kuliah dan 1 tahun kerja praktik, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga langsung terjun ke industri untuk membangun portofolio.
Pembelajarannya didukung kurikulum berbasis industri, sistem belajar fleksibel melalui Learning Management System, serta program penyaluran kerja dengan 1.000 perusahaan mitra.
FAQ
1. Apakah lulusan Multimedia bisa kerja sebagai desainer grafis?
Bisa, tetapi dengan cakupan tertentu.
Lulusan Multimedia umumnya kuat di desain untuk kebutuhan digital, seperti konten media sosial, thumbnail video, atau visual pendukung video dan animasi.
Skill desain grafis yang dimiliki biasanya berorientasi pada visual bergerak dan konten digital, bukan desain konsep mendalam.
2. Apakah masuk jurusan DKV harus bisa gambar manual?
Tidak harus. Banyak mahasiswa DKV masuk tanpa kemampuan gambar manual yang kuat. Di jurusan DKV, yang lebih penting adalah kemampuan berpikir visual, kreativitas, dan kemauan belajar.
Menggambar manual memang bisa jadi nilai tambah, tetapi bukan syarat utama. Selama kuliah, mahasiswa akan lebih sering menggunakan tools digital dan belajar menyampaikan ide melalui desain, bukan sekadar menggambar secara manual.
3. Jurusan mana yang lebih banyak praktik, Multimedia atau DKV?
Keduanya sama-sama banyak praktik, tetapi jenis praktiknya berbeda.
- Di Jurusan Multimedia, praktik lebih dominan ke produksi teknis, seperti editing video, animasi, dan pembuatan konten audio visual. Hampir semua tugas berbentuk proyek.
- Sementara itu, di Jurusan DKV, praktik biasanya diawali dengan pengembangan konsep, lalu dilanjutkan dengan eksekusi desain.
Jadi selain praktik desain, mahasiswa juga dilatih berpikir strategis dan kreatif sebelum menghasilkan karya.
4. Mana yang peluang kerjanya lebih luas, Multimedia atau DKV?
Keduanya punya peluang kerja yang bagus, tetapi DKV cenderung lebih fleksibel.
Lulusan DKV bisa masuk ke berbagai sektor industri, mulai dari agensi kreatif, media, startup, perusahaan brand, hingga industri digital dan korporasi.
Multimedia lebih spesifik ke bidang konten digital dan media audio visual. Jadi, kalau kamu ingin jalur karier yang lebih beragam dan bisa lintas industri, DKV biasanya menawarkan ruang yang lebih luas untuk berkembang.
Pilih Jurusan yang Paling Sesuai dengan Arah Kariermu!
Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan jurusan Multimedia dan DKV tidak sama, meskipun sama-sama bergerak di bidang kreatif dan visual. Pilihan terbaik bukan soal jurusan mana yang lebih keren, tapi mana yang paling sesuai dengan minat dan tujuan kariermu.
Kalau kamu ingin masuk ke industri kreatif dengan peluang karier yang lebih fleksibel dan lintas bidang, Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Cakrawala bisa jadi pilihan yang tepat.

Di sini, mahasiswa tidak hanya belajar teori desain, tapi juga praktik nyata, produksi konten visual, serta pengalaman industri sejak masih kuliah.
Beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan antara lain:
- Program penyaluran kerja dengan dukungan lebih dari 1.000 mitra industri dari berbagai sektor
- Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman dan portofolio bisa dibangun lebih awal
- Kurikulum berbasis industri yang disusun sesuai kebutuhan dunia kerja
- Dosen praktisi berpengalaman, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan
Yuk, mulai tentukan pilihan jurusanmu dengan lebih yakin. Kamu bisa konsultasi gratis atau langsung daftar dan jadi bagian dari generasi kreatif yang siap bersaing di industri!