Banyak siswa jurusan IPA sebenarnya tertarik masuk DKV, tapi ragu karena takut tidak sesuai jalur. Padahal, latar belakang IPA bukan penghalang untuk masuk jurusan Desain Komunikasi Visual.
Biar kamu lebih yakin dan paham peluangnya, langsung aja kita bahas detail lewat artikel ini!
Key Takeaways
- Siswa jurusan IPA bisa masuk DKV tanpa hambatan jurusan, karena penerimaan DKV tidak ditentukan oleh latar belakang IPA atau IPS, melainkan minat dan kesiapan belajar di bidang desain.
- Anak IPA justru punya keunggulan tersendiri di DKV, seperti pola pikir logis, kemampuan problem solving, dan kedisiplinan yang sangat membantu dalam mengerjakan proyek desain.
- Kuliah DKV di kampus yang ramah lintas jurusan bikin adaptasi lebih mudah, seperti Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Cakrawala, yang memulai pembelajaran dari nol, berbasis industri, dan mendukung kesiapan kerja mahasiswa.
Apakah Jurusan IPA Bisa Masuk DKV?
Jawabannya bisa.
Siswa jurusan IPA memiliki kesempatan yang sama untuk masuk Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) seperti siswa dari jurusan IPS maupun SMK.
Pada dasarnya, DKV adalah jurusan yang tidak membatasi pendaftar berdasarkan jurusan SMA, karena yang dinilai bukan latar belakang sains atau sosial, melainkan minat, potensi, dan kesiapan belajar di bidang desain.
Banyak kampus membuka DKV sebagai jurusan lintas jurusan karena materi yang dipelajari di SMA tidak menjadi dasar utama pembelajaran DKV di perguruan tinggi. Jadi, kalau kamu anak IPA dan tertarik ke dunia desain, visual, dan industri kreatif, DKV tetap terbuka dan sangat memungkinkan untuk kamu pilih.
Jalur Masuk Jurusan DKV untuk Siswa IPA

Sumber: Freepik
Buat siswa IPA yang ingin masuk jurusan DKV, jalur masuknya cukup beragam dan pada dasarnya tidak membatasi asal jurusan SMA. Inilah penjelasan jalur masuk yang umumnya tersedia dan bisa diikuti oleh siswa IPA:
1. SNBP (Jalur Prestasi)
Melalui SNBP, siswa IPA tetap diperbolehkan memilih jurusan lintas minat seperti DKV. Penilaian utama jalur ini didasarkan pada nilai rapor dan prestasi akademik selama di SMA.
Ada beberapa mapel utama yang umumnya dipertimbangkan saat mendaftar jurusan ini:
- Seni Budaya: Memberikan dasar seni rupa, desain, dan ekspresi visual yang penting sebagai fondasi awal DKV.
- Matematika: Membantu memahami proporsi, komposisi, tipografi, dan aspek teknis desain yang membutuhkan logika.
- Bahasa Indonesia: Mendukung kemampuan menyusun konsep, narasi visual, dan menjelaskan ide desain secara jelas.
- Bahasa Inggris: Memudahkan akses ke referensi desain, tren global, dan sumber pembelajaran internasional.
- Sosiologi: Membantu memahami audiens, konteks sosial, dan perilaku masyarakat sebagai dasar komunikasi visual.
2. SNBT (Jalur Tes)
Di jalur SNBT, latar belakang jurusan SMA tidak menjadi pembatas utama. Siswa IPA, IPS, maupun SMK memiliki peluang yang sama untuk mendaftar DKV selama memenuhi persyaratan ujian tertulis.
Untuk jurusan DKV, beberapa kampus juga meminta portofolio sebagai bahan penilaian tambahan. Portofolio ini tidak harus profesional, tapi menunjukkan minat dan potensi di bidang desain atau visual.
3. Jalur Mandiri
Melalui jalur mandiri, peluang siswa IPA masuk DKV justru semakin terbuka. Hampir semua perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, menerima lulusan IPA untuk jurusan DKV.
Penilaian jalur ini biasanya lebih fleksibel, bisa melalui tes internal kampus, wawancara, portofolio, atau kombinasi dari beberapa komponen tersebut.
Cek juga:
Syarat Utama Masuk Jurusan DKV
Syarat masuk Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) pada dasarnya tidak ditentukan oleh jurusan SMA, melainkan oleh kesiapan administratif, kondisi kesehatan, dan potensi di bidang visual.
Berikut syarat utama yang perlu dipahami oleh siswa IPA yang ingin mendaftar DKV:
1. Portofolio Karya (Wajib)
Sebagian besar perguruan tinggi, terutama PTN, mewajibkan calon mahasiswa DKV untuk mengunggah portofolio pada jalur SNBP maupun SNBT. Portofolio ini biasanya berisi karya visual seperti gambar suasana, komposisi benda (still life), serta karya kreatif lain sesuai ketentuan masing-masing kampus.
Portofolio digunakan untuk menilai potensi kreativitas, kemampuan visual, dan dasar keterampilan teknis calon mahasiswa, bukan untuk mencari karya yang sudah sempurna atau profesional.
2. Syarat Kesehatan: Tidak Buta Warna
DKV merupakan jurusan yang sangat berkaitan dengan warna dan visual, sehingga banyak kampus menetapkan syarat tidak buta warna, baik total maupun parsial.
Hal ini penting karena mahasiswa DKV akan mempelajari teori warna, psikologi warna, dan penerapannya dalam desain, di mana akurasi warna menjadi aspek krusial.
3. Mata Pelajaran Pendukung (Khusus Jalur SNBP)
Pada jalur prestasi SNBP, nilai rapor mata pelajaran tertentu akan menjadi bahan pertimbangan.
Untuk jurusan DKV, Seni Budaya atau Seni Rupa biasanya menjadi mata pelajaran pendukung utama yang nilainya cukup diperhatikan. Meski berasal dari IPA, siswa tetap bisa bersaing jika memiliki nilai seni yang baik.
4. Persyaratan Administrasi dan Akademik
Jurusan DKV terbuka untuk lulusan SMA, SMK, maupun sederajat dari berbagai rumpun, termasuk IPA.
Untuk jalur SNBT dan mandiri, calon mahasiswa harus memenuhi persyaratan administratif serta lulus tes tertulis, seperti tes potensi skolastik dan penalaran sesuai ketentuan kampus.
5. Kemampuan Pendukung (Tidak Wajib, tapi Sangat Membantu)
Selain syarat formal, ada beberapa kemampuan yang sangat menunjang keberhasilan di jurusan DKV, seperti:
- Kreativitas dan kemampuan berpikir konseptual
- Kesiapan mempelajari software desain digital
- Manajemen waktu yang baik untuk menghadapi tugas desain yang cukup padat.
Keunggulan Siswa IPA Saat Mendaftar Jurusan DKV
Meski sering dianggap “berbeda jalur”, siswa IPA justru memiliki beberapa keunggulan yang relevan saat mendaftar dan menjalani perkuliahan di jurusan DKV.
Berikut beberapa keunggulan yang umumnya dimiliki siswa IPA:
- Pola pikir logis dan terstruktur: Siswa IPA terbiasa berpikir sistematis dan runtut, yang sangat membantu dalam menyusun konsep desain dan alur komunikasi visual.
- Kemampuan problem solving yang baik: DKV tidak hanya soal estetika, tapi juga soal menyelesaikan masalah komunikasi. Kemampuan analisis anak IPA membantu menemukan solusi desain yang tepat.
- Disiplin dan manajemen waktu: Ritme belajar IPA yang padat melatih siswa lebih disiplin, sehingga lebih siap menghadapi deadline tugas dan proyek desain.
- Cepat beradaptasi dengan teknologi: Siswa IPA umumnya tidak asing dengan teknologi dan software, sehingga lebih cepat menyesuaikan diri dengan tools desain digital.
- Terbiasa belajar konsep baru dari nol: Pengalaman mempelajari materi sains yang kompleks membuat siswa IPA lebih siap menghadapi materi DKV yang benar-benar baru di awal kuliah.
Apakah Anak IPA Akan Kesulitan di Jurusan DKV?

Sumber: Freepik
Di awal perkuliahan, anak IPA memang biasanya perlu waktu adaptasi, terutama karena pola belajar DKV berbeda dengan pelajaran sains di SMA.
Di jurusan ini, mahasiswa akan lebih sering mengerjakan proyek, mengembangkan ide visual, dan menerima feedback atas karya desain. Meski begitu, kondisi ini bukan berarti anak IPA akan kesulitan.
Secara umum, hal-hal yang sering dirasakan anak IPA di awal kuliah DKV antara lain:
- Perubahan pola belajar dari hafalan dan hitungan ke proyek dan eksplorasi ide
- Kebutuhan untuk lebih sering menyampaikan gagasan secara visual
- Penyesuaian dengan ritme tugas desain yang berbasis deadline
Kabar baiknya, jurusan DKV tidak mengharuskan mahasiswa sudah bisa desain sejak awal. Materi diajarkan bertahap, mulai dari dasar, sehingga semua mahasiswa berada di titik awal yang sama. Dengan kemauan belajar dan latihan yang konsisten, siswa IPA justru sering unggul karena terbiasa berpikir sistematis dan menyelesaikan masalah.
Salah satu pilihan yang bisa kamu pertimbangkan adalah Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Cakrawala. Di jurusan ini, mahasiswa benar-benar belajar dari nol, termasuk memahami bagaimana pesan disampaikan, diterima, dan memberi dampak melalui medium visual dalam berbagai konteks, seperti:
- Personal, untuk ekspresi dan komunikasi individu
- Publik, untuk kampanye dan media sosial
- Organisasi, untuk branding dan identitas visual
- Media massa, untuk komunikasi visual berskala luas
Jurusan ini juga dirancang dengan konsep 3 tahun kuliah dan 1 tahun kerja praktik, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga langsung terjun ke industri untuk membangun portofolio nyata.
Proses pembelajarannya didukung kurikulum berbasis industri, sistem belajar fleksibel melalui Learning Management System, serta program penyaluran kerja dengan lebih dari 1.000 perusahaan mitra.
Tips Anak IPA agar Lolos dan Bertahan di Jurusan DKV
Buat siswa IPA yang ingin masuk dan sukses di jurusan DKV, ada beberapa hal penting yang bisa dipersiapkan sejak awal. Tips ini bukan soal bakat, tapi soal kesiapan dan mindset belajar.
- Bangun minat dan pemahaman desain sejak dini: Mulai biasakan diri melihat desain di sekitar, seperti poster, iklan, atau konten media sosial, lalu pahami pesan visual yang ingin disampaikan.
- Belajar dasar desain secara mandiri: Kamu bisa mulai dari prinsip dasar seperti warna, komposisi, dan tipografi agar tidak terlalu kaget saat masuk kuliah.
- Kenali dan coba software desain sejak awal: Tidak perlu mahir, cukup familiar dengan tools desain agar proses adaptasi di awal kuliah lebih cepat.
- Jangan takut mulai dari nol: Banyak mahasiswa DKV juga datang tanpa latar belakang desain. Yang membedakan adalah kemauan belajar dan konsistensi latihan.
- Aktif bertanya dan terbuka dengan kritik: Di DKV, feedback adalah bagian penting dari proses belajar. Anak IPA yang terbiasa evaluasi akan sangat terbantu di sini.
- Jaga manajemen waktu sejak semester awal: Tugas DKV sering menumpuk dan berbasis proyek, jadi kemampuan mengatur waktu akan sangat menentukan kelancaran kuliah.
Cek juga:
FAQ
1. Apakah nilai pelajaran IPA berpengaruh saat daftar DKV?
Secara umum, nilai pelajaran IPA tidak menjadi penentu utama saat mendaftar jurusan DKV. DKV bukan jurusan berbasis sains, sehingga nilai fisika, kimia, atau biologi tidak digunakan sebagai tolok ukur kemampuan desain.
Namun, nilai rapor tetap diperhitungkan sebagai bagian dari penilaian akademik, terutama di jalur prestasi. Hal yang biasanya lebih diperhatikan adalah mata pelajaran pendukung, seperti seni budaya, kreativitas, dan konsistensi nilai secara keseluruhan.
2. Apakah anak IPA akan kalah saing dengan siswa IPS atau SMK seni?
Tidak. Anak IPA tidak otomatis kalah saing dengan siswa IPS atau SMK seni. Meski siswa SMK seni mungkin lebih dulu mengenal dunia desain, mahasiswa DKV akan mempelajari materi dari dasar saat kuliah.
Justru, siswa IPA sering punya keunggulan di sisi logika, problem solving, dan disiplin, yang sangat membantu saat mengerjakan proyek desain dan menghadapi deadline.
4. Apakah masuk DKV harus sudah jago desain sejak SMA?
Tidak harus. Banyak mahasiswa DKV masuk tanpa kemampuan desain yang matang. Kuliah DKV dirancang untuk membentuk skill dari nol, mulai dari prinsip dasar desain hingga penggunaan software.
Hal yang paling penting bukan keahlian awal, tetapi minat, kemauan belajar, dan konsistensi latihan selama kuliah.
5. Apakah jurusan DKV banyak hitungan seperti IPA?
Tidak. Jurusan DKV tidak berisi hitungan rumit seperti fisika atau matematika IPA. Pembelajaran lebih menekankan kreativitas, visual, dan komunikasi.
Jika pun ada unsur logika atau perhitungan sederhana, biasanya hanya sebagai alat bantu, bukan fokus utama pembelajaran. Jadi, siswa IPA tidak perlu khawatir akan menghadapi beban hitungan berat di jurusan DKV.
Di Cakrawala, Jurusan IPA Bukan Penghalang Masuk DKV!
Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan siswa jurusan IPA tetap bisa dan punya peluang besar untuk masuk jurusan DKV. Latar belakang IPA bukan penentu utama diterima atau tidaknya di DKV. Yang paling penting adalah minat, kesiapan belajar, dan komitmen untuk berkembang di bidang desain dan komunikasi visual.
Kalau kamu anak IPA yang ingin beralih ke dunia kreatif tanpa takut tertinggal, Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Cakrawala bisa jadi pilihan yang tepat.

Di sini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik nyata dan pengalaman industri sejak masa kuliah.
Beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan antara lain:
- Program penyaluran kerja dengan dukungan lebih dari 1.000 mitra industri dari berbagai sektor
- Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman kerja dan portofolio bisa dibangun lebih awal
- Kurikulum berbasis industri yang disusun sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini
- Dosen praktisi berpengalaman, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan dengan kondisi lapangan
Yuk, jangan ragu menentukan pilihan jurusan sesuai minat dan potensi diri. Kamu bisa konsultasi gratis atau langsung daftar dan mulai langkah barumu sebagai mahasiswa DKV siap kerja!