Apakah Jurusan DKV Bisa Jadi Guru? Simak Faktanya!

School of Communication and Design
Tayang 13 January 2026
Diperbarui 13 January 2026
Waktu Baca 8 minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Hasna Latifatunnisa

Jurusan DKV identik dengan dunia kreatif dan visual. Tapi, apakah lulusan DKV bisa jadi guru di sekolah? Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama buat kamu yang tertarik mengajar dan berbagi ilmu.

Daripada nebak-nebak, yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!

 

Key Takeaways

 

  • Lulusan DKV punya peluang mengajar, terutama di bidang seni rupa, desain grafis, dan multimedia. Namun, jalurnya berbeda-beda tergantung apakah ingin masuk pendidikan formal atau nonformal.
  • Selain guru sekolah, lulusan DKV bisa berkarier sebagai instruktur kursus, mentor kreatif, trainer multimedia, hingga edukator konten digital. Semuanya bergantung pada minat, skill, dan pengalaman yang dibangun.
  • Kampus dengan kurikulum berbasis industri, pengalaman praktik, dan dosen praktisi, seperti di Universitas Cakrawala, membantu mahasiswa DKV punya lebih banyak opsi karier, termasuk di dunia edukasi dan industri kreatif.

 

Apakah Jurusan DKV Bisa Jadi Guru?

Jawaban singkatnya: bisa, tapi ada syarat dan konteks tertentu yang perlu dipahami.

Lulusan jurusan DKV memang tidak langsung otomatis menjadi guru seperti lulusan pendidikan keguruan. Namun, peluangnya tetap terbuka, terutama jika bidang ajarnya masih relevan dengan kompetensi DKV.

Secara umum, lulusan DKV bisa menjadi guru atau pengajar jika:

 

  • Mata pelajaran yang diajarkan masih satu rumpun (seni, visual, desain, multimedia)
  • Memenuhi kualifikasi pendidikan minimal S1
  • Mengikuti aturan yang berlaku di institusi tempat mengajar

 

Perlu dibedakan juga antara guru formal di sekolah dan pengajar nonformal. Di jalur formal, aturan cenderung lebih ketat. Sementara di jalur nonformal, seperti kursus atau pelatihan, lulusan DKV punya peluang yang lebih fleksibel.

 

Mata Pelajaran yang Bisa Diampu Lulusan DKV

 

Apakah Jurusan DKV Bisa Jadi Guru

Sumber: Freepik

 

Lulusan DKV punya keunggulan di bidang visual, kreativitas, dan praktik. Karena itu, ada beberapa mata pelajaran yang cukup relevan dan linier dengan kompetensi DKV, baik di SMP, SMA, maupun SMK.

Berikut penjelasannya:

 

1. Seni Budaya (Fokus Seni Rupa)

Di jenjang SMP dan SMA, mata pelajaran Seni Budaya tidak hanya membahas musik atau tari, tetapi juga seni rupa. Nah, di bagian inilah lulusan DKV punya peluang.

Karena DKV terbiasa dengan konsep visual dan estetika, lulusan DKV relatif lebih siap mengajar materi ini, terutama di sekolah swasta yang lebih fleksibel dalam rekrutmen guru.

Materi yang biasanya diajarkan antara lain:

 

  • Menggambar bentuk dan ekspresi
  • Komposisi visual
  • Warna dan estetika
  • Apresiasi karya seni rupa

 

2. Multimedia

Mata pelajaran Multimedia banyak ditemukan di SMK, khususnya jurusan yang berkaitan dengan teknologi dan industri kreatif. Lulusan DKV cukup sering mengisi posisi ini karena kompetensinya masih satu arah.

Pengalaman praktik selama kuliah DKV sangat membantu dalam menjelaskan materi yang sifatnya teknis dan aplikatif.

Cakupan materinya biasanya meliputi:

 

  • Pengolahan gambar dan visual digital
  • Pembuatan konten kreatif
  • Dasar desain untuk media digital
  • Penggunaan software desain

 

3. Desain Grafis

Desain Grafis adalah mata pelajaran yang paling linier dengan jurusan DKV, terutama di SMK. Hampir seluruh dasar keilmuannya sudah dipelajari saat kuliah. Lulusan DKV biasanya juga punya portofolio, yang bisa jadi nilai tambah saat mengajar karena siswa bisa langsung melihat contoh karya nyata.

Materi yang diajarkan antara lain:

 

  • Prinsip dan elemen desain
  • Tipografi
  • Layout dan komposisi
  • Branding dan identitas visual

 

4. Prakarya Berbasis Visual

Untuk mata pelajaran Prakarya, lulusan DKV bisa masuk lewat pendekatan kreatif dan berbasis proyek. Mata pelajaran ini cenderung fleksibel dan menekankan proses pembuatan produk.

Karena Prakarya lebih menilai kreativitas dan proses, lulusan DKV cukup cocok mengampu mata pelajaran ini.

Contoh materi yang relevan:

 

  • Produk kreatif berbasis visual
  • Kerajinan dengan konsep desain
  • Perencanaan dan presentasi produk
  • Proyek kreatif sederhana

 


 

Cek juga:

 

 


 

Tempat Mengajar yang Sesuai untuk Lulusan DKV

Selain mata pelajaran, tempat mengajar juga sangat menentukan peluang lulusan DKV untuk masuk ke dunia pendidikan. Tidak semua institusi punya aturan yang sama, jadi penting memahami mana yang paling relevan dan realistis.

 

1. SMP dan SMA (Mata Pelajaran Seni Budaya)

Di jenjang SMP dan SMA, lulusan DKV umumnya bisa mengajar Seni Budaya, khususnya pada bagian seni rupa dan visual. Beberapa sekolah, terutama sekolah swasta, cukup terbuka dengan latar belakang non-kependidikan selama:

 

  • Bidang ilmunya masih relevan
  • Memiliki kemampuan mengajar yang baik
  • Siap mengikuti aturan sekolah

 

Untuk sekolah negeri, biasanya persyaratan administrasi dan sertifikasi lebih ketat.

 

2. SMK (Multimedia dan Desain Grafis)

SMK menjadi salah satu tempat yang paling cocok untuk lulusan DKV. Alasannya karena SMK memang membutuhkan guru produktif yang punya keahlian praktik. Pengalaman praktik dan portofolio desain biasanya jadi nilai plus besar di SMK.

Lulusan DKV sering dibutuhkan untuk:

 

  • Jurusan Multimedia
  • Desain Grafis
  • DKV atau bidang kreatif sejenis

 

3. Lembaga Kursus dan Pelatihan

Di luar sekolah formal, lulusan DKV punya peluang luas di:

 

  • Lembaga kursus desain grafis
  • Pelatihan multimedia
  • Kelas keterampilan kreatif

 

Di jalur ini, sertifikasi guru tidak selalu wajib. Hal yang lebih penting adalah skill, pengalaman, dan kemampuan menyampaikan materi.

 

4. Kelas Online dan Workshop Kreatif

Banyak lulusan DKV juga mengajar lewat:

 

  • Kelas online
  • Webinar
  • Workshop desain

 

Bahkan, sebagian mengajar lewat platform digital atau media sosial seperti YouTube, dengan membuat konten edukasi seputar desain dan visual.

 

Aturan dan Ketentuan Menjadi Guru di Indonesia

Kalau ingin mengajar di jalur formal, lulusan DKV perlu memahami aturan yang berlaku secara nasional. Ketentuan ini ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan berlaku untuk guru di sekolah negeri maupun swasta.

Secara umum, berikut aturan dasar untuk menjadi guru di Indonesia:

 

  • Pendidikan minimal S1: Calon guru wajib memiliki ijazah sarjana. Jurusan tidak harus kependidikan, tetapi harus linier dengan mata pelajaran yang diajarkan.
  • Kesesuaian (linearitas) jurusan: Lulusan DKV bisa mengajar jika mata pelajarannya masih satu rumpun, seperti seni rupa, desain grafis, atau multimedia.
  • Sertifikat pendidik: Sertifikat ini diperoleh melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan menjadi syarat utama untuk status guru bersertifikat, terutama di sekolah negeri.

 

Selain itu, ada perbedaan status guru yang juga berpengaruh pada persyaratan:

 

  • Guru ASN (PNS/PPPK): Persyaratan paling ketat, wajib PPG dan seleksi nasional.
  • Guru honorer: Biasanya lebih fleksibel, tergantung kebijakan sekolah.
  • Guru swasta: Aturan bisa berbeda di tiap sekolah, tetapi tetap mengacu pada standar nasional.

 

Jalur Lulusan DKV untuk Menjadi Guru

Setelah memahami syarat dan aturannya, lulusan DKV juga perlu tahu jalur apa saja yang bisa ditempuh untuk masuk ke dunia pendidikan. Secara umum, ada dua jalur utama yang paling realistis.

 

1. Jalur Guru Formal (Sekolah)

Jalur ini cocok buat lulusan DKV yang ingin mengajar di sekolah negeri atau swasta dengan status guru resmi.

Jalur formal memang lebih panjang dan administratif, tapi kelebihannya adalah status kerja yang lebih jelas dan jenjang karier yang terstruktur.

Biasanya, jalur ini ditempuh dengan cara:

 

  • Mengajar mata pelajaran yang linier dengan DKV (seni rupa, desain grafis, multimedia)
  • Memenuhi kualifikasi pendidikan minimal S1/D4
  • Mengikuti PPG untuk mendapatkan sertifikat pendidik
  • Melamar ke sekolah atau mengikuti seleksi guru ASN (PPNS/PPPK)

 

2. Jalur Pengajar Nonformal

Kalau ingin jalur yang lebih fleksibel, lulusan DKV bisa masuk lewat pendidikan nonformal. Di jalur ini, fokus utamanya ada di skill dan pengalaman, bukan sertifikasi guru.

Di jalur ini, portofolio dan pengalaman praktik justru jadi nilai jual utama. Cocok buat lulusan DKV yang ingin langsung mengajar tanpa harus menunggu proses sertifikasi panjang.

Contoh tempat dan peran di jalur nonformal:

 

  • Pengajar di lembaga kursus desain grafis
  • Instruktur multimedia
  • Mentor pelatihan kreatif
  • Pengajar workshop atau kelas daring

 

Apakah Lulusan DKV Harus Ikut PPG?

Jawabannya tergantung pada jalur mengajar yang ingin ditempuh.

Jika lulusan DKV ingin menjadi guru formal di sekolah, terutama di sekolah negeri atau ingin memiliki sertifikat pendidik, maka PPG wajib diikuti. Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah jalur resmi untuk mendapatkan pengakuan sebagai guru profesional di Indonesia.

Lewat PPG, calon guru akan:

 

  • Mendalami metode mengajar dan pedagogi
  • Mempelajari kurikulum sekolah
  • Mengikuti praktik mengajar (PPL)
  • Mendapatkan sertifikat pendidik setelah lulus

 

Namun, jika lulusan DKV memilih jalur pengajar nonformal, seperti mengajar di lembaga kursus, pelatihan, atau kelas online, PPG tidak selalu menjadi syarat utama. Di jalur ini, kemampuan mengajar, pengalaman, dan portofolio sering kali lebih diperhitungkan.

 

Langkah yang Perlu Dilakukan Lulusan DKV untuk Menjadi Guru

Buat lulusan DKV yang tertarik terjun ke dunia pendidikan, berikut langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan agar jalurnya lebih jelas dan terarah:

 

  • Tentukan jalur mengajar sejak awal: Pilih apakah ingin menjadi guru formal di sekolah atau pengajar nonformal seperti instruktur kursus dan pelatihan.
  • Sesuaikan bidang ajar dengan kompetensi DKV: Fokus pada mata pelajaran yang linier, seperti seni rupa, desain grafis, atau multimedia.
  • Siapkan portofolio karya: Kumpulkan hasil desain, proyek visual, atau karya kreatif yang relevan untuk mendukung kredibilitas saat melamar.
  • Perkuat kemampuan mengajar: Pelajari dasar-dasar pedagogi, public speaking, dan cara menyampaikan materi agar mudah dipahami siswa.
  • Ikuti PPG jika ingin mengajar di jalur formal: PPG diperlukan untuk mendapatkan sertifikat pendidik dan status guru profesional.
  • Cari pengalaman mengajar lebih dulu: Bisa lewat les privat, kursus, workshop, atau kelas online untuk melatih kemampuan mengajar.
  • Lengkapi dokumen administratif: Persiapkan ijazah, transkrip nilai, dan dokumen pendukung lain sesuai jalur yang dipilih.

 


Cek juga:

 

Cek juga: 

 


 

Alternatif Karier Edukasi Selain Guru Sekolah

 

Apakah Jurusan DKV Bisa Jadi Guru

Sumber: Freepik

 

Selain mengajar di sekolah, lulusan DKV juga bisa berkarier di dunia edukasi lewat berbagai peran lain yang tetap berfokus pada berbagi ilmu dan keterampilan.

 

  • Instruktur Desain Grafis: Bertugas mengajar dasar hingga lanjutan desain grafis, mulai dari software, prinsip desain, sampai studi kasus proyek. Profesi ini banyak dibutuhkan di lembaga kursus dan pelatihan kreatif, seperti Dibimbing atau MySkill.
  • Trainer Multimedia: Memberikan pelatihan multimedia, termasuk desain visual, konten digital, dan media interaktif. Posisi ini sering ditemukan di lembaga pelatihan kerja dan program pengembangan SDM di perusahaan seperti Dicoding Indonesia.
  • Mentor Industri Kreatif: Mendampingi peserta pelatihan atau program inkubasi kreatif dalam mengerjakan proyek nyata. Profesi ini banyak dibutuhkan di studio kreatif dan program edukasi industri, misalnya di Visinema Pictures.
  • Pengajar Workshop dan Bootcamp: Mengisi kelas singkat, workshop, atau bootcamp desain yang fokus pada praktik intensif. Biasanya bekerja sama dengan penyelenggara event dan edukasi kreatif seperti Hacktiv8.
  • Edukator Konten Digital: Membuat konten edukatif seputar desain, visual, dan kreativitas melalui media sosial atau platform video. Banyak lulusan DKV mengembangkan karier ini lewat platform seperti YouTube, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan brand dan perusahaan.

 

FAQ 

1. Apakah portofolio penting untuk lulusan DKV yang ingin mengajar?

Ya, portofolio sangat penting, terutama untuk lulusan DKV. Portofolio berfungsi sebagai bukti nyata kemampuan desain dan pengalaman praktik yang dimiliki.

Untuk jalur non-formal seperti kursus atau workshop, portofolio bahkan sering lebih diperhatikan daripada ijazah. Sementara di sekolah formal, portofolio tetap menjadi nilai tambah, terutama untuk mata pelajaran berbasis praktik seperti desain grafis dan multimedia.

Isinya tidak harus rumit, cukup kumpulan karya terbaik yang relevan dan menunjukkan proses berpikir kreatif kamu.

 

2. Apakah lulusan DKV lebih cocok jadi guru atau praktisi industri?

Jawabannya tergantung tujuan karier dan minat pribadi. Lulusan DKV tidak harus memilih salah satu secara mutlak.

 

  • Jika kamu suka berbagi ilmu, sabar, dan tertarik dengan dunia pendidikan, menjadi guru atau pengajar bisa jadi pilihan yang tepat.
  • Sementara jika kamu lebih tertarik mengerjakan proyek, mengejar tantangan kreatif, dan bekerja di lingkungan industri, jalur praktisi industri juga sangat terbuka.

 

Bahkan, banyak lulusan DKV yang menggabungkan keduanya: bekerja sebagai desainer atau praktisi, sekaligus mengajar di kursus, SMK, atau workshop. Kombinasi ini justru sering dinilai ideal karena materi yang diajarkan lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

 

Mulai Rancang Masa Depan DKV-mu di Universitas Cakrawala!

Jurusan DKV memang punya peluang untuk menjadi guru, baik di jalur formal maupun nonformal. Semuanya kembali ke satu hal penting: arah karier yang ingin kamu tuju sejak awal. Apakah ingin fokus mengajar, terjun ke industri kreatif, atau menjalani keduanya secara bersamaan.

Karena itu, memilih jurusan dan kampus sebaiknya juga melihat sejauh apa lingkungan belajarnya mendukung rencana masa depanmu. Di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Cakrawala, pembelajaran dirancang agar mahasiswa punya pengalaman nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia pendidikan.

 

Banner-DKV

 

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan antara lain:

 

  • Program penyaluran kerja dengan dukungan lebih dari 1.000 mitra industri dari berbagai sektor
  • Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman dan portofolio bisa dibangun lebih awal
  • Kurikulum berbasis industri yang disusun sesuai kebutuhan dunia kerja
  • Dosen praktisi berpengalaman, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan

 

Yuk, mulai pikirkan arah kariermu dari sekarang dengan tanya-tanya gratis atau langsung daftar sesuai rencana masa depanmu!

Banner Picture

Kategori:

School of Communication and Design

Cakrawala

Share

Penulis

Hasna Latifatunnisa

Hasna adalah Content Writer dengan lebih dari 4 tahun menulis konten SEO di bidang bisnis, keuangan, teknologi, dan karier. Terampil dalam merancang strategi SEO yang meningkatkan peringkat pencarian dan keterlibatan audiens, penulis ini juga ahli dalam riset kata kunci dan audit konten, memastikan informasi yang disajikan akurat dan relevan untuk pembaca.

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.