Jurusan DKV sering dikenal sebagai jurusan yang isinya praktik desain dan proyek kreatif. Karena itu, banyak calon mahasiswa yang penasaran soal satu hal penting di akhir masa kuliah: skripsi.
Apakah di DKV juga ada skripsi seperti jurusan lain, atau bentuknya berbeda? Biar nggak salah bayang dari awal, kita bahas pelan-pelan di sini.
Key Takeaways
- Jurusan DKV tetap memiliki skripsi, tetapi umumnya berbentuk tugas akhir berbasis karya. Mahasiswa lebih fokus menghasilkan proyek desain yang didukung laporan penjelas, bukan skripsi teori murni seperti di banyak jurusan lain.
- Skripsi DKV lebih menantang di proses dan konsistensi, bukan di penulisan atau teori berat. Kemampuan mengelola proyek, menjaga konsep desain, dan menghadapi revisi menjadi kunci utama kelancaran skripsi.
- Jurusan DKV di Universitas Cakrawala dirancang agar mahasiswa siap menghadapi skripsi dan dunia kerja. Dengan kurikulum berbasis industri dan dukungan program penyaluran kerja, skripsi menjadi bagian dari persiapan karier.
Apakah Jurusan DKV Ada Skripsi?
Ada, tapi umumnya berbentuk tugas akhir (TA), bukan skripsi teori murni seperti di banyak jurusan lain.
Di jurusan DKV, fokus akhirnya bukan menulis panjang lebar, melainkan menghasilkan karya desain yang relevan dan bisa dipertanggungjawabkan secara konsep.
Biasanya, mahasiswa mengerjakan proyek visual sebagai inti tugas akhir, lalu melengkapinya dengan laporan pendukung yang menjelaskan ide, proses, dan dasar pemikirannya. Jadi, meskipun tetap ada unsur penulisan, porsinya lebih sebagai penjelas karya, bukan tujuan utama.
Di jurusan DKV Universitas Cakrawala, mahasiswa tidak menggunakan skripsi, melainkan Tugas Akhir (TA). Pendekatan ini dirancang agar mahasiswa lebih fokus pada praktik, proyek nyata, dan kesiapan menghadapi dunia kerja, tanpa terbebani skripsi teori yang panjang.

Cek juga:
Bentuk Skripsi di Jurusan DKV

Sumber: Freepik
Di jurusan DKV, skripsi atau tugas akhir tidak hanya soal menulis, tapi lebih menekankan pada hasil karya desain. Penulisannya berfungsi untuk menjelaskan dan menguatkan karya yang dibuat, bukan sebaliknya.
Berikut bentuk skripsi atau tugas akhir yang umumnya ada di jurusan DKV:
1. Proyek Visual
Proyek visual menjadi fokus utama dalam skripsi atau tugas akhir jurusan DKV. Mahasiswa diminta merancang dan menghasilkan karya desain sebagai solusi dari sebuah permasalahan komunikasi.
Karya ini tidak dibuat asal jadi, tapi melalui proses panjang mulai dari pengumpulan data, perumusan konsep, eksplorasi ide, hingga eksekusi desain.
Jenis proyeknya bisa sangat beragam, tergantung minat dan fokus mahasiswa, seperti:
- Desain identitas visual
- Kampanye kreatif
- Motion graphic
- Animasi
- Ilustrasi
- Desain UI/UX
- Media visual lainnya
Proyek visual inilah yang nantinya menjadi bukti kemampuan dan portofolio mahasiswa saat lulus.
2. Laporan atau Penelitian Desain
Walaupun fokusnya pada karya, skripsi DKV tetap dilengkapi dengan laporan tertulis. Laporan ini berfungsi menjelaskan dasar pemikiran di balik desain yang dibuat.
Penulisan laporan di DKV cenderung bersifat deskriptif dan analitis, bukan teoritis murni. Artinya, kamu tidak dituntut menulis rumit seperti skripsi jurusan sains atau sosial, tapi lebih ke menjelaskan proses kreatif secara runtut dan logis.
Isinya biasanya mencakup:
- Latar belakang masalah
- Tujuan perancangan
- Landasan teori yang relevan
- Metode desain
- Evaluasi hasil karya
3. Variasi Topik yang Luas dan Aplikatif
Salah satu keunggulan skripsi di jurusan DKV adalah fleksibilitas topiknya. Mahasiswa bebas memilih topik selama masih berada dalam ranah komunikasi visual dan punya tujuan yang jelas.
Banyak tugas akhir DKV yang dibuat berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga hasilnya tidak hanya dinilai secara akademik, tapi juga punya nilai praktis. Dengan begitu, skripsi DKV tidak hanya berakhir sebagai dokumen kampus, tapi bisa dikembangkan lebih lanjut sebagai karya profesional.
Topik bisa diambil dari:
- Isu sosial
- Kebutuhan industri
- Dunia pendidikan
- Branding produk
- Media digital
Cek juga:
Contoh Tugas Akhir / Skripsi di Jurusan DKV
Biar makin kebayang, tugas akhir di jurusan DKV biasanya berbentuk karya nyata yang bisa langsung dilihat dan dinilai secara visual. Setiap karya dibuat berdasarkan masalah tertentu dan punya tujuan komunikasi yang jelas.
Beberapa contoh tugas akhir atau skripsi di jurusan DKV antara lain:
1. Perancangan Identitas Visual (Branding)
Pada tugas akhir ini, mahasiswa merancang identitas visual untuk sebuah brand, produk, atau organisasi.
Prosesnya dimulai dari:
- riset brand dan target audiens,
- penentuan konsep visual,
- hingga pembuatan logo, warna, tipografi, dan aplikasinya di berbagai media seperti kemasan, poster, atau media sosial.
Karya ini menilai kemampuan mahasiswa dalam membangun citra dan konsistensi visual sebuah brand.
2. Kampanye Visual
Tugas akhir berupa kampanye visual biasanya mengangkat isu tertentu, baik sosial, edukasi, maupun komersial. Mahasiswa merancang konsep kampanye, pesan utama, dan media yang digunakan.
Penilaiannya tidak hanya dari visual, tapi juga dari efektivitas pesan yang disampaikan.
Hasil akhirnya bisa berupa:
- Poster
- Konten media sosial
- Video
- Media digital lainnya
3. Desain UI/UX Aplikasi atau Website
Pada jenis tugas akhir ini, mahasiswa fokus pada perancangan tampilan dan pengalaman pengguna. Tujuannya adalah menciptakan desain yang tidak hanya menarik secara visual, tapi juga mudah digunakan dan sesuai kebutuhan pengguna.
Prosesnya meliputi:
- Riset pengguna
- Pembuatan user flow
- Wireframe
- Desain visual
- Prototype
4. Motion Graphic atau Animasi
Tugas akhir ini berbentuk karya visual bergerak, seperti motion graphic atau animasi. Mahasiswa mengerjakan mulai dari penentuan konsep cerita, storyboard, desain visual, hingga produksi video.
Biasanya digunakan untuk kebutuhan edukasi, promosi, atau penyampaian informasi secara menarik dan dinamis.
5. Media Edukasi Berbasis Visual
Pada tugas akhir ini, mahasiswa merancang media pembelajaran yang mengandalkan visual sebagai alat utama penyampaian informasi. Contohnya:
- Buku ilustrasi
- Modul pembelajaran
- Infografis
- Media interaktif
Fokusnya adalah bagaimana informasi yang kompleks bisa disampaikan dengan cara yang lebih mudah dipahami melalui desain visual.
Proses Penulisan Skripsi di DKV

Sumber: Freepik
Walaupun disebut skripsi, proses pengerjaannya di jurusan DKV lebih mirip mengerjakan proyek desain besar. Penulisan dan pembuatan karya berjalan beriringan, bukan dipisahkan.
Secara umum, proses penulisan skripsi di jurusan DKV melalui tahapan berikut:
- Menentukan ide dan topik: Mahasiswa memilih topik tugas akhir sesuai minat dan bidang DKV yang dikuasai, seperti branding, UI/UX, atau multimedia.
- Menyusun konsep dan proposal: Ide yang dipilih kemudian dirumuskan menjadi konsep desain dan proposal yang menjelaskan tujuan, latar belakang, serta rencana pengerjaan.
- Melakukan riset sederhana: Riset dilakukan untuk mendukung konsep desain, bisa berupa riset audiens, studi visual, atau referensi desain yang relevan.
- Proses perancangan dan produksi karya: Mahasiswa mulai mengerjakan karya desain sesuai konsep yang telah disetujui, termasuk eksplorasi ide, revisi, hingga finalisasi.
- Penulisan laporan pendukung: Setelah karya selesai, mahasiswa menyusun laporan yang menjelaskan proses desain, metode, dan hasil karya secara runtut.
- Presentasi dan sidang tugas akhir: Tahap akhir berupa presentasi karya dan laporan di hadapan dosen penguji untuk dinilai dan dipertanggungjawabkan.
Apakah Skripsi DKV Sulit?
Tingkat kesulitan skripsi di jurusan DKV sebenarnya relatif. Dibandingkan jurusan yang fokus ke teori atau hitung-hitungan, skripsi DKV lebih menantang di konsep, proses kreatif, dan konsistensi mengerjakan proyek.
Artinya, bukan soal seberapa pintar menulis, tapi seberapa siap kamu menjalani proses dari awal sampai akhir.
Beberapa hal yang sering membuat skripsi DKV terasa menantang antara lain:
- Menentukan konsep desain yang kuat dan relevan
- Menjaga konsistensi visual dari awal hingga akhir
- Menghadapi revisi berkali-kali
- Mengatur waktu antara produksi karya dan penulisan laporan
Pendekatan ini sejalan dengan perancangan jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Cakrawala. Mahasiswa dibekali pemahaman tentang teori desain, teknik penyusunan visual, strategi komunikasi kreatif, hingga produksi konten visual. Dengan pendekatan berbasis praktik, skripsi terasa sebagai kelanjutan dari proses belajar, bukan beban baru di akhir kuliah.
Selain itu, sistem perkuliahannya dirancang 3 tahun kuliah dan 1 tahun kerja praktik, di mana mahasiswa terjun langsung ke industri lewat magang atau proyek perusahaan.
Untuk mendukung kesiapan setelah lulus, Universitas Cakrawala juga dilengkapi program penyaluran kerja. Mahasiswa mendapatkan fasilitas persiapan karier serta akses peluang kerja melalui 1.000+ perusahaan mitra. Dengan bekal skripsi berbasis karya dan dukungan jaringan industri, lulusan juga lebih siap masuk dunia kerja.
Skill yang Dibutuhkan untuk Mengerjakan Skripsi DKV
Agar proses skripsi atau tugas akhir di jurusan DKV berjalan lancar, ada beberapa skill penting yang perlu kamu siapkan. Skill ini bukan cuma berguna saat skripsi, tapi juga kepakai di dunia kerja nanti.
- Manajemen waktu: Skripsi DKV biasanya melibatkan banyak tahap, mulai dari riset, desain, revisi, sampai penulisan laporan. Kemampuan mengatur waktu dan membuat timeline jadi kunci supaya semua tahap bisa selesai tepat waktu.
- Kemampuan riset dasar: Walaupun bukan riset akademik berat, kamu tetap perlu mengumpulkan data dan referensi. Misalnya riset audiens, studi visual, atau analisis desain sejenis agar konsep yang dibuat punya dasar yang kuat.
- Pemahaman konsep desain: Skripsi DKV menuntut kamu memahami prinsip desain, komunikasi visual, dan tujuan pesan. Konsep yang jelas akan memudahkan proses desain sekaligus penulisan laporan.
- Penguasaan tools dan teknik desain: Kemampuan menggunakan software desain sangat penting karena karya visual adalah inti tugas akhir. Semakin terbiasa, proses produksi akan terasa lebih efisien.
- Mental siap revisi: Revisi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari skripsi DKV. Kamu perlu siap menerima masukan, memperbaiki karya, dan tidak cepat menyerah saat konsep perlu diubah.
Cek juga:
Frequently Ask Questions (FAQ)
1. Apakah tugas akhir DKV bisa berupa karya saja tanpa laporan?
Tidak bisa. Walaupun fokus utama tugas akhir di jurusan DKV adalah karya desain, mahasiswa tetap wajib menyertakan laporan tertulis.
Laporan ini berfungsi untuk menjelaskan konsep, tujuan, proses perancangan, serta alasan di balik keputusan desain yang diambil. Jadi, karya dan laporan saling melengkapi, bukan berdiri sendiri.
2. Berapa lama pengerjaan skripsi di jurusan DKV?
Durasi pengerjaan skripsi di jurusan DKV bervariasi, tergantung kebijakan kampus dan kesiapan mahasiswa.
Umumnya, skripsi dikerjakan dalam waktu satu hingga dua semester. Prosesnya meliputi penentuan konsep, produksi karya, penulisan laporan, revisi, hingga sidang tugas akhir.
3. Apakah skripsi DKV harus menulis banyak seperti jurusan lain?
Tidak. Penulisan skripsi di DKV biasanya tidak sebanyak jurusan yang berbasis teori. Fokus utamanya adalah menjelaskan proses dan konsep desain, bukan analisis teori yang panjang.
Selama penjelasan runtut dan sesuai dengan karya yang dibuat, penulisan di skripsi DKV cenderung lebih ringan dan aplikatif.
Saatnya Menentukan Pilihan Jurusan DKV yang Tepat di Cakrawala!
Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan jurusan DKV memang memiliki skripsi, tetapi bentuknya lebih sering berupa tugas akhir berbasis karya. Mahasiswa tidak hanya diminta menulis, tetapi juga menghasilkan karya desain yang relevan dan bisa dipertanggungjawabkan secara konsep.
Apalagi jika jurusannya dirancang sesuai kebutuhan industri, seperti Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Cakrawala. Di sini, mahasiswa dibekali pembelajaran berbasis praktik, kerja praktik di industri, serta pengalaman mengerjakan proyek nyata yang relevan dengan tugas akhir.
Beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan:
- Program penyaluran kerja dengan dukungan lebih dari 1.000 mitra industri dari berbagai sektor
- Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman dan portofolio bisa dibangun lebih awal
- Kurikulum berbasis industri yang disusun sesuai kebutuhan dunia kerja
- Dosen praktisi berpengalaman, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan
Yuk, mulai tentukan pilihan jurusanmu dari sekarang. Kamu bisa konsultasi gratis atau langsung daftar untuk menyiapkan diri menghadapi dunia kerja kreatif dengan lebih percaya diri!