Banyak yang tertarik masuk jurusan DKV karena kelihatan seru dan penuh kreativitas. Tapi begitu dengar kata matematika, langsung mikir ulang. Takut nanti isinya malah penuh angka dan rumus kayak di SMA. Padahal, kenyataannya nggak seseram itu.
Biar nggak salah paham dan keburu minder duluan, yuk kita bahas bareng-bareng sebenarnya jurusan DKV ada matematika atau nggak.
Key Takeaways
- Jurusan DKV memang punya unsur matematika, tapi sifatnya ringan dan aplikatif. Matematika di DKV tidak berupa rumus kompleks seperti di SMA, melainkan logika dasar untuk membantu desain terlihat rapi, proporsional, dan mudah dipahami.
- Kemampuan kreatif dan kepekaan visual jauh lebih penting daripada jago hitung. Di jurusan DKV, penilaian lebih fokus pada ide, proses, dan hasil karya desain, bukan pada kemampuan mengerjakan soal matematika.
- Jurusan DKV di Universitas Cakrawala dirancang sesuai kebutuhan industri. Dengan kurikulum berbasis industri, magang sejak awal, serta dukungan ratusan mitra perusahaan, mahasiswa dibekali skill praktis dan pengalaman nyata untuk siap terjun ke dunia kerja.
Apakah Jurusan DKV Ada Matematika?
Jawaban singkatnya: ada, tapi bukan matematika yang penuh rumus dan bikin pusing seperti di SMA.
Di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), matematika bukan jadi mata kuliah utama, apalagi sampai hitung integral atau trigonometri.
Matematika di DKV lebih sering muncul sebagai alat bantu dalam proses desain. Tujuannya bukan buat menguji kemampuan hitung, tapi membantu kamu untuk:
- Bikin desain yang rapi
- Proporsional
- Enak dilihat
Jadi, kalau yang kamu bayangkan adalah ujian penuh angka dan rumus panjang, itu hampir nggak ada di DKV.
Jenis Matematika yang Biasanya Dipelajari di DKV

Sumber: Freepik
Kalau kamu penasaran matematika seperti apa yang ada di jurusan DKV, jawabannya cukup sederhana dan masih masuk akal. Bukan matematika rumit, tapi matematika yang dipakai buat mendukung proses desain.
Beberapa jenis matematika yang biasanya ditemui di DKV antara lain:
- Matematika dasar: Seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian sederhana. Biasanya dipakai saat mengatur ukuran desain atau skala.
- Proporsi dan perbandingan: Dipakai supaya elemen desain terlihat seimbang, misalnya ukuran teks dengan gambar atau jarak antar elemen.
- Pengukuran: Berkaitan dengan ukuran cetak, resolusi, margin, dan ukuran media (poster, brosur, kemasan, dan lain-lain).
- Logika visual: Bukan hitung angka, tapi cara berpikir runtut supaya desain mudah dipahami dan pesannya sampai ke audiens.
Cek juga:
Contoh Mata Kuliah DKV yang Berkaitan dengan Matematika
Di jurusan DKV, kamu memang nggak akan menemukan mata kuliah “Matematika” yang berdiri sendiri seperti di SMA. Tapi bukan berarti unsur matematika benar-benar hilang.
Biasanya, matematika muncul secara tidak langsung di beberapa mata kuliah desain, dan sifatnya sangat praktis serta kontekstual.
Berikut beberapa mata kuliah DKV yang biasanya berkaitan dengan unsur matematika:
1. Tipografi
Di mata kuliah tipografi, kamu belajar bagaimana teks bisa dibaca dengan nyaman dan terlihat menarik secara visual. Fokusnya bukan sekadar memilih font, tapi juga mengatur teks supaya pesannya mudah ditangkap.
Di sini, matematika dipakai untuk:
- Mengatur ukuran huruf
- Menentukan jarak antar huruf (letter spacing)
- Mengatur jarak antar baris (line spacing)
- Menyesuaikan proporsi teks dengan bidang desain
Hitungannya sederhana dan logis, misalnya menentukan skala huruf agar judul, subjudul, dan isi teks punya hierarki yang jelas dan enak dibaca.
2. Layout dan Grid System
Mata kuliah ini mengajarkan cara menata elemen desain agar terlihat rapi dan seimbang. Kamu belajar menyusun teks, gambar, dan elemen visual lain dalam satu bidang desain.
Perhitungannya bertujuan menciptakan keteraturan visual, bukan menyelesaikan soal rumus. Selama kamu paham logika pembagian ruang, bagian ini relatif aman.
Matematika digunakan untuk:
- Membagi halaman menjadi kolom
- Menentukan margin dan jarak antar elemen
- Menjaga konsistensi tata letak
3. Desain Kemasan
Di desain kemasan, kamu belajar membuat desain yang tidak hanya menarik secara visual, tapi juga bisa diproduksi secara nyata. Karena itu, unsur matematika cukup penting.
Hitungannya tetap sederhana, tapi penting agar desain tidak meleset saat masuk proses produksi.
Matematika dipakai untuk:
- Menghitung ukuran dan skala kemasan
- Menyesuaikan desain dengan bentuk kemasan
- Memastikan desain siap dicetak dan dilipat
4. Desain Digital & UI/UX Dasar
Pada mata kuliah ini, fokusnya ada pada desain untuk media digital seperti website atau aplikasi. Kamu belajar membuat tampilan yang nyaman digunakan di berbagai ukuran layar.
Di sini, Matematika menjadi bagian untuk:
- Menentukan ukuran elemen interface
- Menyesuaikan desain dengan resolusi layar
- Mengatur jarak dan posisi elemen agar konsisten
Semua ini biasanya dipraktikkan langsung lewat software desain seperti Adobe Illustrator atau tools digital lain, jadi lebih banyak praktik daripada hitung manual.
Skill yang Lebih Penting daripada Matematika di Jurusan DKV
Di DKV, yang paling diuji bukan seberapa cepat kamu ngitung, tapi bagaimana cara kamu berpikir dan menyampaikan ide lewat visual. Ini beberapa skill yang perannya jauh lebih besar daripada matematika:
- Kreativitas: Kamu dituntut bisa menghasilkan ide desain yang fresh dan sesuai kebutuhan. Misalnya, gimana cara menyampaikan pesan iklan biar menarik atau bikin visual yang beda dari yang lain. Kreativitas ini lebih ke cara berpikir, bukan bakat gambar semata.
- Kepekaan visual: Skill ini berkaitan dengan rasa. Kamu belajar ngerasa apakah warna sudah pas, komposisi sudah seimbang, dan teks masih nyaman dibaca. Kepekaan visual biasanya terlatih seiring sering lihat, ngulik, dan bikin desain.
- Problem solving: Setiap desain selalu punya masalah yang harus diselesaikan. Misalnya, gimana bikin poster yang informatif tapi tetap menarik, atau gimana nyusun konten biar mudah dipahami. Di sini, logika lebih kepakai daripada hitung-hitungan.
- Kemampuan komunikasi: Desain nggak cuma soal hasil akhir. Kamu juga perlu bisa menjelaskan konsep desain ke dosen, klien, atau tim. Selain itu, kamu harus siap nerima kritik dan revisi tanpa baper.
- Penguasaan software desain: Hampir semua tugas dikerjakan lewat software seperti Adobe Photoshop, Figma, atau tools desain lainnya. Di sinilah waktu belajarmu lebih banyak dihabiskan dibanding ngurusin angka.
Perbedaan Matematika SMA dan Matematika di Jurusan DKV
Salah satu alasan banyak calon mahasiswa takut masuk DKV adalah karena kebayang matematika SMA yang penuh rumus dan ujian. Padahal, cara pakai matematika di DKV itu beda jauh.
Di matematika SMA, kamu biasanya:
- Belajar banyak rumus
- Fokus ke teori
- Dikejar nilai ujian
- Sering ngerjain soal tanpa tahu dipakai buat apa
Sementara di jurusan DKV, matematika:
- Dipakai seperlunya untuk mendukung desain
- Lebih ke logika dan penerapan
- Langsung dipraktikkan di tugas atau project
- Fokus ke hasil visual, bukan proses hitungnya
Contohnya, kamu nggak akan disuruh menghafal rumus tertentu. Tapi kamu akan mikir, “Kalau ukuran ini diperbesar, desainnya masih seimbang nggak?” atau “Layout ini enak dilihat atau terlalu penuh?”
Jadi, matematika di DKV itu alat bantu, bukan pelajaran utama. Kalau kamu selama ini kurang cocok dengan matematika versi SMA, belum tentu kamu akan kesulitan di jurusan DKV.
Apakah Jurusan DKV Cocok untuk yang Tidak Suka Matematika?
Jawabannya: bisa banget, selama kamu paham batasannya. Tidak suka matematika bukan berarti otomatis nggak cocok masuk jurusan DKV.
DKV masih tergolong aman buat kamu yang:
- Kurang nyaman dengan hitung-hitungan rumus
- Lebih suka praktik daripada teori
- Senang bikin sesuatu secara visual
- Suka mikir kreatif dan eksplor ide
Pendekatan seperti ini juga jadi dasar perancangan jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Cakrawala. DKV diposisikan sebagai bidang studi yang fokus pada bagaimana pesan disampaikan, diterima, dan memberi dampak melalui media visual, bukan sekadar soal kemampuan hitung.

Selama kuliah, mahasiswa DKV akan mempelajari:
- Teori desain
- Teknik penyusunan visual
- Strategi komunikasi kreatif
- Produksi konten visual
- Pengelolaan identitas visual
Proses belajarnya lebih menekankan pemahaman konsep, eksplorasi ide, dan praktik langsung, sehingga matematika berperan sebagai alat bantu, bukan pusat pembelajaran.
Masa studinya pun dirancang selama 3 tahun perkuliahan dan 1 tahun kerja praktik. Dengan kurikulum berbasis industri, sistem pembelajaran fleksibel, serta kesempatan terjun langsung ke dunia kerja di tahun terakhir, pendekatan ini cocok untuk kamu yang ingin fokus ke skill praktis dan kesiapan karier.
Jurusan ini juga didukung program penyaluran kerja. Mahasiswa dibekali fasilitas persiapan karier dan akses ke peluang kerja yang luas melalui 1.000+ perusahaan mitra.
Cek juga:
Frequently Ask Questions (FAQ)
1. Apakah anak IPS bisa masuk jurusan DKV?
Bisa banget. Jurusan DKV tidak membatasi mahasiswa berdasarkan jurusan IPA atau IPS saat SMA. Banyak mahasiswa DKV justru berasal dari IPS karena terbiasa dengan pelajaran yang melatih kreativitas, komunikasi, dan pemahaman konteks.
Selama kamu punya minat di dunia desain dan mau belajar hal baru, latar belakang jurusan bukan masalah besar.
2. Apakah jurusan DKV ada pelajaran kalkulus atau aljabar?
Tidak ada. Di jurusan DKV, kamu tidak akan bertemu mata kuliah seperti kalkulus, aljabar, atau trigonometri.
Matematika yang digunakan sifatnya sangat dasar dan langsung berkaitan dengan kebutuhan desain, seperti menghitung ukuran, skala, atau jarak antar elemen agar desain terlihat rapi dan seimbang.
3. Apakah matematika memengaruhi nilai di jurusan DKV?
Pengaruhnya sangat kecil. Nilai di jurusan DKV lebih banyak ditentukan oleh ide desain, proses pengerjaan, dan hasil karya akhir. Selama kamu bisa mengikuti logika dasar dalam mengatur visual, kekurangan di matematika biasanya tidak menjadi penghambat untuk mendapat nilai bagus.
4. Jurusan DKV lebih banyak teori atau praktik?
DKV cenderung lebih banyak praktik. Mahasiswa akan sering mengerjakan tugas desain, proyek visual, dan studi kasus dibandingkan menghafal teori.
Teori tetap ada, tapi fungsinya sebagai dasar sebelum langsung diterapkan ke karya desain.
Belajar DKV dengan Pendekatan Praktis di Universitas Cakrawala!
Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan jurusan DKV memang punya unsur matematika, tapi bukan yang rumit dan menakutkan seperti di SMA. Matematika di DKV lebih berperan sebagai alat bantu untuk mendukung desain, bukan sebagai fokus utama pembelajaran.
Kalau kamu tertarik masuk dunia kreatif tapi masih ragu karena merasa kurang jago matematika, jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Cakrawala tetap layak dipertimbangkan. Di sini, mahasiswa tidak hanya belajar teori desain, tapi juga praktik nyata, komunikasi visual, dan pengalaman industri sejak kuliah.
Beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan antara lain:
- Program penyaluran kerja dengan dukungan lebih dari 1.000 mitra industri dari berbagai sektor
- Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman dan portofolio bisa dibangun lebih awal
- Kurikulum berbasis industri yang disusun sesuai kebutuhan dunia kerja
- Dosen praktisi berpengalaman, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan
Yuk, mulai tentukan pilihan jurusanmu dengan lebih yakin. Kamu bisa konsultasi gratis atau langsung daftar untuk jadi bagian dari generasi kreatif siap kerja!