Oleh Universitas Cakrawala
•
30 May 2024
User testing adalah proses evaluasi produk atau layanan dengan melibatkan pengguna nyata untuk mengidentifikasi masalah, memahami kebutuhan pengguna, dan meningkatkan pengalaman pengguna. Pengujian ini penting dalam pengembangan produk karena memastikan bahwa produk yang dikembangkan sesuai dengan harapan dan kebutuhan pengguna akhir.
Manfaat dari user testing sangat beragam, mulai dari peningkatan kepuasan pengguna, pengurangan biaya pengembangan melalui deteksi masalah sejak dini, hingga peningkatan konversi dan loyalitas pelanggan. Metode user testing bervariasi, termasuk pengujian usability, A/B testing, dan pengujian prototipe, yang masing-masing memiliki pendekatan dan tujuan spesifik. Dengan memahami dan menerapkan user testing, perusahaan dapat menciptakan produk yang lebih efektif dan user-friendly.
User testing biasanya dilakukan pada tahap akhir pengembangan website atau aplikasi untuk memastikan produk berfungsi dengan baik. Ini berarti user testing adalah pengujian berbagai aspek dalam website atau aplikasi saat pengguna berinteraksi langsung dengan produk. Prosesnya melibatkan pengguna yang menjalankan beberapa tugas nyata yang relevan dengan produk.
Penjelasan mengenai prototipe produk umumnya tidak terlalu mendetail, hanya mencakup fungsi utama produk. Hal ini dilakukan agar pengguna dapat menguji produk secara efektif, sehingga perusahaan bisa mendapatkan data yang valid. User testing adalah langkah penting yang tidak hanya menjamin kualitas produk tetapi juga mendukung pengembangannya.
User testing memiliki sejumlah manfaat yang membuatnya krusial dalam proses pengembangan aplikasi atau website. Berikut ini beberapa manfaat utama dari user testing:
Tujuan utama user testing adalah memastikan bahwa website atau aplikasi berfungsi dengan baik. Semua fitur harus dapat digunakan dengan mudah dan ditemukan oleh pengguna, sehingga kegunaan aplikasi dapat dirasakan secara maksimal.
User testing juga bertujuan untuk memahami kebutuhan dan harapan pengguna terhadap aplikasi atau website. Informasi ini meliputi kebutuhan fungsional serta fitur tambahan yang diinginkan pengguna, yang berguna untuk meningkatkan kualitas produk digital.
Dengan user testing, pengembang dapat mengumpulkan berbagai data tentang target pengguna. Informasi ini membantu dalam menciptakan atau mengembangkan aplikasi dan website yang mudah digunakan, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pengguna.
Tujuan akhir dari user testing adalah meningkatkan pengalaman pengguna, membuat penggunaan aplikasi lebih mudah dan efisien. Hal ini tidak hanya meningkatkan loyalitas pengguna tetapi juga membantu menarik pengguna baru.
Untuk melakukan user testing, ada beberapa metode yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut adalah beberapa metode user testing yang dapat digunakan:
1. Formative Evaluation
Metode ini melibatkan pengguna yang diberi tugas untuk diselesaikan menggunakan desain produk yang telah dibuat. Pengujian dapat dilakukan pada produk jadi atau prototipe. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi masalah dalam penggunaan aplikasi dan sebagai panduan untuk pengembangan antarmuka selanjutnya. Keberhasilan metode ini bergantung pada pemilihan pengguna yang representatif serta tugas yang mencerminkan kegunaan aplikasi atau website. Pengamatan terhadap cara pengguna menyelesaikan tugas harus dilakukan dengan teliti untuk mengumpulkan data yang akurat.
2. Controlled Experiment
Mirip dengan formative evaluation, namun lebih terstruktur dengan cakupan yang lebih terbatas. Langkah awal adalah membuat hipotesis yang dapat diukur dan menguji hipotesis tersebut mengenai antarmuka produk. Tugas yang diberikan dirancang dengan cermat untuk menguji hipotesis yang telah dibuat sebelumnya.
3. Field Study
Metode ini melibatkan pengujian langsung di lapangan dengan mendatangi pengguna untuk mengumpulkan data tentang produk. Pengujian dimulai dengan memahami masalah yang telah diidentifikasi, kemudian mengamati pengguna secara langsung. Langkah-langkahnya meliputi identifikasi masalah, pemilihan pengguna yang menjadi target pasar, dan observasi langsung terhadap pengguna untuk mengonfirmasi atau menemukan masalah baru. Pengamatan ini juga bisa disertai dengan menanyakan harapan pengguna agar produk lebih efektif dan efisien.
Jurusan Sistem dan Teknologi Informasi di Cakrawala University menawarkan kurikulum yang komprehensif, menggabungkan teori dan praktik untuk mempersiapkan Anda menjadi profesional IT yang handal. Dengan fasilitas modern dan dosen berpengalaman, Anda akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses dalam industri teknologi yang terus berkembang.
Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari komunitas akademik yang inovatif dan berprestasi. Bergabunglah dengan Cakrawala University dan wujudkan impian Anda di bidang Sistem dan Teknologi Informasi. Daftar sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju karir yang gemilang!
Baca Juga :
Berita Terkait